Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Factors That Influence Non-Compliance with Lung TB Patients in OAT Consumption in Bula Health Center Wiwi Rumaolat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10304

Abstract

Lung TB is an infectious disease caused by a bacterial form (bacilli) known as Mycobacterium tuberculosis Zopf. based on the WHO Global TB Report 2018, it is estimated that the incidence of pulmonary TB in Indonesia reaches 842 thousand cases with a mortality rate of 107 thousand cases. This study aims to find out what factors are associated with non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT in Bula Health Center in 2020. This study uses a quantitative approach with a cross-section research design. Sampling is done by total sampling where the total sample size is 35 people, research instruments using questionnaires and data processed by SPSS program, and data analysis using chi-square with a significance level of 0.0. The results in this study are obtained a significant relationship between non-compliance with knowledge (p = 0.025), there is no significant relationship between non-compliance with education (p = 0.455), drug side effects (p = 0.815), and the role of PMO (p = 0.711). From these results, it can be concluded that knowledge can influence non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT while education, side effects of drugs, and the role of PMO does not affect non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT. Keywords: pulmonary tuberculosis; non-compliance ABSTRAK Penyakit TB Paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis Zopf. Berdasarkan WHO Global TB Report 2018, diperkirakan insiden TB paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dengan angka mortalitas 107 ribu kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT di Puskesmas Bula Tahun 2020. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah sampel sebanyak 35 orang, Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan data diolah dengan menggunakan program SPSS. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,0. Hasil dalam penelitian ini yaitu diperoleh ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan pengetahuan (p=0,025), tidak ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan pendidikan (p=0,455), tidak ada hubungan yang signifikan antara ketidakpatuhan dengan efek samping obat (p=0,815), dan tidak ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan peran PMO (p=0,711). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT sedangkan pendidikan, efek samping obat dan peran PMO tidak mempengaruhi ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT. Kata kunci: TBC paru-paru; ketidakpatuhan
Hubungan Perilaku dengan Kejadian Varicela pada Anak Usia 2-4 Tahun di Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah M. Dahlan Sely; Wiwi Rumaolat; Abdul Rijali Lapodi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11310

Abstract

Chickenpox disease or in medical terms called varicella is an infection caused by the varicella-zoster virus. The purpose of this research is to find out the behavioral relationship with the occurrence of varicella in children aged 2-4 years in the village of Sepa, Amahai District, Central Maluku Regency. This research used a descriptiveanalytic survey design in which this researcher aims to look for the relationship of knowledge, attitudes, and actions with the occurrence of varicella in the village Sepa data collection are done by interview method using a questionnaire tool. The population of this research was all mothers who have 2-4 years old children in Sepa village with 34 children. Sampling in this study used a total sampling method so that the sample of this study was 34 children. Data were analyzed Chi-square test. The results based on the results of the study, that there is no relationship between knowledge and the incidence of varicella p-value of 0.510 (>0.05), there is no relationship between attitude and varicella occurrence p-value of 0.500 (>0.05), there is no relationship between the action with the occurrence of varicella value of p-value 0.241 (>0.05). In the village of Sepa, Amahai sub-district, Central Maluku district, this was due to the varicella occurrence in the village of Sepa due to other factors not examined in this study. Keyword : knowledge; attitude; action; varicellaABSTRAK Penyakit cacar air atau dalam istilah medis disebut varicella adalah infeksi yang disebabkan virus varicella zoster. Tujuan Penetitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku terhadap kejadian vericella pada anak usia 2-4 tahun di desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian menggunakan rancangan survei deskriptif analitik dimana peneliti ini bertujuan untuk mencari hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan kejadian vericella di desa sepa pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 2-4 tahun di Desa Sepa dengan jumlah 34 orang anak. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling sehingga Sampel penelitian ini adalah sebanyak 34 orang anak.  Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil berdasarkan hasil penelitian, bahwa Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian penyakit varicella nilai p value 0,510 (>0,05), tidak ada hubungan antara sikap dengan kejadian varicella nilai p value 0,500 (>0,05), tidak ada hubungan antara tindakan dengan kejadian varicella nilai p value 0,241 (>0,05) di Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, hal ini disebabkan karena kejadian varicella di Desa Sepa disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.Kata kunci: pengetahuan; sikap; tindakan; varicella
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUANO SELATAN KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Aulia Debby Pelu; Wiwi Rumaolat; Naba Naba
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.391 KB)

Abstract

Kusta adalah suatu penyakit menular, menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya kecuali susunan saraf pusat Tanda dan gejala kusta yang tidak diobati diantaranya adalah munculnya kecacatan pada tangan, kaki, wajah, telinga sehingga kecacatan ini bagi sebagian orang nampak menakutkan dan menyebabkan penderitanya dijauhi, Kecacatan yang dialami memberikan dampak fisik maupun psikis pada responden, dampak fisiknya adalah berkurangnya kemampuan fungsional tubuh yang mengalami kecacatan, sedangkan dampak psikisnya adalah munculnya permasalahan konsep diri pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Menganalisis hubungan konsep diri dengan kualitas hidup penderita kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Buano Selatan Kecamatan Waisala Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Deskritif analitik dengan menggunakan pendekatan Cros Sectional study. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden Pengumpulan data dilakukan dengan lembar Kuisioner dengan cara wawancara langsung. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan komputer program microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 24 dengan uji Mann Whytney dan kemaknaan _ = 0,05. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan konsep diri dengan kualitas hidup penderita kusta (p= 0,002). Kata kunci: Konsep diri, Kualitas Hidup
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG Arthritis Gout TERHADAP PENGETAHUAN PENDERITA DI DESA WAKASIHU KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Wiwi Rumaolat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11201

Abstract

Pain due to gout arthritis can cause immobility, social and psychosocial disorders in the elderly. This study aims to analyze the effect of health education on gout arthritis on the knowledge of patients in Wakasihu Village, West Leihitu District, Central Maluku Regency. This study applied a one group pretest-posttest design without a control group. The intervention given was health education for people with gout arthritis. Before the provision of health education, most of the sufferers had a low level of knowledge (73.3%), while after the provision of health education, most of the patients had a good level of knowledge (76.7%). The Wilcoxon test results show p-value = 0.000, so it was interpreted that there is a difference in the level of knowledge between before and after the provision of health education. Furthermore, it was concluded that health education had an effect on the knowledge of gout arthritis sufferers in Wakasihu Village, West Leihitu District, Central Maluku Regency. Keywords: gout arthritis; health education; knowledge ABSTRAK Nyeri akibat gout arthritis dapat menyebabkan immobilitas, gangguan sosial, dan psikososial pada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang gout arthritis terhadap pengetahuan penderita di Desa Wakasihu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menerapkan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan kepada penderita gout arthritis. Sebelum pemberian pendidikan kesehatan, sebagian besar penderita memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang (73,3%), sedangkan sesudah pemberian pendidikan kesehatan, sebagian besar penderita memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (76,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan penderita gout arthritis di DesaWakasihu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Kata kunci: gout arthritis; pendidikan kesehatan; pengetahuan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PIRU KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU Wiwi Rumaolat; Maryam Lihi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11206

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that is still a problem in Indonesia. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of education of the patient, the knowledge of the patient, the attitude of the officer, the supervisor of taking medication (PMO) and family support with the patient's recovery. The design of this study was cross-sectional. Data was collected through filling out a questionnaire, then analyzed in order to test the hypothesis. The results of the data analysis showed that the patient's recovery was related to the patient's education level, the patient's knowledge, the attitude of the staff, the supervisor who took medication, and family support. Keywords: pulmonary tuberculosis; recovery; education, knowledge, attitude of officers, supervisors taking medication, family support ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan penderita, pengetahuan penderita, sikap petugas, Pengawas Minum Obat (PMO) dan dukungan keluarga dengan kesembuhan penderita. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dalam rangka pengujian hipotesis. Hasil analisis data menunjukkam bahwa kesembuhan penderita berhubungan dengan tingkat pendidikan penderita, pengetahuan penderita, sikap petugas, pengawas minum obat, dan dukungan keluarga. Kata kunci: TB paru; kesembuhan; pendidikan, pengetahuan, sikap petugas, pengawas minum obat, dukungan keluarga
Gambaran Perilaku Pertolongan Pertama Ibu pada Balita dengan Gejala ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Tahun 2019 Rusnani Martahan; Wiwi Rumaolat; Jumita Rumbia
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.295 KB) | DOI: 10.33846/ghs5313

Abstract

ISPA merupakan salah satu penyakit yang tergolong air borne disease (penularan penyakit melalui udara) yang terjadi tanpa adanya kontak dengan penderita maupun benda yang terkontaminasi. Adapun tujuan dari dalam penilitian ini adalah gambaran perilaku pertolongan pertama ibu pada balita dengan gejala ISPA di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu. Desain penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas perawatan Kairatu pada 13 September-13 Oktober 2019. Sampel penelitian yang digunakan adalah 32 orang cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidiental sampling. Berdasarkan hasil penelitian gambaran perilaku pertolongan pertama ibu pada balita dengan gejala ISPA di wilayah kerja puskesmas geser kabupaten seram bagian timur tahun 2020, sebagian besar balita yang berkunjung ke puskesmas dengan gejala ISPA ringan sebanyak 14 responden (43,8%) dan sebagian besar perilaku pertolongan pertama ibu yaitu cukup sebanyak 15 responden (46,9%) dari total 32 responden Kata kunci: ISPA; perilaku ibu; pertolongan pertama
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA AIRBUAYA KECAMATAN AIRBUAYA KABUPATEN BURU Wiwi Rumaolat; Miranda Waas; Yasir K
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v2iHKN.288

Abstract

Penyakit ISPA merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian akibat penyakit menular di dunia terutama pada balita. Konstruksi rumah hunian dan lingkungannya yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit, khususnya penyakit yang berbasis lingkungan, salah satunya termasuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut WHO mencatat sekitar empat juta orang meninggal dunia setiap tahunnya karena ISPA dan penyakit ISPA menjadi penyebab utama mortalitas pada balita di dunia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Airbuaya Kecamatan Airbuaya Kabupaten Buru Tahun. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pengambilan data secara cr oss sectional, jumlah sampel yang di pakai dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 balita. Instrument penelitian menggunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang di buat sendiri oleh peneliti. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Chi-square. Dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini di peroleh nilai signifikansi ventilasi rumah(p=0,025)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN KAIRATU Wiwi Rumaolat; Maryam Lihi Lihi; Siti Nur Atika Rengur; Sri Mulyati Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.778 KB) | DOI: 10.33846/ghs5407

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru sebagai suatu problema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius untuk ditangani terutama di provinsi maluku yang dari tahun ke tahunnya selalu mengalami peningkatan angka penderita TB Paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap PMO dengan kepatuhan pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu. Desain penelitian ini bersifat deskriktif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil uji menunjukan adanya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pengawas menelan obat dengan kepatuhan pasien tb paru di wilayah kerja puskesmas perawatan kairatu. ini diperkuat dengan hasil uji statistik chi-square dimana koefisien phi dengan nilai p-value = 0.001 (
PENGARUH LATIHAN MOTOR IMAGERY TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS PADA PASIEN STROKE DENGAN HEMIPARESIS DI RUANG NEUROLOGI RSUD. Dr. M. HAULUSSY AMBON Wiwi Rumaolat; Risman Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.284

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu diotak, sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat- zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.WHO memprediksi bahwa kematian akibat stroke akan meningkat seiring dengan kematian akibat penyakit jantung dan kanker kurang lebih 6 juta pada tahun 2010 menjadi 8 juta di tahun 2030 (American Heart Association, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh latihan motor imagery terhadap kekuatan otot ektremitas pada pasien stroke dengan hemiparesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasy eksperimental) dengan pendekatan one group pre-post test design, sampel 10 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam bentuk observasi. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Willcoxon dan tingkat kemaknaan 0,05. Dari hasil analisis bivariat terdapat pengaruh latihan motor imagery terhadap kekuatan otot ektremitas pada pasien stroke ekstremitas pada pasien stroke dengan hemiparesis (P=0.004). Kata Kunci: Latihan Motor Imagery, Kekuatan Otot
Effect of Occupational Health on Employee Performance Chevy Herli Sumerli A; Poppy Hidayat; Wiwi Rumaolat; Muhammad Asir; Richard Andreas Palilingan
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 4 (2022): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i4.7232

Abstract

Human resources are one of the important components in the role of advancing and developing a company. Without human resources with good quality, the company will find it difficult to run optimally. Therefore, human resources must be managed properly in order to produce a quality performance in achieving company goals. The purpose of this study is to analyze effect of occupational health on employee performance. This research uses explanatory research. The population of this study are all employees of CV Total Listrik Perkasa which consisted of 50 employees. From a population consisting of 50 employees contained in CV Total Listrik Perkasa, this study took all samples from that population. This study uses data analysis of partial test (t). The results show that occupational health has a positive and insignificant effect on employee performance.