Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Virtue ethics reimagined: Aristotelian, Islamic, and Pancasila perspectives on character formation Arief Rahman; Irma Yurni; Wachid Pratomo; Nurasih Shamadiyah; Eka Jayadiputra; Ella Dewi Latifah
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 2 (2026): In Press
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i2.22089

Abstract

This study integrates Aristotelian, Islamic, and Pancasila ethics to formulate an operational framework for fostering "just and civilized" character within Indonesia’s plural society. Using a qualitative philosophical approach and systematic literature review, the research employs descriptive-interpretative, comparative, and integrative synthesis analyses. Findings reveal distinct moral orientations: Aristotelian ethics emphasizes immanent practical rationality, Islamic ethics is grounded in transcendent spiritual growth, and Pancasila functions as a public normative ethic. The novelty of this research lies in its departure from "eclectic aggregation"; instead, it proposes a multi-layered integrative model that harmonizes practical wisdom (phronesis), spiritual purification (tazkiyat al-nafs), and social cooperation (gotong royong) without compromising the epistemological integrity of each tradition. Practically, this framework provides a robust conceptual roadmap for character education and public policy in Indonesia, offering a middle ground that bridges religious-transcendental values with secular-rational virtues to enhance social cohesion in a diverse national context. By positioning individual virtue as the foundation and the common good as the ultimate orientation, this synthesis ensures that Pancasila ethics remains a relevant and applicable moral guide for modern Indonesian society.
Pelatihan dan Pendampingan Optimalisasi Penyimpanan Data Digital dengan Teknologi Cloud Storage pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen Ilham Sahputra; Arief Rahman; Bakhtiar Bakhtiar; Burhanuddin Burhanuddin; Syibral Malasyi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.16695

Abstract

Data pendidikan memerlukan pengelolaan yang terstruktur dan aman untuk mendukung keputusan, pelaporan, dan layanan pendidikan. Sistem konvensional sering terkendala kapasitas, keamanan, dan aksesibilitas, menghambat efisiensi operasional. Efisiensi penyimpanan dan pengelolaan data menjadi sangat penting, termasuk bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengoptimalkan penyimpanan data digital menggunakan cloud storage, yang menawarkan kapasitas besar, keamanan tinggi dengan enkripsi dan backup otomatis, serta aksesibilitas dari berbagai perangkat bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireun. Diharapkan teknologi ini mengatasi masalah penyimpanan dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas kerja. Metode yang digunakan mencakup pelatihan dan pendampingan komprehensif mengenai manfaat, implementasi, kesiapan infrastruktur, dan sumber daya manusia. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, penurunan biaya operasional, serta peningkatan efisiensi pengelolaan data.Diharapkan, dengan pelatihan ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireun dapat mengadopsi cloud storage secara efektif, mendukung transformasi digital berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
The Pancasila Deliberation Model: A Framework for Fostering Democratic Citizenship in Civic Education Arief Rahman; Irma Irayanti
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i1.18530

Abstract

This article examines the application of the fourth principle of Pancasila—deliberation to reach consensus—in civic education in Indonesia, aiming to cultivate democratic values and student character. The research employs a qualitative approach through a case study design, utilizing semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis at SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Findings indicate that most students appreciate the deliberation-based learning methods, although challenges such as communication barriers and varying learning styles persist. The role of teachers is crucial in facilitating active participation and creating an inclusive learning environment. The implications of this research highlight the need for continuous adaptation of teaching strategies to address diverse student needs, thereby enhancing the effectiveness of civic education and fostering responsible, engaged citizens.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK WARGA NEGARA Arief Rahman; Ella Dewi Latifah; Sayed Fachrurrazi
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 6 No. 1 (2022): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v6i1.7961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan akan pentingna teknologi informasi dalam mendorong masyarakat dalam partisipasi politik. Penelitian ini dilakukan dengan metode literatur karena peneliti ingin mengetahui tentang analisis peran teknologi informasi dalam rangka menciptakan partisipasi politik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Teknologi informasi memiliki berbagai peran dalam kehidupan masyarakat, salah satunya untuk dapat mewujudkan partisipasi politik di masyarakat melalui berbagai pemberitaan yang tersebar di media cetak dan elektronik khususnya internet yang menjadi sumber berita utama di masyarakat akhir-akhir ini. Teknologi informasi membuat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah semakin erat, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat dan akurat. Kebebasan teknologi informasi saat ini membuat sebagian orang tidak bisa memilah berita yang benar dan berita yang salah. Karena beberapa pihak menyalahgunakan kebebasan yang diberikan oleh teknologi saat ini. Sehingga masyarakat harus menyaring setiap berita yang didapatkan untuk dapat menyaring.
Analisis Kelayakan Model K-Nearest Neighbor dalam Penentuan Klasifikasi Guru berprestasi Irma Yurni; Arief Rahman; Angga Pratama
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 9 No. 1 (2025): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2025
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v9i1.22131

Abstract

Model K-Nearest Neighbor menunjukkan potensi yang kuat dalam klasifikasi guru berprestasi, dengan beberapa pertimbangan penting terkait pemilihan atribut, metode pengukuran jarak, dan strategi pengolahan data besar. efektivitas KNN juga dapat dikuatkan dengan analisis jarak yang digunakan dalam pengklasifikasian dalam melihat prestasi guru terbaik di sekolah. Dalam analisis kelayakan model KNN untuk klasifikasi guru berprestasi. Penentuan guru terbaik harus dilakukan secara objektif dan komprehensif, menggabungkan penilaian terhadap motivasi, dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme, terutama dalam era teknologi 4.0. Namun, selama ini penilaian yang dilakukan kepala sekolah cenderung subyektif dan berdasarkan pengamatan sendiri, sehingga tidak optimal. Untuk mengatasi masalah ini, dibangun sebuah sistem pendukung keputusan berbasis metode K-Nearest Neighbor (K-NN) yang membantu proses penilaian guru secara lebih akurat dan objektif. Dengan menggunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN), sistem ini dirancang untuk membantu menentukan kelolosan sertifikasi guru secara objektif dan efisien berdasarkan parameter seperti masa kerja, usia, golongan, beban kerja, tugas tambahan, dan prestasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian prestasi guru, terutama ketika data yang tersedia cukup lengkap dan representatif, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keadilan dan efisiensi dalam menentukan guru yang berpotensi terbaik. hasil analisis dari model klasifikasi KNN ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketidakadilan dan mempercepat proses pengambilan keputusan sertifikasi guru secara otomatis.
Efektivitas Google Fact Check dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa terhadap Nilai-Nilai Demokrasi Arief Rahman; Sayed Fachrurrazi; Ella Dewi Latifah; Eka Jayadi Putra
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 9 No. 1 (2025): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2025
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v9i1.22143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Google Fact Check sebagai alat verifikasi informasi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai demokrasi. Dengan maraknya penyebaran misinformasi di era digital, kemampuan verifikasi informasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen ini melibatkan 112 mahasiswa Fakultas Pertanian yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai demokrasi sebelum dan setelah penggunaan Google Fact Check. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi misinformasi dan memperkuat pemahaman prinsip demokrasi seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 23,7%. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi fact-checking merupakan instrumen efektif dalam pendidikan literasi digital dan penguatan nilai-nilai demokrasi di kalangan mahasiswa.
OBSTACLES TO THE PROCESS OF SEXUAL VIOLENCE LAW ENFORCEMENT IN ACEH UTARA Zulkifli; Arief Rahman; Martina
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 3 No. 2 (2023): March
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v3i2.414

Abstract

Aceh Province as recorded by the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) Aceh, although there are still 697 cases of sexual violence against women from January to September 2021. The legal basis used in the law enforcement process of sexual violence against women in North Aceh is Aceh Qanun No. 6 of 2014 concerning Jinayat Law, but in its implementation there are various obstacles faced. The study aims to identify obstacles to the law enforcement process of sexual violence against women in North Aceh. Respondents in the study amounted to 21 people selected by accidental sampling. The types of data in the form of primary data and secondary data were analyzed descriptively qualitatively. The results of the study explainthat there are obstacles in law enforcement of sexual violence against women in North Aceh District among the legal obstacles, namelyThe District Court is not authorized to hear cases of rape because the case should have referred to the qanun jinayat instead of the Child Protection Law. Law enforcement constraints are communication barriers between law enforcers and victims who do not understand the use of Indonesian, especially children, facilities and facilities constraints which include lack of consequences of budget and lack of shelter as well as the high cost of visas, and societal and cultural constraints that includethe families of the victims are reluctant to report cases of sexual violence because they consider this incident to be a disgrace and must be covered up. In the end, some of the case investigations stopped in the middle of the road.
Penyuluhan dan Pendampingan Petani Kelapa untuk Optimalisasi Produksi di Desa Tanjung Glumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara Khaidir Khaidir; Rd. Selvy Handayani; Muhammad Yusuf Nurdin; Usnawiyah Usnawiyah; Elvira Sari Dewi; Arief Rahman
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.26359

Abstract

Kelapa merupakan komoditas perkebunan strategis di Desa Tanjung Glumpang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Namun, produktivitasnya masih rendah akibat pengelolaan kebun yang tradisional, usia tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya modern dan pengolahan produk turunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi kelapa dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui program penyuluhan dan pendampingan teknis. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Technology Development yang meliputi tahap identifikasi masalah, penyuluhan, serta pendampingan langsung melalui metode sekolah lapang dan demonstrasi plot. Subjek kegiatan melibatkan 30 petani kelapa dengan dukungan dari tim mahasiswa sebagai tenaga pendamping lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan mampu memberikan solusi nyata terhadap kendala teknis budidaya di tingkat lahan. Terjadi peningkatan kapasitas intelektual dan keterampilan teknis petani secara signifikan yang diukur melalui analisis kuesioner, dengan kenaikan pengetahuan berkisar antara 20 persen hingga 50 persen, terutama pada aspek budidaya modern dan hilirisasi limbah kelapa. Dampak dari pengabdian ini adalah perubahan paradigma petani dalam manajemen kebun yang lebih intensif dan kesadaran dalam memperkuat kelembagaan kelompok tani untuk meningkatkan daya tawar pasar. Luaran yang diperoleh dari kegiatan ini mencakup peningkatan kompetensi mitra, draf artikel ilmiah, dan dokumentasi praktik teknologi tepat guna. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Desa Tanjung Glumpang berpotensi bertransformasi menjadi desa mandiri berbasis komoditas kelapa yang unggul dan kompetitif.