Claim Missing Document
Check
Articles

Ethnobiology exploration of Suku Dayak Losarang, Indramayu District-West Java Province Lesy Luzyawati; Lissa Lissa
Bioscience Vol 3, No 2 (2019): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.147 KB) | DOI: 10.24036/0201932106093-0-00

Abstract

Biodiversity is one of local wisdom that should be kept and maintained. Several local governments have different ways of managing and maintaining their existence, including in Krimun village-Losarang, Indramayu District, West Java Province. This study is aimed at finding the information about Suku Dayak people in Losarang (which is not same as Dayak in Borneo Island), how they manage and utilize biodiversity in their surroundings, and how it relates to the local wisdom. This is a qualitative research with instruments consists of interview sheets, field notes, and audio-visual documentation. The subject of this research is the Suku Losarang Dayak people whom are selected through incidental sampling techniques. The study of Ethnobotany includes utilization of 56 species plants as food, three species as boards, nine species for medicine, two species for aesthetics, and nine species for rituals. Ethnoecology here means the conservation of community of the Suku Dayak Losarang people toward surrounding ecosystems that are conserved for the needs of farming, shelter, and ritual. Concerning for ethnozoology, none of the species was used because they have a principle "ngaji rasa". This principle means that they would not be allowed to consume or to make use of the living creatures.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MATERI ALAT INDERA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PICTORIAL RIDDLE Lesy Luzyawati
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2017
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.442 KB) | DOI: 10.23971/eds.v5i2.732

Abstract

This study aims to analyse the critical thinking skills of high school students on five-senses material through the usage of inquiry pictorial riddle learning model. The type of the research used is descriptive quantitative with Pre-Experimental Design and type One-Shot Case Study. The results shows that the students' critical thinking ability were vary. Of 32 students, 50% of students can be classified into very good category, 26.5% into good category, and 23.5% students into medium category. The achievement on the five critical thinking indicators of all students were also different, in which the achievement of critical thinking indicator of giving the simplest explanation has the highest percentage of 90% (very good) compared to another indicators, building basic skill has 84% percentage (good), making conclusion 80% (good), and 60% (medium) in giving further information, in which the achievement of this indicator is the lowest compared to another indicator.  On indicator of setting strategy and tactics the percentage is 73 (good). Based on the statistical numbers above, the average thinking ability of all students in grade XI MIPA 6 SMA Negeri 1 Sindang Indramayu is 77% wich can be classified into good category.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA KONSEP PENCEMARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Lesy Luzyawati
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i1.2540

Abstract

ABSTRACTThe study aims to determine the effect of Problem Based Instruction learning model on the concept of pollution to the problem solving ability of high school students. This research is a kind of quantitative research. Population in this research is student of class X SMA Negeri 1 Lohbener. Cluster random sampling technique was taken by two classes and obtained by X-MIPA 4 students as experiment class by using Problem Based Instruction and X-MIPA 2 as control class by using discussion method. The instrument used is in the form of five essay questions in accordance with the problem-solving indicator that is restricted to the C3-C5 cognitive domain that has been tested for its validity and reliability. After a different treatment, each posttest is given. Based on the result of the research, the average value of experimental class is 72.25 and the control class average 58.95. Then by using t test, obtained tcount = 4.092> ttabel = 1.680. Based on hypothesis testing can be stated that Ho is rejected. So that the problem-based instruction model influences student's problem solving abilities. Keywords: pollution, problem based instruction, and problem solving ability.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Instruction pada konsep pencemaran terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMA. Bentuk penelitian eksperimen berdesain postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lohbener. Teknik pengambilan sampel secara cluster random sampling diambil dua kelas dan didapatkan siswa kelas X–MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction. Instrumen yang digunakan adalah berupa lima soal essai sesuai dengan indikator pemecahan masalah yang dibatasi pada ranah kognitif C3-C5 yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Setelah dilakukan perlakuan yang berbeda, masing-masing diberikan posttes. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 72,25 dan rata-rata kelas kontrol 58,95. Kemudian dengan menggunakan uji t, diperoleh thitung=4,092 > ttabel=1,680, maka H0diterima. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Instruction berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Kata Kunci: pencemaran, problem based instruction, dan kemampuan pemecahan masalah.
Validitas Instrumen Penalaran Ilmiah pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Kelas XI Devitia Hamsyah; Lesy Luzyawati; Eva Yuliana
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v13i1.3474

Abstract

Abstrak: Pada abad ke 21 kemampuan bernalar merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam memecahkan permasalahan dan proses pembelajaran harus dapat menilai penalaran ilmiah siswa. Akan tetapi hasil lapangan menemukan bahwa pada beberapa guru biologi belum pernah melakukan penilaian penalaran ilmiah pada siswa, sehingga penelitian ini akan mengembangkan instrumen penalaran ilmiah pada materi sistem pertahanan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas produk instrumen penalaran ilmiah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (RD) dengan pendekatan model 4 D (Define, Design, Develop and Dessiminate). Populasi sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 5 validator yang terdiri dari 3 Dosen sebagai ahli penalaran ilmiah, ahli materi dan 2 Guru praktisi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan lembar wawancara. Hasil validasi yang dilakukan dua kali berada pada kategori validitas sangat tinggi, hal ini menunjukan bahwa produk instrumen penalaran ilmiah pada materi sistem pertahanan tubuh kelas XI yang peneliti kembangkan layak untuk digunakan.Kata Kunci: Instrumen penilaian; penalaran ilmiah; sistem pertahanan tubuh Abstract: In the 21st century the ability to reason is an ability that students must have in solving problems. In this case the learning process must be able to assess students' scientific reasoning. However, the field results found that some biology teachers have never conducted scientific reasoning assessments on students, so this research will develop scientific reasoning instruments on the body's defense system material. The purpose of this study was to determine the product validity of scientific reasoning instruments. Type of research is development research (RD) with a 4 D model approach (Define, Design, Develop and Dessiminate). The sample population taken in this study were 5 validators consisting of 3 lecturers as scientific reasoning experts, material experts and 2 teacher practitioners. The sampling technique used purposive sample. Data collection techniques using validation sheets and interview sheets. The results of the validation that were carried out twice were in the very high validity category, This shows that the product of scientific reasoning instruments in the class XI body defense system material that the researcher developed is suitable for use.Keywords: Assessment instrument; scientific reasoning; body defense system
UJI EFEKTIVITAS SERBUK BIJI DUWET (SYZIGIUMCUMINI) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF LUKA DIABETES MELLITUS Lissa Lissa; Anilia Ratnasari; Lesy Luzyawati
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 1 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i1.60

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman duwet (Syzigium cumin) berdampak pada minimnya penggunaan tanaman. Sebenarnya tanaman duwet memiliki kandungan fitomyelin glukosida dalam biji sebagai alternatif penyembuhan ulkus diabetes (bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk biji duwet pada penyembuhan luka pada penderita diabetes mellitus. Uji keefektifan serbuk biji duwet dilakukan pada tikus jantan (Mus Muscullus) yang telah diinduksi alloksan 30 mg/kg dan setelah induksi memiliki kadar glukosa darah> 120mg/dl. Luka dibuat di kulit dorsal dengan cara memotongnya, sayatan berbentuk luka dengan panjang 1 cm dan lebar 0,3 mm. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain true eksperimental, menggunakan rancangan posttest only control group design, pengujian dilakukan hanya setelah selesainya perlakuan. Pengujian keefektifan dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol negatif tanpa perlakuan, kelompok eksperimen dengan perlakuan biji bubuk duwet dan kelompok kontrol positif dengan pemberian Povidone Iodine. Pengamatan penyembuhan luka dilakukan setiap hari bersamaan dengan penggantian alas kandang tikus dan memberi makan tikus. Pengamatan luka meliputi ukuran dan warna luka di sekitar luka. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah untuk membandingkan rata-rata lebih dari dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji duwet efektif dalam penyembuhan luka diabetes. Penyembuhan luka pada kelompok eksperimen (diberikan serbuk biji duwet) lebih cepat dibandingkan dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (diberikan povidone iodine).
Analisis Pertanyaan Uji Kompetensi pada Buku Biologi SMA/MA Kelas XII Penerbit Erlangga Agustina Zehlia; Lesy Luzyawati; Idah Hamidah
Gema Wiralodra Vol. 10 No. 2 (2019): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v10i2.74

Abstract

Peserta didik belum menguasai soal-soal materi pembelahan sel dan pola-pola hereditas pada penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester. Soal-soal latihan pada buku teks yang digunakan siswa belum diketahui kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis pertanyaan uji kompetensi pada buku biologi SMA/MA penerbit Erlangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Objek penelitian ini adalah pertanyaan uji kompetensi materi pembelahan sel dan pola-pola hereditas sebanyak 95 pertanyaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan materi pembelahan sel didominasi oleh tingkat C1 konseptual denga persentase 30%, sesuai konten kompetensi dasar 3.6 sebesar 88% dan 16% tidak sesuai konten KD, komponen evaluasi terkait pengetahuan termasuk dalam kategori baik, sedangkan pertanyaan pada materi pola-pola hereditas didominasi oleh tingkat C3 prosedural dengan persentase 60%. Seluruh pertanyaan materi pola-pola hereditas sesuai dengan konten KD 3.5, 3.6, 4.5, dan 4.6 dengan persentase terbanyak pada KD 3.6 sebesar 71%, dan komponen evaluasi terkait pengetahuan termasuk dalam kategori sangat baik. Pertanyaan uji kompetensi pada buku biologi SMA/MA pnerbit Erlangga secara umum masih berada pada level lower order thingking skills, proporsi tiap konten kompetensi dasar belum merata dan penilaian komponen evaluasi terkait pengetahuan termasuk “baik
Student's Discipline in Biology Online Learning in SMA Negeri 1 Sindang Nabilah S Bajri; Hilda Oktaviani; Lesy Luzyawati; Listia Eka; Inna Nurfebriani
Jurnal Report of Biological Education Vol 2 No 1 (2021): Report of Biological Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/rebion.v2i1.1157

Abstract

Background: In online learning, students are required to have adequate smartphones and the internet, so that many obstacles occur, one of which concerns student discipline, especially in attendance and collection of assignments. The purpose of this study was to determine the discipline of students in online learning that took place at SMA Negeri 1 Sindang Indramayu in biology subjects. Method: The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this study were 36 students of class XI Mipa 5 SMA Negeri 1 Sindang. The instruments used were in the form of a daily note sheet and an observation sheet. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. Results: The results showed that the level of student discipline was high, as seen from the percentage of student attendance on time of 81% and the percentage of student assignment collection on time of 65%. Conclusion: The discipline of students XI mipa 5 in SMA Negeri 1 Sindang during online learning is high
IMPLEMENTASI METODE GALLERY WALK TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI VIRUS Lesy Luzyawati; Idah Hamidah
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 5, No 2 (2020): Bio Educatio (The Journal of Science and Biology Education)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.194 KB) | DOI: 10.31949/be.v5i2.2230

Abstract

The low student learning outcomes and interest in learning biology are caused by several factors, one of which is the lack of use of learning methods that can make students active. One way to overcome these problems is through the use of gallery walk learning methods. The purpose of this study was to determine the effect of the gallery walk method on viral material on cognitive abilities and learning interests of students at SMA Negeri 1 Losarang Indramayu. This study uses True Experimental Design with Posttest-Only Control Design. The results of data analysis showed that the gallery walk learning method affected the cognitive abilities of students on virus material. Analysis of student learning interest data on virus material is in the very high category
Analisis Penalaran Ilmiah Siswa pada Penggunaan Media Analog Proses Pembentukan Urine Lesy Luzyawati; Devitia Hamsyah; Lian Novita Dewi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2020): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v5i2.3104

Abstract

Penalaran ilmiah perlu ditanamkan sejak dini pada tingkat satuan pendidikan abad ke 21 karena siswa harus dapat berperan seperti peneliti. Salah satu acuan dalam menentukan penalaran ilmiah adalah media alat peraga yang dapat membantu dalam pemahaman siswa dengan materi yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran ilmiah siswa pada penggunaan alat peraga proses pembentukan urin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sampel 26 siswa di kelas XI MIA 3 di MAN 1 Indramayu. Data diperoleh dari hasil observasi dan tes essay. Test essay berjumlah 8 soal, masing-masing soal termasuk dalam aspek Integrated, Advented dan Culminating. Data hasil observasi menunjukkan penalaran ilmiah pada aspek integrated skor 73,3 berada pada kategori tinggi, advenced skor 63 berada pada kategori tinggi dan culminating skor 57,8 berada pada katagori sedang. Sedangkan data hasil test menunjukkan penalaran ilmiah pada aspek integrated skor 67 berada pada kategori tinggi, advenced skor 56 dan culminating skor 52,8 keduanya berada pada katagori sedang. Dengan rata-rata hasil observasi dari tiga aspek tersebut menunjukan skor 64,7 berada pada kategori tinggi dan rata-rata hasil test menunjukan skor 56,8 berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan kemampuan penalaran ilmiah siswa berada pada kategori sedang.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangsong dalam Pemanfaatan Ikan Tongkol dan Limbah Kulit Udang Lesy Luzyawati; Idah Hamidah
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i3.6464

Abstract

Besarnya potensi sumber daya alam ini tidak diimbangi dengan pemanfaatan yang optimal oleh masyarakat lokal yang ditandai dengan rendahnya nilai jual produk olahan perikanan non ekonomi. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat lokal dalam meningkatkan nilai jual dari produk perikanan. Selain itu, jumlah limbah udang yang tinggi merupakan masalah yang perlu di carikan upaya pemanfaatannya yang bernilai jual. Oleh sebab itu perlu diadakannya penyampaian edukasi kepada masyarakat di Desa Karangsong mengenai pentingnya pemanfaatan ikan tongkol menjadi sosis ikan dan mengolah kepala, kulit, ekor udang sebagai bahan penyedap masakan untuk meningkatkan nilai ekonomi. Metode yang dilakukan adalah pendidikan masyarakat berupa sosialisasi pemanfaatan ikan tongkol dan kulit serta kepala udang. Sosialisasi pemnfaatan ikan tongkol dan kulit serta kepala udang diolah menjadi olahan makanan dan penyedap rasa. Sosialisasi ini dilakukan di Desa Karangsong Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkam bahwa masayarat menjadi memiliki pemahaman cara pemanfaatan asil periksnsn nonekonomis menjadi memiliki nilai ekonomi, dan masyarakat dapat memahami pengelolaan limbah udah menjadi produk yang bernilai ekonomi.