Claim Missing Document
Check
Articles

PIG FARMING PERFORMANCES OF THREE PAPUAN TRIBES: CASE STUDY OF BYAK, ONATE AND ARFAK TRIBES IN PAPUA BARAT Iyai, D.A.; Marani, O.; Marjen, T.; Usior, I.
Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture Vol 38, No 1 (2013): (March)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitaa.38.1.55-64

Abstract

The objective of this study was to depict the pig farming performances of three different nativePapuan tribes, i.e. Byak, Onate and Arfak. Sites in Biak were taken from Samofa District. Sites in Yapenwere taken from South Yapen District comprised of Famboaman, Anotaurei, Mariadei and Mantembuvillages. Site in Manokwari was chosen at Sub-district of Wosi. Participatory research using interviewand observation was done towards 105 pig farmers. One-way analysis of variance and Pearson Chisquare(χ2) were used to analyse data. Several indicators tested were age, education, objectives ofrearing pigs, and species of pigs. The characteristics of pig farmers were similar. The variations of pigfarmers’ characteristics ware found in pigs’ rearing experience, animal number and litter size. Offeredfeeding on each physiological period was different. Similar finding were feeding sources and feedingprocess. Reproduction knowledge and their experience in farrowing management are similar amongstthe tribes. In general experiences and knowledge to prevent infectious diseases in general were similar.The three tribes have relatively similar in managing their pig farming systems.
Peningkatan Produktivitas Sapi Potong Melalui Introduksi Pakan Konsentrat Dengan Bahan Lokal Pada Masyarakat Asli Papua Supriyantono, Andoyo; Iyai, Deny Anjelius; Ollong, Abdul Rahman
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.126

Abstract

ABSTRACT Beef cattle is one of the livestock which is considered as a side-business by Papuan. Generally, the farming practice is extensive - they let the cattle graze freely in palm plantations or just tie them down around the house. In the last seven years, more Papuan were keeping beef cattle since the government introduced beef cattle to act as a dowry for weddings to the community. The purposes of this community service program-community empowerment learning (KKN-PPM) were (1) Optimal use of agricultural waste such as tofu waste, rice bran, cocoa peels, cassava along with its by-products as additional feeds of beef cattle; (2) Reduced dependence on an additional feed from factories. KKN-PPM was carried out in Waseki Pop, Prafi District for 67 days. KKN-PPM was commenced from provisioning to students concerning the potential of feeding; the development of feed technology; complete feed and feed concentrate. Local feed materials for making feed concentrate were rice brand (70%), stacks (16%0), the waste product of tofu (11%), salt (2%), and urea (1%). Those compositions have met the requirements of dry matter and crude protein for beef cattle. 30 students from different field studies joined the KKN-PPM program. The workload of each student was calculated based on the effective working time (EWT) which was about 288 EWT. The method of implementing KKN-PPM starts from debriefing students on campus, namely the use of potential feed; feed technology development; complete feed and concentrate. During the implementation in the field, students and their supervisors conducted technical guidance on beef cattle maintenance, concentrate processing techniques, and counseling for cattle breeders. During the KKN-PPM activities, a total of 114.4 kg of concentrate was given to 7 cows. Sustainability of the program would be reached when the government of West Papua and Manokwari district had the same program for students every year to make feed concentrate for farmers. Keywords: Feed concentrate; Local material feed; Beef cattle ABSTRAK Sapi merupakan salah satu ternak yang dijadikan usaha sambilan bagi penduduk asli Papua. Pola pemeliharaan sapi pada umumnya dilakukan secara ekstensif yaitu sapi dibiarkan berkeliaran di perkebunan kelapa sawit atau diikat di sekitar rumah. Tujuh tahun terakhir ini, masyarakat asli Papua banyak mengusahakan sapi potong setelah Bupati Manokwari dengan kesepakatan Lembaga Masyarakat Adat memperkenalkan sapi potong sebagai salah satu bentuk mas kawin. Tujuan dilaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah 1. pemanfaatan secara optimal limbah pertanian untuk pakan tambahan sapi potong; 2. Berkurangnya ketergantungan pakan tambahan dari pabrik. KKN-PPM dilaksanakan selama 67 hari di Kampung Waseki Pop Distrik Prafi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa secara terpadu dari berbagai bidang ilmu. Volume pekerjaan setiap mahasiswa dihitung berdasarkan Jam Kerja Efektif Mahasiswa yakni sebanyak 288 JKEM. Metode pelaksanaan KKN-PPM dimulai dari pembekalan mahasiswa di kampus yaitu pemanfaatan bahan pakan potensial; pengembangan teknologi pakan; pakan komplit dan konsentrat. Dalam pelaksanaan di lapang, mahasiswa bersama-sama dosen pembimbing melakukan bimbingan teknis pemeliharaan sapi potong, teknik membut konsentrat dan penyuluhan kepada peternak sapi. Konsentrat dibuat dari bahan-bahan lokal setempat yaitu dedak padi (70%), onggok (16), ampas tahu (11%), garam (2%) dan urea (1%). Dengan formulasi konsentrat seperti tersebut maka kebutuhan bahan kering dan protein kasar sapi potong telah memenuhi standar. Selama kegiatan KKN-PPM, total konsentrat yang dibuat sebanyak 114,4 kg yang diberikan pada 7 ekor sapi. PEMDA Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari diharapkan mempunyai program yang sama setiap tahunnya untuk mendanai kegiatan pendampingan dalam pembuatan konsentrat pada wilayah-wilayah binaannya. Kata kunci: Konsentrat; Bahan lokal; Sapi potong
Feedback Mahasiswa Penerima Bidikmisi Universitas Papua dalam Kegiatan Kompetisi Sains, Teknologi dan Seni Budaya di Manokwari Papua Barat Iyai, Deny Anjelus; Siburian, Rima H; Runtuboi, Ferawati; Yenusi, Kaleb; Noviyanti, Noviyanti; Sinon, Iriwi; Orisu, Lily; Arwam, Hendrik; Sudjatno, Djoko; Darma, Darma; Tulalesy, Quin; Maker, Ursula; Peday, Hans; Saragih, Desni T. R.; Nurhayati, Dwi; Widayati, Isti; Seseray, Daniel
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v20i2.25107

Abstract

Kegiatan bidikmisi adalah sarana pembinaan karakter anak bangsa. Kesiapan generasi anak bangsa akan menentukan kesiapan negara dalam bersaing di era milenial. Kegiatan bidikmisi dilaksanakan di kampus Universitas Papua yang diikuti oleh mahasiswa penerima bidikmisi dari 12 Fakultas di Unipa. Sebanyak 193 mahasiswa terlibat dalam memberikan respon melalui survey online yang disiapkan panitia. (1) Kompetisi Sains yaitu Lomba penulisan artikel ilmiah popular; (2)  Pameran Budaya yaitu Cultural Attraction; (3) Kontes karya cipta sains, teknologi dan seni. Analisis data dilakukan menggunakan program angket dalam program Google Forms. Data hasil kajian ditampilkan dalam bentuk grafik yang disajikan secara proporsional (persentase %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih banyak memberikan respon pada kegiatan atraksi budaya (84 mahasiswa) dan stand-up comedy (84 mahasiswa). Sementara penulisan artikel ilmiah paling sedikit mendapatkan feedback dari mahasiswa yaitu hanya 18 orang mahasiswa. Ditemukan mahasiswa sangat puas 28.6% diikuti dengan 24% cukup puas dan hanya 1% tidak puas. Kegiatan Teknologi, karya Sastra, Sains dan Seni, diketahui 52.1% sangat puas diikuti 2.6% cukup puas dan hanya 2.1% tidak puas. Untuk kegiatan stand-up comedy, 57.8% sangat puas, 25% cukup puas dan hanya sebagian kecil mahasiswa tidak puas 2.1%. Disimpulkan mahasiswa Unipa sangat puas dalam mengikuti kegiatan pembinaan. Ada asas manfaat, pembinaan karakter, independensi, rasa percaya diri, mampu beraktualisasi ide, gagasan dan talenta.
Improving Academic Skills on Freshmen Student Performance in Mastering Learning Skills Iyai, Deny Anjelus; Syaranamual, Siska; Yaku, Alexander
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.185 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v10i1.24593

Abstract

This study aims to describe the capacity of students' learning skills, provide and develop problem-solving learning skills, prepare appropriate modules that are used by students, and encourage counseling and learning development units. The method used in this action research is a qualitative research design. The research technique was carried out by using a case study approach and observation. The results showed that the students' mathematical abilities ranged from 26-50 (57.14%). Only 14% (11.43% + 2.86%) of AgtSP students have capacities in basic mathematics. Learning skills, for example, reading and writing, had lower AgtSP values, namely 37.14% and 34.29%. AgtSP is still dominated by Papuan students (86%) and a small proportion of non-Papuan students (14%). Many students enrolled in AgtSP graduated from Social Sciences (38%), some graduated from Agricultural High School (33%), and a few graduated from natural sciences 21%) and a small number of students graduated from Non. Agricultural Senior High School, namely administration interest. Student GPA has increased in the number of students who have GPA scores. 23 components affect student learning skills at the university level as experienced by AgtSP. The conclusion is the low scores obtained by mathematics, reading, and writing students enrolled in the Faculty.
Defining and Valuing the Relationship Pattern of Actors’ Involvement on Cattle Farming Systems using Stakeholder Network Analysis in West New Guinea, Indonesia Iyai, Deny Anjelus; Mulyadi, Mulyadi; Wajo, Muhammad Jen; Naibey, Rosdiana; Hayati, Dwi Nur; Noviyanti, Noviyanti; Bajari, Makarius; Koibur, Johan; Syufi, Yafed; Pakage, Stepanus; Inriani, Noveling; Nuhuyanan, Lamberthus E.; Purba, Jublyana; Rahayu, Bernadetha W.I.; Fatem, Hendrik; Widayati, Isti
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol 11 No 3 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i3.112

Abstract

Abstrak Sapi merupakan salah satu peternakan prioritas utama di Indonesia. Ternak sapi telah memainkan peran penting dalam aspek ekonomi dari total pendapatan. Sebagai peternakan prioritas karena berbagai keterlibatan dan peran pemangku kepentingan. Studi dilakukan di Manokwari pada bulan April-Juni 2019 dengan menggunakan focus group discussion terhadap dua puluh individu, kelompok dan lembaga massa yang diwakili. Pertanyaan yang dibahas mengenai latar belakang, pengiriman sumber daya, interkonektivitas antar aktor, intervensi dan inovasi. Temuan utama adalah bahwa aktor yang dikelompokkan mendominasi, diikuti oleh aktor hukum, lembaga swasta, peran pemangku kepentingan dan memiliki efek positif karena kepentingan. Namun, ancaman eksis baik secara langsung tetapi tanpa efek balik. Tiga sumber daya bersama teratas adalah akses, kepuasan, dan waktu yang dihabiskan. Aktor dapat memiliki program jangka panjang dengan keberlanjutan menggunakan sumber daya netral hingga kuat. Hubungan aktor ditemukan dalam tiga kelompok, yaitu positif, negatif dan tidak ada hubungan. Intervensi sangat dibutuhkan, yaitu waktu yang dihabiskan, kepuasan, kebijakan, pengetahuan dan akses. Prioritas inovasi akan keterampilan, kebijakan, dan pengetahuan. Kata kunci: Analisis jaringan pemangku kepentingan; Intervensi dan inovasi; Pelaku; Sumber daya bersama; Usaha peternakan sapi. . Abstract Cattle is one of the top priority animal agriculture in Indonesia. It has played significant roles in economical aspect of Total revenues. Those are due to stakeholders’ involvement. Study was done in Manokwari from April to June 2019 by using focus group discussion towards twenty various represented individuals, groups and mass institutions. The queries discussed concerning background, resources delivery, interconnectivity amongst actors, intervention and innovation. The primarily finding is that grouped actors dominated, followed by laws actors, private types institutions, stakeholder role and having positive effect due to importance. However, threat existed directly without turn-back effect. The three top shared resources were access, satisfaction, and time spent. Actors can have long term period program with sustainability using neutral to strong power resource. Relationship of actors found in three groups, i.e. positive, negative and no relationship. Intervention was urgently needed, i.e. time spent, satisfaction, policy, knowledge and access. Priority of innovation will be skills, policy, and knowledge. Keywords: Actors; Cattle farming business; Intervention and innovation; Shared resources; Stakeholder network analysis.
PENGELOLAAN KEBUN SECARA BERKELANJUTAN PADA MASYARAKAT ARFAK DI KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK PROPINSI PAPUA BARAT Deny Anjelus Iyai
Agrika Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.806 KB) | DOI: 10.31328/ja.v13i2.993

Abstract

ABSTRAKPegunungan Arfak memiliki kondisi agroekologi penting. Masyarakat Arfak memiliki kearifan dalam bercocok tanam, memiliki hubungan yang dekat dengan kebun. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif melalui observasi dan wawancara dilakukan pada keluarga petani masyarakat Arfak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan kebun oleh masyarakat Arfak terbatas pada segi pemanfaatan ruang dan sumberdaya lahan. Kondisi lahan curam >60%, rawan banjir dan longsor. Lahan dibuka dengan sistem tebang dan bakar. Kandungan bahan organik umumnya sangat tinggi pada lapisan permukaan, dan menurun sedikit pada lapisan di bawahnya. Masyarakat Arfak sudah mempraktekkan sistem agroforestri kompleks maupun sederhana. Terdapat lima pola aliran energi dalam sistem kebun yang belum dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Ditemukan juga lima situasi/kondisi prospek dan konstrain dalam keberlanjutan pertanian di Pegunungan Arfak. Kebun, ternak babi dan serta masyarakat Arfak saling berinteraksi dengan memberikan servis dari dan untuk masing-masing komponen. Kebun mampu membantu petani masyarakat Arfak secara ekonomis, ekologis dan sosiologis. ABSTRACTThe Arfak Mountains have important agroecological conditions. Arfak community have local wisdom in farming, have a close relationship with the garden. Research was conducted  with descriptive methods through observations and interviews conducted on Arfak farming families. The results of the study indicate that the use of garden land by Arfak people is limited in terms of land use and land resources. Steep land conditions is > 60%, prone to flooding and landslides. The land is opened by cutting and burning systems. The content of organic matter is generally very high in the surface layer, and decreases slightly in the layers below. The Arfak community has also used the practices of complex and simple agroforestry. There are five energy flow patterns in the garden system that have not been used effectively and efficiently. Also found are five situations/conditions prospects and constraints in agricultural sustainability in the Arfak Mountains. Farms, pigs and Arfak community interact each other by providing services from and for each component. The gardens are able to help Arfak farmers economically, ecologically and sociologically.
KAJIAN PERMASALAHAN, KEBUTUHAN DAN POTENSI PENGEMBANGAN PETERNAKAN PADA KAWASAN AGRO-EKOLOGI TAMBRAUW, PAPUA BARAT Deny Anjelus Iyai; Meky Sagrim
Agrika Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.009 KB) | DOI: 10.31328/ja.v14i1.1320

Abstract

ABSTRAKProduksi pertanian yang dihasilkan belum dihasilkan dari produksi potensial. Produksi yang dihasilkan masih produksi minimal yang sebenarnya dapat ditingkatkan secara maksimal. Keterbatasan dijumpai pada aspek hulu dan hilir sistim peternakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan, kebutuhan dan potensi pengembangan peternakan di kabupaten Tambrauw. Penelitian deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi di Distrik Sausapor dilakukan terhadap delapan informan kunci. Pertanyaan difokuskan pada permasalahan, kebutuhan dan potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh peternak. Data dianalisis secara deskriptif naratif dan disajikan dalam bentuk cause-effect diagram, tabulasi dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat persoalan dasar yaitu rendahnya pelatihan, tidak adanya pos pelayanan pertanian terpadu, sumberdaya manusia pada instansi teknis yang kurang, dan minimnya data potensi sumberdaya alam. Pengembangan masyarakat pelaku usahatani peternakan menjadi sentral isu dalam hal pemberdayaan/pembinaan. Sarana dan prasarana menjadi strategis untuk dikembangkan seperti kantor pos pelayanan pertanian terpadu (P3T). Sumberdaya petugas penyuluh dan tenaga teknis seperti inseminator, dokter hewan dan tenaga paramedis diprogramkan oleh Dinas Peternakan. Pembibitan Hijauan Pakan Ternak perlu dikembangkan bersamaan dengan itu klinik pembibitan ternak menjadi rekomendasi jangka menengah.ABSTRACTAgricultural yields do not produce from farming yields potential yet. It is lower production, which can optimally be increased. Limiting factors are hampering off-farm and on-farm livestock farming systems. The objective of doing this research is to keen on constraints, needs and developing potency in Tambrauw regency. The finding of this research was that the regency has potency in developing livestock farming. This can be done by adapting the development of livestock farming based on the land characteristic. Community development becomes central issues in the case of community empowering. Infrastructures become strategic in further development, such as integrated agricultural service office. The local government shall prepare human resources, such as extension officers, inseminators, veterinarians, and paramedics. The community will recommend forage seeds need to be developed and veterinary clinic in the middle term period.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha ternak babi di Teluk Doreri Kabupaten Manokwari Trisiwi Wahyu Widayati; Iriani Sumpe; Bernadeta Wahyuni Irianti; Denny Angelus Iyai; Sangle Yohanes Randa
Agrika Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.586 KB) | DOI: 10.31328/ja.v12i1.546

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas usaha ternak babi di Teluk Doreri, Manokwari Papua Barat. Data diambil dari 33 peternak babi yang bermukim di sekitar Teluk Doreri, Manokwari. Data yang dikumpulkan berupa data primer, antara lain karakterisktik petani, terdiri dari umur, pendidikan, pengalaman beternak babi, dan berupa data yang terkait dengan produksi usaha ternak babi, antara lain jumlah dan tipe pakan sumber energi dan protein, jumlah induk yang dimiliki peternak, bobot badan rata-rata induk babi, dan lahan yang dimiliki peternak untuk usaha ternak babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pakan sumber energi dan protein, curahan waktu kerja peternak untuk beternak babi, bobot induk babi dan lahan yang dimiliki petani untuk usaha ternak babi berpengaruh positif terhadap produksi ternak babi di Teluk Doreri, Manokwari. Dengan diketahui faktor-faktor penentu produksi tersebut maka dapat dijadikan sebagai bagian penting dan yang diperhatikan untuk meningkatkan produksi usaha ternak babi di Teluk Doreri, Manokwari. Kata Kunci : Manokwari, Papua Barat, produksi, Teluk Doreri, usaha ternak babi
PERAN TERNAK BABI SEBAGAI BIO-TILLAGE SYSTEMS PADA LAHAN KEBUN DALAM BUDAYA BERTANI MASYARAKAT ARFAK, PAPUA BARAT Hanike Monim; Dwi Nurhayati; Darius Trirbo; Alnita Baaka; Alexander Yaku; Deny Anjelus Iyai; Sartji Taberima; Miksen Sangkek
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1545

Abstract

ABSTRAKMengetahui seberapa jauh aplikasi penggunaan ternak babi dalam kebun masyarakat Arfak di Pegunungan Arfak penting untuk dipelajari karena Arfak memiliki kondisi agroekologi penting. Masyarakat Arfak memiliki kearifan dalam bertani serta  memiliki hubungan yang dekat dengan ternak babi. Hasil tinjauan di lapang dan referensi menunjukkan bahwa ternak babi relatif masih digunakan pada lahan pertanian atau kebun keluarga masyarakat Arfak sebagai hewan penggembur tanah (soil dozer). Ternak babi, kebun dan masyarakat Arfak saling berinteraksi dengan memberikan peranan kepada masing-masing komponen. Kelebihan ternak babi sebagai penggembur tanah kebun biologis mampu membantu petani orang Arfak. Terdapat 7 keunggulan penggunaan ternak babi dalam kebun. Namun jumlah ternak yang dapat dimasukkan serta sejauhmana kinerja ternak babi dalam setiap luasan lahan secara ekonomis, ekologis dan sosiologis masih harus dikaji secara intensif. ABSTRACTKnowing how far the application of pig farming in Arfak people 's gardens in the Arfak Mountains is important to learn because Arfak has important agro ecological conditions, the Arfak people have wisdom in farming and have a close relationship with pigs. The results of the review in the field and references show that the pigs are relatively still used on agricultural land or Arfak people's family farms as soil dozers. Pigs and gardens and Arfak people interact with each other by providing service to each component. The advantages of pigs as biological gardeners are able to help Arfak farmers. There are 7 benefits of using pigs as bio-tillage inside Arfak household gardens. However, the number of livestock that can be included and the extent to which the performance of pigs in each area of land economically, ecologically and sociologically, must still be studied intensively.  
Potensi Unggulan Komoditas Pertanian pada Daerah Dataran Tinggi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat Meky Sagrim; Agus Irianto Sumule; Deny Anjelus Iyai; Michael Baransano
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 22 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.941 KB) | DOI: 10.18343/jipi.22.3.141

Abstract

New autonomy status of Arfak Mountains Regency has numbers of strategic potencies for being developed. The one is agriculture sector. The objective of this research was to investigate featured potency and its distribution of agricultural products in Arfak Mountains Regency. A field research was done in the year 2015 between November-December. Sampled respondents using questionnaire were interviewed. The finding of this research was that agriculture sector contributed to gross domestic regional was 72.6%. The value of Location of Quotient for horticulture sector contributed by field paddy in Minyambouw District was 2.76 similar to crop production in Sururey, Anggi, Taige, Catubouw, Testega, Donohue, Anggigida, and Hingk Districts. Mays commodity is grown in Member and Minyambouw. Districts having a majority of Location Quotient more than that >1.00 were in Minyambouw, Hingk, and Anggigida with 5 commodities. The higher Location Quotient value was presented in horticulture plants, i.e. 5.87. The Potency of households and labor resources was in the district of Minyambouw and Hingk District In general, Pegaf Regency has agriculture potency of crops, i.e. field paddy, mays, and crops. 
Co-Authors A Yaku A. Gatot Murwanto A. M. Killian Abdul Rahman Ollong Agus Irianto Sumule Agustina Y.S. Arobaya Agustinus G Murwanto Aisyah Bauw Aisyah Bauw Alexander Yaku Alnita Baaka Andoyo Supriyantono Arwam, Hendrik Awom, Sarce B.W.I. Rahayu Bajari, Makarius Bambang Ali Nugroho Bernadeta Wahyuni Irianti Bernadetha W.I. Rahayu Budi Hartono Chrysostomus, H. Y. D D Rahardjo D Nurhayati D Saragih, D D T.R Saragih D. Saragih Damayanti, Elok Daniel Y. Seseray Darius Trirbo Darma, Darma Desni Saragih Desni T.R. Saragih Diana Sawen Djonly Woran Dwi Nur Hayati Dwi Nurhayat Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati, Dwi Elfira Kariane Suawa Elieser V. Sirami Fatem, Hendrik Ferawati Runtuboi Frandz Rumbiak Pawere Freddy Pattiselanno Gusbager, Piter H Fatem H Mofu Hanike Monim Hans Mamboai Hayati, Dwi Nur Hendrik Burwos Hendrik Fatem Hotlan Manik Hutabarat, Martua I. Usior Inriani, Novelin Inriani, Noveling Iriani Sumpe Isti Widayati J. Wajo, Muhammad Jamhari Jamhari Johan F. Koibur Jublyana Purba Killian , A. M. Lamberthus E. Nuhuyanan Lekitoo, Marlyn N Lestaluhu, Aditya Lokden, Salmon Lukas Yowel Sonbait M Arim M Baransano M Kayadoe, M M L Orisu M Lily Orisu Makarius Bajari Makarius Bajari Bajari Maker, Ursula Mamboai, Hans Maria Arim Maria Arim Martha Kayadoe Meky Sagrim Meky Sagrim Meky Sagrim, Meky Melisa Warobah Meos Dapla, Meos Michael Baransano Michael Baransano Miksen M. Sangkek Mochamad Zaenal Fanani Mulyadi Mulyadi Murwanto, A. Gatot Mustaqim, Aldino Ikhwanul Naibey, Rosdiana Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Novyanti Novyanti Nuhuyanan, Lamberthus E. Nurhayati, D. O. Marani Onesimus Yoku Orisu, Lily Pakage, S. Pattiselanno, Fredy Peday, Hans Purba, Jublyana Rahayu, Bernadetha W.I. Rahayu, Bernadetta W. I. Randa, Sangle Y rima siburian RR. Ella Evrita Hestiandari Rumbrawer, Erastus Runtuboi, Yubelince Yustencin S Y Randa Salosa, Yeni Sangle Yohanes Randa Saragih, Desni Saragih, Desni T. R. Sinon, Iriwi Stepanus R. Pakage dan B.W. Irianti Sudjatno, Djoko Syaranamual, Siska Syufi, Yafed T Sraun T. Marjen Taberima, Sartji Ted Suruan Thimotius Sraun Trisiwi Wahyu Widayati Tulalesy, Quin Wambrauw, Hengky L. Warijo, Saul Jecklin Widayati, I. Widayati, Isti Wolfram Mofu Y Syufi Yafed Syufi Yaku, Alexander Yenusi, Kaleb Yigibalom, Emita Yubelince Runtuboi Yusak Sada