Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALYSIS OF THE EFFECT OF CONCRETE QUALITY IN HOUSE CONSTRUCTION: A DECISION-MAKING MODEL BASED ON ENVIRONMENTALLY FRIENDLY CRITERIA Burhanuddin; Badriana; Ezwarsyah; Syukriah; Bakhtiar; Fadliani
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.4882

Abstract

This study analyzes the influence of concrete quality on house construction using a Decision Tree. Good concrete quality and proper maintenance are key factors for building sturdiness and longevity, especially in areas with varying environmental conditions. The study was conducted on 20 houses in three regions of Aceh, with samples selected purposively based on concrete quality documentation (K-225, K-300, K-350) and maintenance records. Data were collected through observation, project documentation, and interviews with contractors and builders. The analysis included descriptive, inferential (correlation and multiple regression), and the application of a Decision Tree to identify the concrete parameters most influential on building quality. The results indicate that concrete quality is the most critical factor, followed by maintenance quality and environmental conditions. Houses with high-quality concrete (K-300/K-350) and a minimum curing period of 14 days have optimal sturdiness, minimal cracking, and a longer service life. The Decision Tree produced a consistent pattern with 82.5% accuracy, while qualitative data reinforces these findings by emphasizing the importance of maintenance protocols and the quality of implementation in the field. This research provides practical implications in the form of minimum quality recommendations, standard maintenance protocols, and enhanced quality control. The results contribute to the development of a data-driven decision-making framework for selecting efficient, safe, and sustainable concrete specifications.
Comparison of Various Sky Model for Daylighting Availability Inside The Classroom with Bilateral Opening Typology in The Tropics Atthaillah, Atthaillah; Iqbal, Muhammad; Badriana, Badriana; Nabila, Putri Sri Alisia
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v7i1.6204

Abstract

This study compares daylighting performance under four sky models of a classroom in tropical climates to understand the differences in illuminance and uniformity values. This research is significant as it can inform the relevance of the widely used static metric, such as the daylight factor, for daylight performance evaluation in tropical climates in comparison with the climate-based sky model which is utilized for dynamic metric calculation. Computational simulation was employed to achieve the objective. Grasshopper-Rhinoceros was utilized for the classroom model, while Radiance was employed for sky modelling and daylight simulation. The results indicated that static sky models exhibited greater discrepancies in their average illuminance and uniformity values compared to climate-based or dynamic sky models. The pervasive utilization of static metrics, such as the daylight factor, for evaluating daylighting performance within a space may necessitate reconsideration in tropical climates, given the higher error rates observed in this study for a classroom with bilateral opening design.
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap pelanggan menggunakan Model CSI di PLN Kota Lhokseumawe Yuli Asbar; Badriana Badriana
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 2 No. 2 (2018): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2018
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v2i2.1014

Abstract

Peningkatan layanan terhadap pelanggan PT PLN Lhokseumawe merupakan halyang penting pada suatu perusahaaan. Hal ini berguna untuk menjagakenyamanan dan kualitas dari perusahaan PT PLN tersebut agar reputasi dannama baiknya terjaga. Permasalahan sekarang ini adalah bagaimana membuatpelanggan PT PLN ini memuaskan terhadapa layanan yang diberikan danmendapat apresiasi dari semua elemen pelanggan yang masing-masing meliputimasing-masing data antara sektor rumah tangga, sektor komersial, sektor industri, maupun sektor umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan layanan yang diberikan oleh PT PLN terhadap pelanggan yang ada di Kota Lhokseumawe. Kemduain untuk mengetahui daya respon perusahaan terhadap permasalahan yang sering muncul, misalnya pemadaman secara tiba-tiba dan tidak ada pemberihauan, sering terlambat apabila terjadi gangguan. Oleh karena itu penting nya sebuah model dalam melihat tingkat kepuasan PT PLN terhadap pelanggan. Dalam penelitian ini model yang digunakan adalah model Customer satisfaction Index (CSI) dimana dapat dilihat pengukuran tingkat kepercayaan terhadap pelanggan pada masing-masing variable yang akan dimasukaan. Dalam implementasi program ada pengisian kuisioner sebanyak 27 responden yang terdiri dari masing-masing 10 bulan dari bulan januari 2018 sampai dengan agustus 2018, dengan rekap dari nila rata-rata bulan januari adalah 61.18, februari adalah 61.33, maret adalah 73, 44, April adalah 74,4, juni adalah 70.33 agustus adalah 73.22. Hasil dari pengolahan kuisioner tersebut adalah baik pelayanan masyarakat terhadapa pelanggan. Hasil penelitian ini memudahkan dalam melihat layanan yang diberikan oleh pihak PT PLN kepada pelanggan sehingga sistem ini dapat memperbaiki kinerja pihak PT PLN dalam melihat variable yang belum terpenuhi pada masing-masing pelayanan.Kata kunci : Analisis kualitas tingkat pelayanan, CSI
Case-Based Reasoning Model Analysis for Condition Monitoring and Early Detection of Machine Failures in Industrial Systems Edy Yusuf; Badriana Badriana; Muthmainnah Muthmainnah; Ezwarsyah Ezwarsyah; Annisa Karima
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2026
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v10i1.27001

Abstract

Condition monitoring and early detection of machine failures are important aspects in industrial systems to improve operational reliability and reduce the risk of unexpected failures. This study aims to analyze the application of the Case-Based Reasoning (CBR) method in condition monitoring and early identification of machine failures by utilizing historical data and operational parameters. The variables used include temperature, vibration, pressure, rotational speed, and load as the main indicators of machine condition. The CBR method is implemented through four main stages, namely retrieve, reuse, revise, and retain. The retrieve stage is carried out by finding the most similar case using attribute-weighted similarity calculations, then the solution is adapted in the reuse stage, adjusted in the revise stage, and stored again in the retain stage to enrich the knowledge base. The calculation results show that the similarity value between the new case and the previous case reaches 0.948 (94.8%), which is obtained from a combination of local similarities of temperature (0.98), vibration (0.90), pressure (0.96), speed (0.99), and load (0.95) variables.
Analisis Eksperimental Pengaruh Plat Konduktor terhadap Kinerja Thermoelectric Generator Berbasis Limbah Panas Raihan Putri; Dimas Syahputra; Selamat Meliala; Badriana Badriana; Rosdiana Rosdiana
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 11, No 2 (2026): : Edisi June
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v11i2.13555

Abstract

Pemanfaatan energi alternatif menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional. Salah satu potensi energi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah panas buangan dari peralatan, mesin, maupun proses industri. Penelitian ini membahas pemanfaatan panas buangan sebagai sumber energi listrik melalui sistem Thermoelectric Generator (TEG). TEG bekerja berdasarkan perbedaan temperatur antara sisi panas dan sisi dingin modul yang menghasilkan tegangan listrik melalui efek Seebeck. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh jenis pelat konduktor terhadap kinerja TEG. Material pelat yang diuji meliputi tembaga, aluminium, dan stainless steel. Pengujian dilakukan menggunakan dua modul TEC1-12706 sebagai sumber panas dan satu modul TEG SP1848 sebagai penghasil listrik. Parameter yang diamati meliputi perbedaan suhu, tegangan, arus, daya keluaran, dan efisiensi konversi energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tembaga menghasilkan ΔT tertinggi sebesar 63,8 °C, namun efisiensinya paling rendah. Aluminium menunjukkan kinerja yang lebih stabil dengan ΔT sebesar 62,4 °C dan arus tertinggi 2,0 µA. Stainless steel menghasilkan ΔT sebesar 62,2 °C, tetapi memiliki efisiensi konversi tertinggi serta respons termal paling cepat. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja TEG tidak hanya ditentukan oleh besar ΔT, tetapi juga dipengaruhi oleh kestabilan distribusi panas dan karakteristik termal material pelat konduktor
Pendampingan Masyarakat Pesisir dalam Pendampingan Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Asin untuk Peningkatan Kualitas Produksi Hasil Perikanan Zulmiardi; Mutamimmul Ula; Nurmalita; Badriana; Asran; Dedi Fariadi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25196

Abstract

Pendampingan masyarakat pesisir dalam rancang bangun alat pengering ikan asin berbasis Internet of Things (IoT) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi hasil perikanan melalui penerapan teknologi tepat guna. Masyarakat pesisir umumnya masih menggunakan metode pengeringan tradisional yang bergantung pada sinar matahari, sehingga proses produksi sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Hal tersebut menyebabkan hasil pengeringan sering tidak merata, mudah berjamur, dan menurunkan mutu serta nilai jual produk. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan serta penggunaan alat pengering otomatis berbasis IoT yang dilengkapi sensor suhu dan kelembapan untuk mengontrol proses pengeringan secara stabil dan higienis. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, perancangan alat, pelatihan operasional, uji coba, dan evaluasi hasil pengeringan. Alat yang dikembangkan mampu menjaga suhu dan kelembapan secara konstan sehingga menghasilkan ikan asin dengan tingkat kekeringan merata dan warna yang lebih cerah. Pelatihan yang diberikan juga meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengoperasikan alat serta membaca data melalui sistem monitoring berbasis web. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas, efisiensi waktu, dan mutu produk ikan asin. Selain itu, hasil pengabdian kegiatan ini berdampak positif terhadap kemandirian masyarakat pesisir dalam pemanfaatan teknologi modern serta peningkatan ekonomi lokal. Diharapkan penerapan IoT ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan yang inovatif dan berdaya saing tinggi.
SISTEM PENGONTROL KETINGGIAN AIR PADA TANAMAN HIDROPONIK MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS Intan Safira; Badriana; Muhammad Ikhwanus; Asri; Sefnath J Wattimena
Jurnal Energi Elektrik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v14i2.19598

Abstract

Hidroponik adalah salah satu metode pertanian yang semakin populer dalam menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh. Keberhasilan pertanian hidroponik sangat tergantung pada pemantauan dan pengontrolan parameter lingkungan, terutama tinggi air dalam sistem hidroponik. Pada penelitian ini dibuatlah sistem pengontrol ketinggian air pada tanaman hidroponik. Adapun sistem kontrol yang digunakan untuk mengendalikan keseluruhan sistem adalah ESP32 dengan sensor water level, sensor ultrasonik dan RTC sebagai input. Sedangkan LCD, driver motor, pompa dan tampilan pada aplikasi blynk sebagai output. Guna memberikan kemudahan bagi pengguna (user) dalam melakukan sistem kendali dan proses monitoring secara realtime maka alat ini dirancang berbasis IoT. Berdasarkan pengujian diketahui bahwa sistem pengontrol ketinggian air pada tanaman hidroponik dapat beroperasi dengan baik sesuai dengan pemrograman yang telah dirancang. Nilai akurasi sensor ultarasonik pada pada penelitian ini adalah 98.93% dengan rata-rata presentase error sebesar 1.07%. Pada sensor water level data yang didapat berupa nilai analog, kemudian dikonversikan kedalam bentuk nilai real oleh ESP32 sesuai dengan pemrograman yang telah dilakukan. Dalam 1 hari (24 jam) pompa akan hidup selama 12 jam dan mati selama 12 jam. Grafik yang ditampilkan pada aplikasi blynk sesuai dengan data real sistem. Kondisi level air yang konstan menyebabkan grafik level air berbentuk lurus.
Perancangan Sistem Informasi Geografis Untuk Optimasi Penyebaran Pemasangan Wifi Dan Optical Distribution Point (Odp) Pada Telkom Kandatel Lhokseumawe Sri Wahyuni Fauzi; Mutammimul Ula; Badriana Badriana; Ilham Sahputra
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 8 No. 1 (2024): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2024
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v8i1.18155

Abstract

Dalam era kemajuan teknologi yang pesat, kebutuhan akan informasi yang akurat, cepat, dan berkualitas semakin penting. Telkom Kandatel Lhokseumawe menghadapi tantangan dalam proses pemesanan dan pemasangan wifi di rumah calon pelanggan. Metode konvensional yang melibatkan kunjungan langsung ke kantor, survei oleh teknisi, dan pemetaan calon pelanggan melalui situs MyMaps terbukti kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Geografis (SIG) guna mengoptimalkan strategi penyebaran infrastruktur telekomunikasi seperti pemasangan wifi dan Optical Distribution Point (ODP). SIG ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang topografi, kebutuhan jaringan telekomunikasi, kondisi geografis, tingkat kepadatan populasi, serta pola penggunaan layanan telekomunikasi di setiap wilayah. Dengan adanya SIG, Telkom Kandatel Lhokseumawe diharapkan dapat mengurangi biaya pemasangan infrastruktur, mencapai target penjualan, memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan. Implementasi SIG tidak hanya memperbaiki proses internal, tetapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, SIG menjadi alat penting dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital. Melalui SIG, pengambilan keputusan berbasis data menjadi lebih mudah, sehingga strategi pemasaran dan operasional dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasar secara tepat. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan Telkom Kandatel Lhokseumawe dalam jangka panjang. SIG yang efektif akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memperkuat posisi Telkom Kandatel Lhokseumawe dalam industri telekomunikasi yang semakin kompetitif. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya inovasi teknologi untuk mendukung pertumbuhan dan efisiensi perusahaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Dengan SIG, Telkom Kandatel Lhokseumawe dapat lebih responsif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan pelanggan, sehingga mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya.