Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP SWAMEDIKASI DEMAM PADA ANAK DI RW 01 KELURAHAN PAJANG KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Khusna, Khotimatul; Nursi, Ivan Nurdin; Pambudi, Risma Sakti
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 01 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam pada anak merupakan kejadian yang umum terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat dari orang tua. Swamedikasi demam, yang merupakan upaya pengobatan mandiri oleh orang tua untuk meredakan demam pada anak, menjadi solusi yang umum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi demam pada anak RW 01 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang diisi oleh 91 orang tua dari total populasi 476 orang tua di wilayah tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 responden (8,8%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 41 responden (45,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 42 responden (46,15%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait swamedikasi demam pada anak.  Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi demam pada anak di RW 01 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta paling besar medapatkan kategori baik.
GAMBARAN KEPATUHAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIADI PUSKESMAS MASARAN II SRAGEN Khusna, Khotimatul; Mahmudah, Endar Asih; Pambudi, Risma Sakti
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 01 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi merupakan faktor penentu penting dalam mengendalikan tekanan darah. Berdasarkan pemantauan pengobatan penderita hipertensi di Puskesmas Masaran II. Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Tujuan  pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan terapi pada pasien hipertensi. Desain  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  penelitian  survei  yang bersifat deskriptif. Responden dalam penelitian ini sejumlah 70 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian di Puskesmas Masaran II Sragen menjukkan bahwa tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 7 responden (10%), kepatuhan sedang sebanyak 11 responden (15,8%), dan kepatuhan rendah sebanyak 52 responden (74,2%). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah kepatuhan terapi obat pada lansia tergolong rendah.
Edukasi Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi dan Diabetes di Desa Jlarem, Ampel, Boyolali Utami, Winanti Puji; Putri, Alinda; Pambudi, Risma Sakti
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6587

Abstract

Penggunaan obat yang rasional sangat penting dalam keberhasilan terapi, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Namun masih terdapat masyarakat yang belum memahami cara penggunaan obat yang benar. Kurangnya pengetahuan ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penggunaan obat yang salah, resistensi antibiotik, serta pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat yang tidak sesuai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi dan diabetes mellitus terkait penggunaan obat yang benar. Mitra dari kegiatan ini adalah masyarakat Desa Jlarem, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, khususnya pasien yang tergabung dalam program Lansia. Metode yang digunakan adalah edukasi secara langsung dengan pendekatan community relation melalui penyuluhan dan pembagian leaflet, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui  metode one group pre-test post-test design. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 29 peserta yang hadir dengan tingkat pengetahuan sebelum edukasi (pretest) yaitu baik 72.5%, cukup 12% dan kurang 15.5%  dan mengalami peningkatan seteah diberikan edukasi (post-test) yaitu pengetahuan baik 93.1%, dan kurang 6.9% Kegiatan ini membuktikan Dapat meningkatakan pengetahuan dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Edukasi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan di berbagai daerah untuk mendukung tercapainya perilaku hidup sehat.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT RT 04 RW 07 DESA KOPEN KECAMATAN KARTASURA Khusna, Khotimatul; Lana, Bima Perkasa Putra; Pambudi, Risma sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/8qka5t35

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih menjadi pilihan masyarakat mengobati penyakit ringan. Studi ini dirancang untuk mengidentifikasi gambaran penggunaan obat herbal di kalangan penduduk Desa Kopen, terutama di kalangan warga RT 04 RW 07 Kecamatan Kartasura. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan total responden sebanyak 85 orang yang merupakan warga RT 04 RW 07 di Desa Kopen, Kecamatan Kartasura. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tujuan untuk mengukur persentase penggunaan obat tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis obat tradisional yang paling umum digunakan adalah jamu, mencapai 60%, dengan bentuk sediaan yang paling banyak adalah cairan sebanyak 37%. Sebagian besar responden menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit ringan, sebesar 52%, dan mereka memperoleh obat tersebut dari apotek serta toko jamu, sekitar 31%. Rata-rata durasi penggunaan obat tradisional adalah satu hari, yang tercatat 34%, dan alasan utama penggunaan obat tradisional adalah karena bahan yang digunakan berasal dari alam, yaitu 49%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas warga RT 04 RW 07 Desa Kopen, Kecamatan Kartasura memilih jamu sebagai obat tradisional mereka, didorong oleh fakta bahwa jamu terbuat dari bahan alami dan untuk mengatasi penyakit yang dianggap ringan.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Boyolali I Tahun 2022 Listiana, Endah; Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.602

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Permasalahan yang sering terjadi di Puskesmas adalah cara pengelolaan obat yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan obat yang ada di Puskesmas Boyolali I selama tahun 2022 dengan menggunakan indikator kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional), presentase ketepatan dalam pemilihan obat, dan tingkat ketersediaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data retrospektif, yaitu dengan menggunakan data LPLPO (Lembar Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) Puskesmas Boyolali I tahun 2022. Hasil yang didapatkan pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN sebesar 68,95 %, ketepatan dalam permintaan obat sebesar 97,55 %, dan tingkat ketersediaan obat sebesar 14,53 bulan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN belum memenuhi standar yang ditetapkan, pada indikator ketepatan permintaan obat juga belum memenuhi standar, dan pada indikator tingkat ketersediaan obat telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Depkes RI.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Pengobatan Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2021 Jannah, Danik Miftakhul; Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.305

Abstract

Preeklampsia terjadi pada usia kehamilan diatas 20 minggu dan menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian ibu (AKI). Penggunaan obat antihipertensi berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan pasien. Oleh karena itu, diperlukan analisis efektivitas biaya terapi yang mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan obat yang tepat. Obat yang tepat adalah efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas biaya terapi pengobatan pasien preeklampsia yang diberikan kepada pasien rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dilakukan dengan mengakses data rekam medik pasien pada tahun 2021 dan menggunakan teknik purpose sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 rekam medik. Metode analisis biaya yang digunakan adalah Cost Effectiveness Analysis (CEA) dan metode Cost Effectiveness Ratio (CER) digunakan untuk menganalisis terapi pengobatan preeklampsia yang paling cost effective. Obat yang dinilai paling cost effective adalah penggunaan obat tunggal nifedipin 10 mg dengan nilai ACER Rp. 26.157,02. Pada pengobatan kombinasi 2 antihipertensi ada Nifedipin 10 mg + metildopa 250 mg dengan nilai ACER Rp. 160.453,49, sehingga dianjurkan untuk menggunakan terapi antihipertensi jenis tersebut dilihat dari segi biaya dan keaktifannya.
Edukasi Penggunaan Obat Tetes Mata Pambudi, Risma Sakti; Hafidz, Rosyadah; Putri, Tania Ardea; Suci, Dwi Buana; Ramadhani, Mutia; Solong, Sriwidyawati A.
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1087

Abstract

Penggunaan obat yang tepat sangat dibutuhkan untuk menurunkan tingginya prevalensi kejadian gangguan penglihatan. Salah satu bentuk sediaan yang sering digunakan dalam pengobatan mata adalah sediaan tetes mata. Akan tetapi masih terdapat masyarakat yang tidak mengetahui penggunaan obat tetes mata dengan benar. Tujuan kegiatan tersebut adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa DIN (Desain Interior) di Universitas Sahid Surakarta sehingga mampu menggunakan obat tetes mata dengan baik dan benar dan mampu menerapkannya dalam keseharian. Metode yang digunakan berupa pemberian edukasi melalui pemberian leaflet serta adanya diskusi tanya jawab. Berdasarkan kegiatan edukasi pemberian informasi penggunanaan obat tetes mata pada mahasiswa DIN universitas Sahid Surakarta menunjukkan bahwa peserta dapat memperoleh pengetahuan baru tentang cara penggunaan obat tetes mata serta hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat tetes mata.
Edukasi Pengelolaan Obat Secara Mandiri Pada Masyarakat Lansia Di Ampel, Boyolali Pambudi, Risma Sakti; Utami, Winanti Puji; Putri, Alinda; Ishariyanto, Riski
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2064

Abstract

Di Indonesia masih terdapat masyarakat yang melakukan swamedikasi namun belum mengetahui cara pengelolaan obat yang benar. Hal ini dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya akses informasi yang terbatas serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat khususnya di daerah terpencil dan masyarakat lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat lansia sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait pengelolaan obat mandiri yang benar. Mitra pengabdian ini adalah masyarakat lansia di desa jlerem, ampel, boyolali. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan edukasi serta kuesioner pre dan post edukasi supaya dapat melihat peningkatan pemahaman peserta. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta dan hasil kegiatan menunjukkan sebelum diberikan edukasi terdapat masyarakat yang masih kurang pengetahuan terkait pengelolaan obat mandiri yaitu 27%, cukup 10% dan baik 63%. Namun setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang pengelolaan obat mandiri yang baik yaitu sebesar 100%. Oleh karena itu kegiatan edukasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat.
Co-Authors Ahmad Ghofar Wicaksono Ahwan Ahwan Ahwan Ahwan, Ahwan Akhyani, Nur Alvina Nia Diani Alvina Nia Diani Ariastuti, Reni Arvia Wahyu Widodo Arvita Sari Ashinta, Faridani Anggun Astuti, Winanti Puji Atika Azizah Widodo Bella Novela Dwi Utari Cahyani, Tiwi Nur Dewi, Oktaria Pratama Dwi Jayanti Indah Isnasari Dwi Jayanti Isnasari Endah Astuti Astuti Enjelina, Sinta Mei Fadilah Qonitah Fadilah Qonitah Farah Puteri Windiasari Firra Lurenza Pratiwi Fitriyadi, Farid Grace Agnes Theresa Konowok Grace Hestrivina Puren Hafidz, Rosyadah Hanafi, Affan Helviana Rista Rini Helviana Rista Rini Heni Rusita Ilmi, Ibnul Ishariyanto, Riski Jannah, Danik Miftakhul Khotimatul Khusna Khotimatul Khusna Khusna, Khotimatul Kristianingsih, Kiki Kurniasari, Anisa Lana, Bima Perkasa Putra Listiana, Endah Litta ‘Ifina Machfiroh Setianing Hati Mahmudah, Endar Asih Meiga Susana Nabilah Rarayanthi. A Novitasari, Nur Cahyani Nur Cahyani Nursi, Ivan Nurdin Oktaria Pratama Dewi Primania Maria Puren Putri, Alinda Putri, Tania Ardea Rahmadin, Mega Tri Ramadhani, Mutia Reni Ariastuti Reni Ariastuti Rini, Helviana Rista Riska Dwi Astuti Rita Septiana Rita Septiana Rita Septiana Astuti Rizal, Rafli Adnan Ruth Eva Betriana Safitri, Desti Anggi Septiana, Rita Septiningrum, Chintya Hayu Solong, Sriwidyawati A. Subiyanto, Abyasa Fajari Suci, Dwi Buana Syifa Febiana Temok , Maria Gabriela M Tika Dwiyanti Ulfah, Amalia Utami, Winanti Puji Widodo, Arvia Wahyu Windiasari, Farah Puteri Zuliana Styarini Zuriyah, Putri