Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Ekstrak Air dan Kloroform Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Litta ‘Ifina; Fadilah Qonitah; Risma Sakti Pambudi
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.596

Abstract

Moringa (Moringa oleifera) is a plant that is easy to grow in lowlands that contains phenolic compounds and flavonoids that have the potential to be sunscreen. The purpose of this study is to determine the activity of sunscreen from water extract and chloroform of moringa leaves as seen from the SPF parameters. The process of making extracts by infusion and maceration methods. Testing of SPF values with the UV-Vis spectrophotometer method. The SPF (Sun Protection Factor) value was determined using a UV-Vis spectrophotometer by measuring absorbances from concentrations of 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, and 250 ppm water extract solutions and chloroform moringa leaves at wavelengths (290-320 nm) every 5 nm intervals with ethanol pa as a blank. The calculation of the SPF (Sun Protection Factor) value uses the Mansyur equation. The experiments that have been carried out have obtained results that there is sunscreen activity with the highest SPF value in water extract with a concentration of 250 ppm of 7.97 (extra protection) and in chloroform extract with a concentration of 250 ppm of 8.72 (ultra protection). Based on this study, it can be concluded that chloroform extract has a higher SPF value content compared to moringa leaf water extract at the same concentration.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK X KOTA SURAKARTA Pambudi, Risma Sakti; Ulfah, Amalia; Khusna, Khotimatul
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i2.8497

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan di apotek. Pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila mampu memberikan kepuasan bagi pasien yang dilayani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek x kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 100 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Kuesioner terdiri dari 15 pertanyaan yang mewakili 5 dimensi. Hasil kuesioner diukur menggunakan skala Likert. Hasil persentase berdasarkan dimensi bukti fisik (tangible) mendapat nilai skala 86,6% (sangat puas), dimensi kehandalan (reliability) mendapat nilai skala 82,7% (sangat puas), dimensi ketanggapan (responsiveness) mendapat nilai skala 89,3% (sangat puas), dimensi jaminan (assurance) mendapat nilai skala 87,5% (sangat puas), dimensi empati (empathy) mendapat nilai skala 90,8% (sangat puas). Berdasarkan kelima indikator kepuasan dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek x kota Surakarta yaitu sangat puas dengan rata-rata persentase sebesar 87,38%.
Profil Penggunaan Obat Tradisional pada Civitas Akademika Universitas Sahid Surakarta Rizal, Rafli Adnan; Ariastuti, Reni; Pambudi, Risma Sakti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i2.8601

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih menjadi pilihan masyarakat mengobati penyakit ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat tradisional pada civitas akademika Universitas Sahid Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dalam bentuk google form. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling, dengan total responden sebanyak 159 orang dari civitas akademika Universitas Sahid Surakarta. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif dengan melihat persentase profil penggunaan obat tradisional. Kuesioner dilakukan uji validitas dengan metode Content Validity Index mendapatkan nilai 1 pada angket keseluruhan dan butir angket yang berarti valid. Hasil uji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Aalpha 0,89 untuk angket keseluruhan dan 0,91 untuk butir angket yang berarti reliabel. Hasil penelitian menunjukkan jamu merupakan jenis obat tradisional yang paling sering digunakan (50,94%), persentase terbesar menunjukkan bahwa sediaan yang paling sering digunakan adalah dalam bentuk cair (54,71%), sebagian besar responden memanfaatkan obat tradisional untuk mengatasi penyakit ringan (62,89%), dan kebanyakan responden memperoleh obat tradisional dari apotek (37,10%), sementara durasi penggunaannya paling banyak selama 2-3 (45,28%). Alasan menggunakan obat tradisional karena terbuat dari bahan alami (49,68%). Produk obat tradisional yang paling banyak digunakan adalah tolak angin (28,04%). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar civitas akademika Universitas Sahid Surakarta menggunakan obat tradisional dalam bentuk jamu dengan alasan karena bebahan dasar alami dan untuk mengobati penyakit ringan.  
UPAYA PENGENALAN APOTEKER CILIK KENAL OBAT (ACIKO) PADA SISWA SDN 2 GONILAN, SUKOHARJO Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul; Dewi, Oktaria Pratama; Rini, Helviana Rista
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2370

Abstract

Edukasi kesehatan di bidang pendidikan usia dini sudah mulai berkembang terutama di jenjang sekolah dasar (SD). Rendahnya pengetahuan Siswa tentang profesi tenaga kesehatan menyebabkan anak kurang patuh dalam menjalani hidup sehat. Pelayanan kesehatan di SD N 2 Gonilan belum optimal sehingga diperlukan edukasi dan perbaikan pada program kesehatan. Oleh karena itu PKM ini bertujuan untuk membangun sistem pelayanan kesehatan di SDN 2 Gonilan dengan cara memberikan edukasi pengenalan profesi apoteker dan pengenalan obat. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini diharapkan siswa SDN 2 gonilan Sukoharjo dapat mengenal tentang obat seperti jenis obat, cara penggunaan obat dan jenis sediaan obat. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan terkait pengenalan profesi apoteker dan pengenalan obat yang diikuti oleh 22 siswa. Evaluasi dilihat dari jawaban siswa sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil menunjukkan sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 7 siswa yang sudah memahami terkait profesi apoteker dan obat. Setelah dilakukan penyuluhan menunjukkan 22 siswa sudah mulai memahami terkait profesi apoteker dan pengenalan obat. Siswa antusias memberikan jawaban kuis terkait profesi apoteker dan pengenalan obat serta penggunaan obat. Dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa kegiatan ACIKO dapat menambah pengetahuan siswa terkait profesi apoteker dan obat.
SOSIALISASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BENAR PADA KONSUMEN APOTEK YUDHISTIRA SURAKARTA Pambudi, Risma Sakti
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1654

Abstract

Antibiotik digunakan sebagai salah satu pengobatan konsumen infeksi. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat memberikan manfaat bagi konsumen, akan tetapi jika tidak digunakan dengan benar dapat mengakibatkan resistensi bakteri atau konsumen dapat kebal terhadap antibiotik. Salah satu Langkah yang dapat dilakukan adalah pemberian edukasi dalam penggunaan antibiotik yang bijak dan benar pada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi dengan para konsumen di Apotek Yudhistira Surakarta. Hasil sosialisasi kepada 30 konsumen menunjukkan bahwa sebelum diberi pemaparanterdapat 16 konsumen  belum paham tentang penggunaan antibiotik. Akan tetapi setelah diberi pemaparan 30 konsumen sudah bisa memahami tentang penggunaan antibiotik secara benar. Oleh karena itu, perlu dukungan dari profesi kesehatan lainnya untuk memberikan edukasi  penggunaan antibiotik yang bijak dan benar guna mewujudkan upaya pemerintah dalam menurunkan resistensi bakteri.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Swamedikasi Batuk, Flu dan Demam di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Jawa Tengah Risma Sakti Pambudi; Atika Azizah Widodo; Khusna, Khotimatul
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3234

Abstract

Latar Belakang: Batuk, flu & demam merupakan kejadian yang umum terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat. Swamedikasi batuk, flu & demam, yang merupakan Upaya pengobatan mandiri untuk meredakan batuk, flu & demam pada Masyarakat, menjadi solusi yang umum dilakukan. Tujuan: Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Tingkat pengetahuan Masyarakat tentang swamedikasi batuk, flu & demam di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disi oleh 99 orang dari populasi 6775 Masyarakat di wilayah tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk tabulasi.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 (13%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 14 (14%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 72 (72%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait swamedikasi batuk, flu & demam. Simpulan dan Saran: Simpulan dari penelitian yaitu tingkat pengetahuan Masyarakat terhadap swamedikasi batuk, flu & demam di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah paling besar mendapatkan kategori baik. Saran yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan peran tenaga kefarmasian dalam memberi edukasi terkait penggunaan obat swamedikasi yang benar.
Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Berdasarkan Permenkes No 34 Tahun 2021 Di Klinik Gigi GDC Sukoharjo Pambudi, Risma Sakti; Astuti, Winanti Puji
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1603

Abstract

Pelayanan faemasi telah bergeser dari orientasi obat kepada orientasi pasien yang mengacu pada Pharmaceutical Care. Pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian yang kurang optimal dapat disebabkan karena kurangnya dukungan dan evaluasi oleh apoteker dan pihak manajemen apotek. Tujuan penelitian adalah untuk melihat Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Berdasarkan Permenkes No 34 Tahun 2021 di Klinik Gigi GDC Sukoharjo. Metode menggunakan observasi dengan melihat data retrospektif tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah dokumen pelayanan kefarmasian dan pengelolaan obat. Sampel dalam penelitian ini adalah dokumen formularium, faktur, penyimpanan obat, pengkajian resep pelayanan pio dan konseling tahun 2024. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan indikator permenkes no 34 tahun 2021 tentang standar pelayanan farmasi klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator telah dilaksanakan sesuai standar dengan dokumentasi lengkap. Formularium obat di klinik gigi GDC terdiri dari obat antinyeri, antibiotik, anastesi, obat emergency, obat kumur dan bahan gigi, Faktur tersedia dan lengkap (100%), obat telah disimpan secara alfabetis dan disesuaikan dengan jenis sediaan, pengkajian resep dilakukan oleh apoteker melalui skrining resep, dan kegiatan pio konseling telah dilaksanakan dan terdokumentasi. Hasil studi diharapkan dapat menjadi dasar dalam penguatan layanan kefarmasian di klinik. Klinik Gigi GDC Sukoharjo telah melaksanakan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Permenkes no 34 Tahun 2021.
Hubungan Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat Ranitidin Pasien Rawat Inap Di RSUD Simo Kabupaten Boyolali Khusna, Khotimatul; Ashinta, Faridani Anggun; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/81514p77

Abstract

 Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug  related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien, dengan  meningkatnya kompleksitas obat-obat yang digunakan dalam pengobatan  saat ini dan kecenderungan terjadinya praktik polifarmasi, maka kemungkinan  terjadinya interaksi obat semakin besar. Ranitidin adalah obat yang digunakan  untuk mengobati gejala atau kondisi yang berhubungan dengan produksi  asam lambung yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui apakah ada hubungan polifarmasi dan potensi interaksi obat  ranitidin pada pasien rawat inap di RSUD simo kabupaten boyolali metode  penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan  pendekatan cross sectional yang dilakukan kepada 100 pasien. Hasil  penelitian didapatkan derajat keparahan minor 93 pasien (77,50) drajat  keparahan moderat 26 pasien (21,67) drajat keparahan mayor 1 pasien (0,83).  Hasil yang diperoleh diuji menggunakan chi square  untuk menguji hubungan  atu pengaruh dua buah variabel dengan nilai signifikan p(0,001)<0,05.  Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan polifarmasi dan   potensi interaksi obat raniridin pada pasien rawat jalan di RSUD simo boyolal
Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Anak Dengan Diagnosis Pneumonia Di Rawat Inap RSUI Banyubening Peiode Januari-Desember 2022 Khusna, Khotimatul; Kurniasari, Anisa; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/nc8caw71

Abstract

Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia termasuk salah satu penyakit yang membahayakan terutama pada balita karena termasuk dalam golongan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sehingga mudah menyebar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada penyakit pneumonia anak di rawat inap RSUI Banyubening Boyolali. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Non probability sampling dengan jumlah sampel 181 pasien pneumonia anak-anak. Hasil penelitian menunjukan paling banyak pasien dengan jenis kelamin laki-laki (53%), usia < 5 tahun (81%), lama waktu perawatan 1-7 hari (94%), penyakit penyerta flu perut (16%), sediaan injeksi (99%), antibiotik yang digunakan adalah amoxicillin (4%), ampicillin (5%), ampicillin sulbactam (1%), cefotaxime (35%), ceftriaxone (46%), cefixime (1%), gentamicin (1%), ampicillin dan gentamicin (4%), cefotaxime dan gentamicin (2%), ceftriaxone dan gentamicin (1%). Gambaran penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin (82%)
Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Analgesik pada Masyarakat RW 04 Kelurahan Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Khusna, Khotimatul; Temok , Maria Gabriela M; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/gsrdgk57

Abstract

Praktik swamedikasi, individu mengobati penyakit dengan obat-obatan yang disetujui dan tersedia tanpa resep, serta aman dan efektif. Selain berperan dalam meningkatkan akses pengobatan, peran aktif pasien dan mengurangi beban pemerintah terkait pengeluaran kesehatan, swamedikasi juga membantu mengurangi biaya perawatan, waktu perjalanan, serta waktu konsultasi dokter. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi obat analgesik pada masyarakat RW.04 Kelurahan Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif  non eksperimental dengan menggunakan desain penelitian cros sectionall menggunakan kuesioner. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 97 responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi obat analgesik di RW.04 kelurahan grogol pengetahuan masyarakat kategori baik sebesar 32 responden  (34,04%), pengetahuan kategori cukup sebesar 45 responden (45,36%) dan  pengetahuan  kategori kurang sebesar 20 responden (20,62%).
Co-Authors Ahmad Ghofar Wicaksono Ahwan Ahwan Ahwan Ahwan, Ahwan Akhyani, Nur Alvina Nia Diani Alvina Nia Diani Ariastuti, Reni Arvia Wahyu Widodo Arvita Sari Ashinta, Faridani Anggun Astuti, Winanti Puji Atika Azizah Widodo Bella Novela Dwi Utari Cahyani, Tiwi Nur Dewi, Oktaria Pratama Dwi Jayanti Indah Isnasari Dwi Jayanti Isnasari Endah Astuti Astuti Enjelina, Sinta Mei Fadilah Qonitah Fadilah Qonitah Farah Puteri Windiasari Firra Lurenza Pratiwi Fitriyadi, Farid Grace Agnes Theresa Konowok Grace Hestrivina Puren Hafidz, Rosyadah Hanafi, Affan Helviana Rista Rini Helviana Rista Rini Heni Rusita Ilmi, Ibnul Ishariyanto, Riski Jannah, Danik Miftakhul Khotimatul Khusna Khotimatul Khusna Khusna, Khotimatul Kristianingsih, Kiki Kurniasari, Anisa Lana, Bima Perkasa Putra Listiana, Endah Litta ‘Ifina Machfiroh Setianing Hati Mahmudah, Endar Asih Meiga Susana Nabilah Rarayanthi. A Novitasari, Nur Cahyani Nur Cahyani Nursi, Ivan Nurdin Oktaria Pratama Dewi Primania Maria Puren Putri, Alinda Putri, Tania Ardea Rahmadin, Mega Tri Ramadhani, Mutia Reni Ariastuti Reni Ariastuti Rini, Helviana Rista Riska Dwi Astuti Rita Septiana Rita Septiana Rita Septiana Astuti Rizal, Rafli Adnan Ruth Eva Betriana Safitri, Desti Anggi Septiana, Rita Septiningrum, Chintya Hayu Solong, Sriwidyawati A. Subiyanto, Abyasa Fajari Suci, Dwi Buana Syifa Febiana Temok , Maria Gabriela M Tika Dwiyanti Ulfah, Amalia Utami, Winanti Puji Widodo, Arvia Wahyu Windiasari, Farah Puteri Zuliana Styarini Zuriyah, Putri