Claim Missing Document
Check
Articles

Interreligious Dialogue For Conflict Prevention Zarkasi, Ahmad; Ruslan, Idrus; Syafril, Syafrimen; Agustam, Agustam; Ramli, Azhar Jaafar
KALAM Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/002023171825000

Abstract

Interreligious dialogue possesses external and internal critical functions. Such dialogue promotes a new resolution for a sustainable community as stable and dynamic interreligious understanding and its application are gained among the plural society. The objective of the study is to reveal whether the interreligious dialogue is a potential in managing conflict prevention. The research uses multi case single-site exploratory case study. Primary data was collected through observation as well as snowballing technique and in-depth interview conducted to village leaders and religious leaders in Punduh Pidada, District of Pesawaran in which the community is religiously diversed. They come from various religions; Islam, Christian and Catholic. Meanwhile secondary data was obtained through document analysis of various religious books, holy books and any documents related to the study. Data was qualitatively analysed by using the NVIVO 10 software. Contributions: Indonesia is a country with the most diverse number of ethnicities, race, languages, cultures and religions in the world, that diversity is wealth and assets for a nation, but if not properly maintained it will cause conflicts in society. Three ways to resolve conflict issues as described in this study can be used as examples and references by the government in overcoming and dealing with conflicts among society in Indonesia, especially conflicts related to religious issues.
PENGUATAN KETAHANAN BUDAYA DALAM MENGHADAPI DERASNYA ARUS BUDAYA ASING Ruslan, Idrus
JURNAL TAPIS Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v11i1.838

Abstract

Abstrak Ditengah aruh modernisasi saat ini, manusia seringkali dihadapkan pada dua pilihan yang sulit, disatu sisi pergaulan dengan dunia Internasional adalah sangat diperlukan sebab apa jadinya jika hanya mengisolasi diri dari pergaulan internasional.  Akan tetapi disisi lain, implikasi dari pergaulan tersebut dapat menggeruskan nilai-nilai budaya yang telah ada sehingga menjadi tercerabut dari keasliannya. Dalam menghadapi dilematisasi tersebut, tidak ada cari lain kecuali bersikap komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa serta berani menetapkan di dalam hati secara bangga terhadap nilai-nilai asli bangsa agar tidak menjadi manusia yang kehilangan identitas. Kata Kunci: Budaya Indonesia, Budaya Asing.
MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DENGAN NILAI ISLAM DALAM PANCASILA Ruslan, Idrus
JURNAL TAPIS Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v9i2.1512

Abstract

Term pembangunan dalam konteks ini tidak hanya diartikan sebagai bangunan pisik semata, akan tetapi juga pembangunan mental.  Indonesia dihuni oleh manusia yang memiliki kepercayaan yang beragama, mensyaratkan terjadinya harmonisasi antar agama.  Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan common platform masyarakat Indonesia, menjadi suatu yang sangat penting untuk dipahami secara bersama oleh masyarakat Indonesia.  Dalam konteks ini dapat ditegaskan bahwa segenap nilai Pancasila tidaklah bertentangan dengan Islam, sebagaimana yang dapat dilihat bahwa Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan merupakan kristalisasi dari spirit Islam.  Sehingga tidak beralasan untuk membenturkan antara Islam dan Pancasila.
‘MEMBANGUN’ NASIONALISME SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGATASI KONFLIK SARA DI INDONESIA Ruslan, Idrus
JURNAL TAPIS Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v10i1.1513

Abstract

Sebagai sebuah negara yang multi etnis serta memiliki berbagai macam keyakinan, Indonesia sangat rentan terjadi konflik yang bernuasan Suku, Agama, Ras,dan Antargolongan.  Maka untuk mengatasi atau paling tidak meminimalisir hal tersebut, diperlukan suatu sikap yang arif dan bijak yakni membangun semangat kebangsaan (Nasionalisme) pada semua elemen bangsa Indonesia.  Kesadaran semangat kebangsaan bahwa kita semua adalah hidup dalam satu rumah yakni Indonesia, termasuk juga melihat aspek historis bahwa para pendiri bangsa ini telah berjuang mencapai kemerdekaan dengan semangat nasionalisme yang tinggi, akan menghantarkan Indonesia menjadi negara yang damai.  
Konsep Pluralisme Dan Mediasi Dakwah Tarmizi Taher Dalam Membina Kerukunan Beragama Mawardi, Mawardi; Ruslan, Idrus
JURNAL TAPIS Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v17i1.9278

Abstract

Sebagai bangsa yang besar, dimana terdiri dari berbagai suku dan agama tentu konflik antar agama tidak bisa dihindari. Menurut Tarmizi Taher, gesekan beragama sering hadir dikarenakan kurangnya kesadaran dan pemahaman setiap pemeluk agama bahwa perbedaan adalah sesuatu yang menjadi sunnatullah. Sentimen beragama, sifat ingin benar dan ingin menang sendiri adalah aspek internal dalam masyarakat. Sementara aspek politik dan kekuasaan adalah aspek eksternal yang menjadikan masyarakat sebagai jalan menuju hidden mission pemangku kepentingan.  Tarmizi Taher hadir ditengah-tengah hiruk-pikuk kerukunan beragama di Indonesia dengan berbagai konsep pluralitas dan model dakwahnya. Taher merumuskan berbagai mediasi guna menjembatani masyarakat yang majemuk agar menerima perbedaan satu sama lain. Taher juga sangat gencar mensosialisasikan konsep pluralitas beragama sebagai jalan efektif meminimalisir gesekan di tengah masyarakat. Menurut Taher, hal paling urgen dalam membina kerukunan beragama adalah dengan menjadikan tokoh berpengaruh di masyarakat sebagai juru bicara atau juru penengah sehingga nilai-nilai toleransi beragama dapat diimplementasikan dengan baik. Mediasi dakwah Tarmizi Taher dilakukan secara lisan, perbuatan, dan contoh teuladan.
Tradisi Ritual dalam Pernikahan Islam Jawa (Studi di Desa Kalidadi Lampung Tengah) Ruslan, Idrus; Kartika, Yuni; Fatonah, Fatonah; Huzaimah, Siti
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.8299

Abstract

Agama dan budaya merupakan dua entitas yang senantiasa eksis di dalam masyarakat, sebagaimana kondisi sosial yang tercermin di desa Kalirejo Lampung Tengah ini. Tradisi yang masih berlaku hingga saat ini merupakan warisan nenek moyang yang terus dipertahankan. Penelitian ini hendak membahas bagaimana tradisi ritual terkait dengan pelaksanaan pernikahan pada masyarakat adat Jawa yang beragama Islam di Desa Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan metode etnografi, menggunakan pendekatan sosiologis dan antropologis, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik snoowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pernikahan pada masyarakat muslim suku Jawa di Desa Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah ini masih kental dengan tradisi ritual, seperti larangan neton, larangan menikah di bulan suro dan pantangan perkawinan adubatur. Meskipun masyarakatnya tidak memahami esensi dari ritual tersebut dan tidak menyakininya sebagai jaminan keberkahan dalam membangun rumah tangga, tetapi ritual tersebut tetap dilakukan sebagai bakti dan penghargaan terhadap orang tua, sehingga rumah tangga yang akan dibangun terlaksana atas restu dan arahan dari orang tua. 
The Role of The Sekala Brak Kingdom Leadership In Building Local Politics and Harmonizing Religions in Lampung Province Ruslan, Idrus; Zarkasi, Ahmad; Yudha, Gesit
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 1 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v23i1.17603

Abstract

Traditional leaders play an important role in assisting the country's government system, building local politics and harmonization of religious communities, which is evident through the concept and objectives of the customary leadership of the Sekala Bekhak Kingdom. The system aims to influence the community to continue cultivating customs for the good and common goals. The magnitude of the role of traditional leaders of the Sekala Bekhak Kingdom prompted this study. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach, the data sources used are secondary and primary data. The research subjects were the Prime Minister of the Kingdom of Sekala Brak, and Sultan Kaksian Belungu. The findings of this study are that traditional leaders can control customary activities, benefit the community and form a community that is always participatory in community activities. In building the harmony of religious communities, Suttan Saibatin always instills the Piil Pesenggiri principle which includes human values, being mutually open to the environment and always accepting immigrants, carrying out the values of Sakai Sambayan, Nemui Nyimah, Nengah Nyapur, and Bejuluk Beadek and implementing the Muakhi culture which being a form of brotherhood in order to realize a sense of security even though they are of different ethnicities so that they can get a position in the frame of kemuakhian.
Potential of Traditions and Belief in Almighty God (YME) and Management Strategies for Cultural Resilience in Indonesia Ruslan, Idrus; Abshar, Rijal Ulil; Isnaeni, Ahmad
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 1 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v24i1.22383

Abstract

The potential for traditions and beliefs in God Almighty in Indonesia reflects cultural richness which includes a variety of traditional and spiritual practices from various tribes and regions. This tradition is not only a cultural heritage, but also a spiritual foundation in people's daily lives. To maintain this cultural diversity, a good and sustainable management strategy is needed. This research is qualitative descriptive analytical, using a holistic approach involving various methods of literature analysis, literature study, and theoretical approaches. The data analysis techniques used include data reduction, data display, and formulating conclusions. The results of the study show that the potential for traditions and belief in God Almighty in Indonesia provides cultural richness through various traditional and spiritual practices from various tribes and regions. This tradition reflects deep spiritual values in everyday life. Management strategies for cultural resilience include comprehensive education about cultural heritage, cross-sector collaboration for the protection and development of traditions, and the use of technology to promote and preserve cultural values.
Kerjasama Hindu-Islam Dalam Hubungan Antar Agama di Desa Kiluan Lampung Zarkasi, Ahmad; Ruslan, Idrus; Rosana, Ellya; Kalsum, Afif Umi
JURNAL JAWI Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jw.v3i2.8075

Abstract

The actualization of the paradigm of cooperation between religious communities is the most important agenda for activists of inter-religious harmony, especially religious believers themselves. Especially for the people who live in a multi-religious area, because there is no religion teaches hatred in order to harmony between religious communities must be cared for and maintained well. In relations between religious communities, this is need for collective action in facing the challenges of the future of humanity, because of considering the reality of Indonesia which adheres to absolute multiculturalism. This research used field research to raise a phenomenon of cooperation between religious community in the village of Kiluan by used descriptive analysis techniques and direct interviews.  The results of this study indicate that the cooperation carried out by the community is associative, namely the cooperative relationship that exists in every aspect of social life and also supported by government and local religious leader. In conclusion, if all the stake holders well cooperate in every social life, the paradigm of cooperation between religious communities is well actualized and fully tolerated.  
ETIKA ISLAM DAN SEMANGAT PLURALISME AGAMA DI ERA GLOBAL Ruslan, Idrus
AL-ADYAN Vol 5 No 1 (2010): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v5i1.479

Abstract

Pandangan negatif para orientalis yang sangat mencolok adalah bahwa Islam anti toleransi dan menolak globalisasi serta tidak memiliki spirit pluralisme agama ternyata tidak benar. Hal ini dapat dilihat di dalam al-Qur’an yang merupakan kitab suci kaum muslim, mengisyaratkan tema-tema tersebut. Dalampandangan Islam, pluralisme agama adalah design Tuhan, karenya Islam sangat melarang pemaksaan terhadap suatu kaum untuk memeluk agama tertentu. Selain itu, Islam juga sangat menganjurkan untuk merespon globalisme secara positif dan kreatif, ini berarti globalisme tidak mungkin dihindari. Yang perlu untuk disadari adalah efek negatif dari globalisasi itu sendiri dan itu harus menjadi perhatian semua agar tidak tidak terjebak kepada paham liberalisme. Dalam konteks Indonesia, menyadari pluralisme agama sebagai suatu yang tidak bisa dihindari, maka akan melahirkan sikap toleransi yang bertanggungjawab, sehingga konflik yang mengantasnamakan agama dapat dihentikan.