Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui pembelajaran bahasa Arab. Dari empat keterampilan berbahasa, maharah istima’ (menyimak) menjadi dasar utama yang harus dikuasai siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi di MIN 2 Pasaman, keterampilan menyimak masih menghadapi kendala, antara lain rendahnya disiplin siswa, kegaduhan, kurangnya variasi metode, serta terbatasnya media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi manajemen kelas dalam pembelajaran maharah istima’ serta hambatan yang dihadapi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan siswa kelas III MIN 2 Pasaman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan strategi manajemen kelas, seperti pengaturan tempat duduk sesuai karakter siswa, komunikasi efektif, pengawasan perilaku secara bijak, penggunaan metode bervariasi, serta pengelolaan waktu yang terarah. Strategi tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan interaktif. Namun, hambatan masih ditemui, antara lain perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan media pembelajaran, serta rendahnya motivasi belajar. Dengan demikian, manajemen kelas berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maharah istima’, meskipun masih diperlukan inovasi dalam penggunaan media dan peningkatan motivasi siswa.