Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING (KKMK) KOTA TARAKAN Yulma, Yulma; Kustanti, Asihing; Soemarno, Soemarno; Mahmudi, Mohammad
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1536

Abstract

Mangrove ecosystem management in the Mangrove and Crab Conservation Area (KKMK) requires active collaboration from various stakeholders to achieve ecological and socio-economic sustainability. The research objective is to identify and explain the role of each stakeholder in the sustainability of KKMK management. The method used in this research is descriptive quantitative by collecting data and information through observation, interviews, and documentation. The results showed that there are 15 parties involved in the management of KKMK, and the role of each stakeholder is divided into four quadrants, namely the subject quadrant occupied by community groups consisting of Baya Damo Laid (BDL), fish fishermen, and crab fishermen, the key players quadrant occupied by the City Government, DPRKKP, DLH, PUPR, BPN, and Polres, the context setter quadrant occupied by Pertamina, PLN, and BPKIM, and the crowd quadrant occupied by Tarakan Tengah Village, KPH, and DKP.
REKONSTRUKSI SISTEM PEMILU PRESIDEN PASCA PUTUSAN MK NO. 62/PUU-XXII/2024 TENTANG AMBANG BATAS PENGUSULAN CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN Mahmudi, Mohammad; Rahman, Fathor
HUNILA : Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan Vol. 3 No. 2 (2025): HUNILA: Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/hunila.v3i2.1685

Abstract

This study aims to analyze the impact of the Constitutional Court’s (MK) Decision No. 62/PUU-XXII/2024 on Indonesia’s presidential election system, particularly regarding the removal of the presidential candidacy threshold. The research methodology employed is a normative juridical approach, analyzing laws, judicial decisions, and legal doctrines. The study utilizes primary legal materials, including the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the Election Law, and relevant Constitutional Court decisions, as well as secondary legal materials such as legal journals, books, and academic articles. Data was collected through library research and qualitatively analyzed to understand the legal implications and political impacts of the decision. The results indicate that this decision opens broader opportunities for presidential candidates to run without having to meet the support requirements outlined in Article 222 of the Election Law, thus increasing competition and choices for voters. However, this change may also lead to greater political fragmentation and reduced political consolidation, which could threaten post-election governmental stability. The study provides recommendations related to enhancing democracy education, improving the two-round election system, strengthening the roles of the General Elections Commission (KPU) and Election Supervisory Agency (Bawaslu), as well as monitoring political fragmentation following the electoral system change. The findings are expected to provide solutions for policymakers in designing a more inclusive and efficient election system in Indonesia.
Accumulation of Cd, Cu, Cr, and Pb in Whiteleg Shrimp and Pond Environment of Traditional Aquaculture Systems in Sidoarjo, Indonesia Sugiarto, Kevin Pratama; Kilawati, Yuni; Mahmudi, Mohammad
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.106352

Abstract

This study investigates the accumulation of heavy metals cadmium (Cd), copper (Cu), chromium (Cr), and lead (Pb) in the water, sediment, and body parts of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) cultured in traditional aquaculture ponds in Sidoarjo, Indonesia. The ICP-AES method showed that heavy metals were more concentrated in sediment than in water, particularly Pb and Cd. Cd levels in water and Pb levels in sediment exceeded national and international quality standards. In shrimp tissue, the highest accumulation occurred in the cephalothorax, especially for Cu, although all detected levels remained within the safety limits set by Indonesian standards. Monitoring heavy metals in the aquaculture environment and shrimp is essential, as these contaminants can bioaccumulate and pose health risks to aquatic organisms and humans throughout the food chain. Water quality parameters were generally suitable for shrimp farming, but low pH values may increase heavy metal solubility and bioaccumulation risks. These findings highlight the need for regular monitoring and better environmental management to ensure the sustainability and safety of traditional shrimp aquaculture systems.
MODEL pH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di BANYUWANGI JAWA TIMUR Supriatna, Mr.; Mahmudi, Mohammad; Musa, Muhammad; ., Kusriani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.8

Abstract

Penelitian ini menggunakan dasain kausal dengan metode deskriptif  yang bersifat ex post-facto atau kajian fenomena alami yang mempelajari proses-proses yang terjadi ditambak sesuai dengan kondisi yang ada dengan mengobservasi kegiatan budidaya udang vaname secara intensif pada petak tambak yang terkendali selama ± 100 hari. Kegiatan pengelolaan tambak dilakukan sesuai dengan prosedur operasional baku . Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian meliputi satu petak tambak berukuran  3.295,5  m2, berpola intensif dengan padat tebar 120 ekor/m2, sarana dan prasarana produksi serta alat pengambilan dan pengukur contoh sesuai dengan variabel yang diukur. Parameter utama yang diukur adalah pH harian pada pagi hari dan siang hari.  Parameter  pendukung lainnya yang diukur setiap hari adalah suhu, salinitas, kecerahan, dan mingguan TOM, karbonat, bikarbonat dan total alkalinitas  Data yang dikumpulkan dianalisis untuk melihat keragaman data yang diukur. Selanjutnya dibuat model model hubungan pH-pagi dan pH sore hari selama satu siklus pemeliharaan udang vanamei. Selanjutnya dibuat korelasi antara kelarutan pH dengan Parameter kualitas air lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antar variabel, data yang diperoleh dianalisis regresi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16 serta analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH-pagi ditambak udang adalah 7.94  ±  0.41 (7.70- 9.00) dan model hubungan pH-pagi adalah oksigen terlarut harian adalah  Y = = 0.0065x2 - 0.1973 X + 9.48 (R² = 0.77)  dan pH-siang hari adalah Y = 0.0064x2 - 0.175x + 9.4825 (R² = 0.801).  pH air tambak  berkorelasi dengan suhu,  total alkalinitas dan  karbonat (CO32-) dan korelasi  negatif dengan ortho fospat (PO43-), bikarbonat (HCO3-) dan TOM (total organic matter) dan tidak ada korelasinya dengan salinitas dan kelarutan oksigen di dalam air tambak
Pemetaan Distribusi Kualitas Air Untuk Mendukung Budidaya Perikanan Menggunakan Sistem Informasi Geografis, Kasus Di Sungai Brantas, Kecamatan Bumiaji Darmawan, Arief; Yoviandianto, Irfan Aziz; Mahmudi, Mohammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.13

Abstract

SungaiBrantasmerupakanyang terpanjang di Propinsi JawaTimur.Air sungai ini salah satunya dimanfaatkan sebagai sumberdaya untuk kegiatan perikanan budidaya di Punten.Disisi lainberbagai aktivitasmasyarakatsekitarSungai Brantas didugaberkontribusi pada penurunankualitas air. Oleh karena itu studi ilmiah yang sistematis perlu dilakukan untuk menjawabnya. Pada bagian awal, diambil Sungai Brantas di Kecamatan Bumiaji yang termasuk dalam bagian hulu sebagai studi kasus. Dari studiini bertujuan untukmengetahuikualitasairdiSub-DASBrantastersebut menggunakananalisis STORET, kemudian untuk mengetahuipengaruhtatagunalahan(landuse) terhadap kualitas air dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak SIG.Hasil analisis STORET menunjukkan bahwa mutuairpadaseluruhstasiunpengamatantergolong cemarsedangdenganparameteryangmelebihibakumutuyaituTSS, amoniadantotalfosfat.Kemudian analisis SIG menghasilkanpetadistribusikualitasairdan diketahui bahwa tatagunalahanberpengaruh terhadapkualitasair.Peta distribusikualitasairini berfungsiuntukmengetahuidaerahyangterjadipenurunankualitas airdan dapat digunakan untuk menyusun rekomendasikegiatan manajemen sumberdaya perairan untuk budidaya perikanan yang berkelanjutan.
TINGKAT TRANSFER OKSIGEN KINCIR AIR SELAMA PERIODE BLIND FEEDING BUDIDAYA INTENSIF UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) Ariadi, Heri; Wafi, Abdul; Fadjar, Mohamad; Mahmudi, Mohammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.2

Abstract

Efektifitas penggunaan kincir air selama masa periode blind feeding budidaya intensif udang vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu kegiatan penting yang harus diperhatikan demi kelangsungan siklus budidaya yang stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat transfer oksigen oleh kincir air serta hubunganya terhadap parameter harian kualitas air tambak. Peneltian ini dilakukan dengan konsep desain kausal ex-post facto selama 30 hari awal masa budidaya intensif udang vannamei (Litopenaeus vannamei) atau selama periode blind feeding budidaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai parameter kualitas air di lokasi tambak masih sesuai ambang batas. Sedangkan tingkat transfer oksigen oleh kincir air bersifat fluktuatif selama 30 hari masa pengamatan. Sementara dari hasil uji korelasi menunjukan bahwa hanya variabel suhu dan salinitas air memiliki keeratan hubungan yang kuat terhadap proses transfer oksigen oleh kincir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fluktuasi tingkat transfer oksigen oleh kincir air akan berpengaruh ataupun dipengaruhi oleh kondisi suhu dan salinitas air tambak.
ANALISIS KELIMPAHAN FITOPLANKTON BERDASARKAN KETERSEDIAAN NUTRIEN DI RANU GRATI DENGAN GENERALIZED POISSON REGRESSION Lusiana, Evellin Dewi; Mahmudi, Mohammad; Buwono, Nanik Retno; Nisya, Tisya W.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.12

Abstract

Fitoplankton adalah organisme akuatik yang memegang peranan penting di ekosistem perairan karena merupakan produsen utama dalam ratai makanan. Pertumbuhan fitoplankton sangat tergantung dari ketersediaan nutrient (nitrat dan fosfat) yang ada di perairan. Ranu Grati adalah danau vulkanis yang terletak di Jawa Timur yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas. Aktivitas-aktivitas tersebut umumnya menghasilkan bahan organik yang akan mempengaruhi konsentrasi nitrat dan fosfat sekaligus juga mempengaruhi struktur komunitas fitoplankton di perairan danau. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan kelimpahan fitoplankton dengan ketersediaan nutrient serta memprediksi komposisi fitoplankton berdasarkan divisi untuk mengetahui struktur komunitasnya dengan pendekatan Generalized Linear Regression. Hasil analisis menunjukkan bahwa nutrient yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah amatan fitoplankton adalah konsentrasi fosfat, sedangkan kelimpahan fitoplankton di Ranu Grati cenderung didominasi oleh fitoplankton dari divisi Chlorophyta. 
VARIOUS SALINITY EFFECTS ON NILE TILAPIA SEEDS (OREOCHROMIS NILOTICUS) GROWTH RATE IN ARTIFICIAL SEAWATER Satiti, Cinca Hayyu Putri; Faqih, Abd. Rahem; Mahmudi, Mohammad
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community Service (DRPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is a euryhaline fish that can live in both freshwater and brackish waters. This research aims to determine the optimal salinity for the growth of Nile tilapia in an effort to revitalize abandoned ponds in the coastal areas of Java Island, Indonesia. The research was conducted at the Laboratorium Perikanan Air Tawar Sumberpasir Malang. The salinity treatments given were 0 ppt (control), 7 ppt, 14 ppt, and 21 ppt. The parameters observed include Absolute Growth, Specific Growth Rate, Feed Conversion Ratio (FCR), and water quality. The results show that the best Absolute Growth in Weight and Length occurred at the 7 ppt treatment with values of 8.82±0.40g and 2.45±0.16 cm. The best Specific Growth Rate for weight and length in the 7 ppt treatment were 97±0.07% and 67±0.08%, respectively. The best feed conversion in the 0 ppt treatment (1.28±0.49%). The water quality in this study was already optimal according to the Quality Standards for Nile Tilapia Farming in Indonesia.
Study of Chlorella sp. Population Growth in The Laboratorium Scale Buwono, Nanik Retno; Mahmudi, Mohammad; Afandi, Aminuddin; Amaliana, Luthfatul; Garang, Benaya Tadeus; Sofi, Firuliza Nurus
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i2.1685

Abstract

Ketersediaan pakan alami dalam budidaya ikan ataupun udang menjadi tantangan, dimana bisa menjadi peluang untuk para pembudidaya agar dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya. Pakan alami yang berkualitas tinggi sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan larva ikan dan udang pada awal mula kehidupan. Pakan alami seperti Chlorella sp. dalam budidaya perikanan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada alam sebagai sumber utama, melainkan diperlukan usaha pengkulturan untuk meningkatkan produksi Chlorella sp. sehingga para petambak dapat mengoptimalkan produktivitas budidaya mereka. Metode dalam penelitian ini terdiri dari persiapan bibit mikroalga, persiapan alat kultur, sterilisasi alat dan bahan, proses kultur, dan pemantauan setelah kultur dilakukan. Stoples ukuran 3 liter sebagai wadah kultur skala laboratorium. Kepadatan populasi mikroalga pada setiap sampel ditentukan dengan metode hitung langsung menggunakan haemocytometer dan mikroskop dengan perbesaran 10x. Beberapa faktor lingkungan dapat mempengaruhi pertumbuhan Chlorella sp. ini selama masa kultur seperti kualitas air dalam beberapa kondisi seperti kimia dan mediannya. Parameter fisik seperti suhu, intensitas cahaya, dan aerasi, serta parameter kimia seperti suhu, DO, pH, dan salinitas digunakan untuk mengevaluasi kualitas air. Penggunaan pakan alami sebagai tambahan nutrisi dapat meningkatkan kualitas hasil budidaya udang vaname.
Benthic and Planktonic Microalgae Community in Probolinggo Beach: Biodiversity Arsad, Sulastri; Sihombing, Rut Suharni P; Mahmudi, Mohammad; Luthfi, Oktiyas Muzaky; Safitri, Ikha; Pratiwi, Fika Dewi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v13i1.40769

Abstract

Microalgae, micro-sized plant organisms, play a crucial role in aquatic ecosystems. While many microalgae inhabit substrates or the bottom of water bodies, several types are planktonic. This study aimed to identify the types and abundance of microalgae in both sediment and water column habitats, as well as to analyse the environmental factors influencing their abundance. The research encompasses observations of water quality factors, microalgae abundance, relative abundance, diversity index, evenness index, and dominance index. Statistical analyses were using non-metric multidimensional scaling (NMDS) and Canonical Correspondence Analysis (CCA). The study was conducted in May-June 2022, with bi-weekly sampling at three points within each location for two months. Microalgae identified in the coastal area of Probolinggo belong to the Bacillariophyceae, Cyanophyceae, and Chlorophyceae classes. The highest microalgae abundance in sediment habitat was 58,472 ind/cm2, while in the water column was 4,118 ind/l. Diversity, evenness, and dominance indices in both sediment and water column habitats ranged from 1.93 to 2.61, 0.88 to 0.98, and 0.09 to 0.10, respectively. NMDS and CCA analyses indicate a graphical representation of the Bacillariophyceae class, demonstrating its prevalence across all sites.
Co-Authors ., Kusriani Abdul Muqsith Abdul Muqsith Abdul Muqsith Abdul Muqsith Abdul Rahem Faqih Abdul Wafi Abdul Wafi, Abdul Afandi, Aminuddin Akhmaddin, Derry Bagus Alivia Salsabila K.T.S Alvionita, Rakhel Marsyanda Vanny Aminuddin Afandi Aminudin Afandhi Aminudin Afandhi Andi Andi Kurniawan Andi Kurniawan Anggraini, Dani Arief Darmawan Arief Darmawan Arsad, Sulastri Arsyadi, Sulastri Asihing Kustanti Asus Maizar Suryanto H Bambang Semedi Diana Arfiati Dini Sofarini Dwi Ayu Lusia Endang Yuli Herawati Evelin Evellin Dewi Lusiana Evellin Dewi Lusiana Evellin Dewi Lusiana, Evellin Dewi Evellin Lusiana Fani Fariedah Fatimatuz Zahroh Febriyani, Rahmahnia Fika Dewi Pratiwi Garang, Benaya Tadeus Gatut Bintoro Guntur Guntur Gurinda, Gita Adistri Hamidah, Mawadah Ikah Heri Ariadi Ikha Safitri Irfan Aziz Yoviandianto Jamal, Ramli Kusriani . kusriani kusriani Laili, Noer Lusia, Dwi Ayu Lutfi Ni’matus Salamah Luthfatul Amaliana, Luthfatul Mahmuda, Anugrah Fakhri Fadhlullah Moehammad, Khibar Syiar Mohamad Fadjar MOHAMAD FADJAR Mohamad Fadjar Mohamad Fadjar Mohammad Fadjar Mr. Supriatna Muhammad Fadjar Muhammad Fadjar Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Triaji Mulyanto Mulyanto Mulyanto Mulyanto Nanik Nanik Retno Buwono Nisa, Tisya Wahidatun Nisya, Tisya W. Nuddin Harahab Nur Aliya Nabila Zsalzsabil Nurdin Harahab Nurdin Harahab oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Pertiwi, Putri Rahayu Pramudia, Zulkisam Putri, Amelia Wahyuning Putri, Cesarlia Dwi Sulestyanar putut wijanrko Rafli Wildan Ramadiansyah Rahmahnia Febriyani Rahman, Fathor Riska Ayu Lestari Rizky Kusma Pratiwi Rona Aji Lestyaningrum Ruly Isfatul Khasanah Sandikah, Riski Pebri Sarah Hutahaean Sari, Vella Ananda Satiti, Cinca Hayyu Putri Sawiya Sawiya Sihombing, Rut Suharni P Siti Nurchotipah Siwi Oktafia Sabtaningsih Soemarno Soemarno Sofi, Firuliza Nurus Sri Sudaryanti, Sri Sri Surdayanti Sugiarto, Kevin Pratama Sulastri Arsad Sulastri Arsad Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna, Mr. Tasya, Iren Ana Tisya W. Nisya Umi Zakiyah, Umi Wahyudi Arif Wirastika Adhihapsari Yenny Risjani Yoviandianto, Irfan Aziz Yulma, Yulma Yuni Kilawati