Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penentuan Potensi Wisata Prioritas melalui Pendekatan Community-Based Tourism di Desa Wisata Teritip Kota Balikpapan Kiki Amalia Putri; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Mohammad Muntaha
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 1 No. 3 (2017): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.051 KB) | DOI: 10.29244/jp2wd.2017.1.3.298-306

Abstract

Desa Wisata Teritip (Teritip Tourism Village) is one of the new destinations of Balikpapan City which has 12 potential points for tourism, including the potential of site attraction (nature’s beauty) and the potential of event attraction (community culture and tourism activities). However, these potentials has not been utilized and developed optimally by the local community up to now. The development is constrained by the lack of community involvement in managing the tourism village. The purpose of this study was to identify priority tourism potentials to be developed through community-based approaches in order to put the role of the local community as subject and object of the development of the village. This study uses rationalistic approach with a qualitative descriptive method. The analysis technique used to answer the research objectives, are: on the first stage, content analysis was used to analyze the potential tourism attractions to be developed; and followed by the second stage, a descriptive qualitative analysis to identify potential tourism attraction priorities for development by emphasizing the role of local communities.The result obtained is that the three factors of attractiveness: nature’s beauty, community culture and tourism activities, has the potential to be develop through community-based approaches and there are 10 potential tourism priorities to be developed, which covers physical, socio-cultural, and supporting tourism objects.
PROYEKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH JANGKA PENDEK DAN MENENGAH KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Rossana Margaret Kadar Yanti; Ajeng Nugrahaning Dewanti
Konstruksia Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.13.2.113-124

Abstract

Kecamatan Penajam merupakan wilayah terluas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan luas sebesar 1.207,234 km2. Ibukota Kabupaten PPU ini memiliki jumlah penduduk sebesar 86.040 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,45%. Pertambahan jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya mengarah pada munculnya permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk aktivitas domestik dan non domestik. Pada tahun 2021, terdapat 64% penduduk Kecamatan Penajam yang belum mampu dilayani oleh Perumda Air Minum Danum Taka. Untuk meningkatkan presentase cakupan pelayanan air bersih tentunya perlu dilakukan analisis terkait proyeksi penambahan jumlah penduduk di Kecamatan Penajam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih jangka pendek dan jangka menengah di Kecamatan Penajam. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu pengumpulan data, analisis proyeksi jumlah penduduk, analisis proyeksi kebutuhan air, analisis kapasitas produksi dan potensi air di Kecamatan Penajam. Hasil yang diperoleh dari analisis proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Penajam pada tahun 2041 mencapai 179.661 jiwa dan dibutuhkan air bersih guna memenuhi kegiatan domestik dan non domestik mencapai 257,61 liter/detik. Kondisi ini belum sebanding dengan kapasitas produksi air bersih di Kecamatan Penajam yang hanya mencapai 76,09 liter/det. Kondisi ini seharusnya dapat diatasi dengan meningkatkan kapasitas produksi, melihat potensi sumber air di Kecamatan Penajam yang mencapai 350 liter/detik. Apabila dibandingkan antara kebutuhan dan potensi air bersih di Kecamatan Penajam, diperoleh titik seimbang pada tahun 2041.
Penanganan Banjir Sub-DAS Posindo Kota Balikpapan dengan Optimalisasi Penyediaan Infrastruktur Hijau Achmad Ghozali; Rossana Margaret Kadar Yanti; Ajeng Nugrahaning Dewanti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.595 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i2.8655

Abstract

The Posindo sub-basin, emptying into the Ampal river, is experiencing floods, yet the city government has regularly normalized and cleaned the river. Therefore, this problem cannot be handled conventionally and generically. The research was conducted to formulate optimal flood management scenarios through a green infrastructure approach as an alternative for sustainable flood management. Two analytical methods were used to overcome the research question: the Gumbel Type I distribution to calculate rainfall return periods and HEC-HMS and HEC-RAS modeling software to simulate hydrological and hydraulic conditions. Result analysis showed an overflow discharge above the embankment along the Posindo sub-basin secondary channel by 0.38 – 1.64 m3/s. Alternative’s simulation shows that providing green open space (GOS) is crucial for maintaining water balance in the study area. The combined management scenario by maintaining a minimum GOS of 10%, storage ponds establishment, and increasing the drainage capacity adequate to reduce the overflow height.
Assessment of Settlement Quality Levels in Balikpapan Kota Subdistrict, Balikpapan, Indonesia Mega Ulimaz; Reynaldi Yudha Pratama; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Elin Diyah Syafitri
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1946.906 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i1.55-67

Abstract

Balikpapan is experiencing rapid urbanization and has an essential role in settlement development. One of the strategic issues of settlements in Balikpapan is the settlements that have decreased in quality in residential in urban areas with a mild level of slum. Based on the Balikpapan Spatial Plan, the spatial pattern in the Balikpapan Kota Subdistrict is dominated by the Settlement Area. It can be said that the components of settlements are the components that are planned to support settlement activities. Therefore, it is necessary to assess the quality of settlements in the Settlement Area in the Balikpapan Kota Subdistrict. The analysis was carried out by quantitative descriptive method (scoring method) with the unit of study for each settlement block or neighborhood. The analysis results of the quality of settlements in the Balikpapan Kota Subdistrict tend to have reasonable quality settlements. There were no areas that had poor settlement quality values. In the research area, from 131 neighborhoods, 19 neighborhoods still have a moderate quality of settlements. It is necessary to increase several components to improve the quality of settlements in each block so that all settlements become more liveable.
Analisis Daya Dukung Permukiman di Kelurahan Manggar Baru Nurul Pertiwi; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.9-21

Abstract

Pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan akan permukiman semakin bertambah. Apabila kuantitas lahan tidak sesuai dengan kebutuhan permukiman maka akan menimbulkan tumbuhnya kawasan permukiman liar atau tidak sesuai. Kelurahan Manggar Baru merupakan daerah yang berbatasan dengan kawasan pesisir, hal menyebabkan adanya kawasan permukiman yang berdiri di daerah sempadan sungai. Kondisi ini dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ekologi sungai, termasuk bahaya banjir bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan sungai. Penelitian ini menggunakan metode analisis meliputi analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL), kesesuaian lahan permukiman, dan daya dukung permukiman. Analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) bertujuan untuk mengetahui luas kawasan permukiman yang sesuai untuk digunakan pada analisis daya dukung permukiman. Pada daya dukung permukiman diperoleh hasil 10,25 atau lebih dari 1, hal ini berarti lahan mampu menampung penduduk untuk bermukim.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pemilihan Lokasi Relokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Pagi, Kota Samarinda Kristia Liendika Arruan Minanga Demas; Ajeng Nugrahaning Dewanti
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.96-104

Abstract

Sesuai dengan program prioritas RPJMD Kota Samarinda tahun 2016-2021 dalam penataan Pedagang Kaki Lima di kawasan perdagangan dan jasa, bentuk usaha yang sudah diterpakan dalam upaya penataan Pedagang Kaki Lima di kawasan Pasar Pagi dengan melakukan penertiban dan penggusuran. Namun yang menjadi permasalahan adalah karena Pedagang Kaki Lima yang telah digusur terus kembali pada lokasi yang sama untuk berdagang. Sehingga sebagai salah satu langkah awal dalam penataan maka perlu adanya identifikasi karakteristik PKL serta analisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi untuk relokasi bagi Pedagang Kaki Lima di kawasan Pasar Pagi. Metode yang digunakan adalah statistik deskrptif dan analisis Delphi. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik PKL di Pasar Pagi teridentifikasi dalam tiga kelompok yang dibagi berdasarkan jenis dagangan yaitu Kelompok I, Makanan/Minuman Siap Saji; Kelompok II : Non-Makanan, Kelompok III : Jasa dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penataan pedagang kaki lima berdasarkan perspektif stakeholders yaitu (1) Sirkulas; (2) Dekat Permukiman; (3) Aksesibilitas; (4) Ekspansi; (5) Lahan Parkir; (6) Jaringan Listrik; (7) Jaringan Air Bersih; (8) Jaringan Limbah; (9) Lingkungan; (10) Visibilitas; (11) Fungsi Jalan; (12) Akses Pejalan Kaki dan (13) Kebijakan Tata Ruang.
Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Air Bersih di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara Ajeng Nugrahaning Dewanti; Khairiyah Trista Lutfhiani
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 1 No 1 (2022): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.895 KB) | DOI: 10.35718/compact.v1i1.734

Abstract

Penyediaan air bersih di Kecamatan Sepaku termasuk dalam pelayanan Perumda Air Minum Danum Taka unit Sepaku yang saat ini cakupan pelayanannya terbatas. Tahun 2021 cakupan pelayanan hanya mencapai 5% dari jumlah penduduk di Kecamatan Sepaku. Produksi air bersih yang didistribusikan PDAM hanya sekitar 16 jam/hari dengan kualitas air yang buruk. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat, Oleh karena itu perlu diketahui seberapa jauh tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku dan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis IPA. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa didapatkan 12 variabel yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku dan diketahui bahwa secara rata-rata keseluruhan pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku dalam kategori belum memuaskan dengan nilai 98,45%.
Transformasi Wilayah Peri Urban Kecamatan Balikpapan Timur Berdasarkan Aspek Fisik, Sosial, Dan Ekonomi Reza Riqullahiansyah Widyatna Winada; Ajeng Nugrahaning Dewanti
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 1 (2023): COMPACT- Special Issue "Seminar Nasional Compact"
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i1.852

Abstract

Wilayah peri urban merupakan wilayah yang dinamis dan akan terus mengalami perkembangan dalam aspek fisik, sosial, dan ekonomi seiring dengan perkembangan kota dan wilayah sekitarnya, sehingga dapat menggeser kenampakan kedesaannya ke arah kekotaan. Kota Balikpapan mengalami perkembangan wilayah perkotaan cukup pesat yang diiringi dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan lahan. Dalam perkembangan wilayahnya, kecamatan yang teridentifikasi mengalami perkembangan ke arah kekotaan adalah Kecamatan Balikpapan Timur, yang mana merupakan kawasan sub urban dengan karakteristik hubungan desa-kota seperti konsep perkembangan wilayah peri urban. Dampak perkembangan Kota Balikpapan terhadap Kecamatan Balikpapan Timur ditandai adanya transformasi lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk lahan permukiman dan fasilitas umum yang menyebabkan dominasi kepemilikan lahan petani khususnya sawah berkurang dan menyebabkan turunnya nilai ekonomi serta produksi pertanian yang bermuara pada ketergantungan pemenuhan kebutuhan pangan dari wilayah lain menjadi tinggi. Secara sosial ekonomi adanya aging farmer yang menunjukkan adanya peralihan mata pencaharian dan gaya hidup. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tipologi transformasi wilayah peri urban Kecamatan Balikpapan Timur. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka digunakan metode skoring untuk menilai setiap variabel penelitian yang meliputi luas lahan pertanian, luas lahan permukiman, kepadatan bangunan, persentase jalan dengan perkerasan dan non-perkerasan, ketersediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan, laju pertumbuhan dan kepadatan penduduk, mata pencaharian pertanian dan non-pertanian, serta ketersediaan warung, toko, dan pasar. Hasilnya adalah Kelurahan Manggar mengalami transformasi tipologi dari potential urban menjadi semi urban, Kelurahan Manggar Baru tetap kawasan semi urban, Kelurahan Lamaru mengalami transformasi tipologi dari semi urban menjadi potential urban, sedangkan Kelurahan Teritip tetap kawasan potential urban.
Pengaruh Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Ruang Permukiman Terhadap Tingkat Kekumuhan di Kelurahan Baru Ulu Mega Ulimaz; Reza Pratama; Ajeng Nugrahaning Dewanti
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 1 (2023): COMPACT- Special Issue "Seminar Nasional Compact"
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i1.856

Abstract

Kelurahan Baru Ulu merupakan kelurahan yang memiliki luas lahan sebesar 95 Ha dan lahan peruntukkan sebagai kawasan permukiman sebesar 17,73 Ha, dari luas total permukiman terdapat ±18,66% adalah kawasan pemukiman kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku masyarakat bermukim terhadap tingkat kekumuhan dalam penggunaan ruang permukiman. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kekumuhan permukiman pada kondisi lingkungan fisik tidak selalu berbanding lurus dengan bentuk perilaku bermukim masyarakat. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, diperoleh dua perilaku yang berpengaruh terhadap status tingkat kekumuhan lingkungan permukiman, yaitu jumlah pekerja dan kedekatan jarak tempat bekerja. Perilaku jumlah pekerja berpengaruh terhadap status tingkat kekumuhan dengan penjelasan bahwa semakin bertambah angka jumlah pekerja dalam satuan persentase, maka akan terjadi peningkatan status tingkat kekumuhannya sebesar 1,014% dalam 1 skor skenario penilaian kekumuhan. Sedangkan perilaku jarak tempat bekerja semakin menjauh jarak tempat bekerja dalam satuan kilometer, maka akan terjadi penurunan status tingkat kekumuhannya sebesar 0,719% dalam 1 skor skenario penilaian kekumuhan.
Dampak Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Peningkatan Debit Banjir Pada DAS Ampal Kota Balikpapan Rossana Margaret Kadar Yanti; Achmad Ghozali; Ajeng Nugrahaning Dewanti
REKA RUANG Vol 5 No 2 (2022): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v5i2.2344

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal merupakan salah satu wilayah sistem drainase yang berada di daerah terbangun yang relatif padat, dan memiliki arti penting dari aspek sosial ekonomi kota. DAS Ampal terletak di Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. DAS seluas 2.800,19 ha ini memiliki sungai sepanjang 4,69 km. Sistem Drainase Ampal atau Klandasan Besar terdiri dari saluran primer yang berupa alur sungai asli yang langsung bermuara ke laut. Pada musim penghujan, debit yang mengalir dari hulu sungai Ampal cukup besar dan sering melampaui kapasitas alir sungai, sehingga menyebabkan terjadinya luapan air ke lahan di kiri dan kanan sungai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak pembangunan atau penggunaan lahan untuk kawasan terbangun terhadap peningkatan debit banjir yang melimpas. Tahapan analisis dimulai dari analisis hujan periode ulang dengan menggunakan data hujan harian maksimum. Hasil analisis hujan periode ulang kemudian dilanjutkan dengan analisis penggunaan lahan untuk memperoleh nilai koefisien pengaliran (C) berdasarkan kondisi tutupan lahan DAS Ampal. Analisis penggunaan lahan dilakukan dalam dua kondisi yaitu eksisting tahun 2019 dan rencana penggunaan lahan sesuai RTRW 2011-2031 pada tahun 2032. Dari hasil analisis besarnya nilai koefisien pengaliran DAS Ampal, dilanjutkan dengan menganalisis besarnya debit banjir kondisi eksisting dan rencana akibat hujan yang membebani sungai Ampal. Diperoleh hasil yang membuktikan bahwa perubahan tata guna lahan yang terjadi di DAS Ampal berdampak pada peningkatan debit banjir yang mencapai 105% berbanding lurus dengan besarnya peningkatan koefisien pengaliran. Debit banjir maksimum dengan periode ulang 20 tahun yang mengalir pada DAS Ampal pada tahun 2032 mencapai 636,05 m3/det.