Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pandangan UNCLOS 1982 Terhadap Kepentingan Militer Di ALKI Syam, Farhans Mahendra; Rosmalinda; Dian Ekawati
Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues Vol. 1 No. 2 (2022): Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/nlr.v1i1.9599

Abstract

Indonesia merupakan negara pantai yang berbentuk kepulauan terbesar dengan 17,504 pulau, yang kemudian Indonesia dianugerahkan hak khusus oleh hukum internasional. Rezim kepulauan pada bagian IV Konvensi Hukum Laut Internasional 1982 (UNCLOS 1982) mengatur bahwa negara kepulauan berhak mengatur sendiri alur laut kepulauannya dan rute udara yang melekat diatasnya. Indonesia telah menetapkan 3 alur laut kepulauan yang memiliki pola alur utara ke selatan dan sebaliknya, serta telah diakui oleh hukum nasional dan hukum internasional. Alur laut tersebut lazimnya digunakan oleh setiap kapal dan pesawat terbang asing untuk melintasi perairan kepulauan dengan hak lintas alur laut kepulauan. Negara kepulauan memiliki kewajiban untuk memastikan keamanan pelayaran dan penerbangan pada saat mereka melakukan transit pada alur laut kepulauan. Namun, hak ini sering kali menimbulkan permasalahan terhadap kepentingan nasional negara kepulauan, terutama latihan militer negara kepulauan pada rezim perairan kepulauan. Tulisan ini mendiskusikan apakah negara kepulauan dapat menggunakan rezim perairan kepulauannya untuk tujuan kepentingan militernya pada masa damai, sementara wilayah yang sama dipergunakan untuk pelayaran internasional, instalasi laut dan konservasi kanekaragaman hayati yang diatur berdasarkan hukum nasional Indonesia serta UNCLOS 1982.
PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU DARUL QUR’AN MULIA GUNUNG SINDUR, BOGOR Asy Syifa Nuril Jannah; Dian Ekawati; Dadan Herdiana
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v5i2.39640

Abstract

Bullying umum terjadi pada dunia pendidikan, tercatatat lebih dari 20 kasus bullying atau perundungan di sekolah terjadi pada tahun 2023 lalu. Meskipun kebijakan nasional telah dibuat, praktik di lapangan masih kurang efektif. Sekolah merupakan tempat yang rawan terjadinya bullying. Maka dari itu, sekolah perlu menciptakan kultur aman dan nyaman bagi anak-anak. Sanksi tegas juga diperlukan bagi pelaku bullying apabila ketahuan melakukan perundungan di sekolah, hal itu dilakukan untuk mencegah adanya kasus bullying terjadi lagi dikemudian hari. Selain itu, sekolah juga harus menerapkan aturan Pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Menegah Atas Islam Terpadu Darul Qur’an Mulia ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman dan edukasi kepada para siswa tentang bahayanya praktik bullying sehingga perlu dilakukan pencegahan sejak dini agar praktik bullying tidak terjadi di Sekolah Menegah Atas Darul Qur’an Mulia.
Membangun Literasi Digital Yang Aman Dan Sehat Bagi Peserta Didik Melalui Sosialisasi Tentang Cyber Ethicts Di Sekolah Menengah Atas Bakti Mulya 400 Jakarta Dian Ekawati; Nani Widya Sari; Inawati Santini; Bryan Adi Indrasaputra; Showiruddin Purnama
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i1.46995

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar masyarakat khusunya pada SMA Bakti Mulya 400, Jakarta dapat menggunakan dan memahami pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam membangun literasi digital yang aman dan sehat melalui sosialisasi. Hak ini dikarekan pendidikan merupakan pondasi kemajuan suatu negara. Selain dilakukan secara manual, di era saat ini pendidikan dapat dilakukan melalui sarana digital. Literasi digital mencakup kemampuan berkomunikasi, belajar dan berpikir kritis sebagai inspirasi dalam berkompetisi secara digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, gerakan literasi tidak hanya dilakukan melalui buku saja, tetapi dapat juga menggunakan media yang berbeda dari media yang sudah ada. Etika dalam internet biasa disebut dengan etika siber yakni merupakan aturan tidak tertulis yang sudah dikenal luas dalam dunia IT. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengguna internet, khususnya pengguna media sosial semakin meningkat, meskipun tidak semua orang mengetahui cara menggunakan internet dan memanfaatkannya dengan baik. Dalam situasi ini, etika siber sangat dibutuhkan untuk mewujudkan penggunaan internet yang sehat, khususnya di kalangan remaja. Sebagai penutup, guna membangun literasi digital yang aman dan sehat bagi siswa melalui sosialisasi Etika Siber guna membangun literasi digital yang aman dan sehat bagi siswa di sekolah.
Penyuluhan Tentang Pencegahan Perilaku Bullying Di Sekolah Menengah Atas Bakti Mulya 400 Jakarta Dian Ekawati; Dadan Herdiana; Siti Chadijah; Asy Syifa Nuril Jannah; Fatmah
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i1.47070

Abstract

Bullying umum terjadi pada dunia pendidikan, tercatatat lebih dari 20 kasus bullying atau perundungan di sekolah terjadi pada tahun 2023 lalu. Meskipun kebijakan nasional telah dibuat, praktik di lapangan masih kurang efektif. Sekolah merupakan tempat yang rawan terjadinya bullying. Maka dari itu, sekolah perlu menciptakan kultur aman dan nyaman bagi anak-anak. Sanksi tegas juga diperlukan bagi pelaku bullying apabila ketahuan melakukan perundungan di sekolah, hal itu dilakukan untuk mencegah adanya kasus bullying terjadi lagi dikemudian hari. Selain itu, sekolah juga harus menerapkan aturan yang tegas. Pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Menengah Atas Bakti Mulya 400 Jakarta ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman dan edukasi kepada para siswa tentang bahayanya praktik bullying sehingga perlu dilakukan pencegahan sejak dini agar praktik bullying tidak terjadi di Sekolah Menengah Atas Bakti Mulya 400 Jakarta.
Perbandingan Motivasi Belajar Mahasiswa Laki-Laki dengan Mahasiswa Perempuan Rahmadhania Rizanty; Ira Agus Sofiana; Dian Ekawati; Chasya Aghniarrahmah
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i1.5717

Abstract

This study aims to examine the differences in learning motivation between male and female students in higher education. Learning motivation is a crucial factor that influences academic success. The research employed a quantitative approach with a descriptive comparative design. The sample consisted of 100 from University X in East Jakarta, comprising 50 males and 50 females selected through proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using an independent t-test. The findings reveal a significant difference in learning motivation between female students (mean score = 94.84) and male students (mean score = 90.24) with a significance value of 0.014. These results indicate that female students tend to have higher learning motivation than male students. Contributing factors such as gender, learning environment, and psychological aspects are also discussed. This study is expected to serve as a reference for educators in developing learning strategies that can equally enhance students’ motivation regardless of gender.
Analisis Virtual Cryptocurrency Sebagai Alat Transaksi Di Indonesia Dian Ekawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 3 (2024): GJMI - MARET
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i3.395

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis virtual cryptocurrency sebagai mata uang e-commerce, terutama Bitcoin, yang digunakan transaksi di Indonesia. Metode penelitian yuridis normatif guna mengkaji ketentuan yang berhubungan dengan penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, mata uang virtual cryptocurrency, terutama Bitcoin, sebagai alat transaksi di Indonesia masih menghadapi tantangan yang signifikan. Meskipun minat masyarakat terhadap cryptocurrency cukup tinggi, regulasi yang jelas dan tegas mengenai penggunaan mata uang virtual kriptografi ini sebagai alat pembayaran masih belum ada yang menjamin kepastian hukum. Kedua, peran Bank Indonesia sebagai regulator keuangan belum cukup kuat mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Dampak transaksi menggunakan bitcoin mengakibatkan ketidakpastian hukum terkait penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia, temuan penelitian bahwa penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia tidak memiliki kepastian hukum yang kuat dan lemah secara perlindungan hukum di Indonesia. Oleh karena itu, virtual cryptocurrency sebagai alat transaksi di Indonesia memerlukan regulasi yang tepat dan tegas. Regulasi yang tepat akan memberikan kepastian hukum, melindungi pihak yang terlibat, serta memastikan penerimaan negara yang adil dan berkelanjutan terkait penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia. Implikasi regulasi yang tidak cukup jelas dan kurang tegas dalam bisnis transaksi virtual cryptocurrency di Indonesia membuktikan tidak ada kepastian hukum penggunaa virtual cryptocurrency di Indonesia dan belum sah. Resktrukturisasi bagi peraturan Bank Indonesia dan pihak berwenang lainnya perlu mendukung para pengguna virtual cryptocurrency juga bekerja sama untuk mengembangkan kerangka regulasi yang efektif. Dengan adanya regulasi yang tepat, cryptocurrency dapat diintegrasikan secara aman, terpercaya, dan dapat diterima secara luas sebagai alat transaksi di Indonesia.
Face Threatening Acts in Pornography Cases as an Attempt for Revenge On Social Media ‘X’ in Indonesia: A Pragmatic Study Gania, Frisha Maia; Nani Surnani; Dian Ekawati
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5745

Abstract

This study is motivated by the increasing cases of the distribution of pornographic content as a form of revenge on social media in Indonesia. The main objective of this study is to reveal the face-threatening actions used by speaker as an attempt to take revenge on the hearer using nonconsensual pornographic content, to reveal the strategies and linguistic characteristics used by the speaker in his threats to the hearer. This study took data from a thread on the social media called ‘X’ which the thread was uploaded as an effort to ask for justice so that the case gets attention and can be processed properly. This study uses a data provision method with literature review and note-taking techniques to record data related to conversations between the perpetrator and the hearer in screenshots uploaded in the thread on X. Data analysis was carried out using a matching method with a contextual approach by identifying language patterns and communication strategies used by the perpetrator in his threats. This study refers to the theory of face-threatening acts by Brown & Levinson, (1987) and the speech acts theory by Searle, (1969) as a conceptual basis. The results of this study are expected to provide a deeper understanding of the linguistic strategies of speaker of the distribution of pornographic content as a tool to threaten and take revenge on hearers. The study provides a descriptive analysis of using nonconsensual pornographic content, revealing threatening acts and strategies used to seek revenge on social media.
Kepastian Hukum Perkawinan Beda Agama Pasca Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Dadan Herdiana; Dian Ekawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.5987

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepastian hukum perkawinan beda agama setelah diterbitkannya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data kepustakaan dari berbagai literatur, peraturan perundang-undangan, analisis putusan hakim, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaturan khusus pernikahan beda agama dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, bahkan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 melarang pernikahan antara pasangan yang berbeda agama. Sebelum adanya Surat Edaran Mahkamah Agung, terdapat perbedaan putusan hakim dalam mengadili permohonan ijin pernikahan beda agama, menciptakan ketidakpastian hukum. Surat Edaran Mahkamah Agung ini memberikan pedoman kepada hakim, diharapkan agar putusan hakim menjadi seragam dalam menolak permohonan ijin pernikahan beda agama. Penelitian ini berkontribusi untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengaturan hukum perkawinan beda agama di Indonesia dan implikasi dari Surat Edaran Mahkamah Agung tersebut. Kata Kunci: Kepastian Hukum, Perkawinan Beda Agama, Dan Pencatatan Perkawinan Di Indonesia