p-Index From 2021 - 2026
9.576
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan jurnal niara PAX HUMANA NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Kritis Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Jurnal Pendidikan dan Konseling Dinasti International Journal of Management Science Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) Jurnal Hukum Lex Generalis International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Action Research Literate (ARL) Jurnal Impresi Indonesia Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Intermestic: Journal of International Studies Journal of Law, Poliitic and Humanities Jurnal Ilmu Multidisplin Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Media Bina Ilmiah Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Influence: International Journal of Science Review Bhuvana: Journal of Global Studies Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional VISA: Journal of Vision and Ideas Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Journal of Innovative and Creativity Jurnal Social Science Jurnal Siber Multi Disiplin Journal of Integrative International Relations Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran KBRI Riyadh Sesuai Konvensi Wina 1961 Dalam Pemulangan WNI Di Arab Saudi Pasca Covid-19 Tahun 2020-2022 Pratiwi, Wahyu Eka; Simanjuntak, Triesanto Romulo; Cornelis Seba, Roberto Octovianus
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i1.124

Abstract

Hubungan internasional sering diidentikkan dengan bagaimana negara-negara didunia berinteraksi sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku. Namun hubungan internasional juga dekat kaitannya dengan upaya pemerintah negara menjalankan kepentingannya kepada negara lain dengan jalur damai atau diplomasi. Salah satunya bisa dilihat dari upaya pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh dalam menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia melalui diplomasi pasca Covid-19. Ketika Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO mayoritas negara di seluruh dunia pun mengambil keputusan untuk menerapkan kebijakan lockdown. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh melalui diplomasi memperjuangkan keamanan serta memulangkan Warga Negara Indonesia yang terjebak di Arab Saudi akibat adanya kebijakan lockdown oleh pemerintah Arab Saudi. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori human security yang menyatakan bahwa setiap Masyarakat secara individu berhak untuk mendapatkan perlidungan dan merasa aman dan juga teori international society dimana negara-negara didunia berinteraksi dengan mengikuti norma dan hukum tertentu yang berlaku demi mengelola perdamaian dunia sebagai anggota dari ‘masyarakat internasional.
Kebijakan Luar Negeri Prayut Chan O Cha Terkait Kudeta Myanmar Brigita Kaat, Cahyani Brigita Kaat; Cornelis Seba , Roberto Octavianus; Walangara Nau , Novriest Umbu
Action Research Literate Vol. 8 No. 9 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i9.611

Abstract

Kudeta Myanmar menimbulkan berbagai masalah baru bagi wilayah regional Asia Tenggara dan berdampak langsung terhadap negara-negara yang berbatasan langsung dengan Myanmar. Sebagai bentuk menekan tingkat kerugian yang ditimbulkan oleh kudeta ini setiap actor negara hingga actor internasional lainnya berlomba untuk menentukan resolusi damai bagi Myanmar. Salah satunya yaitu Thailand dibawah pemerintahan Prayut Chan o Cha dengan mengeluarkan kebijakan luar negeri berupa quite diplomacy untuk menekan intervensi asing dan ketegangan dalam proses damai. Kebijakan ini dikeluarkan dengan alasan kepentingan nasional yang harus diamankan oleh Thailand yang berhubungan dengan ekonomi dan sumber daya. Hal ini didasarkan pada panjangnya garis perbatasan antara kedua dengan panjang 2.401 km yang menyebabkan berbagai masalah seperti imigran, narkoba, dan masalah sosial lainnya mengalami peningkatan dan merugikan Thailand. Sehingga Thailand berupaya untuk menengahi kasus ini sebagai mediator dengan berusaha membangun komunikasi dengan Myanmar untuk mengamankan wilayah perbatasan yang berdampak kebeberapa aspek penting seperti ekonomi. Dengan memanfaatkan hubungan masa lalu antara elit militer kedua negara Prayut berupaya untuk mengubah kebijakan Burma Myanmar menjadi lebih strategis dan bermoral sehingga dapat mencapai kesepakatan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak. Pada penelitian ini penulis berupaya untuk melihat bagaimana proses quite diplomacy yang dilakukan oleh Prayut dapat mempengaruhi Myanmar dan seberapa efektifnya kebijkan ini dalam melakukan pendekatan terhadap Myanmar saat ASEAN gagal dalam melakukan pendekatan terhadap Myanmar, keterbatasan ASEAN dalam menangani isu Myanmar melemahkan posisinya sebagai sentralitas regional dan menurunkan kredibilitasnya sebagai organisasi yang mengedepankan HAM. Hasil penelitian ini menunjukan efisiensi dari kebijakan yang di keluarkan oleh Prayut dimana Myanmar menaruh kepercayaan terhadap Thailand demi mengamankan kepentingannya terutama di bidang ekonomi.
Analisis Kebijakan Indonesia Terkait Emisi Karbon Melalui Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) Lasut, Eugenie Brigita; Nau, Novriest Umbu Walangara; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is an international issue and a concern of many countries especially Indonesia. The growth and development of mobility in the aviation sector is one of the causes of air pollution produced by aircraft carbon emissions. Indonesia decided to a make policies through the Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) program initiated by the International Civil Aviation Organization (ICAO) to reduce and solve the problem of carbon emissions in the aviation industry. This study applies a descriptive qualitative method that describes the results of the research in a narrative based on data collected using a literature study. This study will also analysed Indonesia’s policies for carbon emissions through Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) with the theory of Neoliberal Institutionalism which considers that the state is not the only actor and international organizations also play a role as an actor that create the complex interdependence. This study explain that Indonesia's policies for carbon emissions in the aviation sector are a development of previous policies for climate change using a Paris Agreement.
Kebijakan Pemerintah Kota Denpasar Terkait Pariwisata Berkelanjutan SDGs 12 Pasca Covid 19 Karryn Sahetapy, Nadine; Octavianus Cornelis Seba, Roberto; Umbu Walangara Nau, Novriest
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 1 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i1.3279

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebijakan Pemerintah Kota Denpasar terkait pariwisata berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) 12, terutama setelah dampak pandemi COVID-19. Pandemi telah memberikan tantangan besar bagi sektor pariwisata, memicu perlunya strategi pemulihan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan sosial. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah, termasuk promosi ekowisata, pelibatan masyarakat lokal, dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan pelaku industri untuk menciptakan pariwisata yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing.
Perlindungan Masyarakat Sipil Palestina Terkait Penyerangan di Wilayah Sheikh Jarrah dalam Persfektif Hukum Humaniter Internasional pada Tahun 2017-2021 Luckas Gredenggo, Rainner; Roberto O.C Seba; Christian H.J de Fretes
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 2 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i2.3301

Abstract

Penyerangan terhadap masyarakat sipil Palestina di wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, telah menjadi salah satu episentrum konflik yang mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara Palestina dan Israel. Konflik ini bermula sejak tahun 1950-an ketika keluarga-keluarga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka dan digantikan oleh pemukim Israel, dan terus memburuk dengan upaya Israel untuk mengusir warga Palestina dan mendirikan pemukiman Yahudi di wilayah tersebut. Dalam periode 2017-2021, ketegangan ini semakin intens dengan meningkatnya penyerangan terhadap warga sipil Palestina, serta unjuk rasa dan bentrok yang melibatkan pasukan keamanan Israel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap masyarakat sipil Palestina di Sheikh Jarrah dalam perspektif Hukum Humaniter Internasional, yang meliputi hak-hak dasar warga sipil yang dilindungi oleh hukum internasional dalam situasi konflik bersenjata. Meskipun telah ada tekanan internasional untuk menghentikan penggusuran dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, situasi di lapangan menunjukkan bahwa perlindungan terhadap warga Palestina masih minim. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran sistematis, akurat, dan faktual mengenai peristiwa di wilayah Sheikh Jarrah, serta untuk memahami implikasi dari konflik ini terhadap perlindungan hak-hak warga sipil Palestina. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman hukum humaniter internasional dalam konteks konflik Palestina-Israel.
Strategi Pemerintah Filipina dalam Menekan Peningkatan Kasus Online Sexual Abuse Exploitation of Children (OSAEC) pada Tahun 2020-2023 Dina Laksita Hapsari; Novriest Umbu Walangara Nau; Roberto Octavianus Cornelis Seba
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.5307

Abstract

Isu pelanggaran HAM merupakan permasalahan global kontemporer yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi dalam forum hubungan internasional. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menghadirkan jenis dan motif baru bagi pelaku kejahatan. OSAEC merupakan salah satu pengaruh negatif dari era digitalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Analisis data kualitatif merupakan suatu proses untuk mencari dan menyusun secara sistematis data dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan. Data yang akan diambil yaitu tentang strategi pemerintah Filipina dalam menekan peningkatan kasus Online Sexual Abuse Exploitation of Children (OSAEC) pada tahun 2020-2023 serta faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori neoliberalisme dengan didukung konsep-konsep yang relevan. Penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Filipina telah menandatangani the Implementing Rules and Regulations of Republic Act 11930. Namun, masih ditemukan beragam tantangan dalam implementasinya. Oleh sebab itu, dibutuhkan kemitraan antara pemerintah dengan berbagai pihak yang dapat mendukung penanganan kasus OSAEC.
Kebijakan Pemerintah Jepang Dalam Pengelolaan Limbah Nuklir Di Tahun 2023: Dampak Terhadap Persepsi Publik Internasional Yesarela Ebenhaezer; Novriest Umbu W. Nau; Roberto Octavianus Cornelis Seba
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 2 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas (In Press)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i3.2904

Abstract

Japan is one of the countries that uses nuclear energy as one of its energy sources. As part of its responsibilities, this country also participates in maintaining nuclear safety, public safety, and environmental protection by engaging with the IAEA and UNCLOS. However, following the natural disaster in 2011, several nuclear reactors experienced leaks that contaminated the marine environment, prompting the government and TEPCO to mitigate the situation by storing the processed waste in new tanks. Several years later, these storage tanks reached full capacity, necessitating the disposal of the waste. Consequently, the government implemented a policy to discharge the nuclear waste into the Pacific Ocean. This policy inevitably sparked both support and opposition from the international community, considering cultural, economic, and political perspectives. This study aims to explain the impact on the international public regarding the disposal of nuclear waste into the Pacific Ocean as part of the Japanese government’s policy in 2023. The research method used in this study is qualitative data analysis, where data collection is based on various documents or records of previous occurrences. This nuclear waste disposal has become a focal point for the international community in scrutinizing Japan’s compliance with nuclear safety and environmental laws and how responses are shaped by this policy.
Diplomasi Kuasi Mediasi Tiongkok dalam Menjembatani Penyelesaian Konflik Tigray dan Pemerintah Ethiopia Tahun 2020-2022 Theresia Kariani Yolin; Indra Wisnu Wibisono; Roberto Octavianus Cornelis Seba
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.4859

Abstract

The Tigray conflict and the Ethiopian Government in 2020-2022 were mainly motivated by dissatisfaction with the policies of Prime Minister Abiy Ahmed. TPLF as a representative party of the Tigray ethnic group attacked the government until it received a counterattack that further prolonged the conflict situation. The conflict then sparked international attention, including China. China played a role in bridging the conflict resolution indirectly. This study aims to review the efforts made by China in helping to bridge the conflict resolution. The method used uses a descriptive qualitative approach. The study found that China fully used a quasi-mediation diplomacy strategy in an effort to resolve the conflict. China's efforts are reflected through personal identity and the results of the interactions that were established. China promotes the principle of non-intervention and regional resolution, even providing humanitarian assistance and sustainable development. China is not directly involved in maintaining national interests, both materially and socially, in the form of applicable relations and norms.
Kepentingan Ekonomi Indonesia melalui Perjanjian Indonesia – Uni Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) Oxanna Jean Wa’Uina; Novriest Umbu W. Nau; Roberto Octavianus Cornelis Seba
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 6 No. 8 (2024): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v6i8.2900

Abstract

Indonesia and the United Arab Emirates have maintained a harmonious bilateral relationship since the establishment of diplomatic relations in 1976. In the economic sector, dynamics relationship between the two countries reached a peak with the agreement of the comprehensive IUAE-CEPA. Indonesia subsequently leveraged this cooperation as an implementation of economic diplomacy to fulfill its national economic agenda. Therefore, this study aims to understand Indonesia's economic interests through the Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). The author uses the theory of liberalism and the concept of national interest as analytical tools. The type of research conducted is qualitative research using descriptive methods. The author also collects data and information through literature studies, then summarizes and analyzes this data using data reduction techniques to draw conclusions. The results of the study indicate that IUAE-CEPA provides significant opportunities to accelerate the achievement of Indonesia's economic interests by obtaining a trade surplus through the utilization of non-oil and gas sectors, increasing investment commitments, implementing export market diversification policies to the Middle East region, and the prospects for developing its halal economic sector.
RESPONS NEGARA CHINA TERHADAP KEBIJAKAN JEPANG DALAM PEMBUANGAN LIMBAH NUKLIR FUKUSHIMA Rafael Imanuel Muliawan; Roberto Octovianus Cornelis Seba; Christian H.J de Fretes
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 9: April 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i9.775

Abstract

Isu Lingkungan akibat aktivitas pembuangan limbah nuklir Fukushima merupakan salah satu isu yang perlu untuk diperhatikan. Kondisi laut yang tercemar akibat pembuangan limbah nuklir Fukushima oleh Jepang muncul kecaman dari negara China. Penelitian ini selanjutnya bertujuan untuk mengetahui respon negara China terhadap kebijakan Jepang dalam pembuangan limbah nuklir Fukushima. Untuk menganalisis topik penelitian, digunakan Green Theory, dan konsep State Responsibility. Di samping itu, digunakan juga data sekunder yang bersumber dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon negara china menolak dan melarang impor dari 10 wilayah Jepang. Larangan tersebut mencakup produk makanan laut hidup, beku, dingin, dan kering termasuk juga garam laut dan rumput laut. Sentimen anti-Jepang meningkat di China dimulai dari beberapa agen perjalanan membatalkan perjalanan ke Jepang, warga Jepang mendapatkan teror telepon dari China, menyerukan untuk melakukan boikot terhadap produk-produk made in Japan, dan panic buying. Selanjutnya China dapat meminta tanggungjawab dari Jepang berdasarkan pada Articles on the Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts 2001.
Co-Authors Abraham, Rendy Hermanto Aldo Sausele Almiyudha, Jasuma Hartias Iqhwal Amelia Oktavia Martins Angela, Tamara Angelica Margaret Sitorus Anindita, Tantri Maria Asenda Mathius Audry Rambudevi Juanaline Mboeik Auria Rizqi Amelia Badina Wandamani Baptista Pradevi Brigita Kaat, Cahyani Brigita Kaat Christian Fretes Christian H. J. de Fretes Christian H.J de Fretes Christian Herman Johan de Fretes Christian Herman Johan De Fretes Christin H J de Fretes Daru Purnomo de Fretes, Christian Herman Johan De Fretes, Christian Johan Dina Laksita Hapsari Efraim William MUNTU Eldaa Aflin Rumbewas Elly Esra Kudubun Eunike Gratia Supit Febby Diah Papalangi Ferdy Karel Soukotta Giorgio Hans Susanto Hanna Latumaerissa Hartini Runga Helena Rachelia Natasha Odja Lanoe Herman Johan De Fretes, Christian Hizkia Bryan Hulu Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu WIBISONO Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu Wibisono Indra Wisnu Wibisono Irene Iriani Pah Ivan Asbri Aplugi Jedidiah Nehemia Marsono Jemmy, Flo Jendri Luinel Jenni Anthonetha Susanti Henukh Joaena Charlotte Rosevine Wattimena Juliette Heuvel Harlapan Juniantoro, Rei Antonio Karryn Sahetapy, Nadine Kinanthi Ahimsaning Gandhi Lasut, Eugenie Brigita Latupeirissa, Chezia Lidya Elsye Yosefien Piris Luckas Gredenggo, Rainner Mantiri, Romelyn Maria Natalia Syalomita A. Rahanubun Maskup Asyadi Mikhael Samuel Benaya Taaluruga MUNTU, Efraim William Mutiara Putri Sejati Nadine Karryn Sahetapy Natasha Alexandra Bhisa Novriest Umbu W. Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Oxanna Jean Wa’Uina Pangalila, Fredericko Constantijn Yossia Yerromio Pesulima, Eunike Petsy Jessy Ismoyo Prasetya, Rafael Putra Pratiwi, Wahyu Eka Pricilla Patrisia Luther Putri Hergianasari R. M. Suryo Sakti Hadiwijoyo Rafael Imanuel Muliawan Rainner Luckas Gredenggo Ramses Edison Ansek Rikko Yan Lado Ae Rizqi Amelia, Auria Rosa Ardika Putri Rovino Maluegha Siep, Valeria Sih Natalia Sukmi Sonopaa, Angelique Gabriella Sri Ester Mondolu Sri Suwartiningsih Sri Suwartiningsih Suryo Sakti Hadiwijoyo Suwandy, Dhanico Syaloomita Jessica Inrizky Chairudin Theresia Kariani Yolin Triesanto Romulo Simanjuntak Triesanto Romulo Simanjutak Valeria Siep Valetta Sophie Jacob Vanny Efa Medlama Wahyu Eka Pratiwi Walangara Nau , Novriest Umbu Wandamani, Badina Warfandu, Ribka Juliana Angganeta WIBISONO, Indra Wisnu Yesarela Ebenhaezer Yesaya Ivannoel Hans Wenas