p-Index From 2021 - 2026
9.917
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Heuristic Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Journals of Ners Community Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Business and Finance Journal AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Medical Technology and Public Health Journal Community Service Journal of Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Health Sciences Research and Development (IJHSRD) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Health Community Service Jurnal Media Informatika Jurnal Penelitian Inovatif Teknika Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BHAKTI PERSADA Jurnal Aplikasi IPTEKS (Journal of Applied Sciences and Technology) SWARNA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research ARembeN SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara Center of Education Journal (CEJou) Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Penyediaan APAR di PT X Berdasarkan Permenakertrans Nomor 4 Tahun 1980 Indi Febriyanti Vimala; Ratna Ayu Ratriwardhani; Merry Sunaryo; Friska Ayu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5743

Abstract

Fire is an accident that can cause significant losses to humans, assets, and company productivity. PT X, a manufacturing company engaged in the production of metal and plastic, has a high risk of fire due to the use of flammable materials and production activities that generate sparks. This study aims to plan the provision of Fire Extinguishers (APAR) at PT X in accordance with the provisions of Permenakertrans Number 4 of 1980. The use of APAR is crucial for providing initial fire protection as they are easy to operate and can be placed at various strategic points. This study employs a qualitative method with data collection techniques including interviews, observations, measurements, documentation, and literature studies. The study involved three informants. The results show that PT X requires 10 APAR units to ensure optimal protection in production areas including office, workshop, u-bend, plastic, welding, spot welding, metal stamping, warehouse, and assembling. The recommended APAR types are dry powder and carbon dioxide (CO2), effective in extinguishing fires involving solid, liquid, gas, and electrical equipment. The placement of APARs is done considering fire risks and accessibility for quick and safe evacuation. The conclusion of this study is that the implementation of APAR according to the applicable standards is crucial to enhance workplace safety at PT X. Procuring dry powder and CO2 APARs, providing regular training for employees, and conducting routine inspections and maintenance of APARs are essential steps to ensure the company's readiness in facing potential fires. This research is expected to serve as a guideline for PT X in improving workplace safety and minimizing fire risks. Fire is an accident that can cause significant losses to humans, assets, and company productivity. PT X, a manufacturing company engaged in the production of metal and plastic, has a high risk of fire due to the use of flammable materials and production activities that generate sparks. This study aims to plan the provision of Fire Extinguishers (APAR) at PT X in accordance with the provisions of Permenakertrans Number 4 of 1980. The use of APAR is crucial for providing initial fire protection as they are easy to operate and can be placed at various strategic points. This study employs a qualitative method with data collection techniques including interviews, observations, measurements, documentation, and literature studies. The study involved three informants. The results show that PT X requires 10 APAR units to ensure optimal protection in production areas including office, workshop, u-bend, plastic, welding, spot welding, metal stamping, warehouse, and assembling. The recommended APAR types are dry powder and carbon dioxide (CO2), effective in extinguishing fires involving solid, liquid, gas, and electrical equipment. The placement of APARs is done considering fire risks and accessibility for quick and safe evacuation. The conclusion of this study is that the implementation of APAR according to the applicable standards is crucial to enhance workplace safety at PT X. Procuring dry powder and CO2 APARs, providing regular training for employees, and conducting routine inspections and maintenance of APARs are essential steps to ensure the company's readiness in facing potential fires. This research is expected to serve as a guideline for PT X in improving workplace safety and minimizing fire risks.
Edukasi Pentingnya Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Pemotongan Fiberglass CV. Soka Mandiri, Sidoarjo Giri, Siti Arrum Julia Azzahra; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sunaryo, Merry; Rachmadona, Amanda Berliana; Wahyuni, Lilis Hindun
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4637

Abstract

Alat Pelindung Diri yang ada pada CV. Soka Mandiri berupa sarung tangan kain dan masker kain. Berdasarkan obsevasi pada CV. Soka Mandiri khususnya pada pekerja proses pemotongan serat fiber masih kurang kesadaran terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri. Para pekerja tersebut masih melepas pasang Alat Pelindng Diri yang telah disediakan. Oleh karena itu, edukasi ini dilakukan guna memberikan dan meningkatkan kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri. Metode yang digunakan yakni dengan pemberian pre-test yang diberikan sebelum pemaparan materi dan pemberian post-test setelah pemaparan materi. Metode yang diterapkan yakni dengan melakukan observasi tempat kerja, melakukan wawancara terhadap pekerja untuk menggali informasi keluhan apa saja yang diterima oleh pekerja dan melakukan identifikasi faktor risiko pada setiap unit kerja atau proses kerja umtuk menentukan tahap proses produksi mana yang lebih banyak terpapar bahaya fiber dan dapat diberikan edukasi. Kesimpulan dari kegiatan edukasi tentang pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri di CV. Soka Mandiri mengalami kenaikan sebesar 26,7 dari pre-test yang semula nilai rata-rata 68,3 naik dari nilai rata-rata post-test menjadi 95. Kegiatan edukasi ini dapat dikatakan berhasil karena adanya kenaikan pada nilai rata-rata post-test
Analisis Postur Kerja Pada Pekerja Bengkel Reparasi Truk Dengan Menggunakan Metode REBA Alfiana, Fika; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Rhomadhoni, Muslika Nourma; Anggraini, Wanda Melania; Rosita, Vivi; Alif Junaini, Nur Rohma
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i4.6578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomi yaitu postur kerja pada pekerja bengkel reparasi truk di CV. Karya Cipta Baru, Surabaya. Aktivitas kerja yang dilakukan seperti pemotongan, pengelasan, dan pengecatan memiliki risiko postur kerja yang tidak ergonomi.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja. Tiga pekerja dengan jenis pekerjaan berbeda menjadi subjek dalam penelitian ini, yaitu pekerja pemotongan, pengelasan, dan pengecatan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan dokumentasi gambar postur kerja. Penilaian dilakukan berdasarkan lembar kerja REBA yang menilai postur leher, punggung, kaki, lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, beban kerja, dan aktivitas. Hasil penilaian REBA menunjukkan bahwa dua pekerja mendapatkan hasil tingkat risiko rendah pada postur kerja, sedangkan tujuh pekerja mendapatkan hasil tingkat risiko sedang dan satu pekerja mendapatkan tinggi risiko tinggi. Skor REBA tertinggi ditemukan pada pekerja pemotongan yang menunjukkan postur kerja membungkuk dan penggunaan lengan secara berulang tanpa dukungan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas kerja di bengkel reparasi truk berpotensi menimbulkan gangguan otot dan rangka, bila dilakukan secara berulang dan dalam waktu lama. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 10 pekerja memiliki postur kerja yang tidak ergonomi. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan postur kerja dan penataan ulang lingkungan kerja agar lebih ergonomis serta pencegahan dini melalui edukasi dan penggunaan alat bantu kerja yang tepat.
ASSESSMENT PERILAKU K3 PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PEKERJA AREA PRODUKSI DI PT X Reynaldi, Ivan Alvian; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sunaryo, Merry; Ayu, Friska
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i4.6681

Abstract

Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan aspek krusial dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama di industri konstruksi baja yang memiliki tingkat risiko tinggi. Di PT X, meskipun APD telah disediakan sesuai standar dan kebijakan keselamatan telah diterapkan, observasi menunjukkan bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepatuhan penggunaan APD pada pekerja area produksi PT X serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhinya berdasarkan pendekatan Lawrence W. Green. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 50 pekerja bagian fabrikasi. Hasil dari faktor preisposisi domininan meliputi usia > 35 tahun, pendidikan baik (98%), perilaku positif (86%), dan masa kerja baru. Faktor pemungkin didukung oleh ketersediaan APD (100%), dan kenyamanan (86%). Faktor penguat adalah pengawasan (100%) dan kebijakan perusahaan (88%). Hasil analisis cross tabulasi didapatkan hasil pekerja yang tidak patuh memiliki karakteristik usia ≤ 35 tahun, pengetahuan cukup, perilaku cukuo, masa kerja ≤ 5 tahun, kenyamanan APD rendah, pemahaman kebijakan yang belum sepenuhnya diterapkan. Perusahaan disarankan melakukan pengawasan lebih sering dan ketat.
Meningkatkan Kesadaran Penggunaan APD untuk Mengurangi Risiko PAK pada CV Ghalea Elka Persada Luthfiyah, Diana; Sunaryo, Merry; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Ridwan, Khalisah Afifah; Akbar, Muhammad Fatuh Rizqon
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.219

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih tinggi akibat rendahnya kesadaran pekerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Padahal, penggunaan APD berperan penting dalam mencegah penyakit akibat kerja (PAK). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan APD melalui edukasi langsung. Metode: Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan one group pre-test and post-test. Aktivitas yang dilakukan meliputi pemberian sosialisasi, pelatihan langsung, serta evaluasi menggunakan instrumen kuisioner. Hasil: Dari 10 responden, 70% mengalami peningkatan nilai pasca-sosialisasi. Kategori “Sangat Baik” meningkat dari 7 menjadi 9 responden. Kesimpulan: Program PkM ini meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja akan pentingnya APD dalam mencegah risiko kerja. Edukasi melalui ceramah, diskusi, praktik, dan media visual terbukti efektif, ditunjukkan dengan peningkatan hasil pre-test dan post-test.
IDENTIFIKASI KONDISI FAAL PARU PADA PEKERJA AREA SANDBLASTING DI PT. X Sofwan, Mufida Amalia; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sunaryo, Merry; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2756

Abstract

Paparan debu di area sandblasting industri fabrikasi merupakan faktor risiko utama terhadap penurunan fungsi paru pekerja. Debu silika yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti PPOK dan silikosis, terutama jika pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faal paru pada pekerja area sandblasting di PT X dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 10 orang yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran kadar debu total menggunakan HVAS, dan pemeriksaan faal paru dengan spirometer. Hasil penelitian menunjukkan dua pekerja mengalami gangguan faal paru (obstruktif dan restriktif), sementara kadar debu masih di bawah NAB, dengan nilai tertinggi sebesar 0,46231 mg/m³. Disarankan pemeriksaan fungsi paru dilakukan secara berkala, terutama bagi pekerja di atas 40 tahun atau masa kerja panjang. Perusahaan juga disarankan melakukan rotasi kerja, membatasi kebiasaan merokok di lingkungan kerja, serta menyediakan APD lengkap seperti masker respirator, safety goggles, dan helm. Pengukuran kadar debu dianjurkan setiap 6 bulan di seluruh area sandblasting untuk mengurangi risiko penyakit akibat kerja.
Gambaran Keluhan Heat Stress pada Pekerja Bengkel Reparasi Truck CV. Karya Cipta Baru Rosita, Vivi; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Romadhoni, Muslikha Nourma; Anggraini, Wanda Melania; Junaini, Nur Rohma Lif; Alfiana, Fika
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 4 (2025): JUPIN November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1745

Abstract

Lingkungan kerja terbuka dengan paparan panas tinggi seperti bengkel reparasi truk memiliki potensi besar memicu keluhan heat stress pada pekerjanya. Pekerjaan fisik berat yang dilakukan tanpa perlindungan suhu yang memadai dapat menyebabkan gangguan fisiologis dan menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat keluhan heat stress serta menganalisis hubungan antara faktor individu dan lingkungan dengan keluhan yang dialami pekerja. Penelitian dilakukan di CV Karya Cipta Baru menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Environmental Symptoms Questionnaire (ESQ) yang disebarkan kepada 10 pekerja lapangan, meliputi tukang las, pemotong besi, dan satpam. Hasil menunjukkan bahwa 70% responden mengalami keluhan heat stress dalam kategori sedang, sedangkan 30% mengalami keluhan ringan. Analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa usia lanjut, status gizi kurang, durasi kerja ≥8 jam, masa kerja menengah-panjang, dan konsumsi air <2 liter per hari berhubungan dengan tingginya keluhan. Selain itu, lingkungan kerja tanpa atap dan ventilasi juga menjadi pemicu utama stres panas. Penilaian menggunakan ESQ terbukti efektif sebagai alat deteksi awal gejala heat stress di tempat kerja. Penelitian ini penting untuk memberikan rekomendasi pengendalian heat stress guna meningkatkan keselamatan kerja di sektor perbengkelan.
Sosialisasi Tentang Pentingnya Ergonomi dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petani Di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Pangestu, Sabdho Setyaji; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Primandita, Aisyah Regina; Romadhoni, Muslikha Nourma
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i2.186

Abstract

Petani merupakan pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat rendahnya pemahaman mengenai ergonomi dan minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penerapan ergonomi dan penggunaan APD saat bekerja. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan 10 petani sebagai peserta. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi langsung dengan penyuluhan lisan dan media poster. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap positif petani terhadap penggunaan APD dan penerapan prinsip ergonomi. Petani mulai memahami manfaat APD dalam melindungi diri dari paparan sinar matahari, bahan kimia, serta risiko cedera, dan menyadari pentingnya postur kerja ergonomis untuk mencegah gangguan muskuloskeletal. Dengan pendekatan sederhana dan komunikatif, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan petani.
Analisis Risiko Ergonomi Pada Pekerja Konstruksi CV Ghalea Elka Persada Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) Ridwan, Khalisa Afifah; Sunaryo, Merry; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Luthfiyah, Diana; Akbar, Muhammad Fatih Rizqon
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.48208

Abstract

Construction work is one of the highest-risk sectors for musculoskeletal disorders (MSDs) due to awkward working postures, repetitive tasks, and heavy workloads. This study aims to identify the level of MSD complaints and ergonomic risks among workers in the forklift classroom construction project at CV Ghalea Elka Persada. A quantitative approach was used with a sample of 10 male workers through the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and posture analysis using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. The NBM results showed that 60% of workers were at low risk, 30% at medium risk, and 10% at high risk, with the most common complaints occurring in the lower back (30% very painful) and left upper arm (50% painful). Meanwhile, REBA results indicated that 20% of workers were at very high risk, 50% at high risk, and 30% at medium risk. These findings emphasize the need for ergonomic interventions to prevent further musculoskeletal problems.
Edukasi Bahaya Iklim Kerja Panas dan Cara Mengatasinya di Bengkel Reparasi Truk Ratna Ayu Ratriwardhani; Nur Rohma Alif Junaini; Vivi Rosita; Wanda Melania Anggraini; Fika Alfiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak Melalui Integrasi Program Pengabdian dan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada beberapa proses produksi di CV. Karya Cipta Baru melibatkan suhu yang tinggi, selain itu kondisi tempat kerja yang berada di luar ruangan dan tidak beratap menambah paparan panas yang diterima pekerja, sehingga berisiko menimbulkan iklim kerja panas. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pekerja tentang bahaya iklim kerja panas, dampak, dan cara mengatasinya. Kegiatan dilaksanakan di CV. Karya Cipta Baru, Surabaya, dengan melibatkan 10 pekerja yang berisiko tinggi terhadap paparan panas. Metode yang digunakan meliputi edukasi dengan media poster, pembagian flyer dan buku saku, pengukuran pengetahuan awal (pre-test), dan pengukuran pengetahuan akhir (post-test). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan yaitu pada pre-test, 40% pekerja memiliki pengetahuan "kurang", sementara pada post-test, 90% mencapai tingkat "baik". Hasil ini mengonfirmasi bahwa penyampaian informasi yang terstruktur efektif dalam meningkatkan pemahaman. Edukasi dan sosialisasi krusial untuk membekali pekerja dengan pengetahuan yang diperlukan, sehingga mereka dapat menjaga keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja yang panas.
Co-Authors Aanisah Azzahrah Apriyanti Abadi, Ongky Putra Abdilah, Muhammad Yasir Roja'i Adini Anggun Risanti Putri Adiyatma, Javier Ainul Rofik Aisyah Fitri, Kiranti Akbar, Muhammad Fatih Rizqon Akbar, Muhammad Fatuh Rizqon Aldini, Arivia Surya Alfiana, Fika Alfina Novita Dewi Alif Junaini, Nur Rohma Alvianshah , Nikhen Hanifah Alvianshah, Nikhen Hanifah Andi Ananta Aziz Dwifangga Anggraini, Wanda Melania Apriyanti , Aanisah Azzahrah apriyanti, aanisah Apriyanti, Aanisah Azzahrah Arivia Surya Aldini Atik Qurrota A Yunin A Attaqiya, Nirmala Kaana Ayu Pramudya Nirmala Ayu, Friska Azzahra Giri, Siti Arrum Julia Azzahra, Aanisah Belvatrivano, Naufal Wafiq Bondan Winarno bondan winarno Catur Wulandari Dayu Satriya W Difran Nobel Bistara Donastin, Adyan Dwijayanti, ira Eko Nurmianto Erwin Kusuma, Muhammad Evi Sylvia Awwalia Farah Nuriannisa Farid Willy Kurnia Farid Willy Kurnia Farikhatul Wasillah Farikhatul Wasillah Fauziah, Fahmia Nur Febrianti, Diah Rini Fika Alfiana Fika Alfiana Fina Nova Sa’diyah Firmansyah, Ari Adam Fitria, Sindy Nur Giri, Siti Arrum Julia Azzahra Hadi, Achmad Hanifah Dwi Lestari Helmi Ghozy Rahmatullah Hudzaifah Hamidy Hutapea, Octavianus Ilham Hadi Prayitno, Moch. Indi Febriyanti Vimala Irfansyah, Daffa Anizar Irfansyah, Daffa Anizar Irfansyah Istiar, Bayu Jaiz Wahyu Sutopo Junaini, Nur Rohma Lif Kusuma, Muhammad Erwin Kuswandi, Saddam Bill Adli Faza Linanta, Sigap Prabawa Adhi Cipta Lucky Firmansyah Luthfiyah, Diana M Nizar Mahabbi R Mahabbi Rosul, M Nizar Mahendra P, Reza Hery Maria Ulfa Merry Sunaryo Merry Sunaryo Millah, Hanifiyatul Moch. Fahmi Husaini Tiway Moch. Sahri Mohamad Nurhamzah Ramadani Muchamad Rafi Wahyu Pratama Muh. Syahrul Ramadhan MUHAMMAD FATIH Muhammad Irfan Rahmadani Muhammad Satwiko Muhammad, Satwiko Mursyidul Ibad Muslikha Nourma Rhomadhoni Nadhifa Setyo Ayu Mustikaning Hapsari Nanda Fadhilah Witris Salamy Naning Aranti Wessiani Nirmala Kaana Attaqiya Norus Sholeha Nourma Rhomadhoni, Muslikha Nur Rohma Alif Junaini Nur Rohma Alif Junaini Nurani, Ilmi Tri Octavianus Hutapea Ongky Putra Abadi Ongky Putra Abadi Pangestu, Sabdho Setyaji Pratiwi, Eka Hana Primandita, Aisyah Regina Pujawati, Firani Dwi Ayu Putra, Juwono Wardana Pratama Rachmadona, Amanda Berliana Rachmadona, Amanda Regina Berliana rachmah catur agustin Rahmatullah, Helmi Ghozy Regina, Amanda Reynaldi, Ivan Alvian Rhomadhoni , Muslikha Nourma Rhomadhoni, Muslika Nourma Rhomadhoni, Muslikha Nourma Ridwan, Khalisa Afifah Ridwan, Khalisah Afifah Rivani Risha Kurniati Rizka Amirul Sofia Rizka Amirul Sofia Romadhoni, Muslikha Nourma Roro Siti Karimah, Rahadian Rosita, Vivi Sahri, Mochammad Saputra, Naufal Ilham Saraswati Dewi Karina Satwiko, Muhammad Sindy Nur Fitria Sindy Nur Fitria Sofia, Rizka Amirul Sofwan, Mufida Amalia Sugiantoro Sugiantoro Sunaryo , Merry Sunaryo, Merry Suyono Suyono Syerina Silvi Fitriyah Taqiyaa, Nirmala Kaana Taqiyyaa, Nirmala Kaana Taufiqurrahman, Affan Tsaaqif Trikurniawan, Gilang Samudra Very Andriyansyah Vimala, Indi Febriyanti Vivi Rosita Vivi Rosita Wahyuni, Lilis Hindun Wanda Melania Anggraini Wanda Melania Anggraini Wasillah, Farikhatul Wibawa, Dayu Satriya Wibawa Wirdan Hashchashol Haq Al Hajiri Yunyastiti Dwidya Palupi Yuriske Agnovianto