p-Index From 2021 - 2026
9.576
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan jurnal niara PAX HUMANA NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Kritis Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Jurnal Pendidikan dan Konseling Dinasti International Journal of Management Science Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) Jurnal Hukum Lex Generalis International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Action Research Literate (ARL) Jurnal Impresi Indonesia Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Intermestic: Journal of International Studies Journal of Law, Poliitic and Humanities Jurnal Ilmu Multidisplin Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Media Bina Ilmiah Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Influence: International Journal of Science Review Bhuvana: Journal of Global Studies Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional VISA: Journal of Vision and Ideas Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Journal of Innovative and Creativity Jurnal Social Science Jurnal Siber Multi Disiplin Journal of Integrative International Relations Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Mengkritisi Kehadiran Perempuan dalam Politik di Indonesia Tak Semata Soal Kuantitas Roberto Octavianus Cornelis Seba
PAX HUMANA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Persoalan kesetaraan merupakan isu sentral yang menjadi agenda utama dalam pembangunan negara. Memberikan kesempatan yang sama bagi kaum perempuan termasuk dalam ranah politik menjadi salah satu upaya yang dikerjakan untuk menghasilkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat. Upaya ini diejawantahkan melalui pemberian kuota 30% eksistensi perempuan di parlemen. Tulisan ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelusuri secara mendalam literatur melalui desk review untuk menampilkan kajian-kajian terkait isu tersebut. Tulisan ini menampilkan argumentasi bahwa keterbukaan bagi partisipasi politik perempuan di Indonesia telah berlangsung cukup lama, namun belum mencapai proporsi yang memadai. Pemikiran kaum Feminisme menjadi lensa analisa yang membantu menjelaskan bahwa kehadiran perempuan di ranah politik menjanjikan perubahan baik secara konstruksi gagasan, maupun nuansa yang kondusif bagi perempuan. Selain itu, tulisan ini mengkaji dampak yang dihadirkan perempuan melalui keberadaannya di parlemen. Kaum perempuan perlu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berbasis gender agar dapat menampilkan signifikansi kerterlibatannya di ranah politik. Bagian akhir tulisan ini diisi dengan diskusi mengenai kebijakan affirmative action yang dilihat merupakan langkah penting untuk mengupayakan pemenuhan Hak Asasi Manusia dan membutuhkan penyesuaian terkait implementasi di dalam negara agar menyesuaikan dengan kebutuhan mendasar masyarakat. Kata Kunci: Pemilihan Umum, Hak Asasi Manusia, Affirmative Action.
Strukturasi Implementasi Kebijakan Terhadap Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual Sebelum Dan Selama Pandemi Covid-19 di Sulawesi Utara Eunike Gratia Supit; Roberto Cornelis Seba; Daru Purnomo
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di provinsi Sulawesi Utara semakin meningkat terutama pada empat tahun terakhir. Sejak masuknya pandemi pada tahun 2020 di Sulawesi Utara, kasus kekerasan seksual terhadap anak pun semakin banyak terjadi. Sistem aturan mengenai tindak lanjut bagi anak korban kekerasan seksual pun harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Pandemi ini membuat adanya beberapa perubahan dalam penanganan korban kekerasan. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk melakukan analisis terhadap strukturasi implementasi kebijakan pemerintah terhadap anak korban kekerasan seksual sebelum dan selama pandemi di provinsi Sulawesi Utara. Adanya hukum internasional seperti Convention on the Rights of the Child 1989 (CRC) atau Konvensi Hak Anak dan juga Non-Governmental Organization (NGO) juga yang bekerjasama dengan pemerintah untuk menangani isu ini sangatlah membantu untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak terutama untuk anak korban kekerasan seksual di Indonesia dan di Sulawesi Utara. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu agar pembaca dapat lebih memahami bagaimana strukturasi cara pemerintah dalam menangani anak korban kekerasan seksual yang semakin meningkat pada masa pandemi ini. Penulis menggunakan konsep Strukturasi dari Anthony Giddens dan teori konstruktivisme oleh Alexander Wendt guna untuk menganalisis bagaimana konstruksi ide dalam suatu sistem mengenai isu kekerasan seksual terhadap anak. 
Perspektif Amnesty Internasional Terhadap Pelanggaran Ham Etnis Uighur Di Tiongkok Tahun 2016-2021 Amelia Oktavia Martins; Christian H.J de Fretes; Roberto Octovianus Cornelis Seba
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.13582

Abstract

Isu hak asasi manusia (HAM) merupakan isu global yang menjadi perhatian dunia internasional. dan memiliki pengaruh signifikan terhadap interaksi negara-negara di dunia. Meskipun HAM merupakan bagian penting dari hak-hak yang harus dijamin oleh negara, masih banyak terjadi pelanggaran HAM di masyarakat yang dapat memicu reaksi dari negara lain. Salah satu contoh pelanggaran HAM yang menjadi fokus masyarakat internasional saat ini adalah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok terhadap para penduduk Uighur di Xinjiang. Amnesty International merupakan salah satu organisasi transnasional yang bergerak aktif dalam menyikapi fenomena tersebut dengan memperjuangkan HAM melalui kampanye publik, lobi politik, dan kerjasama dengan organisasi-organisasi lokal dan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Amnesty Internasional terhadap pelanggaran HAM terhadap etnis Uighur di Tiongkok dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh organisasi tersebut untuk mempromosikan HAM di Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan menggunakan data dan informasi yang diperoleh dari laporan-laporan Amnesty International dan sumber-sumber terpercaya lainnya. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana Amnesty International melihat pelanggaran HAM dan upaya yang dilakukan untuk mengangkat isu ini ke tingkat internasional dan memberikan tekanan pada pemerintah Tiongkok untuk menghentikan pelanggaran HAM terhadap etnis Uighur
Analisis Terjadinya Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Pasca Kudeta Myanmar Tahun 2021 Giorgio Hans Susanto; Roberto Octavianus Cornelis Seba; Christian Herman Johan de Fretes
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v2i5.2482

Abstract

Tujuan: pelanggaran HAM yang terjadi pasca kudeta di Myanmar dan bagaimana respon yang diberikan ASEAN dalam menyelesaikan konflik kudeta Myanmar. Metode: pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terkait, kemudian akan dianalisis menggunakan konsep yang telah dipilih. Penulis menggunakan data sekunder dengan teknik pencarian dan pengumpulan data melalui sumber-sumber yang tertulis seperti salah satunya media-media berita. Hasil: Setelah terbentuknya konstitusi baru pada tahun 1974, Dewan Revolusi kemudian menyerahkan kursi kekuasaan kepada pemerintah yang secara sah terpilih melalui pemilu, yang terdiri dari hanya satu pihak saja yaitu Partai Program Sosialis Burma. Partai yang memenangkan pemilu tersebut telah berdiri sejak tahun 1962 dan didirikan oleh dewan revolusi. Kesimpulan: Myanmar telah melanggar hak-hak terkhusus hak politik mereka untuk menyampaikan pendapat mereka melalui demonstrasi yang menentang peristiwa kudeta militer Myanmar kepada pemerintahan Myanmar yang sah yang seharusnya juga tidak bisa dibenarkan, yang terlihat dari pemblokiran akses media di Myanmar dalam bentuk apapun dan melakukan aksi kekerasan yang brutal kepada ada seluruh masyarakat Myanmar yang melakukan demonstrasi yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa
Analisis Segitiga Lederach Kegagalan Perjanjian Minsk Dalam Pembangunan Perdamaian Antara Rusia-Ukraina dalam Konflik Kiev 2014-2022 Irene Iriani Pah; Christian Herman Johan De Fretes; Roberto Octavianus Cornelis Seba
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.855

Abstract

Konflik Kyiv antara Rusia dan Ukraina di wilayah Ukraina Utara bermula sejak aneksasi wilayah Krimea oleh Rusia pada tahun 2014. Referendum Krimea merupakan rentetan dari sejarah konflik panjang antara Rusia dan Ukraina yang berhubungan dengan ekonomi dan politik sejak awal kemerdekaan Ukraina pasca runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Kelompok Separatis Donetsk dan Luhansk juga berjuang untuk memisahkan diri dari Ukraina dan medirikan negara sendiri dengan dukungan Rusia. Perjanjian Minsk I dan II di buat untuk mengentikan konflik yang terjadi di wilayah Timur Ukraina oleh pihak yang bertikai dan dimediasi oleh Jerman, Prancis dan Polandia melalui OSCE (Organization for Security and Cooperation in Europe), namun faktany perjanjian ini gagal diterpkan dan pada 21 Februari 2022 perjanjian Minsk dibatalkan oleh Rusia. Penilitian ini menggunakan teori konflik untuk untuk menganalisis aktor konflik dan sumber konflik dalam konflik Rusia-Ukraina untuk mengetahui penyebab kegagalan pembangunan perdamain dalam perjanjian Minsk. Konflik sendiri manifestasi dari kekerasan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Adapun konsep piramida Lederach ( Top-Leadeship, Midlle-Range Leadership dan Grassroots Leadership) digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan aktor dan peran dalam kegagalan pembangunan perdamaian melalui perjanjian Minsk I dan II dengan unit amatan dalam penelitian ini adalah Pembangunan Perdamaian antara ukraina dan Rusia dalam Konflik Kiev tahun 2014-2022. Dan unit analisis adalah Kegagalan Implementasi Perjanjian Minsk dalam Konflik Kiev tahun 2014-2022.
Restorasi Identitas Masyarakat Maluku melalui Pendekatan Berbasis Kearifan Lokal Sih Natalia Sukmi; Christian H.J de Fretes; Elly Esra Kudubun; Roberto Octaviaus Cornelis Seba; Ferdy Karel Soukotta
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i1.97

Abstract

Abstrak Globalisasi dan postmodernitas menawarkan konsep berpikir dan praktek yang berimbas pada cara hidup masyarakat secara berbeda. Euforia gelombang budaya Korea dan Jepang, sedikit menggeser budaya barat (dewesterinisasi) yang telah mengkooptasi budaya anak muda di Indonesia, menjadi salah satu bukti bagaimana kontestasi kepentingan terjadi pula dalam era kini. Terlebih ketika isu ini kemudian melekat dengan persoalan pergeseran identitas anak muda, pun yang terjadi di Maluku, dimana lokus penelitian ini akan dilakukan. Dalam kondisi tersebut, berbagai gerakan diinisiasi oleh beberapa kelompok untuk mempertahankan identitas subkultur yang dimiliki. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (a) mendeskripsikan identitas kultural yang dipahami penggiat seni di Maluku; (b) menjelaskan upaya restorasi identitas subkultur masyarakat Maluku dilakukan oleh para penggiat seni; dan (c) mendeskripsikan tantangan yang dihadapi dalam restorasi tersebut. Penelitian akan dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam terhadap 6 orang seniman Maluku, observasi, serta menggunakan proses analisis yang diperkuat dengan dokumen-dokumen karya yang mereka ciptakan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggiat seni di Maluku memandang identitas kultural merupakan kekhasan budaya Maluku yang bersifat statis dan harus dipertahankan. Upaya restorasi mereka lakukan menggunakan medium karya seni berupa musik (baik lirik maupun instrument) dan karya foto dan audio visual. Tantangan penggiat seni di Maluku adalah rendahnya penerimaan masyarakat lokal terhadap karya seni berbasis identitas lokal dan keberlangsungan pelaku sendiri dalam mempertahankan ideologi mereka terhadap eksistensi budaya lokal. Kata kunci: Restorasi, identitas, Maluku, sustainabilitas Abstract Globalization and postmodern society have provided a way of thinking and pragmatism aspect that yields diverse impacts. The euphoria of Korea and Japan's cultural wave has shaped the de-westernization that has coopted Indonesian youth. The issue influenced by identity shifting includes the youth of Molluca where this research is conducted. This condition ignited several community groups to preserve their subculture. According to the above background, this study aims to (a) describe the cultural identity of Mollucan artists, (b) describe the challenges in the culture restoration process, and (c) explain the restoration efforts to preserve Mollucan subculture identity by the Mollucan artist. The research used a qualitative method which conducted Focus Group Discussion (FGD) and in-depth-interview with 6 Mollucan artists and observation. In the analysis process, we strengthened the secondary data including their artworks. The results conclude that Mollucan artists perceive that cultural identity is Molucca cultural peculiarities that tend to be static and need to be maintained. They have undertaken cultural restoration through artwork, such as music (lyrics and instruments), photos, and audio-visual. Their challenges are local people's rejection of art based on local identity and the sustainability of artist livelihood in the art ecosystem to keep their ideology of local culture. Keywords: Restoration, identity, Molluca, sustainability
LEGALITAS FOTO C1 PLANO PENGAWAS TPS PADA REKAPITULASI PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA DI TINGKAT KECAMATAN DALAM PEMILIHAN UMUM DI KABUPATEN SEMARANG Maskup Asyadi; Putri Hergianasari; Roberto Octavianus Cornelis Seba
KRITIS Vol 32 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i1p43-55

Abstract

The application of the legality principle to the C1 Plano photo of the Voting Place Supervisor as a basis when matching the difference in the vote count in the sub-districts is something that should be considered. This study uses a qualitative method with purposive sampling, namely in PPK Semarang Regency. In carrying out the recapitulation in one of the sub-districts in Semarang Regency, there was a District Election Supervisory Committee recommendation step which made the C1 Plano photo documentation from PTPS as the basis for correcting the C1 Hologram data which was different between the one in the box and the copy of C1 owned by the witness. Article 22 paragraph (2) of PKPU 4 of 2019 clearly explains if there is a difference in the recapitulation of the results of the vote to match it with C1 Plano. The meaning of C1 Plano by some District Election Supervisory Committee is compared to the Photo of C1 Plano obtained from the Voting Place Supervisor, in addition to the reason to speed up the recapitulation process, considering that C1 Plano is contained in a box according to the type of election, which is not located in the same place as the location of the recapitulation. The District Election Committee as a form of obedience to the principle of legality continues to take C1 Plano in the box as a manifestation of the implementation of elections with integrity. However, in one sub-district there was a difference of perception regarding this matter, which resulted in PPK being asked not to take C1 Plano, just based on the photo of C1 Plano owned by District Election Supervisory Committee. This is where the need for the application of the principle of legality to provide legal certainty for the implementation of the recapitulation stage in the 2019 Election.
STRATEGI KOMUNITAS EKONOMI DIASPORA INDONESIA (KEDI) DAN PERHIMPUNAN PELAJARA INDONESIA (PPI) MELALUI FESTIVAL PASAR SENGGOL TURKI TAHUN 2022 DALAM MENINGKATKAN NATION BRANDING INDONESIA Auria Rizqi Amelia; Christian Herman Johan De Fretes; Roberto Octavianus Cornelis Seba
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1652-1663

Abstract

Komunitas Ekonomi Diaspora Indonesia (KEDI) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) merupakan aktor non-negara yang ikut berperan aktif dalam mendukung berbagai kebijakan dari pemerintah untuk mencapai kepentingan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya nation branding yang dilakukan oleh Komunitas Ekonomi Diaspora dan Perhimpunan Pelajar Indonesia melalui Festival Pasar Senggol Turki tahun 2022. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini akan menganalisis bagaimana strategi Komunitas Ekonomi Diaspora Indonesia (KEDI) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia ( PPI) dalam melakukan nation branding khususnya dibidang ekonomi dan budaya melalui penyelenggaraan Festival Pasar Senggol di Turki. Melalui promosi nation branding ini dibidang ekonomi dan budaya Indonesia dapat meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Turki.
Mengkritisi Kehadiran Perempuan dalam Politik di Indonesia: Tak Semata Soal Kuantitas Roberto Octavianus Cornelis Seba
PAX HUMANA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan kesetaraan merupakan isu sentral yang menjadi agenda utama dalam pembangunan negara. Memberikan kesempatan yang sama bagi kaum perempuan termasuk dalam ranah politik menjadi salah satu upaya yang dikerjakan untuk menghasilkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat. Upaya ini diejawantahkan melalui pemberian kuota 30% eksistensi perempuan di parlemen. Tulisan ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelusuri secara mendalam literatur melalui desk review untuk menampilkan kajian-kajian terkait isu tersebut. Tulisan ini menampilkan argumentasi bahwa keterbukaan bagi partisipasi politik perempuan di Indonesia telah berlangsung cukup lama, namun belum mencapai proporsi yang memadai. Pemikiran kaum Feminisme menjadi lensa analisa yang membantu menjelaskan bahwa kehadiran perempuan di ranah politik menjanjikan perubahan baik secara konstruksi gagasan, maupun nuansa yang kondusif bagi perempuan. Selain itu, tulisan ini mengkaji dampak yang dihadirkan perempuan melalui keberadaannya di parlemen. Kaum perempuan perlu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berbasis gender agar dapat menampilkan signifikansi kerterlibatannya di ranah politik. Bagian akhir tulisan ini diisi dengan diskusi mengenai kebijakan affirmative action yang dilihat merupakan langkah penting untuk mengupayakan pemenuhan Hak Asasi Manusia dan membutuhkan penyesuaian terkait implementasi di dalam negara agar menyesuaikan dengan kebutuhan mendasar masyarakat.
KERJASAMA INDONESIA-JERMAN DALAM PELESTARIAN KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU MELALUI FOREST PROGRAMME III SULAWESI TAHUN 2018-2022 Sri Ester Mondolu; Novriest Umbu Walangara Nau; Roberto Cornelis Seba
Administraus Vol. 7 No. 2 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i2.202

Abstract

ABSTRACT Deforestation and degradation of natural resources are the main problems in the management of the Lore Lindu National Park area. Social and economic activities carried out around the area can threaten the sustainability of the Lore Lindu National Park area (TNLL). natural. With the collaboration between Indonesia and Germany through the presence of Sulawesi's forest program III, it can contribute to forest conservation and rehabilitation to reduce emissions and improve the livelihoods of communities around the National Park area. The research method used in this study is a qualitative method and in this writing, the author will describe how the collaboration between Indonesia and Germany in the Preservation of the Lore Lindu National Park Area through the Sulawesi Forest Program III, Cooperation between Indonesia and Germany in the environmental field through the Sulawesi Forest Program III has making a significant contribution to the preservation of the TNLL area. This collaboration has produced a positive impact which can be seen from the marketing market which is achieved through the intervention activities carried out. Overall the collaboration between Germany through FP III Sulawesi has succeeded in strengthening efforts to conserve and manage the area. Keywords: Sulawesi Forest Program III, Indonesian-German Cooperation, Area Conservation, Lore Lindu National Park (TNLL) ABSTRAK Deforestasi dan degradasi sumber daya alam menjadi permasalahan pokok dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Aktivitas sosial dan ekonomi yang dilakukan di sekitar kawasan dapat mengancamcam kelestarian kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti pangan, pemukiman, dan penyediaan lapangan kerja, masyarakat sekitar kawasan sebagian melakukan pencurian dan mengeksploitasi sumber daya alam. Dengan adanya kerjasama antara Indonesia dan Jerman melalui kehadiran forest programme III Sulawesi dapat memberikan kontribusi terhadap konservasi hutan dan rehabilitasi untuk mengurangi emisi dan memperbaiki penghidupan masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan dalam Penulisan ini, penulis akan mendeskripsikan bagaimana kerjasama Indonesia dan Jerman dalam Pelestarian Kawasan Taman Nasional Lore Lindu melalui Forest Programme III Sulawesi, Kerjasama antara Indonesia dan Jerman dalam bidang lingkungan melalui Forest Programme III Sulawesi telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelestarian kawasan TNLL kerjasama ini telah menghasilkan dampak positif yang dapat dilihat dari indikator keberhasilan yang di capai melalui intervensi kegiatan yang dilakukan. Secara keseluruhan kerjasama antara Jerman melalui FP III Sulawesi berhasil memperkuat upaya pelestarian dan pengelolaan kawasan. Kata kunci: Forest Programme III Sulawesi, Kerjasama Indonesia-Jerman, Pelestarian Kawasan, Taman Nasional Lore Lindu (TNLL)
Co-Authors Abraham, Rendy Hermanto Aldo Sausele Almiyudha, Jasuma Hartias Iqhwal Amelia Oktavia Martins Angela, Tamara Angelica Margaret Sitorus Anindita, Tantri Maria Asenda Mathius Audry Rambudevi Juanaline Mboeik Auria Rizqi Amelia Badina Wandamani Baptista Pradevi Brigita Kaat, Cahyani Brigita Kaat Christian Fretes Christian H. J. de Fretes Christian H.J de Fretes Christian Herman Johan De Fretes Christian Herman Johan de Fretes Christin H J de Fretes Daru Purnomo de Fretes, Christian Herman Johan De Fretes, Christian Johan Dina Laksita Hapsari Efraim William MUNTU Eldaa Aflin Rumbewas Elly Esra Kudubun Eunike Gratia Supit Febby Diah Papalangi Ferdy Karel Soukotta Giorgio Hans Susanto Hanna Latumaerissa Hartini Runga Helena Rachelia Natasha Odja Lanoe Herman Johan De Fretes, Christian Hizkia Bryan Hulu Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu WIBISONO Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu Wibisono Irene Iriani Pah Ivan Asbri Aplugi Jedidiah Nehemia Marsono Jemmy, Flo Jendri Luinel Jenni Anthonetha Susanti Henukh Joaena Charlotte Rosevine Wattimena Juliette Heuvel Harlapan Juniantoro, Rei Antonio Karryn Sahetapy, Nadine Kinanthi Ahimsaning Gandhi Lasut, Eugenie Brigita Latupeirissa, Chezia Lidya Elsye Yosefien Piris Luckas Gredenggo, Rainner Mantiri, Romelyn Maria Natalia Syalomita A. Rahanubun Maskup Asyadi Mikhael Samuel Benaya Taaluruga MUNTU, Efraim William Mutiara Putri Sejati Nadine Karryn Sahetapy Natasha Alexandra Bhisa Novriest Umbu W. Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Oxanna Jean Wa’Uina Pangalila, Fredericko Constantijn Yossia Yerromio Pesulima, Eunike Petsy Jessy Ismoyo Prasetya, Rafael Putra Pratiwi, Wahyu Eka Pricilla Patrisia Luther Putri Hergianasari R. M. Suryo Sakti Hadiwijoyo Rafael Imanuel Muliawan Rainner Luckas Gredenggo Ramses Edison Ansek Rikko Yan Lado Ae Rizqi Amelia, Auria Rosa Ardika Putri Rovino Maluegha Siep, Valeria Sih Natalia Sukmi Sonopaa, Angelique Gabriella Sri Ester Mondolu Sri Suwartiningsih Sri Suwartiningsih Suryo Sakti Hadiwijoyo Suwandy, Dhanico Syaloomita Jessica Inrizky Chairudin Theresia Kariani Yolin Triesanto Romulo Simanjuntak Triesanto Romulo Simanjutak Valeria Siep Valetta Sophie Jacob Vanny Efa Medlama Wahyu Eka Pratiwi Walangara Nau , Novriest Umbu Wandamani, Badina Warfandu, Ribka Juliana Angganeta WIBISONO, Indra Wisnu Yesarela Ebenhaezer Yesaya Ivannoel Hans Wenas