Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA (EARPLUG) PADA PEKERJA PRODUKSI PT XYZ Hudzaifah Hamidy; Moch. Sahri; Ratna Ayu Ratriwardhani; Merry Sunaryo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17842

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi baja, dalam proses pembuatan baja menghasilkan kebisingan, hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengukuran kebisingan pada area produksi, yang mendapatkan nilai tertinggi 107,6 dB. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan faktor perilaku penggunaan alat pelindung telinga pada pekerja produksi PT. XYZ. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Januari sampai 8 April 2023 yang dilaksanakan di PT XYZ. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan observasional. Penelitian ini dilakukan di PT XYZ yang berada di kota Surabaya. Populasienelitian ini menggunakan populasi pekerja shift 1 pagi yang berjumlah 20 orang pekerja produksi PT. XYZ. Sampel penelitian menggunakan 20 orang pekerja dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan pengisian kuisoner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, karakteristik individu usia sebanyak 9 pekerja (45%) berusia 26-35 tahun dikategorikan dewasa awal. Pada bagian masa kerja sebanyak 15 pekerja (75%) dikategorikan masa kerja lama dan sebanyak 17 pekerja (85%) merupakan lulusan SMA. Pada faktor predisposing, sebanyak 20 pekerja (100%) memiliki sikap yang baik dalam menggunakan earplug. Faktor pendukung, sebanyak 20 pekerja (100%) menyatakan earplug di perusahaan sudah terpenuhi. Pada faktor pendorong, sebanyak 14 pekerja (70%) menyatakan, ada kebijakan penggunaan earplug dan sebanyak 20 pekerja (100%) menyatakan, dukungan pekerja tinggi. Kesimpulan penelitian ini, pada karakteristik individu pekerja produksi PT. XYZ menggambarkan pekerja produksi PT. XYZ masih baik dan produktif.
Perbandingan Metode Manajemen Risiko Pekerjaan Erection Steel Box Girder di PT. Waskita Karya Jalan Tol JAPEK II Syerina Silvi Fitriyah; Ratna Ayu Ratriwardhani; Merry Sunaryo; Friska Ayu
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7343

Abstract

Manajemen risiko merupakan suatu proses penting dalam setiap proyek konstruksi untuk mengidentifikasi dan mengurangi potensi kerugian terkait biaya, mutu, dan jadwal proyek. Metode yang umum digunakan dalam manajemen risiko pada proyek konstruksi yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, Dan Peluang (IBPRP). Metode manajemen risiko yang digunakan pada PT. Waskita Karya Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yakni JSA dan HIRADC. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan metode tersebut dalam mengelola risiko pada pekerjaan erection steel box girder di PT. Waskita Karya Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari informan utama, pendukung dan kunci.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triagulasi data yakni observasi, wawancara dengan informan dan literasi dokumen terkait pengelolaan risiko. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode IBPRP terbukti lebih efektif dibandingkan menggunakan metode HIRADC dikarenakan dalam mengidentifikasi maupun menilai risiko metode IBPRP lebih mendetail dan menggunakan matriks kemungkinan dan keparahan 5x5 dengan temuan 45 risiko bahaya dari 6 aktivitas dipekerjaan erection steel box girder Secara keseluruhan penggunaan metode yang lebih efektif dan terperinci seperti IBPRP dapat membantu perusahaan mencapai tujuan zero accident dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerja.
PENDAMPINGAN KADER SANTRI DALAM SOSIALISASI CUCI TANGAN DI PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL FITRAH SURABAYA Nanda Fadhilah Witris Salamy; Maria Ulfa; Ratna Ayu Ratriwardhani; Catur Wulandari; Ayu Pramudya Nirmala; Lucky Firmansyah; Yunyastiti Dwidya Palupi; Wirdan Hashchashol Haq Al Hajiri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.206

Abstract

Pondok pesantren adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, terutama Covid-19. Prinsip pencegahan yang dapat digunakan untuk meredam penularan Covid-19 di antaranya adalah upaya 5M (memakai masker, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas dan interaksi) dan vaksinasi. Namun akhir-akhir ini kebiasaan mencuci tangan sudah mulai pupus dan tidak seketat awal pandemi. Maka perlu di gencarkan lagi dan diberikan pemahaman kembali terkait kebiasaan mencuci tangan. Metode: Pelaksanaan pendampingan kader Santri Sehat dalam sosialisasi cuci tangan pada santri di Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya dilakukan secara langsung sebanyak 22 santri hadir dan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Mei 2022. Hasil: Gambaran umum responden berupa karakteristik diri para santri, santri yang mengikuti pendampingan adalah 22 santri laki-laki yang juga menjadi Kader Santri Sehat. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pengetahuan tentang mencuci tangan pada Kader Santri Sehat Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya. Kesimpulan: adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap serta perubahan perilaku terhadap pentingnya kebiasaan mencuci tangan secara benar setelah dilakukannya pendampingan kader santri sehat dalam sosialisasi cuci tangan pada santri di Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya.
Examining Physical Workload and Manual Material Handling: A NIOSH Lifting Equation Analysis for Packing Workers at PT X Roro Siti Karimah, Rahadian; Nourma Rhomadhoni, Muslikha; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sahri, Moch.
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 7 No 2 (2023): Medical Technology and Public Health Journal September 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v7i2.4477

Abstract

Data derived from the Nordic Body Map (NBM) questionnaire results at PT X in March 2023 revealed that approximately 55.5% of packing workers reported experiencing extreme pain in their back and waist, attributed to manual handling tasks. This study aims to evaluate the safety of manual handling activities associated with cardboard packaging for finished products. Employing a quantitative analytic research approach with an observational method, the study includes a population and sample of 9 packing workers at PT X. Physical workload is assessed using the Cardiovascular Load method, and an ergonomic risk evaluation is conducted using the Composite Lifting Index (CLI) calculation method, considering the multitasking nature of packing work. Findings from the physical workload measurements highlight that one worker has a %CVL above 30%, placing the workload of all packing workers in the "needs improvement" classification. Additionally, CLI calculations for four units surpass the criteria, with values ≥ 3, signifying that all packing activities across units at PT X are deemed high-risk. Recommendations for improvement include adjusting the distance between the load and the body, refining lifting techniques, addressing work duration, adopting two-person lifting for heavy loads, and displaying posters with tips for manual weight lifting. Following the implementation of these proposed improvements, the results indicate that packing work at PT X is now considered safe to perform.
Peningkatan Derajat Kesehatan Melalui Pemeriksaan Gukosam (Gula darah, Kolesterol, Asam Urat) pada Lansia di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik Taufiqurrahman, Affan Tsaaqif; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Bistara, Difran Nobel; Millah, Hanifiyatul; Hadi, Achmad
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1253

Abstract

Pemeriksaan kesehatan merupakan pemeriksaan yang berfokus pada pencegahan primer dan sekunder dengan melihat secara holistik berbagai faktor kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit tertentu. Salah satu faktor yang menyebabkan lansia mudah terkena penyakit adalah karena pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat mengarah kepada penyakit, seperti asam urat, hipertensi, diabetes militus, dan penyakit jantung. Data dari Riskesdas (2018) menunjukkan banyak lansia dengan rentang usia 55 hingga 75 tahun ke atas terjangkit dengan penyakit jantung koroner. Adapun data dari World Health Organization (WHO), penyakit stroke dan penyakit jantung banyak disebabkan karena tingginya kadar kolesterol dalam darah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa KKN UNUSA kelompok 21 di Desa Banyuurip, banyak lansia yang terkena penyakit diabetes, stroke, dan asam urat. Hal ini bisa saja terjadi akibat adanya kebiasaan orang setempat yang membakar olahan sampah dan tanaman yang sudah tidak terpakai. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat khususnya lansia akan bahaya penyakit, seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, radang sendi akibat asam urat, dan lain-lain. Metode yang digunakan adalah dengan pemeriksaan dan senam. Hasil dan diskusi yang didapatkan adalah mayoritas lansia Dusun Karangasem memiliki kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi, sedangkan kadar asam urat dan glukosa berada pada rentang normal. Kesimpulannya adalah hal ini menunjukkan bahwa rata-rata warga Dusun Karangasem memiliki risiko tinggi terkena penyakit diabetes, jantung koroner, stroke, dan lain-lain.
Identifikasi Dan Pengenalan Bahaya Di Lingkungan Kerja Pada Bengkel Las Merry Sunaryo; Moch. Sahri; Ratna Ayu Ratriwardhani; Farid Willy Kurnia
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1268

Abstract

Tempat kerja yaitu suatu tempat yang di dalamnya terdapat tenaga kerja yang bekerja atau linkungan yang sering dimasuki oleh tenaga kerja yang banyak pula bersinggungan dengan sumber-sumber bahaya. Tingginya kasus kecelakaan kerja menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran tenaga kerja maupun perusahaan dalam penanganan masalah keselamatan kerja. Bengkel las merupakan salah satu tempat kerja di industri informal yang perlu perhatian dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja. Oleh sebab itu perlunya di lakukan Identifikasi Dan Pengenalan Bahaya Di Lingkungan Kerja yang di lakukan Bengkel Las. Pelaksanaan Identifikasi Dan Pengenalan Bahaya Di Lingkungan Kerja yang di lakukan Bengkel Las di laksanakan di bengel las Jl. Jemur Ngawingan, kota Surabaya. Kegiatan memiliki sasaran utama adalah pekerja. Jumlah pekerja yang menjadi responden adalah dengan total 8 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah identifikasi dan sosialisasi terkait risiko bahaya di tempat kerja, dengan menggunakan media poster. Pemahaman yang di berikan pada pekerja adalah Pengetahuan Mengenai K3, Pengetahuan Tentang risiko bahaya di tempat kerja, dan Pentingnya Pengguanaan APD (Alat Pelindung Diri). Terdapat peningkatan pengetahuan pekerja berdasarkan hasil pretest dan post test yang di lakukan. Sehingga Sebagian besar para pekerja memahami pentingnya penerapan K3, bahaya di lingkungan kerja, hingga pentingnya menggunakan APD (alat pelindung diri) yang sesuai. Untuk selanjutanya perlu dilakukan pememahaman lebih dalam mengenai K3 terutama dalam Kesehatan kerja. Para pekerja perlu lebih banyak mengetahui tentang faktor bahaya apa yang ada di lingkungan mereka bekerja dan bagaimana cara menanggulangi nya.
Upaya Mengurangi Keluhan Sistem Muskuloskeletal pada Pekerja Percetakan Ratna Ayu Ratriwardhani; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Octavianus Hutapea; Merry Sunaryo; Rivani Risha Kurniati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1283

Abstract

Potensi bahaya industri percetakan terdiri dari bahaya kesehatan dan bahaya keselamatan. Contoh bahaya keselamatan seperti terjadinya kebakaran, kemudian contoh bahaya kesehatan antara lain bahaya akibat paparan bahan kimia dan bahaya akibat posisi kerja yang salah atau desain stasiun kerja yang kurang ergonomis. Dari beberapa permasalahan tersebut, maka melakukan sosialisasi ergonomi dianggap sangat penting dan efektif. Pada aktivitas kerja seringkali menimbulkan nyeri pada tulang belakang dan pinggang para pekerja, hal ini diketahui dari hasil wawancara kepada para pekerja disana. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pekerja percetakan tentang ergonomi sehingga terhindar dari risiko penyakit MSDs. Upaya mengurangi keluhan sistem muskuloskeletal dilakukan dengan melakukan training kepada para pekerja yang meliputi memberikan pengetahuan megenai MSDs dan Ergonomi, kemudian memberikan solusi bagaimana cara mencegah risiko ergonomi. Sebelumnya diukur dahulu bagaimana tingkat pengetahuan para pekerja tentang hal-hal tersebut melalui kuesioner. Kemudian setelah dilakukan training, kegiatan dilanjutkan dengan menganalisis tingkat pengetahuan para pekerja melalui post test. Kemudian 1 bulan setelah sosialisasi dilakukan akan diadakan pengambilan data dari para pekerja untuk melihat apakah keluhan-keluhan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeketal masih dirasakan atau tidak. Dari 30 orang pekerja percetakan yang ikut dalam kegiatan ini, sebagian besar para pekerja pernah mengalami penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang (18 orang) dan cidera pada pinggang (5 orang). Hasil identifikasi sebanyak 4 responden (17,39%) menyatakan sudah tidak merasakan Penyakit Akibat Kerja setelah 1 bulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan. Data ini diambil dari 23 responden yang sebelumnya menjawab pernah mengalami Penyakit Akibat Kerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa kegiatan pengabdian berhasil, karena telah meningkatkan pengetahuan pekerja tentang Pencegahan Risiko Ergonomi dan mengurangi Penyakit Akibat Kerja yang sebelumnya dialami oleh para pekerja.
Pelatihan Perawatan Luka Bakar dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Migran Di IOM Dayu Satriya W; Ainul Rofik; Ratna Ayu Ratriwardhani; Yuriske Agnovianto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1284

Abstract

Latar belakang, Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang diakibatkan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimiawi, sinar matahari atau radiasi. Luka bakar di Indonesia merupakan cedera yang memberikan masalah tersendiri. Sehingga diperlukan pelatihan perawatan luka bakar untuk para migran di IOM. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman migran mengenai perawatan luka bakar. Metode, Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil, Hasil pre-test dan post-test mengenai perawatan luka bakar melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh migran yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 7,37%. Kenaikan nilai rata-rata yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Kesimpulan, Pelatihan Perawatan Luka Bakar dalam rangka Peningkatan Kapasitas Migran di IOM telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap luka bakar dan penanganannya.
Sosialisasi Pengangkatan Benda secara Manual pada Pekerja Mebel Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sunaryo, Merry; Alvianshah , Nikhen Hanifah; Apriyanti , Aanisah Azzahrah; Saputra, Naufal Ilham
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangkatan benda secara manual jika dilakukan dengan cara yang salah dapat menyebabkan cidera,terutama cidera pada tulang belakang. Industri mebel merupakan salah satu industri yang didalamnyabanyak terdapat aktivitas pengangkatan beban secara manual. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberiedukasi kepada para pekerja mebel terkait cara yang benar dalam pegangkatan beban secara manual danmemberi edukasi terkait berapa berat beban yang aman diangkat bagi pekerja sehingga terhindar dariresiko penyakit MSDs. Sosialisasi dilakukan di UD. Kaisar Putra dengan menggunakan poster yang berisigambar-gambar cara pengangkatan beban yang benar. Sosialisasi dilakukan juga dengan mempraktekkansecara langsung cara pengangkatan beban yang benar. Dari 15 orang pekerja industri mebel yangberpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sebagian besar pekerja pernahmengalami penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang. Salah satu pekerja ada yang sudahmengetahui tentang bagaimana cara mengangkat beban yang benar, tetapi pekerja tersebut mengaku jikadirinya tidak pernah menerapkan cara-cara tersebut dalam pekerjaannya sehari-hari. Sebelumdiadakannya sosialisasi, sebagian besar para pekerja industri mebel tersebut tidak mengetahui bagaimanacara mengangkat beban yang benar. Tingkat pengetahuan pekerja tentang cara mengangkat beban yangbenar dan pencegahan penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang terbukti bertambah.
Evaluasi Penerapan K3 Bekerja di Ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 Alvianshah, Nikhen Hanifah; Sunaryo, Merry; Ayu, Friska; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Ratriwardhani, Ratna Ayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.12597

Abstract

ABSTRAK Penggantian DSP merupakan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan K3 bekerja di ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 pada pekerjaan penggantian DSP di PT. PLN UPT Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif bersifat observasional yang melibatkan 7 informan yaitu pekerja penggantian DSP, pengawas K3 dan project manager. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan menggunakan teks pedoman wawancara dengan mengacu Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang K3 dalam Pekerjaan Ketinggian. Hasil penelitian yang diketahui melalui observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pekerjaan penggantian DSP masih kurang peduli terhadap aspek K3, belum melaksanakan kesiapsiagaan tanggap darurat, dan terdapat tenaga kerja yang kurang berkompeten. Penyebab dari permasalahan tersebut adalah kurangnya SDM yang menyebabkan perusahaan memanfaatkan tenaga kerja lepas harian, hal tersebut disampaikan secara langsung oleh project manager melalui wawancara. Secara keseluruhan pekerjaan penggantian DSP belum sepenuhnya melakukan penerapan K3 bekerja di ketinggian sesuai Permenaker No. 9 Tahun 2016, salah satunya yaitu rencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah dengan meningkatkan screening, monitoring, dan evaluasi, perusahaan dapat memberikan induction khusus yang membahas terkait jenis pekerjaan di ketinggian dan update regulasi terbaru tentang K3 bekerja di ketinggian untuk dapat diterapkan sehingga potensi dan risiko bahaya dapat di minimalisir. Kata Kunci: K3, Bekerja di ketinggian, DSP, Permenaker
Co-Authors A Yunin A, Atik Qurrota Aanisah Azzahrah Apriyanti Abadi, Ongky Putra Abdilah, Muhammad Yasir Roja'i Adini Anggun Risanti Putri Adiyatma, Javier Ainul Rofik Aisyah Fitri, Kiranti Akbar, Muhammad Fatih Rizqon Akbar, Muhammad Fatuh Rizqon Aldini, Arivia Surya Alfiana, Fika Alfina Novita Dewi Alif Junaini, Nur Rohma Alvianshah , Nikhen Hanifah Alvianshah, Nikhen Hanifah Andi Ananta Aziz Dwifangga Anggraini, Wanda Melania Apriyanti , Aanisah Azzahrah apriyanti, aanisah Apriyanti, Aanisah Azzahrah Arivia Surya Aldini Attaqiya, Nirmala Kaana Ayu Pramudya Nirmala Ayu, Friska Azzahra Giri, Siti Arrum Julia Azzahra, Aanisah Belvatrivano, Naufal Wafiq bondan winarno Bondan Winarno Catur Wulandari Dayu Satriya W Difran Nobel Bistara Donastin, Adyan Dwijayanti, ira Eko Nurmianto Erwin Kusuma, Muhammad Evi Sylvia Awwalia Farah Nuriannisa Farid Willy Kurnia Fauziah, Fahmia Nur Febrianti, Diah Rini Fika Alfiana Fina Nova Sa’diyah Firmansyah, Ari Adam Fitria, Sindy Nur Giri, Siti Arrum Julia Azzahra Hadi, Achmad Hanifah Dwi Lestari Helmi Ghozy Rahmatullah Hudzaifah Hamidy Hutapea, Octavianus Ilham Hadi Prayitno, Moch. Indi Febriyanti Vimala Irfansyah, Daffa Anizar Irfansyah, Daffa Anizar Irfansyah Istiar, Bayu Jaiz Wahyu Sutopo Junaini, Nur Rohma Alif Junaini, Nur Rohma Lif Kusuma, Muhammad Erwin Kuswandi, Saddam Bill Adli Faza Linanta, Sigap Prabawa Adhi Cipta Lucky Firmansyah Luthfiyah, Diana M Nizar Mahabbi R Mahabbi Rosul, M Nizar Mahendra P, Reza Hery Maria Ulfa Millah, Hanifiyatul Moch. Sahri Mohamad Nurhamzah Ramadani Muh. Syahrul Ramadhan Muhammad Irfan Rahmadani Muhammad Satwiko Muhammad, Satwiko Mursyidul Ibad Muslikha Nourma Rhomadhoni Nadhifa Setyo Ayu Mustikaning Hapsari Nanda Fadhilah Witris Salamy Naning Aranti Wessiani Nirmala Kaana Attaqiya Norus Sholeha Nourma Rhomadhoni, Muslikha Nur Rohma Alif Junaini Nurani, Ilmi Tri Octavianus Hutapea Pangestu, Sabdho Setyaji Pratama, Muchamad Rafi Wahyu Pratiwi, Eka Hana Primandita, Aisyah Regina Pujawati, Firani Dwi Ayu Putra, Juwono Wardana Pratama Rachmadona, Amanda Berliana Rachmadona, Amanda Regina Berliana rachmah catur agustin Rahmatullah, Helmi Ghozy Regina, Amanda Reynaldi, Ivan Alvian Rhomadhoni , Muslikha Nourma Rhomadhoni, Muslika Nourma Rhomadhoni, Muslikha Nourma Ridwan, Khalisa Afifah Ridwan, Khalisah Afifah Rivani Risha Kurniati Romadhoni, Muslikha Nourma Roro Siti Karimah, Rahadian Rosita, Vivi Sahri, Mochammad Saputra, Naufal Ilham Saraswati Dewi Karina Satwiko, Muhammad Sofia, Rizka Amirul Sofwan, Mufida Amalia Sunaryo , Merry Sunaryo, Merry Suyono Suyono Syerina Silvi Fitriyah Taqiyaa, Nirmala Kaana Taqiyyaa, Nirmala Kaana Taufiqurrahman, Affan Tsaaqif Tiway, Moch. Fahmi Husaini Trikurniawan, Gilang Samudra Very Andriyansyah Vimala, Indi Febriyanti Vivi Rosita Wahyuni, Lilis Hindun Wanda Melania Anggraini Wasillah, Farikhatul Wibawa, Dayu Satriya Wibawa Wirdan Hashchashol Haq Al Hajiri Yunyastiti Dwidya Palupi Yuriske Agnovianto