Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pendampingan Pendidik dalam Mengimplementasikan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Suara Demokrasi Aa Aman Abdur Rahman M Ilyas; Amir Supriatna; Cucu Suwandana; Iis Suryani; Kustati Kustati; Caridin Caridin; Ikka Kartika AF; Agus Mulyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 1 (2023): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i1.278

Abstract

The independent curriculum is the minister of Education's breakthrough in overcoming the learning vacuum. Character education in the independent curriculum through a project to strengthen the Pancasila student profile is known as P5. In the YPI An-Nur Barudua Malangbong Garut environment, the independent curriculum is still very foreign. The purpose of this assistance is to improve teacher skills in preparing P5 activity modules, organizing the implementation and evaluation and reflection of P5 activities. Assistance activities are divided into three stages. Namely the first stage of delivering material about the independent curriculum and P5. The second stage is guidance on the preparation of the P5 module and its implementation stages. In the third stage, an evaluation and reflection of the mentoring activities is carried out. Based on the evaluation and reflection carried out, this mentoring activity was very useful for teachers in the YPI An-Nur Garut environment. Especially SMP IT An-Nur as the executor of the independent curriculum.
Bimbingan Teknis Guru dan Kepala Sekolah Dalam Menyusun Modul Ajar Pada Kurikulum Merdeka Agus Mulyanto; Okke Rosmala Dewi; Asep Deni Normansyah; Fidya Arie Pratama; Agus Nurkholiq; Ismail Hasim; Mujiyatna; Maesaroh; Sri Tubillah Noor; Siti Honiah Mujiati; Masyudi; Rhani Sri Ervina; Prihatining Tyas
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 5 No. 1 (2023): Madani, Februari 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v5i1.1697

Abstract

This Community Service Activity was held because the competency demands required by teachers in the independent curriculum were getting higher. Therefore Technical Guidance was expected to be one of the solutions for every teacher and school. Because in this Technical Guidance, all information is presented operationally and technically, with competent sources, a short duration, and is not boring. So, Participants can take part in activities to improve their competence quickly. The research that underlies the preparation of this Community Service article is qualitative research with a descriptive method, where the descriptive study is research conducted to describe or describe the implementation of the Webinar and Bimtek, which includes themes, timeliness, atmosphere, the competence of resource persons, completeness of the material, service/attitude of the committee, and tools. Furthermore, the success of this Community Service activity can be measured starting from preparation, participation, implementation, and evaluation. This Community Service activity resulted in several products, including a 32 (thirty-two) hour certificate, from the Chancellor of the Nusantara Islamic University at Bandung, the Chancellor of the "45" Islamic University at Bekasi, and the BAZNAS at Bekasi City. In addition, Participants also received Technical Guidance material and assignment templates in preparing teaching materials for the Strengthening Pancasila Student Profile Project. This Community Service activity also resulted in several institutional collaborations as a form of academic concern
PENGUATAN LITERASI DIGITAL MEDIA SOSIAL MAHASISWA PBS INDONESIA MELALUI PERKULIAHAN SOSIOLINGUISTIK BERBASIS RISET Agus Mulyanto
Jurnal Komposisi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Komposisi
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jk.v5i1.1748

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan smartphone berdampak pada derasnya terpaan hoax dan ujaran kebencian di media massa. Perkuliahan sosiolinguistik berbasis riset dirancang memberi landasan berpikir dan bersikap ilmiah terhadap mahasiswa agar mampu merespons terpaan informasi hoax dan ujaran kebencian dengan respons akademis. Perkuliaah dirancang dalam dua fase yaitu penguatan teoretis konsep sosiolinguistik dan praktik penelitian sosiolinguistik dengan objek kajian ujaran kebencian yang sedang viral. Praktik perkuliahan dirancang dalam disain penelitian berjenis penelitian tindakan (action research). Penelitian dilaksanakan di kelas  A semester V program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, FKIP Universitas Islam Nusantara. Hasil pembelajaran dengan model pembelajaran sosiolinguistik dengan berbasis riset menunjukkan bahwa ada penguatan literasi digital mahasiswa berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap ilmiah terhadap setiap terpaan berita di media sosial, khusunya ujaran kebencian. Penerapan pendekatan saintifik berupa pratik terbimbing penelitian terhadap kasus-kasus viral ujaran kebencian mampu membentuk penerapan kaidah-kaidah ilmiah oleh mahasiswa. Mahasiswa mampu memilah, memilih, dan menentukan topik penelitian. Mereka pun mampu merumuskan masalah penelitian, menyusun pedoman analisis berbasis hasil kajian teoretis, menentukan sumber data, melakukan pengumpulan dan pengolahan data bersumber dari media sosial, serta mampu menafsirkan dan mempresentasikan dalam bentuk seminar.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Tata Kelola BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Endang Komara; Agus Mulyanto; Popi Siti Ichsanniaty; Wahyu Purnama; Muhammad Sanny
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.2049

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebagian Kepala Sekolah belum memahami tentang tata kelola bantuan operasional satuan pendidikan yang sesuai dengan rapor pendidikan. Hal ini berdampak pada objek belanja yang dikeluarkan tidak mengacu pada perencanaan pendidikan. Sehingga tidak adanya kesesuaian program pendidikan dengan keluaran yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pemimpin mempunyai peranan sebagai subyek yang aktif, kreatif dalam menggerakkan orang baik sebagai individu maupun kelompok/organisasi dalam pencapaian tujuan/visi, secara efektif. Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam kerangka manajemen dan kepala sekolah merupakan salah satu faktor terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Kepala sekolah adalah pengelola satuan pendidikan yang bertugas menghimpun, memanfaatkan, mengoptimalkan seluruh potensi dan SDM, sumber daya lingkungan (sarana dan prasarana) serta sumber dana yang ada untuk membina sekolah dan masyarakat sekolah yang dikelolanya.
Penerapan Kepemimpinan Visioner dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Agus Mulyanto; Endang Komara; Erry Hendriawan; F. X. Wibathsuh Bambang Wiedjanarko; Chikal Anugrah Putra Naisabur
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.2073

Abstract

Kepemimpinan visioner adalah seorang pemimpin yang dipandang mampu menghadapi serta menjalankan kinerja organisasi yang baik dan senantiasa antisipatif terhadap perkembangan kurikulum serta perubahan-perubahan di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab penerapan kepemimpinan visioner dalam pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan di PKBM Bina Bangsa Berkarakter. Metode penelitian mengunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari berbagai sumber, media online. Analisisnya adalah dengan melakukan kajian-kajian literatur terhadap kepemimpinan Visioner kepala PKBM Bina Bangsa Berkarakter telah memiliki peran sebagai penentu arah yang mampu mengembangkan visi misi lembaga, angen perubahan yang dapat mengatasi berbagai berkembangan dan kemajuan zaman sebagai tantangan didunia pendidikan nonformal. Hasil penelitian diperoleh yang signifikan antara penerapan kepemimpinan visioner terhadap pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik kepemimpinan visioner seorang kepala PKBM maka akan baik pula kurikulum pendidikan.
Pengaruh Motivasi Kerja Internal Dan Eksternal Terhadap Tingkat Produktivitas Pegawai Pada Pendidikan Tinggi Vokasi Kesehatan Endang Komara; Agus Mulyanto; Neneng Yety Hanurawaty; Yosephina Ardiani Septoati; Ira Gustira Rahayu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1521

Abstract

Setiap organisasi memiliki visi dan misi yang harus dicapai dan terus dikembangkan. Komponen yang paling utama dan aktif dalam pencapaian dan pengembangan organisasi berasal dari Sumber Daya Manusia atau yang disebut pegawai. Pegawai bertugas sebagai perancang hingga pelaksana dan mempertahankan agar prestasi atau capaian organisasi stabil atau meningkat. Salah satu upaya mencapai tujuan organisasi adalah dengan produktivitas pegawai. Produktivitas pegawai berbanding lurus dengan motivasi, dimana peran motivasi sangat berpengaruh terhadap daya juang pegawai untuk melakukan pekerjaannya secepat, sebanyak dan sebaik mungkin. Perlunya penelitian lebih lanjut mengenai penerapan motivasi internal dan eksternal dalam peningkatan produktivitas pegawai pada organisasi Pendidikan Vokasi Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara terhadap 5 orang tenaga pendidik dan 22 orang dosen. Hasil penelitian menunjukkan motivasi internal sebesar 82,91% dengan rentang kategori baik, dan eksternal sebesar 70,48% dengan rentang kategori baik, dan faktor kinerja sebesar 79,14% dengan rentang kategori baik. Pegawai secara internal mengharapkan dapat merasa aman, terjamin dari keselamatan dalam pekerjaannya, dan secara ekternal pegawai mengaharapkan apresiasi berupa ucapan dan perilaku, serta upah diluar Honor.
Bentuk dan Jenis Komunikasi Bernada Ujaran Kebencian (Studi Kasus Terhadap Postingan dan Komentar Pada Akun Instagram @Nyinyir_Update_Official) Agus Mulyanto; Aneu Nuraeni; Siska Mareti Maulani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.6099

Abstract

Language is a very important communication tool for humans to interact. One of the tools used to communicate is social media. It is undeniable that at this time on social media there is often the use of language deviations such as hate speech. This research focuses on analyzing the forms and types of hate speech in posts and comments on the @nyinyir_update_official Instagram account. The approach used is a qualitative approach with descriptive methods. The data collection technique was carried out using reading and note-taking techniques. Data is obtained from comments on @nyinyir_update_official Instagram account posts that contain hate speech. The results of the study show that the hate or dislike response is the creative impetus for creative language expression. Creative in finding different ways to berate or blaspheme. The technique used is to use referents that are nuanced with negative meanings. The technique used is to use referents that are nuanced with negative meanings. There are nine types of referents used to express hatred, namely: (1) circumstances 32 utterances, (2) animals 13 utterances, (3) body parts 23 utterances, (4) objects 10 utterances, (5) activities 4 utterances, (6) spirits 6 utterances, (7) kinship 10 utterances, (8) profession 4 utterances, (9) exclamation 2 utterances. Judging from the form, the core of hatred is expressed in words, phrases, and clauses as follows: (1) words as many as 28 hate speeches, (2) phrases 35 hate speeches, and (3) clauses 37 hate speech data. AbstrakBahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi manusia untuk berinteraksi. Salah satu sarana yang digunakan untuk berkomunikasi yaitu media sosial. Tidak dipungkiri pada masa ini di media sosial sering terjadi penggunaan penyimpangan berbahasa seperti ujaran kebencian. Penelitian ini berfokus pada analisis bentuk dan jenis ujaran kebencian pada postingan dan komentar di akun Instagram @nyinyir_update_official. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data diperoleh dari komentar pada postingan akun instagram @nyinyir_update_official yang mengandung ujaran kebencian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa respons benci atau tidak suka merupakan dorongan kreatif membuat ungkapan bahasa kreatif. Kreatif dalam menemukan berbagai cara mencaci atau menghina. Teknik yang digunakan adalah menggunakan referen yang bernuansa makna negatif. Ada sembilan jenis referen yang digunakan untuk mengungkapkan kebencian, yaitu: (1) keadaan 32 ujaran, (2) binatang 13 ujaran, (3) bagian tubuh 23 ujaran, (4) benda 10 ujaran, (5) aktivitas 4 ujaran, (6) makhluk halus 6 ujaran, (7) kekerabatan 10 ujaran, (8) profesi 4 ujaran, (9) seruan 2 ujaran. Dilihat dari bentuknya, inti kebencian itu diungkapkan dengan kata, frasa, dan klausa sebagai berikut: (1) kata sebanyak 28 ujaran kebencian, (2) frasa 35 ujaran kebencian, dan (3) klausa 37 data ujaran kebencian.
Kepemimpinan Visioner Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sevi Lestari; Agus Mulyanto; Belina Anggia Gustami; Nur Devi Yusiawati Gumelar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kepemimpinan visioner dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka atau analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan visioner merupakan pendekatan yang penting dalam memimpin organisasi dan individu. Dengan melihat ke depan, merumuskan visi yang inspiratif, dan menginspirasi orang lain untuk mencapainya, seorang pemimpin visioner dapat membawa perubahan positif dan membawa organisasi menuju kesuksesan jangka panjang.
ANALISIS GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM VIDEO TIKTOK RIAN FAHARDHI Agus Mulyanto; Andarini Rani Probowati; Ratih Purnamasari
Jurnal Semantik Vol 12 No 2 (2023): Volume 12 Number 2, September 2023
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v12i2.p141-160

Abstract

The existence of social media such as TikTok opens up opportunities for people to express themselves freely. This freedom demands creativity in expression, among others by using a sarcastic language style. This study aims to examine the use of satire language style used by Tiktoker Rian Fahardhi in his video using Keraf's Language Style theory. This research uses descriptive research to describe the sarcastic language style used by Rian Fahardhi in TikTok videos. The data collection technique used is the listening method with note taking technique. The data analysis technique used in this research is content analysis technique. The results showed that Rian Fahardhi used 19 satire language styles consisting of 4 irony language styles, 6 cynicism language styles, and 9 sarcasm language styles. Satire is not only used to convey criticism and aspirations, but it can also be implemented for readers and listeners of language in various types of literary works and outside literature. By using satire, readers or listeners can pay attention to the words used more carefully in writing or speech. So that it can increase understanding and appreciation of the beauty of language and can strengthen the message to be conveyed.
Penggunaan Ragam Bahasa Indonesia Pada Judul-Judul Podcast Youtube Deddy Corbuzier Agus Mulyanto; Isnaeni Ina Nur Aina
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18530

Abstract

The Use of Various Indonesian Languages in Deddy Corbuzier’s Youtube Podcast TitlesABSTRAKPenggunaan ragam bahasa pada judul-judul podcast di youtube dapat bervariasi tergantung pada audiensi yang dituju dan konteks pembicaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi ragam bahasa pada judul-judul podcast di youtube. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari judul-judul podcast pada platform media sosial youtube. Hasil dari penelitian ini ditemukan penggunaan ragam bahasa informal pada judul-judul podcast yaitu ragam bahasa santai (kasual) dan dapat diklasifikasikan menjadi (1) penghilangan fonem awal atau suku kata awal, (2) penghilangan fonem tengah atau suku kata tengah, (3) perubahan grafi, (4) penambahan grafi, (5) penggunaan bahasa daerah, (6) penggunaan istilah bahasa asing, (7) penggunaan singkatan, (8) penggunaan simbol, (9) perubahan semantis, (10) proses morfologi yang belum baku, (11) angka yang menggantikan huruf, (12) penggunaan emoji. Ragam bahasa yang digunakan dalam judul-judul podcast menggunakan bahasa yang lebih santai dan informal untuk menarik perhatian penonton serta menghadirkan suasana yang lebih santai. Penggunaan ragam bahasa pada judul-judul podcast di youtube harus disesuaikan dengan audiensi yang dituju dan konteks pembicaraan agar dapat mencapai tujuan dari podcast tersebut. Bahasa Indonesia memanglah beragam, hal ini disebabkan bahasa Indonesia dituturkan oleh banyak orang dan suka atau tidak suka harus tunduk pada hukum perubahan.Kata kunci: Ragam Bahasa, Judul Podcast, Deddy CorbuzierABSTRACTThe use of various languages in podcast titles on YouTube can vary depending on the intended audience and the context of the conversation. This study aims to describe the use of language variations in podcast titles on YouTube. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The data source in this study was taken from podcast titles on the YouTube social media platform. The results of this study found the use of informal language varieties in podcast titles, namely casual language varieties and can be classified into (1) omission of the initial phoneme or initial syllable, (2) omission of the middle phoneme or middle syllable, (3) changes in graphics, (4) adding graphics, (5) using local languages, (6) using foreign language terms, (7) using abbreviations, (8) using symbols, (9) semantic changes, (10) morphological processes that are not standard , (11) numbers that replace letters, (12) use of emojis. The variety of language used in the podcast titles uses more relaxed and informal language to attract the attention of the audience and create a more relaxed atmosphere. The use of various languages in podcast titles on YouTube must be adjusted to the intended audience and the context of the conversation in order to achieve the goals of the podcast. Indonesian is indeed diverse, this is because Indonesian is spoken by many people and whether they like it or not, they must be subject to the law of changeKeyword: Variety of Languages, Podcast Titles, Deddy Corbuzier
Co-Authors Aa Aman Abdur Rahman M Ilyas Achmad Mudrikah Achmad Sanusi Agus Nurkholiq Ahmad Yani Ai Asiah Ai Dudu Duriawati Ai Sumarni Ali Mustofa Alifah Indalika Mulyadi Razak Amir Supriatna Andarini Rani Probowati Aneu Nuraeni Arif Firmansyah Asep Deni Normansyah Barlian, Ujang Cepi Belina Anggia Gustami Budi Hermawan Caridin Caridin Cas Fitrianingsih Chikal Anugrah Putra Naisabur Cucu Suwandana Dery Jamaludin Basari Eka Yuli Astuti Endang Komara Entin Kartini Entuy Kurniawan Erry Hendriawan F. X. Wibathsuh Bambang Wiedjanarko Fidya Arie Pratama Fuad Rinaldi H Ahd Fauzi H Majeri H Taufikurrahman Hadi Laksono Hanafiah Hani Hadiati Pujawardani Husen Saeful Insan Ihsan Mustofa Iim Wasliman Iin Indra Nuraeni Iis Suryani Ikka Kartika AF Iman Saifullah Ira Gustira Rahayu Ismail Hasim Isnaeni Ina Nur Aina Jalaluddin Jalaluddin Jamaluddin Malik Khoirul Anwar Kingking Muttaqien Kustati Kustati Lilis Mulyani Setiasari Lilis Suandari M Firman S M Matin S Maesaroh Marpuah Marpuah Masyudi Miftahussalam Miftahussalam Mohammad Hasan Muhammad Nurbih Abdullah Muhammad Saleh Suaidy Muhammad Sanny Mujiyatna Mulyono Mulyono N. Dede Khoeriyah Nani Sintiawati Neneng Yety Hanurawaty Nur Devi Yusiawati Gumelar Okke Rosmala Dewi Popi Siti Ichsanniaty Prihatining Tyas Ratih Purnamasari Reni Marlina Rhani Sri Ervina Rinrin Siti Maemunah Riska Irnawati Saktika Rohmah Fajarwati Saliha Sebgag Santy Christinawati Sayid Muhammad Rifqi Noval Selvia Saefullah Sevi Lestari Siska Mareti Maulani Siti Honiah Mujiati Siti Saadah Sri Ayu Lestari Sri Tubillah Noor Suryana Sumantri Sutaryat Trisnamansyah Syifa Zulfatul Khoiriyah Sylviana Stefanie Tamaulina Br Sembiring Taufik Taufik Tita Agustini Ulfiah Ulfiah Uus Sopandi Wahyu Purnama Yoga Budi Santoso Yosephina Ardiani Septoati