Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS BAKTERI Neisseria gonorrhoeae TERHADAP ANTIBIOTIK SEFIKSIM PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN Burhannuddin Burhannuddin
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 9, No 1 (2021): Meditory, Volume 9, No 1, Juni Tahun 2021
Publisher : Jurusan Analisis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/m.v9i1.1306

Abstract

Gonorrhea is a sexually transmitted disease caused by Neisseria gonorrhoeae. Gonorrhea infection varies greatly in the community, especially in sexually active women. Infection cases in women are often asymptomatic, that can causes complication can easily occur. The aims of this study are to identify and determine sensitivity of Neisseria gonorrhoeae bacteria against cefixime antibiotics. This study was using a descriptive method and used 30 samples. Neisseria gonorrhoeae was isolatd from the vaginal swab sample of Commercial Sex Workers at Puskesmas II Denpasar Selatan. The cultured bacteria on Thayer Martin media were then identified by gram staining, oxidase test, and catalase test. Neisseria gonorrhoeae sensitivity test against cefixime was performed by disc diffusion method. The results of identification showed that 6 (20 %) of 30 samples were Neisseria gonorrhoeae bacteria with cell characteristics in the form of diplococcus, gram-negative, oxidase and catalase positive. The results of the sensitivity test showed that all isolats of Neisseria gonorrhoeae were resistant to cefixime 
PENGARUH PENUNDAAN PEMERIKSAAN URIN TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH I Gusti Agung Dewi Sarihati; Bunga Dewanti; Burhannuddin Burhannuddin
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 7, No 1 (2019): Meditory, volume 7 , nomer 1 , Juni 2019
Publisher : Jurusan Analisis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.103 KB) | DOI: 10.33992/m.v7i1.646

Abstract

Abstract. Urine is the rest of the body's metabolism that is released through the process of urinalization. Urine examination aims to determine the condition of the kidney and other urinary tracts. Delays in examinations in the laboratory often occur resulting in disturbed urine stability. This study aims to determine the effect of delays on the number of urine leukocytes in patients with urinary tract infections. This research with posttest only control group design using four control and treatment groups each consisting of 9 samples. The control group is the result of urine examination which is examined before 30 minutes while the treatment group is the result of urine examination after 1, 2 and 3 hours since being collected. The results showed an average difference between the control and treatment groups, especially there was a significant reduction in the 3-hour delay group.Keywords: urine leukocytes, delay in urine examination
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN SKRINING HBsAg DENGAN METODE RAPID TEST PADA SISWA SMK PARIWISATA DI WILAYAH UBUD Burhannuddin Burhannuddin
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.396 KB) | DOI: 10.33992/ms.v2i2.1002

Abstract

Deteksi dini hepatitis B pada remaja perlu dilakukan mengingat jumlah kelompok usia ini di Indonesia cukup besar dan akan segera memasuki usia produktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan tentang faktor resiko dan cara pengendalian hepatitis B dan mendapatkan gambaran hasil pemeriksaan HBsAg siswa SMK Pariwisata Wilayah Ubud. Kegiatan dilaksanakan di SMK Pariwisata Kertayasa dan SMK Pariwisata Ganesha Ubud  dengan total siswa yang terlibat sebanyak 180 orang. Siswa-siswa diberikan penyuluhan kesehatan tentang faktor resiko dan cara pengendalian hepatitis B melalui metode pemaparan langsung dan  leaflet. Pemeriksaan skrining dilakukan melalui cek darah antigen HBsAg dan anti-HBs dengan metode rapid test.  Siswa-siswa yang menjadi responden sebagian besar berumur antara 16-18 tahun, yaitu sebanyak 177 orang (98,33 %) dan berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 132 orang (73,33 %). Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, sebayak 94 % siswa  memiliki pengetahuan  tentang penyakit hepatitis B dengan kategori baik, meningkat dari 25 % sebelum diberikan penyuluhan. Hasil pemeriksaan skrining terdapat 1 orang (0,56 %) siswa terinfeksi virus Hepatitis B (HBsAg positif) dan 3 orang (1,67 %) siswa memiliki kekebalan terhadap virus Hepatitis B (Anti-HBs Positif). Puskesmas atau lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pengendalian Hepatitis B agar meningkatkan program promosi kesehatan ke sekolah-sekolah sehingga meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap infeksi hepatitis B. Skrining Hepatitis B agar dijadikan salah satu program sekolah yang bekerja sama dengan Puskesmas setempat
ENTREPRENEUR SALAK SUKSES: PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PRODUK SALAK PADA MAHASISWA DAN ALUMNI I Wayan Karta; Burhannuddin; I Putu Suiraoka
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v3i2.964

Abstract

Mahasiswa perlu memiliki bekal kewirausahaan, sehingga selain memiliki kemampuan dalam bidang ilmu juga memiliki kemampuan daya saing dalam wirausaha. Selama ini produk olahan salak di Agro Abian Salak terdapat permasalahan mengenai pemasaran produk. Dalam upaya meningkatkan jiwa wirausaha dan pendapatan alumni dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar, maka permasalahan diberikan solusinya adalah pengembangan produk, produksi produk, dan pemasaran produk salak Sibetan. Mahasiswa dibentuk kelompok dan dilatihkan dari proses produksi hingga pemasaran. Metode dalam kegiatan ini menggunakan Metode pendekatan Participatory Action Learning System (PALS). Pada proses kegiatan dilakukan dengan cara daring dan luring. Khalayak sasaran dalam program ini adalah melibatkan 20 calon wirausaha. Berdasarkan hasil program ini tenants telah memiliki pengetahuan dan motivasi dalam kegiatan kewirausahaan ditunjukkan dengan komitmen melakukan usaha, labeling, promosi, dan penjualan. Program ini telah memberikan modal awal untuk berwirausaha kepada tenant, sehingga selanjutnya bisa menjadi wirausaha muda. Peserta telah mampu membuat produk kemasan dan labeling produk, serta memasarkannya di media sosial, warung, dan toko online. Peserta telah melalui proses pembinaan meliputi 3 fase yaitu fase penyadaran kewirausahaan, fase pengkapasitasan dan pendampingan, serta fase pelembagaan dan kerjasama. Agro Abian Salak telah dibantu proses pemasaran dan penjualan produknya sehingga mendorong pengembangan dan peningkatan usaha bagi pelaku UMKM.
Edukasi PHBS Dengan Media Edukomik Dalam Upaya Meningkatkan Budaya Hidup Sehat Pada Anak Asuh Rumah BCC (Bali Caring Comunity) Desa Besakih, Kabupaten Karangasem Burhannuddin Burhannuddin; I Wayan Karta; Heri Setiyo Bekti
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v5i2.2538

Abstract

Pembentukan budaya PHBS pada anak-anak dapat melalui tatanan rumah tangga, sekolah, dan organisasi sosial kemasyarakat yang berkecimpung dalam peningkatan sumber daya manusia. Salah satu organisasi yang telah terlibat aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan anak-anak adalah Rumah Bali Caring Community (BCC). Permasalahan prioritas yang dihadapi anak asuh di Rumah BCC adalah kurangnya budaya PHBS. Dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diberikan solusi prioritas diantaranya melakukan kegiatan pemberdayaan kepada anak asuh BCC melalui pelatihan PHBS menggunakan media edukomik PHBS.Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak asuh BCC selama kegiatan dapat menerima dengan baik materi dan metode penyuluhan yang digunakan. Anak-anak asuh BCC mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan berpartisipasi dengan aktif. Tingkat pengetahuan anak-anak asuh tentang budaya PHBS mengalami peningkatan. Pengetahuan anak asuh tentang PHBS dengan kategori baik meningkat dari 17 % sebelum kegiatan menjadi 83 % setelah kegiatan dilaksanakan. Semua anak asuh setelah kegiatan dilaksanakan telah mengenal tentang PHBS dan sebagian besar telah mampu mencontohkan dan mempraktekkan perilaku yang termasuk penerapan PHBS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah menghasilkan luaran berupa buku edukomik yang terdaftar HaKI, leaflet, drat artikel untuk publikasi dan peningkatan pengetahuan peserta 
Uji Aktivitas Antiinflamasi Teh Cang Salak Secara In Vitro Dengan Metode Stabilisasi Membran Human Red Blood Cell Burhannuddin Burhannuddin; I Wayan Karta
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 10, No 2 (2023): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v10i2.903

Abstract

The use of natural ingredients can be an alternative as an anti-inflammatory agent with lower side effects. This study aims to determine the anti-inflammatory activity of cang salak tea in vitro using the human red blood cell membrane stabilization method. Cang salak tea is made into a drink in four formulations, namely P1, P2, P3, and P4 with a volume of 200 ml each. The four formulations were tested for phytochemicals and anti-inflammatory with red blood cell membrane stabilization method using diclofenac sodium as a positive control. The percentage value of red blood cell membrane stability for each formulation was then analyzed statistically with One-Way Anova and LSD tests to see the level of difference between formulations and their effect on cell membrane stability. The formulation of cang salak tea contains phytochemical compounds such as folinol (379,094 - 430,299 mg/100g GAE), flavonoids (5,299 - 7,959 mg/100g QE), alkaloids (24,312 - 28,472 mg/100g) and has antioxidant activity with a value of 3,996 - 6,222 ppm. The highest levels of active polyphenolic compounds were found in the P2 formulation, flavonoids in the P2 formulation, and alkaloids in the P3 formulation. The highest antioxidant activity was found in cang salak tea formulation P1 which had the lowest PPM value in the IC50 test. The percentage of red blood cell membrane stability in various formulations of cang salak tea had a significant difference with the highest value in formulation P1 (112.6 %), followed by formulation P2 (102 %), P3 (100, 2 %), and P4 (99, 7%) (P≤0.05). Based on the LSD test results of cang salak tea formulations P1, P2, and P3 were significantly different from the positive control (P≤0.05). While the P4 formulation was not significantly different from the positive control (P≥0.05). Cang salak tea formulations P1, P2, P3, and P4 were able to stabilize red blood cell membranes which showed strong anti-inflammatory activity
Penyuluhan Penyakit Tidak Menular Dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Pemangku di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Habibah, Nur; Dharmawati, I Gusti Agung Ayu; Dhyanaputri, I Gusti Ayu Sri; Burhannuddin, Burhannuddin; Bekti, Heri Setiyo; Sundari, Cokorda Dewi Widhya Hana; Arjani, Ida Ayu Made Sri; Mastra , Nyoman; Kurniawan, Surya Bayu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.158

Abstract

Pura Agung Besakih merupakan Pura Agung terbesar di Bali tempat persembahyangan umat Hindu sekaligus menjadi tujuan wisata. Para pemangku yang bertugas memimpin persembahyangan di pura tersebut sebagian besar berusia lebih dari 50 tahun dan termasuk dalam kelompok berisiko penyakit tidak menular (PTM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang PTM serta melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol total. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu sosialisasi, penyampaian materi, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang PTM. Pemeriksaan terhadap para pemangku menunjukkan diagnosa tekanan darah normal dan tinggi, sedangkan kadar kolesterol terdiagnosa normal, di ambang batas dan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan pendampingan untuk menindaklanjuti aktivitas yang dilakukan dalam mencegah kejadian PTM.
Primers application with the Tso31 gene target in the molecular identification of Taenia solium Habibah, Nur; Bekti, Heri Setiyo; Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Rinawati, Luh Putu; Burhannuddin, Burhannuddin; Rakhmawati, Aprilia
Muhammadiyah Medical Journal Vol 2, No 1 (2021): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.651 KB) | DOI: 10.24853/mmj.2.1.35-40

Abstract

Background: taeniasis is a zoonotic disease caused by Taenia spp. Human taeniasis caused by Taenia solium can be acquired after consumption of raw insufficiently cooked infected pork meat. Pigs are intermediate host for T.solium. Pigs acquired this infection by eating human feces that contained T.solium eggs. Pigs infected with T.solium can be transmitted to humans. Purposes: identification of T.solium in pig is important because it is indicator of T.solium transmission. Microscopic examination of T.solium eggs is considered less effective and efficient so that many other methods are developed for T.solium detection such as molecular and immunology. Method: This method used specific primer which can detect the Tso31 gene in T.solium. Tso31 gene is one of the most promising antigens to differentiate T.solium from T.saginata. Pig feces samples were taken by random sampling technique from 7 pig farms in Denpasar. Result: from the 30 samples, we found one sample that which gave a single amplification product of 234 bp. This indicates that the pig farms in Denpasar have been infected with T.solium. Conclusion: it is necessary to do meat inspection properly in the market as well as health education about the dangers and impacts of T.solium infection in the community.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL TEH CANG SALAK UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN PADA KELOMPOK TANI DI DESA SIBETAN KARANGASEM Burhannuddin, Burhannuddin; Krisna, Luh Ade Wilan; Yanty, Jannah Sofi; Karta, I Wayan; Arjani, Ida Ayu Made Sri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i4.4410

Abstract

Kelompok Tani desa Sibetan telah memproduksi berbagai jenis makanan atau minuman yang berbahan salak. Inovasi yang dapat dilakukan antara lain diversifikasi produk melalui pemanfaatan kulit salak yang dikombinasikan dengan kayu secang untuk menghasilkan minuman herbal kesehatan berupa teh Cang Salak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani salak di desa Sibeten dalam memproduksi dan memasarkan teh cang salak sebagai minuman herbal kesehatan.  Metode kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, pembuatan media promosi, dan penelusuran kerjasama. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dalam kegiatan proses pengolahan kulit salak dan kayu secang menjadi teh cang salak, cara pengemasan dan teknik pemasarannya, serta pola pemanfaatan teh cang salak dalam bidang kesehatan. Pendampingan dilakukan agar kelompok mitra sampai terampil memproduksi produk teh cang salak serta memahami pemanfaatannya dalam bidang kesehatan. Pada kegiatan pelatihan diberikan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Media promosi yang digunakan berupa leaflet dan booklet yang memuat informasi tentang teh cang salak dan khasiatnya untuk kesehatan. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh cang salak efektif meningkatkan pengetahuan petani tentang teh cang salak dan khasiatnya dalam bidang kesehatan. Pengetahuan petani dengan kategori baik meningkat dari 17 % sebelum kegiatan menjadi 84 % setelah kegiatan dilaksanakan. Semua petani yang dilatih telah mampu mempraktikkan pembuatan teh cang salak dari persiapan bahan sampai pengemasan produk. Pelatihan pembuatan produk dengan sasaran petani salak dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai guna kulit salak yang menjadi limbah dalam konsumsi dan produksi bahan pangan dari salak.
Manajemen Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan (Studi Kasus SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang) Sinaga, Tiodorus; Sultoni, Sultoni; Benty, Djum Djum Noor; Triwiyanto, Triwiyanto; Burhannuddin, Burhannuddin
Proceedings Series of Educational Studies 2024: The 3rd International Conference on Educational Management and Technology (ICEMT) 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen adalah proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan, serta pemantauan (penilaian) dengan mendayagunakan segala sumberdaya yang ada untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Penerapan manajemen dalam mejalankan pendidikan karakter dapat mengoptimalkan sekolah dalam mencapai tujuan karakter peduli lingkungan yang akan dibentuk pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: (1) profil pendidikan karakter peduli lingkungan SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang; (2) perencanaan pendidikan karakter peduli lingkungan SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang; (3) pengorganisasian pendidikan karakter peduli lingkungan SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang; (4) penggerakan pendidikan karakter peduli lingkungan SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang; (5) pengawasan pendidikan karakter peduli lingkungan SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang; (6) hasil manajemen pendidikan karakter peduli lingkungan SD Negeri Lowokwaru 2 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan kebasahan data melalui kredibilitas, transfermabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Tahap-tahap penelitian yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Keywords: Manajemen, pendidikan karakter, peduli lingkungan