Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di Dusun Waralohi Kab. Seram Bagian Barat Mohammad Dahlan Sely; Wiwi Rumaolat; Abdul Rijali Lapodi
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v2i1.70

Abstract

Vaccination is the process of giving vaccines by injection or dripping into the mouth to increase the production of antibodies to ward off certain diseases. Vaccination for Covid-19 is one way to prevent transmission of Covid-19. Lack of outreach and education will program Covid-19 to be one of the factors causing people to be afraid of being vaccinated. Community service activities aim to provide education and outreach about the importance of stopping Covid-19. In addition, it also has a specific purpose for a disease so that if one day we are exposed to the disease, the antibodies in our body will prevent or reduce the risk of getting sick. Lack of attention to health protocols and understanding of vaccines makes residents of Waralohi, Kab. West Seram considers this COVID-19 as an ordinary outbreak. Therefore, education about vaccines was held in Waralohi Hamlet, Kab. West Seram. This education was chosen because it can provide knowledge, especially about vaccines. Like things to do before and after vaccination. This activity can be written as one of our concerns for the residents of Waralohi Kab. West Seram during the COVID-19 Pandemic.
EFEKTIFITAS HEALTH EDUCATION TENTANG CARA PENYUNTIKAN INSULIN TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH Wiwi Rumaolat
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2021): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.927 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v1i1.339

Abstract

Ketidakpatuhan (non-compliance) dan ketidaksepahaman (non-corcondance) pasien dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang obat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan obat untuk terapinya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Health Education tentang cara penyuntikan insulin pada pasien Diabetes Mellitus diwilayah Kerja Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Populasi berjumlah 118 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dengan teknik Purposive Sampling. Dari hasil uji normalitas diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 5,25 dan posttest sebesar 7,80, ini menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 2,55. Dengan demikian, nilai rata-rata pada posttest lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata pada pretest. Dari hasil Uji Paired Sample t-Test menunjukkan bahwa nilai sig. 2 tailed (p-value) sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti bahwa ada efekktifitas Health education tentang Cara Penyuntikan Insulin pada pasien Diabetes Mellitus. adanya efektifitas Health Education tentang cara penyuntikan insulin pada pasien Diabetes Mellitus diWilayah Kerja Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah.
UJI ANALISIS KANDUNGAN BIOAKTIF SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI ANTIOKSIDAN SECARA SPEKTROFOTOMETER UV-vis Wiwi Rumaolat
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2021): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.823 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v1i1.340

Abstract

Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar. Penggunaan sarang semut untuk pengobatan masyarakat di papua sudah sejak lama dilakukan. Tujuan penilitian ini untuk uji kandungan bioaktif sarang semut (Myrmecodia pendens) sebagai antioksidan, dan mengetahui senyawa antioksidan yang berperan dalam menghambat radikal bebas. Metode yang digunakan yaitu metode Spektrofotometer UV-vis. Hasil penelitian ini menunjukan komponen senyawa aktif yang yang terdapat dalam sarang semut yaitu saponin, tannin, dan flavanoid,dan pengujian nilai IC50 yaitu nilai IC50 vit C yang diperoleh sebesar 8,406 μg/mL, ini menunjukan bahwa antioksidan vit C merupakan antioksidan dengan aktivitas yang sangat kuat (< 10 μg/mL). Sedangkan ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendens) yang di ambil dari Desa Titawaai kab. maluku tengah memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 31,94 μg/mL, (< 50 μg/mL). Berdasarkan pengujian skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak sarang semut (Myrmecodia pendens) yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa komponen senyawa aktif yang terdapat pada sarang semut adalah saponin, flavonoid, dan tannin dan yang memiliki afektifitas sebagai antioksidan yaitu flavanoid.
Uji Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Batang Gaharu (Aquilaria Malaccensis L). Asal Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Menggunakan Metode Difusi Sumuran Risman Tunny; Wiwi Rumaolat; Mitha Soumena
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2021): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.533 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v1i2.603

Abstract

Batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri yang diperlukan tubuh untuk melawan bakteri patogen. Potensi antibakteri yang dimiliki batang gaharu disebabkan adanya kandungan senyawa kimia didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) serta mengetahui zona hambat dari antibakteri ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) yang dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi batang gaharu dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) menunjukan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Hasil uji efektifitas antibakteri ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus diperoleh konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 11 mm, konsentrasi 30% dengan diameter 13 mm, dan konsentrasi 60% dengan diameter 14 mm.
Efektivitas Penggunaan Obat Dislipidemia terhadap Kadar LDL pada Pasien Cardiovaskular Penyebab Stroke Rahmawati Raising; Oktaviarika Dewi Hermawatiningsih; Wiwi Rumaolat
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v3i4.4013

Abstract

Dyslipidemia is one of the main risk factors for cardiovascular disease, and cholesterol management therapy has significant benefits in the primary and secondary prevention of coronary heart disease and stroke. Therefore, lipid-lowering therapy, especially using HMG-CoA reductase inhibitors (statins), aims to assess the effectiveness of using statin-class dyslipidemia medications, such as simvastatin and atorvastatin, in reducing LDL levels in cardiovascular patients at X Hospital. This research method uses an observational analytic study with a retrospective research design. This study employs the purposive sampling method. The results of this study show that the majority of patients are female (75%). Based on age grouping, it was found that the highest proportion of patients were aged 56-65 years, accounting for 45%. The use of dyslipidemia drugs that achieved the target LDL reduction ≥ 50% includes Simvastatin 10 mg (33.82%), Simvastatin 20 mg (11.94%), Atorvastatin 10 mg (10.45%), and Atorvastatin 20 mg (41.79%). The most effective drug in achieving the LDL reduction target was Atorvastatin 20 mg.
Perilaku Penggunaan Pestisida Kimia Yang Berisiko Pada Kesehatan Petani Hortikultura Ilyas Ibrahim; Sahrir Sillehu; Mohammad Dahlan Sely; Wiwi Rumaolat; Siti Rochmaeda
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v8i1.537

Abstract

Pesticides are toxic chemical compounds used to control agricultural plant pests. Intense use of pesticides and not paying attention to standards for their use can have negative effects on farmers' health. The aim of this research is to identify the behavior of using chemical pesticides that pose a risk to the health of horticultural farmers in the agricultural area of ​​West Seram Regency. Method: This type of research is descriptive quantitative research with a cross-sectional study design. The population of this study were all horticultural farmers in West Seram Regency who used chemical pesticides, and the sample taken was 650 respondents based on the inclusion criteria, namely actively spraying chemical pesticides and a minimum work period of 25 years. Data collection instruments used questionnaires and observation. Data analysis uses statistical tools to describe the activities of farmers using pesticides. The results of the research show that the dominant risky behavior in using chemical pesticides and disrupting farmers' health is the behavior of not using personal protective equipment for 602 (92.6%) respondents and the behavior of using doses that do not comply with the standard for 547 (84.2%) respondents and mixing the number of types. chemical pesticides of more than 3 types as many as 546 (84%) respondents. Meanwhile, the dominant health complaints felt by farmers were skin disorders as many as 621 respondents and tremor complaints as many as 572 respondents, followed by other health complaints. In conclusion, farmers' behavior does not follow standards for pesticide use, which poses a risk to health. Suggestion; Farmers must use chemical pesticides wisely according to specified standards and must be equipped with knowledge about how to use pesticides correctly and the negative impacts on health.
ANALISIS KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH HIPERTENSI DENGAN HUBUNGAN LAMA SAKIT PASIEN PADA PENGUNJUNG PUSKESMAS TLOGOSARI KULON Bar, Arvida; Tawil, Muhamad Risal; Rumaolat, Wiwi; Wilanda, Alifah; Syafrullah, Haidir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42131

Abstract

Hipertensi sendiri dapat diartikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHg secara menetap. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik yang berkontribusi terhadap kepatuhan dalam pengendalian hipertensi dan tekanan darah, serta mengetahui bagaimana hubungan faktor-faktor tersebut dengan lama sakit yang dialami pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tlogosari Kulon pada Tahun 2023 dengan metode penelitian korelasional cross sectional. 74 responden dipilih melalui penggunaan teknik purposive sampling. Alat ukurnya berupa kuesioner bergaya wawancara dan lembar studi untuk dokumentasi yang berisi informasi dari rekam medis. Uji Chi Square digunakan dalam analisis bivariat. Hasil temuan menunjukkan bahwa 36 responden telah sakit kurang dari sepuluh tahun, dan 54 responden belum memenuhi persyaratan. Temuan uji Chi Square menunjukkan bahwa p-value (0,835) lebih besar dari taraf signifikansi (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama sakit dengan kepatuhan manajemen tekanan darah, karena H0 diterima dan Hα ditolak. Oleh karena itu, pada tahun 2023, tidak ada hubungan antara lama sakit pasien dengan kepatuhannya terhadap pengobatan tekanan darah di Puskesmas Tlogosari Kulon Jawa Tengah. Bagi penelitian yang akan datang, sebaiknya dilakukan penyempurnaan referensi agar dapat mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi kepatuhan pengaturan tekanan darah.
Hypnobreastfeeding untuk Meningkatkan Pengeluaran Air Susu Ibu pada Masa Nifas Arindiah Puspo Windari; Wiwi Rumaolat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk445

Abstract

Breast milk is the nutrition that babies really need for growth, development and maintaining immunity. So research is needed which aims to determine the effect of hypnobreastfeeding techniques on the production of breast milk during the postpartum period. The design of this study was one group pretest-posttest, which involved 32 postpartum mothers, who were selected by total sampling technique. The smooth production of breast milk was measured through observation. In order to see the differences in the smoothness of milk production before and after being given the hypnobreastfeeding technique through education for postpartum mothers, an analysis was carried out using the Wilcoxon test, which had previously been tested for the normality of data distribution using the Shapiro Wilk test which showed that the data were not normally distributed. The p value of the Wilcoxon test was 0.000 so that it could be interpreted that there was a difference in the smoothness of breast milk production between before and after the intervention. It was concluded that the hypnobreastfeeding technique succeeded in expediting the release of breast milk during the postpartum period at the Taniwel Health Center.Keywords: breast milk; hypnobreastfeeding; childbirth ABSTRAK Air susu ibu merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi Untuk pertumbuhan, perkembangan dan mempertahankan imunitas. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik hypnobreastfeeding terhadap pengeluaran air susu ibu pada masa nifas. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest, yang melibatkan 32 ibu nifas, yang dipilih dengan teknik total sampling. Kelancaran pengeluaran air susu ibu diukur melalui observasi. Guna melihat perbedaan kelancaran produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan teknik hypnobreastfeeding melalui edukasi pada ibu nifas, dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon, yang sebelumnya telah diuji normalitas distribusi data menggunakan uji Shapiro wilk yang menunjukkan bahwa data tak terdistribusi normal. Nilai p dari uji Wilcoxon adalah 0,000 sehingga dapat ditafsirkan bahwaada perbedaan kelancaran pengeluaran air susu ibu antara sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa teknik hypnobreastfeeding berhasil melancarkan pengeluaran air susu ibu pada masa nifas di Puskesmas Taniwel.Kata kunci: air susu ibu; hypnobreastfeeding; nifas
Efektivitas Birth Ball Excercise pada Ibu Melahirkan Kala 1 Fase Aktif terhadap Skala Nyeri di Ruang Bersalin Rumah Sakit Al-Fatah Ambon Dewi Susanti; Wiwi Rumaolat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk351

Abstract

Pain during childbirth is influenced by several factors, namely uterine muscle contractions, pelvic floor muscle strain, episiotomy and psychological conditions. Excessive pain creates anxiety. Data from the maternity ward at Alfatah Ambon Hospital shows that the coping mechanism from the hospital is not maximal in dealing with pain during labor. The purpose of this study was to reduce pain intensity before and after being given exercise. The research design used a pre-experimental approach with a one group pretest-posttest design approach. The subjects of the study were 64 mothers who gave birth during the first active phase, who were selected by consecutive sampling. The instrument used was an observation sheet about the intensity of labor pain. In the pretest phase, pain intensity was more painful = 10.9%, much more painful = 60.9% and really painful = 28.1%. After the intervention, there was a change with a value of p = 0.003. It was concluded that the birth ball exercise was effective in reducing the pain scale of the mother during the first active phase.Keywords: birth ball exercise; painful; 1st stage of labour ABSTRAK Nyeri saat melahirkan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kontraksi otot rahim, regangan dasar otot panggul, episiotomi dan kondisi psikologis. Nyeri yang berlebihan menimbulkan rasa cemas. Data ruang bersalin rumah Sakit Alfatah Ambon menunjukkan bahwa mekanisme koping dari rumah sakit belum maksimal dalam mengatasi nyeri saat persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan latihan. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah 64 ibu melahirkan kala 1fase aktif, yang dipilih dengan cara consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tentang intensitas nyeri persalinan. Pada fase pretest, intensitas nyeri lebih menyakitkan = 10,9%, jauh lebih menyakitkan = 60,9% dan benar-benar menyakitkan = 28,1%. Setelah dilakukan intervensi, ada perubahan dengan nilai p = 0,003. Disimpulkan bahwa birth ball exercise efektif untuk menurunkan skala nyeri ibu melahirkan kala 1 fase aktif.Kata kunci: birth ball exercise; nyeri; persalinan kala 1
Paparan Pestisida Sebagai Faktor Risiko Gangguan Kesehatan pada Petani Hortikultura di Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat Ibrahim, Ilyas; Lating, Zulfikar; Makayaino, Hafis; Rumaolat, Wiwi; Sely, Mohammad Dahlan; Sillehu, Sahrir
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.77473

Abstract

Latar belakang: Keracunan pestisida masi menjadi masalah kesehatan pada petani, paparan pestisida menimbulkan risiko gangguan kesehatan seperti gangguan sistem syaraf perifer dan sistem syaraf pusat bahkan berakibat kematian, tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko paparan pestisida dengan gangguan kesehatan pada petani hortikultura.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain Cross-sectional study, pelaksanaan penelitian pada bulan Juli 2025. Populasi penelitian berjumlah 416 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian penentuan sampel dengan rumus Lemeshow. Sampel penelitian yaitu 200 petani hortikultura yang aktif menggunakan pestisida. Variabel yang diukur yaitu 17 faktor risiko paparan pestisida yang berhubungan dengan gangguan kesehatan petani. Kuesioner dan lembar observasi digunakan sebagai instrumen penelitian dengan analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik untuk melihat dominan kekuatan hubungan.Hasil: Hasil penelitian menemukan dari 17 faktor risiko terdapat 11 faktor yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yaitu masa kerja p-0,024, pengetahuan p-0,007, sikap p-0,040, APD p-0,031, lama penyemprotan p-0,050, frekuensi p-0,002, cara campur pestisida p-0,034, arah penyemprotan p-0,047, Dosis pestisida p-0,020, merokok sambil kerja p-0,016, personal higyene p-0,039 sementara hasil uji regresi ditemukan 7 faktor yang dominan memiliki kekuatan hubungan yaitu masa kerja p-0,042, frekuensi p-0,027, cara campur p-0,016, isap rokok p-0,026, personal higyene p-0,004, pengetahuan p-0,019, sikap p-0,030.Simpulan: Faktor risiko paparan pestisida yang dominan berhubungan dengan gangguan kesehatan pada petani hortikultura adalah masa kerja, frekuensi penyemprotan, cara mencampur pestisida, kebiasaan merokok saat bekerja, personal hygiene, pengetahuan, dan sikap ABSTRACT Title: Pesticide Exposure as a Risk Factor for Health Problems in Horticultural Farmers in Waimital Village, West Seram RegencyBackground: Pesticide poisoning remains a health problem for farmers. Pesticide exposure poses a risk of health problems, including peripheral and central nervous system disorders, and even death. The purpose of this study was to analyze the risk factors for pesticide exposure and health problems in horticultural farmers. Methods: This study used an observational analytical approach with a cross-sectional study design. The study was conducted in July 2025. The study population consisted of 416 people, selected based on inclusion and exclusion criteria, and then using the Lemeshow formula for sampling. The sample consisted of 200 horticultural farmers who actively use pesticides. The variables measured were 17 risk factors for pesticide exposure associated with farmer health problems. Questionnaires and observation sheets were used as research instruments, with data analysis using the chi-square test and logistic regression to determine the strength of the dominant relationship. Results: The results of the study found that out of 17 risk factors, there were 11 factors related to health problems, namely work period p-0.024, knowledge p-0.007, attitude p-0.040, PPE p-0.031, spraying duration p-0.050, frequency p-0.002, pesticide mixing method p-0.034, spraying direction p-0.047, pesticide dose p-0.020, smoking while working p-0.016, personal hygiene p-0.039 while the results of the regression test found 7 dominant factors that had a strong relationship, namely work period p-0.042, frequency p-0.027, mixing method p-0.016, smoking p-0.026, personal hygiene p-0.004, knowledge p-0.019, attitude p-0.030. Conclusion: The dominant risk factors for pesticide exposure related to health problems in horticultural farmers are length of service, frequency of spraying, method of mixing pesticides, smoking habits while working, personal hygiene, knowledge, and attitude.