Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Konflik Peran Ganda dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Polri Kurniawan, Kurniawan; Rahayu, Diah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.8111

Abstract

Academic procrastination is a phenomenon that often occurs, especially in students who have multiple roles as well as students in the National Police. This study aims to empirically examine whether or not there is a relationship between work family conflict and academic procrastination of Polri students at Mulawarman University. The method used is correlational quantitative, the number of subjects is 96 Police students who were selected by total sampling technique. Data were collected using the academic procrastination and work family conflict scale adopted from previous studies with the reliability level of the academic procrastination scale = 0.852 and the work family conflict scale = 0.900. The data analysis technique using the Pearson Product Moment correlation test resulted in a calculated r value = 0.584 and p = 0.000 <0.05. These results show a fairly strong relationship between work family conflict and academic procrastination, meaning that the higher the perceived work family conflict, the higher the academic procrastination carried out by Polri students at Mulawarman University.Prokrastinasi akademik merupakan fenomena yang sering terjadi terutama pada mahasiswa yang memiliki peran ganda seperti halnya pada mahasiswa yang juga berstatus sebagai anggota Polri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya hubungan antara konflik peran ganda terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Polri di Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan kuantitatif korelasional, jumlah subjek 96 orang mahasiswa Polri yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala prokrastinasi akademik dan konflik peran ganda yang diadopsi dari penelitian sebelumnya dengan tingkat reliabilitas skala prokrastinasi akademik = 0.852 dan skala konflik peran ganda = 0.900. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menghasilkan nilai r hitung = 0.584 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil ini menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara konflik peran ganda dengan prokrastinasi akademik, artinya semakin tinggi konflik peran ganda yang dirasakan maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa Polri di Universitas Mulawarman.  
Pengaruh Pemberian Buah Pepaya Terhadap Kualitas Tidur Anak Prasekolah di Posyandu Bunga Sakura Bekasi Timur Adli, Rakha Raihan; Bhaktiar, Tri Agung; Trianingsih, Devi; Dinaryanti, Ratna Sari; Rahayu, Diah
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.110999

Abstract

Background: The growth and development of preschool children is significantly influenced by adequate sleep quality. Sleep deprivation in children can negatively impact mental and emotional health, as well as physical and cognitive function. Sleep disorders in preschool children are still common, but treatment focuses on pharmacological approaches or behavioral interventions, while the use of natural nutritional interventions has not been widely explored. One intervention method that has the potential to improve sleep quality is the consumption of nutrient-rich natural fruits. Papaya is known to contain active substances that play a role in neurotransmitter regulation and body relaxation. This interest stems from the limited studies on the effect of papaya on sleep quality in preschool children, particularly in the context of pediatric nursing and community care. Objective: This study aimed to determine the effect of papaya on sleep quality in preschool children. Method: This study used a one-group pretest-posttest design. Twenty-two children aged 3 to 5 years with sleep disorders were selected using a purposive sampling technique. The intervention consisted of 200 grams of papaya daily for five consecutive days. Sleep quality was measured using the Children Sleep Habits Questionnaire (CSHQ). Bivariate analysis used the paired t test to examine differences in preschool children's sleep quality scores. Results: The study showed a significant improvement in sleep quality after the intervention, with pre- and post-intervention scores (83,50±8,07 and 40,18±4,03 respectively). The bivariate test yielded a p-value of <0,05. Conclusion: Papaya fruit has been shown to be effective in improving preschool children's sleep quality scores. This intervention can be used as a safe and effective natural alternative to address children's sleep disorders.INTISARILatar belakang: Permasalahan gangguan tidur pada anak prasekolah masih sering ditemukan, namun penanganan yang dilakukan masih berfokus pada pendekatan farmakologis atau intervensi perilaku, sementara pemanfaatan intervensi nutrisi alami belum banyak dieksplorasi. Salah satu metode intervensi yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur adalah konsumsi buah-buahan alami yang kaya nutrisi seperti Pepaya yang diketahui mengandung zat aktif dalam regulasi neurotransmitter dan relaksasi tubuh. Studi tentang manfaat Pepaya dalam meningkatkan kualitas tidur masih terbatas khususnya pada konteks keperawatan anak dan komunitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah Pepaya terhadap kualitas tidur anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Sebanyak 22 anak berusia 3 hingga 5 tahun yang mengalami gangguan tidur dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian buah Pepaya sejumlah 200 gram setiap hari selama lima hari berturut-turut. Kualitas tidur diukur menggunakan instrumen Children Sleep Habits Questionnaire (CSHQ). Analisis bivariat menggunakan uji paired t test untuk melihat perbedaan skor kualitas tidur anak prasekolah. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur yang signifikan setelah intervensi dengan nilai pretest 83,50 ± 8,070 dan posttest 40,18 ± 4,03. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p-value < 0,05). Simpulan: Buah Pepaya terbukti efektif meningkatkan skor kualitas tidur anak usia prasekolah. Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif alami yang aman dan efektif untuk mengatasi gangguan tidur anak.
Telaah Sistematis (SLR) Makna Merokok sebagai Mekanisme Coping Emosional pada Remaja Jusni Ananda Fitri; Nur Rohmah; Diah Rahayu
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Perilaku merokok pada remaja di Indonesia masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang mendesak, dengan prevalensi perokok aktif pada kelompok usia 15–19 tahun mencapai 56,5% (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). Kelompok usia ini rentan terhadap tekanan emosional dan pengaruh sosial, sehingga merokok kerap dimaknai sebagai bentuk emotional escape atau strategi pelarian emosional. Objective : Tinjauan literatur ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis (Systematic Literature Review / SLR) guna menganalisis makna merokok sebagai mekanisme coping terhadap tekanan emosional pada remaja, serta meninjau korelasinya dengan kesehatan mental. Research Methods/ Implementation Methods : Kajian dilakukan terhadap artikel-artikel ilmiah terindeks yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025 dengan menggunakan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), Pencarian literatur menggunakan kombinasi kata kunci seperti "merokok remaja" AND "coping stres" OR "emotional escape" AND "kesehatan mental" OR "regulasi emosi). Dari 228 artikel yang diidentifikasi, diperoleh sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Results : Hasil tinjauan menunjukkan bahwa merokok dipersepsikan sebagai cara untuk mengatasi stres, kecemasan, dan konflik batin, terutama ketika dukungan emosional terbatas. Namun, kebiasaan ini justru berpotensi memperburuk kondisi psikologis dan meningkatkan risiko ketergantungan nikotin. Pemahaman mendalam tentang makna subjektif merokok ini sangat penting dalam merancang intervensi kesehatan mental yang lebih efektif, serta dalam mempromosikan strategi coping yang lebih adaptif bagi remaja, mengatasi kekosongan kajian kualitatif pada topik ini. Conclusion/Lesson Learned : Merokok pada remaja dipahami sebagai bentuk coping terhadap tekanan emosional, namun bersifat maladaptif karena memperburuk kesehatan mental dan meningkatkan risiko ketergantungan. Diperlukan intervensi yang menekankan penguatan regulasi emosi dan strategi coping adaptif bagi remaja.
Psikoedukasi Tentang Perilaku Delikuen Sebagai Upaya Menurunkan Tingkat Kenakalan Remaja Tasya Ayuwardani Putri; Diah Rahayu
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v4i2.8974

Abstract

Remaja merupakan masa seorang anak berada pada fase pencarian jati dirinya yang ingin mengenal siapa dirinya. Pada fase ini biasanya seorang anak mengalami masa pubertas yang memunculkan berbagai gejolak emosi dan menimbulkan masalah baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Salah satu permasalahan remaja pada fase tersebut adalah kecenderungan untuk berperilaku nakal (delinguen) yang meliputi semua perilaku menyimpang dari norma-norma hukum pindana. Maka dibutuhkan pemahaman melalui sosialisasi psikoedukasi di SMP Nasional 3 Bahasa Kalimantan Timur dengan 40 siswa yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja terhadap bahaya kenakalan dan dampaknya pada diri sendiri dengan metode ceramah. Berdasarkan hasil yang didapatkan terdapat peningkatan sebesar 6.70 pada softskill siswa dalam kegiatan sosialisasi psikoedukasi di SMP Nasional 3 Bahasa Kalimantan Timur. Adolescence is a time when a child is in the phase of searching for his identity who wants to know who he is. In this phase, a child usually goes through puberty which causes various emotional upheavals and causes problems both in the family and in the social environment. One of the problems of adolescents in this phase is the tendency to misbehave (delinquent) which includes all behaviors that deviate from the norms of criminal law. Therefore, understanding is needed through psychoeducational socialization at SMP Nasional 3 Bahasa East Kalimantan with 40 students which aims to increase adolescents' understanding of the dangers of delinquency and its impact on themselves with the lecture method. Based on the results obtained, there was an increase of as much as 6.70 in the soft skills of students in psychoeducational socialization activities at SMP Nasional 3 Bahasa East Kalimantan.
Dinamika Psikososial dan Makna Subjektif Merokok sebagai Strategi Coping Emosional Remaja: Sebuah Telaah Sistematis Jusni Ananda Fitri; Nur Rohmah; Diah Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58055

Abstract

Perilaku merokok pada remaja tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang krusial. Bukti empiris menunjukkan bahwa tekanan emosional dan degradasi kesehatan mental merupakan determinan signifikan di balik perilaku ini. Remaja cenderung memfungsikan rokok bukan sekadar sebagai manifestasi rasa ingin tahu atau konformitas teman sebaya, melainkan sebagai instrumen koping untuk meregulasi distres emosional, kecemasan, dan depresi. Tujuan: Mensintesis makna subjektif merokok sebagai mekanisme koping emosional pada remaja serta implikasinya terhadap kesehatan mental. Metode: Systematic review dilakukan melalui basis data PubMed, Google Scholar, dan repositori institusional. Tiga puluh artikel (2019–2025) berskala nasional dan internasional dianalisis secara tematik. Hasil: Sintesis data menghasilkan lima tema sentral: (1) merokok sebagai katarsis emosional dan pereda stresor harian, (2) konstruksi makna psikologis subjektif terkait identitas merokok, (3) peran lingkungan sosial dan tekanan kelompok yang melegitimasi merokok sebagai strategi adaptasi, (4) hubungan resiprokal antara ketergantungan nikotin dan gangguan kesehatan mental, serta (5) adanya kesenjangan pada intervensi konvensional yang cenderung mengabaikan dimensi emosional subjektif remaja. Kesimpulan: Merokok berakar kuat pada pengalaman psikologis kompleks. Program promosi kesehatan harus bertransformasi dari edukasi bahaya fisik menuju pendekatan yang mempertimbangkan makna subjektif dan penguatan kerentanan emosional.
Pengaruh Terapi Berpikir Positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Mahasiswa Universitas Mulawarman Muhammad Ali Adriansyah; Diah Rahayu; Netty Dyan Prastika
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v4i2.2271

Abstract

Kecemasan adalah suatu keadaan emosi yang dipakai untuk menunjukkan respon emosional yang tidak sesuai dengan keadaan yang menimbulkan rasa takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kecemasan pada mahasiswa Universitas Mulawarman setelah diberi terapi berfikir positif dan cognitive behavior therapy (CBT). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang memberikan perlakuan terhadap suatu sampel penelitian yang kemudian mengamati konsekuensi perlakuan tersebut terhadap obyek penelitian. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa yang mengalami kecemasan tingkat tinggi di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman sejumlah 40 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan kecemasan pada subjek setelah diberikan terapi berpikir positif dengan nilai U = 62.000 dan p = 0.000. Ada penurunan kecemasan pada subjek setelah diberikan cognitive behavioral therapy (CBT) dengan nilai U = 91.000 dan p = 0.003. Lebih lanjut cognitive behavioral therapy (CBT) mendapat mean post = 15.05 > mean post = 13.60 terapi berpikir positif. Hal ini bermakna cognitive behavioral therapy lebih efektif untuk menurukan kecemasan dibanding terapi berpikir positif
Koping Berfokus Emosi dan Harapan terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja dengan Orangtua yang Bercerai Ba’diah, Indah Laila; Rahayu, Diah; Putri, Elda Trialisa
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 3 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i3.6505

Abstract

Perceraian memiliki dampak bagi anak seusia remaja. Reaksi remaja atas perceraian memengaruhi kesejahteraan diri, cara mengatasi masalah dan pencapaian target masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya pengaruh koping berfokus emosi dan harapan terhadap kesejahteraan subjektif remaja dengan orangtua bercerai di Kota Samarinda. Subjek penelitian ini adalah 150 remaja dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini Satisfication with Life Scale (SWLS) dan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) untuk mengukur variabel kesejahteraan subjektif, skala koping berfokus emosi, dan skala harapan. Teknik analisa data menggunakan uji regresi model berganda menghasilkan  nilai F hitung = 517.902 > F tabel = 3.09, adjust R square = 0.914, dan p = 0.000. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh antara koping berfokus emosi dan harapan terhadap kesejahteraan subjektif pada remaja dengan orangtua bercerai di Kota Samarinda. Divorce has its own impact on adolescent. Adolescent reactions to parental divorce affect their inner well-being, how to deal with problems and affect the archievement of future targets. This study aims to empirically examine whether or not there is an effect of emotional d=focused coping and hope on the subjective well-being of adolescent with divorced parents in Samarinda City. The subjects of this study were 150 adolescents with divorce parents in the city of Samarinda selected using purposive sampling terchnique. The measuring instrument used in this study the  Satisfication with Life Scale (SWLS) and the Positive and Negative Affect Schedule (HOT) to measure subjective well-being variables, the coping scale focused on emotions, and the Hope scale to measure the expectation variable.Data analysis technique using multiple model regression test resulted in calculated F value = 517.902 > F table = 3.09, adjust R square = 0.914, and p = 0.000. These result indicate that there is a significant influence between emotional focused coping and hope on the subjective well-being of adolescents with divorced parents in Samarinda City.
Pengaruh Religiusitas Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UNJ Angkatan 24 Dalam Menghadapi Tekanan Akademik Imam Ilyasa Pangestu; Najwa Isaura Sabila; Adinda Wardah Fitriah; Azzahra Mirna Ali; Diah Rahayu; Fahrezha Achmad Rizky
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.7658

Abstract

Religiosity is closely related to mental health. This study is motivated by the limited research on the influence of religiosity on mental health, despite its significant impact to help students encounter academic pressure. The study aims to analyze the influence of religiosity on mental health of students of UNJ Islamic Religious Study Program. The research adopts a quantitative approach with survey design, with a sample of 70 respondents. Data was collected using questionnaire measuring the level of religiosity and mental health of students, and analyzed through simple linear regression technique, t-test, regression equation, Pearson correlation, and coefficient of determination. The findings reveal that there is a positive and significant influence of religiosity on students' mental health, where higher levels of religiosity correlate with a better ability to manage stress, anxiety, and academic pressure. These findings align with the theory of religiosity, which emphasizes that religiosity is a multidimensional concept comprising complementary elements. The study concludes that religiosity plays a significant role in maintaining and enhancing students' mental health when facing academic pressure. The research findings indicate a positive and significant relationship. The implications of this study include a theoretical contribution to the literature on the link between religiosity and mental health among university students, as well as practical recommendations for higher education institutions and study program administrators to integrate the reinforcement of religious values into student development programs. Furthermore, this study opens avenues for future research to examine other factors influencing student mental health, such as social support, family environment, and the practice of religious values.