Claim Missing Document
Check
Articles

Ketepatan Perencanaan Antibiotik Di Puskesmas Tanon 1 Sragen Risma Sakti Pambudi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i2.3472

Abstract

Ketersediaan obat essensial adalah salah satu kunci dalam mencapai jaminan kesehatan. Sehingga  obat esensial harus tersedia dalam jumlah dan jenis yang sesuai. Perencanaan merupakan kegiatan seleksi obat untuk menentukan jumlah serta jenis obat. Perencanaan dan pengelolaan obat yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya penumpukan obat dan kekosongan stok obat. Antibiotik adalah jenis obat yang vital dan berhubungan dengan anggaran dana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-evaluatif dengan populasi Obat pada Lembar Pemakaiana dan Permintaan Obat (LPLPO) tahun 2019. Sampel yang digunakan adalah lima obat antibiotik dengan konsumsi tertinggi di Puskesmas Tanon 1 Sragen. Evaluasi dilakukan dengan melakukan perhitungan presentase ketepatan pemilihan obat  yaitu jumlah item obat yang ada dalam perencanaan  dibagi jumlah data yang ada dalam kenyataan selama 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat item obat antibiotik yang belum sesuai dengan Pedoman Depkes R1 2020 dengan nilai standar ketepatan perencanaan obat 100% yaitu Amoksisilin 500 mg (93,08%), Ampicilin 1 gram (94,67)  dan Erytromycin sirup (88%).
Kepuasan Pasien Terhadap Layanan KIE di Apotek Sirnoboyo Alvina Nia Diani; Risma Sakti Pambudi; Reni Ariastuti
Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/demagogi.v2i1.8

Abstract

Apotek Sirnoboyo, sebagai fasilitas kesehatan vital yang mendistribusikan obat kepada masyarakat, khususnya bagi pasien dengan resep dokter, mengakui pentingnya meningkatkan kualitas layanan farmasi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan KIE di Apotek Sirnoboyo. Dengan pendekatan observasional deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode survey melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 responden dalam pengambilan data. Evaluasi tingkat kepuasan pasien dilakukan melalui distribusi kuesioner yang dilihat dari layanan kefarmasian dan keramahan petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan di apotek sirnoboyo Pada aspek petugas memberikan informasi aturan pakai obat presentase 67,75%, aspek petugas memberikan informasi indikasi obat mendapatkan presentase 71%, aspek petugas memberikan informasi cara penggunaan obat presentase 83,25%, aspek petugas memberi informasi mengenai efek samping obat presentase 77,5%, serta aspek petugas memberikan informasi cara penyimpanan obat yang benar presentase 78,75%, dan aspek petugas memberikan edukasi mengenai lama pemakaian obat presentase 79,25%. Secara rata-rata, seluruh aspek pelayanan kefarmasian di Apotek Sirnoboyo mendapatkan presentase 76,25% yang masuk dalam kategori puas.
GAMBARAN PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN FARMASI KLINIK DI PUSKESMAS KECAMATAN WONOSARI KLATEN Cahyani, Tiwi Nur; Pambudi, Risma Sakti; Ariastuti, Reni
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to find out an overview of the implementation of clinical pharmacy service standards at the Wonosari Klaten District Health Center. This research method is a descriptive survey. The collection technique is to use a saturated sample technique. Data analysis in this research is by using the percentage of the results of each parameter. The results of research conducted at the Wonosari Klaten District Health Center regarding clinical pharmacy assessment and prescription services at Wonosari 1 Health Center had a presentation of 100% (very suitable) and Wonosari 2 Health Center at 75% (suitable). Wonosari Community Health Center 1's drug information service has a presentation of 75% (suitable) and Wonosari Community Health Center 2 is 100% (very appropriate). Wonosari 1 Counseling Community Health Center had a presentation of 75% (appropriate) and Wonosari 2 Community Health Center had a presentation of 75% (appropriate). Monitoring of drug side effects at Wonosari Community Health Center 1 had a presentation of 50% (quite appropriate) and Wonosari Community Health Center 2 had 100 (very appropriate). Monitoring of drug therapy at Wonosari Community Health Center 1 had a presentation of 50% (quite appropriate) and Wonosari Community Health Center 2 100% (very appropriate). Evaluation of drug use at Wonosari Community Health Center 1 had a presentation of 75% (appropriate) and Wonosari Community Health Center 2 at 50% (fairly appropriate). So it can be concluded that at Wonosari Community Health Center 1, the percentage is 100%, namely assessment and prescription services, 75% drug information and counseling services, 50% monitoring of drug side effects, monitoring drug therapy and evaluation of drug use, whereas at Wonosari Community Health Center 2, the percentage is 100%. namely drug information services, monitoring drug side effects, monitoring drug therapy and evaluating drug use, 75% assessment and prescription and counseling services
Edukasi DAGUSIBU Pada Remaja Usia Produktif Di Surakarta Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul; Ariastuti, Reni; Rini, Helviana Rista; Septiningrum, Chintya Hayu; Mahmudah, Endar Asih; Novitasari, Nur Cahyani; Zuriyah, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i4.5802

Abstract

Masyarakat Usia Remaja di Indonesia belum sepenuhnya memahami terkait penggunaan obat yang benar. Masyarakat seringkali menyimpan obat di rumah untuk penggunaan swamedikasi berupa obat keras dan antibiotik, hal ini dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Kota Surakarta adalah salah satu kota yang memiliki angka kenakalan remajanya cukup tinggi, salah satuya adalah penyalahgunaan obat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terkait informasi obat yang benar pada Masyarakat remaja. Metode kegiatan berupa pemberian edukasi Dapat, Gunakan, Simpan, Buang obat (DAGUSIBU) yang dilaksanakan di Car Free Day Surakarta dengan target remaja usia produktif yaitu usia 12-20 tahun. Pelaksanaan edukasi dengan cara memberikan brosur terkait cara mendapatkan, penggunaan, penyimpanan dan pembuangan obat yang benar. Evaluasi dilakukan dengan melihat hasil kuesioner sebelum diberikan edukasi. Pada kegiatan ini diikuti oleh 50 remaja dan menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum memahami terkait DAGUSIBU. Kuisioner diberikan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Sebeleum dilakukan edukasi menunjukkan responden masih belum memahami terkait DAGUSIBU 32%, fasilitas untuk mendapatkan obat 68%, penggunaan obat 61%, penyimpanan obat 46% dan cara membuang obat 66%. Adapun setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil memahami terkait DAGUSIBU 82%, fasilitas untuk mendapatkan obat 88%, penggunaan obat 81%, penyimpanan obat 86% dan cara membuang obat 86%.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Boyolali Risma Sakti Pambudi; Dwi Jayanti Indah Isnasari; Khotimatul Khusna
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i3.1953

Abstract

Hypertension is known as a cardiovascular disease related to blood pressure and an unbalanced lifestyle. The incidence of hypertension in Indonesia is increasing. The goal of treating hypertension is to reduce mortality and morbidity. Pharmacological therapy that patients get can be in the form of a single antihypertensive drug or a combination of drugs. The purpose of this study was to look at the pattern of antihypertensive drug use at the Boyolali 1 Health Center. The method used was a retrospective descriptive method by looking at the patient's medical records for the period January-June 2022. Data obtained was then analyzed descriptively using percentages. Medical record data taken were 102 medical records. The results showed that the majority of hypertensive patients were women 66.67%, aged 46-55 35.29%, patients without comorbidities 82.35% and patients with stage 1 hypertension 73.53%. Regarding the pattern of use of hypertension drugs used, namely single drug therapy 66.67% with the highest use, namely amlodipine. While the most widely used combination drug was a combination of amlodipine and captopril 17.65%. The use of antihypertensive drugs is influenced by the clinical condition of each patient.
Pengenalan Pembuatan Jamu Segar dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi Pengunjung Apotek Griya Farma Boyolali Ariastuti, Reni; Qonitah, Fadilah; Pambudi, Risma Sakti; Hanafi, Affan
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 2, Issue 1, September-February 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v2i1.34670

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang ditanam di sekitar pekarangan rumah. Toga dapat dimanfaatkan untuk dibuat menjadi sediaan jamu segar, yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan keluarga di masa transisi pandemi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan agar masyarakat, khususnya pengunjung Apotek Griya Farma mengetahui cara pembuatan jamu segar yang baik dan benar. Pengenalan pembuatan jamu segar dilakukan menggunakan media leaflet. Pengunjung apotek merasa senang dan terlihat sangat antusias saat mendapatkan informasi terkait pemanfaatan toga untuk dibuat jamu segar. Informasi yang disampaikan teknik/cara pembuatan jamu segar berbahan toga sebagai minuman kesehatan keluarga. Pengunjung apotek Griya Farma menjadi paham dan mengerti bagaimana mengolah toga menjadi jamu segar sebagai minuman kesehatan keluarga.
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Boyolali 1 Periode Januari - Juni 2022: Evaluation of the Appropriate Use of Antihypertensive Drugs at the Boyolali 1 Health Center for the Period January - June 2022 Dwi Jayanti Isnasari; Risma Sakti Pambudi; Khotimatul Khusna
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2319

Abstract

Hypertension is better known as cardiovascular or heart disease. Hypertension is still a disease whose prevalence rate is increasing. The problem that is often found in the management of hypertension is the inappropriate use of antihypertensive drugs and dosages.This research was conducted to determine the accuracy of using the right antihypertensive drugs including the right drugs and dosages at the Boyolali 1 Health Center for the period January - June 2022. This research is a study that uses a retrospective descriptive research design by looking at the medical record data of hypertensive patients. The sample in this study were patients with a diagnosis of hypertension in the January-June 2022 period at the Boyolali 1 Public Health Center who fit the inclusion and exclusion criteria for a total of 102 patients. Analysis of the accuracy of drug use by looking at medical record data and JNC 8 guidelines and calculating the percentage of accuracy. Based on the results of the research conducted to obtain the advantage of using antihypertensive drugs in hypertensive patients at the Boyolali 1 Public Health Center for the January-June 2022 period based on the right criteria the drug obtained an accuracy of 76.47% and based on the correct dose obtained a percentage of 99.02%, the results can be purchased evaluation of the accuracy of using antihypertensive drugs at the Boyolali 1 Health Center for the January-June 2022 period shows that the level of accuracy of therapy has not reached 100%. ABSTRAK Hipertensi lebih dikenal sebagai penyakit kardiovaskular atau jantung. Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang tingkat prevalensinya mengalami peningkatan. Masalah yang sering ditemukan pada penatalaksanaan penyakit hipertensi adalah ketidaktepatan penggunaan obat dan dosis antihipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui presentase ketepatan penggunaan obat antihipertensi yang meliputi tepat obat dan tepat dosis di Puskesmas Boyolali 1 periode Januari – Juni 2022.Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan rancangan penelitian deskriptif secara retrospektif dengan melihat data rekam medik pasien hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa hipertensi pada periode Januari-Juni 2022 di Puskesmas Boyolali 1 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 102 pasien. Analisis ketepatan penggunaan obat dengan melihat data rekam medik dan guideline JNC 8 dan dihitung presentase ketepatannya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Boyolali 1 Periode Januari-Juni 2022 berdasarkan kriteria  tepat obat diperoleh presentase ketepatan sebesar 76,47% dan berdasarkan kriteria tepat dosis diperoleh presentase sebesar 99,02%, maka dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Boyolali 1 Periode Januari-Juni 2022 menunjukan hasil ketepatan terapi yang belum mencapai 100%.
Potensi Interaksi Penggunaan Obat Antihipertensi di Klinik X Boyolali Tahun 2023: Potential Interactions with the Use of Antihypertensive Drugs at Clinic X Boyolali in 2023 Risma Sakti Pambudi; Helviana Rista Rini
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.3045

Abstract

Interactions are events that can occur when two drugs are used together. Giving more than one antihypertensive drug can cause drug interactions which can affect the body's response to the treatment given and can have a therapeutic effect on the patient. The aim of this study was to look at the potential for antihypertensive drug interactions at Clinic X Boyolali. The research used a retrospective descriptive method using medical record data. The population in this study was all medical record data from hypertensive patients at Clinic The method used was purposive sampling by looking at the inclusion criteria, namely patients who used a combination of antihypertensive drugs. In this study, the sample size was 110 patients. The data obtained was then analyzed using drugs.com. The results of the study showed that the highest use of antihypertensive drugs, namely amlodipine and cadesartan, was 72.73% and the potential for drug interactions was 24.55% with a minor interaction level of 57.69%, moderate 38.46% and major 7.69%. The conclusion from this study is that there is potential for drug interactions when using antihypertensive drugs with the majority of interactions being minor.   ABSTRAK Interaksi merupakan kejadian yang dapat terjadi bila dua obat digunakan bersama. Pemberian obat antihipertensi lebih dari satu dapat menimbulkan interaksi obat yang dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan yang diberikan dan dapat memberikan efek terapi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi interaksi obat antihipertensi di Klinik X Boyolali. Penelitian menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien hipertensi di Klinik X Boyolali Tahun 2023 dan sampel dalam penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu menggunakan kombinasi obat antihipertensi. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan melihat kriteria inklusi yaitu pasien yang menggunakan kombinasi obat antihipertensi. Pada penelitian ini didapatkan jumlah sampel 110 pasien Data yang didapat kemudian di analisa menggunakan drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi tertinggi yaitu amlodipine dan cadesartan 72,73% dan potensi terjadinya interaksi obat yaitu 24,55% dengan tingkat inetraksi minor sebesar 57,69%, moderate 38,46% dan mayor 7,69%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat potensi interaksi obat pada penggunaan obat antihipertensi dengan mayoritas interaksi minor.
Kepuasan Pasien Terhadap Layanan KIE di Apotek Sirnoboyo Alvina Nia Diani; Risma Sakti Pambudi; Reni Ariastuti
Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education Vol. 2 No. 1 (2024): February
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/demagogi.v2i1.8

Abstract

Apotek Sirnoboyo, sebagai fasilitas kesehatan vital yang mendistribusikan obat kepada masyarakat, khususnya bagi pasien dengan resep dokter, mengakui pentingnya meningkatkan kualitas layanan farmasi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan KIE di Apotek Sirnoboyo. Dengan pendekatan observasional deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode survey melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 responden dalam pengambilan data. Evaluasi tingkat kepuasan pasien dilakukan melalui distribusi kuesioner yang dilihat dari layanan kefarmasian dan keramahan petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan di apotek sirnoboyo Pada aspek petugas memberikan informasi aturan pakai obat presentase 67,75%, aspek petugas memberikan informasi indikasi obat mendapatkan presentase 71%, aspek petugas memberikan informasi cara penggunaan obat presentase 83,25%, aspek petugas memberi informasi mengenai efek samping obat presentase 77,5%, serta aspek petugas memberikan informasi cara penyimpanan obat yang benar presentase 78,75%, dan aspek petugas memberikan edukasi mengenai lama pemakaian obat presentase 79,25%. Secara rata-rata, seluruh aspek pelayanan kefarmasian di Apotek Sirnoboyo mendapatkan presentase 76,25% yang masuk dalam kategori puas.
Analisis Deskriptif Ketepatan Penggunaan Antihipertensi di Salah Satu Puskesmas di Kabupaten Boyolali Arvita Sari; Rita Septiana; Risma Sakti Pambudi
Journal Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober : Journal of Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science
Publisher : Prodi D3 Farmasi Politeknik Katolik Mangunwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61740/jcp2s.v3i2.56

Abstract

The Silent Killer was a nickname for hypertension. Hypertension was a dangerous disease that can attack anyone even without any complaints. Providing appropriate therapy can guarantee the success of therapy for hypertensive patients. This study aims to determine the percentage of correct drugs, correct indications, correct doses and correct patients regarding the administration of antihypertensive drugs at one of the Community Health Centers in Boyolali for the period January-June 2021. This was a type of retrospective descriptive research, with 106 samples taken from medical record data. The results of the study showed that 69.81% of hypertensive patients were female, 30.19% of patients were aged ≥65 years, 90.57% had no comorbidities and 74.53% were diagnosed with grade 1 hypertension. The antihypertensives given to the patients were adequate. The criteria for correct indication were 100%, correct patient was 96.23%, correct drug was 81.13% and correct dose was 93.40%.
Co-Authors Ahmad Ghofar Wicaksono Ahwan Ahwan Ahwan Ahwan, Ahwan Akhyani, Nur Alvina Nia Diani Alvina Nia Diani Ariastuti, Reni Arvia Wahyu Widodo Arvita Sari Ashinta, Faridani Anggun Astuti, Winanti Puji Atika Azizah Widodo Bella Novela Dwi Utari Cahyani, Tiwi Nur Dewi, Oktaria Pratama Dwi Jayanti Indah Isnasari Dwi Jayanti Isnasari Endah Astuti Astuti Enjelina, Sinta Mei Fadilah Qonitah Fadilah Qonitah Farah Puteri Windiasari Firra Lurenza Pratiwi Fitriyadi, Farid Grace Agnes Theresa Konowok Grace Hestrivina Puren Hafidz, Rosyadah Hanafi, Affan Helviana Rista Rini Helviana Rista Rini Heni Rusita Ilmi, Ibnul Ishariyanto, Riski Jannah, Danik Miftakhul Khotimatul Khusna Khotimatul Khusna Khusna, Khotimatul Kristianingsih, Kiki Kurniasari, Anisa Laili, Siti Annisa Alfia Lana, Bima Perkasa Putra Listiana, Endah Litta ‘Ifina Machfiroh Setianing Hati Mahmudah, Endar Asih Megananda, Jenny Meiga Susana Nabilah Rarayanthi. A Novitasari, Nur Cahyani Nur Cahyani Nurfadillah Nurfadillah Nursi, Ivan Nurdin Oktaria Pratama Dewi Primania Maria Puren Putri, Alinda Putri, Tania Ardea Rahmadin, Mega Tri Ramadhani, Mutia Reni Ariastuti Reni Ariastuti Rini, Helviana Rista Riska Dwi Astuti Rita Septiana Rita Septiana Rita Septiana Astuti Rizal, Rafli Adnan Ruth Eva Betriana Safitri, Desti Anggi Septiana, Rita Septiningrum, Chintya Hayu Solong, Sriwidyawati A. Subiyanto, Abyasa Fajari Suci, Dwi Buana Syifa Febiana Temok , Maria Gabriela M Tika Dwiyanti Ulfah, Amalia Utami, Winanti Puji Widagdo, Arisena Widodo, Arvia Wahyu Windiasari, Farah Puteri Yuliana, Sindi Wahyu Zuliana Styarini Zuriyah, Putri