Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN FUNGSIONAL TEKNIS TEPUNG KORO KRATOK (Phaseolus lunatus L.) TERMODIFIKASI YANG DIPRODUKSI SECARA FERMENTASI SPONTAN Ahmad Nafi'; Nurud Diniyah; Febriani Tri Hastuti
AGROINTEK Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i1.2121

Abstract

Lima bean (Phaseolus lunatus L.) has a high bioavailability and good of amino acidsbalanced. Lima bean was pontentially used as a food ingredient on food manufacturing. Inorder to enhance its properties, the bean flour wasmodified by spontaneous fermentation. Theaim of this research was to obtaine the appropriate fermentation pH and time on theproduction of modified lima bean flour. The fermentation pH were 4.5; 5 and 5.5 incombination with fermentation time of 16, 24 and 32 hour. The Modified lima bean flour wasthen determined its moisture, ash, fat and soluble protein content. viscosity, bulk density,lightening, oil holding capacity (OHC), water holding capacity (WHC), foaming activity andstability index, emulsifing activity and stability index. The research results showed that the besttreatment resulted by fermentation pH of 5.5 for 16 hours. The modified lima bean flour had8.10 ± 0.68 % water content, 5.52 ± 1.06 % ash content, 0.19 ± 2.18 % fat content, 33.74 ± 1.20% soluble protein content, 16 ± 0.00 mPas, hot viscosity, 17.33 ± 0.58 mPas cold viscosity, 0.88± 0.00 g/ml bulk density, 91.43 ± 0.38 brightness, 250.01 ± 43.76% oil holding capacity (OHC),189.49 ± 9.17 % water holding capacity (WHC), 28.22 ± 0.40 ml/g foaming activity, 26.52 ±1.31 % foaming stability, 333.63 ± 6.70 m2/g emulsion activity and 3.66 ± 0.01 hour emulsionstability. Based on those properties, the modified lima bean flour showeh high potency on manyfood application.
Pengaruh Perlakuan pH dan Suhu Terhadap Sifat Fisikokimia Mocaf (Modified Cassava Flour) nurud diniyah; Pradiska Gita Vindy Ganesha; Achmad Subagio
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v16n3.2019.147-158

Abstract

Peningkatan sifat fungsional pati dapat dilakukan dengan mengubah struktur pati menjadi lebih banyak pada bagian amorf dengan cara perlakuan fermentasi pada umbi singkong terlebih dahulu sehingga dihasilkan Mocaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan karakteristik pati Mocaf dengan perlakuan panas dan pengaturan tingkat keasaman (pH) agar dapat digunaan dalam aplikasi yang lebih luas. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi variasi suhu pemanasan (60, 70, 80, 90, dan 120 °C) dan pH (3, 4, 5, 6, dan 7) dan diulang sebanyak 3 kali dengan parameter pengukuran meliputi daya kembang, kelarutan, kekeruhan, viskositas pasta, bentuk granula pati, dan sineresis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pemanasan mempengaruhi nilai daya kembang, kelarutan, viskositas, bentuk granula pati, dan sineresis Mocaf, tetapi menyebabkan penurunan tingkat kekeruhan. Sedangkan penambahan asam dapat mempengaruhi viskositas dan granula pati Mocaf. Effect of pH and Temperature Treatment on Physicochemical Properties of Mocaf (Modiffied Cassava Flour) The changes in the starch’s structure to amorphous can increase the functional characteristics of starch using the fermentation process of cassava to be known as Mocaf. The aim of this study was to determine the physicochemical properties of Mocaf’s starch due to temperature and pH processing. Treatment in this research including various of temperature (60, 70, 80, 90, and 120 °C) dan pH (3, 4, 5, 6, dan 7) in three replications with analysis of swelling power, solubility, viscosity, starch granule, and syneresis. The results of this study indicate that the heating temperature affects the value of swelling power, solubility, viscosity, starch granule, and syneresis of Mocaf, but it causes a decrease of Mocaf’s turbidity. The addition of acid may affect the viscosity and granules of Mocaf’s starch.
KARAKTERISASI SERA MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DARI UBIKAYU VARIETAS MANIS DAN PAHIT nurud diniyah; Nugraha Yuwana; nFN Maryanto; Bambang Herry Purnomo; Achmad Subagio
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v15n3.2018.114-122

Abstract

Mocaf (tepung kasava termodifikasi/Modified Cassava Flour) dapat dibuat dari berbagai varietas ubikayu dengan lama fermentasi yang bervariasi. Hasil samping dari produksi Mocaf berupa komponen tidak lolos ayakan 100 mesh yang disebut “Sera”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan varietas (Cimanggu dan Kaspro) dan lama fermentasi (0, 12, dan 24 jam) terhadap sifat fisikokimia sera Mocaf. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu varietas ubikayu dan lama fermentasi. Parameter yang dianalisis meliputi sifat fisik dan kimia seperti derajat putih, densitas kamba, proksimat, kadar serat kasar, dan kadar hemiselulosa-selulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sera Mocaf dari ubikayu varietas Cimanggu dan Kaspro memiliki karakteristik berupa derajat putih berkisar 84,61-86,05%, densitas kamba 0,58-0,75 g/mL, kadar air 11,79-13,73%, kadar abu 0,61-2,68 %, kadar protein 1,31-2,34 %, kadar lemak 1,50-2,14 %, kadar serat kasar 18,11-22,76 %, kadar hemiselulosa 29,20-34,21 %, dan kadar selulosa 18,47-21,89 %. Sera sebagai limbah Mocaf masih berpotensi digunakan sebagai bahan baku produk tinggi serat seperti cone es krim, roti tawar, dan cookies. (modified cassava flour) from sweet and bitter cassava varietiesMocaf (Modified Cassava Flour) can be made from various varieties of cassava with various duration of fermentation. The by-product of Mocaf, a component that does not pass 100-mesh sieve, is called “Sera”. The aim of this study was to determine the effect of different cassava varieties (Cimanggu and Kaspro) and duration of fermentation (0, 12, and 24 h) on the physicochemical properties of Mocaf sera. The experimental design used in this study was Randomized Block Design with 2 factors, namely cassava varieties and fermentation duration. Parameters observed included physical and chemical properties, i.e. whiteness, bulk density, proximate crude fiber and hemicellulose-cellulose content. The results showed that the characteristics of sera Mocaf from Cimanggu and Kaspro varieties were as follows: 84.61-86.05% whiteness, bulk density of 0.58-0.75 g /mL, moisture content of 11.79-13.73%, ash content of 0.61-2.68%, protein content of 1.31-2.34%, fat content of 1.50-2.14%, crude fiber content of 18.11-22.76%, hemicellulose content of 29.20-34.21%, and cellulose content of 18.47-21.89%. Sera as the waste of Mocaf processing had potential to be utilized as raw material for high fiber products such as ice cream cone, bread, and cookies.
KAJIAN EKSTRAKSI ANTOSIANIN KULIT TERUNG JEPANG (Solanum melongena L.) Nurud Diniyah; Tri Susanto; Fithri Choirun Nisa
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis terung dan konsentrasi HCl dalam etanol terhadap kualitas fisik dan kimia pigmen antosianin kulit terung. Penelitian ini disusun dengan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor yaitu jenis terung (T), Kopek dan Kraigi dan konsentrasi HCl dalam etanol (P) 0,50 N; 1,00 N; dan 1,50 N dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut BNT α = 5 %. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode “ Multiple Attribute”. Perlakuan terbaik antosianin kulit terung diperoleh dari jenis terung Kopek dan konsentrasi HCl dalam etanol 1,00 N dengan karakteristik nilai pH 1,03; total antosianin 0,56 (mg/ml); rendemen antosianin 15,28x10-3 %; tingkat kecerahan (L*) 31,60; intensitas warna merah (a+) 33,50; dan sisa residu etanol 1,16 %. Kata kunci: Ekstraksi, Antosianin, Terung, Etanol
PRODUKSI MINUMAN FUNGSIONAL SIRSAK (Anona muricata. Linn) DENGAN FERMENTASI BAKTERI ASAM LAKTAT Nurud Diniyah; Achmad Subagio; Mukhammad Fauzi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bakteri asam lactat (LAB) dalam memproses minuman fungsional sop asam bertujuan untuk mengetahui efek LAB dan fermentasi terhadap sifat fungsional dan karakteristik, serta daya anti-oxidant minuman sop asam. Studi ini menggunakan analisis deskriptif  pada beberapa variasi lamanya fermentasi. Pengamatan dilakukan pada turbiditas, total asam, pH, total gula, pengurangan gula, vitamin C, kapasitas anti-oksidan, dan hasil tes organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan LAB dan fermentasi mempengaruhi karakteristik dan daya anti-oksidan minuman fungsional sop asam. Kata kunci: sup asam, proses minuman, LAB, fermentasi, anti-oxidan
Effect of Fermentation Time and Cassava Varieties on Water Content and the Yield of Starch from Modified Cassava Flour (MOCAF) Nurud Diniyah; Achmad Subagio; Riri Nur Lutfian Sari; Pradiska Gita Vindy; Alif Ainur Rofiah
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.358 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v5i2.15094

Abstract

MOCAF (modified cassava flour) is a high potential food product. This product can be used to replace wheat flour in the manufacture of various food products. However, there is no characterization of starch properties of MOCAF. The efforts to improve the quality of starch from cassava starch by fermentation process using a combination of enzymes and microbes  from Lactic acid bacteria.The purpose of this research is to determine the influence of fermentation time to yield and moisture content. Single factor randomized block design with 3 (three) levels i.e fermentation time (0, 12, and 24 hours) with two group namely varieties of cassava Cimanggu and Kaspro. Cimanggu and Kaspro cassava varieties were used to compare the properties of starch due to different fermentation time (0, 12 and 24 hours) with triplicate. The results showed the yield and moisture content were affected by fermentation time. Average moisture content ranged from 13.3 to 13.8% with the starch yield is 38-59%. Application of starch MOCAF can be used for food, cosmetics, and medicines industry.Keywords : modified starch, cassava, fermentation, yield
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM Titik Khoiriyah; Wiwik Siti Windrati; Nurud Diniyah
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 2 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v2i1.14960

Abstract

ABSTRACT Nugget is a frozen ready to eat food product made from raw ground meat with a coating material. Generally, the coating material has used breadcrumbs. The breadcrumb is made from dried and crushed white bread. Bread crumbs have an important component as a coating material that is 13% starch and 8-9,7% protein. Intelligent rice has a starch and protein content of 64.48% and 7.2-9.7%. Therefore, bread crumbs may be substituted using Beras Cerdas crumbs. This study aims to determine the nature of the specific and organoleptic nuggets that use substitution of Beras Cerdas crumbs as a coating material and to know the ratio of breadcrumbs with the clever crumb of Beras Cerdas is right and still in the likes of consumers. The method of this study was to use a randomized block design with three (3) replications in each treatment. Data obtained from the results of the study processed using the program SPSS 17.0, organoleptic data using Friedman Test. The physical properties data were analyzed using ANOVA and if there were differences continued by using Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) test at α ≤ 5%. The best one treatment analysis compared to control nuggets (100% breadcrumbs) was performed using the effectiveness test. The results showed that the substitution of intelligent rice crumbs as a coating material had an effect on the color, aroma, taste, crispness, and overall color and stickiness value, but not significant effect on color value (brightness) and nugget texture value.Based on the best treatment effectiveness test ie P1 with a value of 0.63 effectiveness ABSTRAK Nugget merupakan produk makanan beku siap saji yang berbahan baku daging giling yang diberi bahan pelapis. Umumnya, bahan pelapis yang digunakan yaitu remah roti. Remah roti terbuat dari roti tawar yang dikeringkan dan dihancurkan. Remah roti memiliki komponen penting sebagai bahan pelapis yaitu kadar pati 13% dan protein 8-9,7%. Beras cerdas memiliki kadar pati dan protein 64,48% dan 7,2-9,7%. Oleh sebab itu, remah roti dapat disubstitusi menggunakan remah beras cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat sifik dan organoleptik nugget yang menggunakan substitusi remah beras cerdas sebagai bahan pelapis serta mengetahui rasio perbadingan remah roti dengan remah beras cerdas yang tepat dan masih di sukai konsumen. Metode penelitian ini adalah menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga (3) kali ulangan pada setiap perlakuan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah menggunakan program SPSS 17.0, Data organoleptik menggunakan Uji Friedman. Data sifat fisik dianalisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan New multiple Range Test (DNMRT) pada taraf uji α ≤ 5%. Analisis satu perlakuan terbaik dibandingkan dengan nugget kontrol (100% remah roti) dilakukan dengan menggunakan uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi remah beras cerdas sebagai bahan pelapis berpengaruh nyata terhadap kesukaan warna, aroma, rasa, kerenyahan, dan keseluruhan serta nilai daya lekat, namun tidak berpegaruh nyata terhadap nilai warna (kecerahan) dan nilai tekstur nugget.Berdasarkan uji efektivitas perlakuan terbaik yaitu P1 dengan nilai efektivitas 0,63
Indeks Glikemik Beras Analog dari Mocaf dengan Substitusi Jagung, Ubi Jalar Ungu dan Wortel Nurud Diniyah; Lutfi Firdaus; Wiwik Siti Windrati; Ahmad Nafi'; Aris Prasetyo; Achmad Subagio
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 02 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.576 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i02.3819

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui IG beras analog berbahan dasar mocaf dengan substitusi tepung jagung, tepung ubi jalar ungu dan wortel. Nilai IG dari 3 sampel beras analog yang tersedia (80 % mocaf: 20 % tepung jagung; 80 % mocaf: 20% tepung ubi ungu; 80 % mocaf: 20 % wortel) ditentukan untuk 10 panelis. Panelis disiapkan untuk mengkonsumsi 50 g karbohidrat dari sampel beras analog dan uji makanan dilakukan terpisah sekali setelah semalam berpuasa. Pengukuran glukosa darah kapiler dilakukan sebelum dan selama 120 menit setelah masing-masing beban makanan. IG beras analog berbasis mocaf dengan substitusi jagung, ubi jalar ungu dan wortel secara berturut-turut yaitu 59,20; 61,98 dan 64,87 yang berada pada kategori sedang.
Karakterisasi Tempe Koro Pedang (Canavalia ensiformis (L)) yang Dibuat dengan Variasi Persentase Ragi dan Jenis Pengemas Nurud Diniyah; Wiwik Siti Windrati; Maryanto -; Bambang Herry Purnomo; Windi Wardani
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 31, No 01 (2014)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/warta ihp.v31i01.2597

Abstract

Tempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi dan mengandung nutrisi yang tinggi. Selama proses fermentasi, komponen-komponen yang kompleks akan dihidrolisis oleh kapang menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Pemanfaatan bahan pangan lokal perlu ditingkatkan untuk mengurangi laju impor dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Pada penelitian ini, koro pedang digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis pengemas dan persentase ragi terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik tempe yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Variasi jenis pengemas dan persentase ragi terdiri dari A1B1 (plastik:1%), A1B2 (plastik:1,5%), A1B3 (plastik:2%), A2B1 (daun:1%), A2B2 (daun:1,5%), dan A2B3 (daun:2%). Data yang diperoleh diolah menggunakan sidik ragam.  Jika terdapat hasil data yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%.  Analisis organoleptik dilakukan dengan Uji Friedman pada taraf 5%.  Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai terbaik dari formulasi yaitu perlakuan A1B2 (jenis pengemas plastik dengan persentase ragi 1,5%). Karakteristik tempe dari perlakuan tersebut memiliki nilai kecerahan warna 62,22; tekstur 130,92 g/10mm; kadar air 64,86%; kadar abu 1,96%; kadar lemak 6,84%; kadar protein 16,62%; kadar karbohidrat 9,72%; dan kadar serat 3,66 %.
Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Cone Es Krim Dengan Variasi Penambahan Sera Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Karagenan Nurud Diniyah; Gustika Umiyati; Nugraha Yuwana; Maryanto Maryanto; Bambang Herry Purnomo; Achmad Subagio
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i2.4396

Abstract

ABSTRAK: Cone es krim merupakan kue berbentuk corong yang digunakan sebagai tempat meletakkan es krim. Bahan dasar pembuatan cone es krim adalah mocaf yang disubstitusi dengan sera dan karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sera dan karagenan terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik dari cone es krim yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor A penambahan karagenan yaitu A1 (0,5 %) , A2 (1 %), dan A3 (1,5 %) dan faktor B penambahan sera yaitu  B1 (10 %), B2 (15%) dan, B3 (20 %). Data uji fisik dan kimia diolah menggunakan sidik ragam, jika terdapat data yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DNMTR (Duncan New Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 5%. Analisa organoleptik dilakukan dengan uji Chi-square pada taraf 5%. Hasil uji efektivitas menunjukkan hasil terbaik dari formulasi yaitu A2B3 (penambahan karagenan 1% dan sera 20%). Karakteristik cone es krim dari perlakuan tersebut memiliki nilai kecerahan warna 64.73; daya tahan cone terhadap es krim 52.27 menit; kadar air 4.77%; kadar abu 3.49%; kadar lemak 16,49%; kadar protein 6.31%; serat kasar 6.56% kesukaan warna 84%; aroma 60%; rasa 84%; dan tekstur 80%. Kata Kunci: cone es krim, sera, karagenan, serat ABSTRACT: Cone ice cream is a funnel shaped cake that is used as a place to put ice cream. the basic ingredient in making ice cream cones is mocaf which is substituted with sera and carrageenan. The purpose of this study was to determine the effect of adding sera and carrageenan to the physical, chemical and organoleptic characteristics of the ice cream cone produced. This study used a completely randomized design (CRD) using 2 factors and 3 replications. The A factor is the addition of carrageenan, namely A1 (0.5%), A2 (1%), and A3 (1.5%) and the addition of sera B factors namely B1 (10%), B2 (15%) and, B3 (20%). Physical and chemical test data are processed using variance, if there are data that are significantly different then further tests using DNMTR (Duncan New Multiple Range Test) with a confidence level of 5% are carried out. Organoleptic analysis was performed by Chi-square test at the level of 5%. The effectiveness test results showed the best results from the formulation namely A2B3 (addition of carrageenan 1% and sera 20%). The characteristics of ice cream cones from the treatment have a color brightness value of 64.73; cone resistance to ice cream 52.27 minutes; moisture content 4.77%; 3.49% ash content; fat content of 16.49%; protein content 6.31%; crude fiber 6.56% color preference 84%; aroma 60%; taste 84%; and 80% texture.  Keywords: ice cream cone, sera, carrageenan, fiber
Co-Authors -, Giyarto -, Maryanto Achmad Subagio Agafatmi, Izzun Agustin Akhiriani, Resti Agustin Akhiriani, Resti Ahmad Nafi Ahmad Nafi Ahmad Nafi' Ainur Rofiah, Alif Alif Ainur Rofiah Alshammari, Fanar Hamad Amelia Puspitasari Amini, Stefia A. Ancah Caesarina Novi Marchianti Ararinda Kusweni, Nelfi Arifah, Naila Zanuba Azkiyah, Lailatul Bambang Piluharto Banun Kusumawardani Budi Yuwono Budi Yuwono Choiriyah, Arika Dani Setiawan Dani Setiawan Deltaningtyas Tri Cahyaningrum Denik Setiawati Dessy eka Kuliahsari Dian Agung Pangaribowo Dwiyanti, Inayatus Nur Dyanshah, Danny Agus Elly Nurus Sakinah, Elly Nurus Fahmi, Dafiq Kurniawan Fambudi, Stela S. Fatimah Wahyu Febriani Tri Hastuti Firdaus, Lutfi Fithri Choirun Nisa Gita Vindy, Pradiska Giyarto Giyarto Gustika Umiyati Hari Purnomo Herdina, Risa Herry Purnomo, Bambang I Dewa Ayu Ratna Dewanti Iguchi, Miyuki Inayatus Nur Dwiyanti Indarto Indarto indarto indarto Iqbaldi, Ryanda Irsyam, Mahrus Iswahyono Iswahyono Jauhar Firdaus Leseni, Ni Ketut Lindrianasari Lutfi Firdaus Madani, Alvis Alicia Marchianti, Ancah CN. Maryanto - Maryanto - Mega Pusva Sintha Muhammad Afifudin Anwar Muhammad Nurul Amin Mukhammad Fauzi Nafi', Ahmad Naning Retnowati Nanto, Mai nFN Maryanto Ngizati, Naila Alfi Ni Ketut Leseni Ni Ketut Leseni Nia Ariani Putri Nia Kristiningrum Ningrum, Nawang Sih Kusuma Nugraha Yuwana Nugraha Yuwana Nur Aini Nur Lutfian Sari, Riri Nurhayati Nurhayati Pradiska Gita Vindy Pradiska Gita Vindy Ganesha Prasetya, Sesarino Prasetyo, Aris Puspitarini, Mas Arum Putri Gita Kurniasari Putri, Dhiani E. R. Abdoel Djamali Retno Purwandari Riri Nur Lutfian Sari Riri Nur Lutfian Sari Riska Rian Fauziah Roedy Budirahardjo Roudotul Jannah Rusdianto, Andrew Setiawan Sakinah, Elly N. Sallama, Solihatus Sang-Han Lee Shahira, Silvia Faradjdilara Sih Yuwanti Simon Bambang Wijanarko Siti Windrati, Wiwik Siti Windrati, Wiwik Sukatiningsih Sukatiningsih Sumono, Agus Tecky Indriana Titik Khoiriyah Tri Susanto Tyastiningsih, Vivin Utiya Listy Biyumna Wardani, Windi Windi Wardani Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Yoshino, Tomoyuki Yuli Wibowo Yulia Rahmawati, Yulia Yuwana, Nugraha Zakiyatul Fachirah