Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Dari Gold-Tree, Hase-Hime, Balna, hingga Bawang Putih: Dongeng Sebagai Media dalam Pemahaman Interkultural Amalia Rachmawati; Tengsoe Tjahjono; Resdianto Permata Raharjo
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 22 No 2 (2022): Parafrase Vol. 22 No. 2, Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v22i2.7488

Abstract

Currently the importance of Intercultural understanding has no doubted. People can not resist the existence of world Englishes or English as international language which require not only the ability to use English language but also to use English language respectfully across culture. To achieve those goals, the intercultural understanding is highly needed. One of the ways that can be done to gain intercultural understanding is through reading fairy tales. The aim of this study is to investigate and analyze the possibility to use fairy tales for fostering young learners’ intercultural understanding. It employed qualitative descriptive method and comparative literature to analyze the data. The data used Celtic, Japanese, Indian, and Indonesian fairy tales that have the same theme then it compared to pointing out the cultural aspects. The finding revealed that despite the similarities in the plots, the fairy tales from various countries depicted the differences in cultural aspect. Thus, can be inferred that the fairy tales can be an option as a vehicle to build young learners’ intercultural understanding
PERKEMBANGAN KEJIWAAN MUSA DALAM NOVEL MADIELIEF KARYA KIRANADA: KAJIAN TEORI PSIKODINAMIKA SIGMUND FREUD Hanikmah Rahmadani; Tengsoe Tjahjono
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7738

Abstract

Novels are never separated from psychological values because the problems told in novels are always related to the psychology of the characters created by the author. This psychological aspect is usually displayed through the character traits and behavior of the characters that are a problem as experienced by humans in real life. Like the novel Madielief by Kiranada which tells the psychological problems of the characters in it. Therefore, this research is examined using psychodynamic theory which aims to describe the psychological development of characters according to Sigmund Freud. This type of research is qualitative research with a literary psychology approach. The data were obtained from the novel Madielief by Kiranada. Research data are in the form of words, phrases, and sentences in paragraphs related to the problem statement. Data collection techniques using reading and note techniques. The results of this study indicate 1) Musa’s personality background in Kiranada’s Madielief novel, 2) Musa’s neurotic form of anxiety in Kiranada’s Madielief novel, 3) The psychological development of Musa in the Canadian Madielief novel
VIRTUALISASI PEMBELAJARAN MENULIS DONGENG BERBASIS PRODUK ANYFLIP MELALUI SPADA KAMPUS MERDEKA Ari Rohmawati; Anisa Fajriana Oktasari; Bambang Yulianto; Tengsoe Tjahjono; Syamsul Shodiq
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 8 No 1, Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v8i1.1225

Abstract

Learning to write fairy tales boldly has limitations and challenges. Lecturers must organize creative and innovative learning to provide stimulus to students so they can take part in lectures optimally. The stimulus given with anyflip and the Merdeka Campus SPADA platform. The purpose of this study was to describe virtualization learning to write fairy tales based on anyflip products through SPADA Merdeka Campus. The research method used is qualitative. Data collection techniques using observation and interviews. Interviews were conducted with three people: one lecturer in the Appreciation of Indonesian Literature course, one student in the Appreciation of Indonesian Literature course, and one media colleague. The results of the study explain that learning to write fairy tales is carried out boldly. The platform chosen was SPADA Kampus Merdeka. There are several stages that must be passed in learning to write, including the pre-writing stage, the writing stage, and the post-writing stage. The product of this lecture is an anyflip based fable collection book.
Ekspresi Seksualitas Perempuan dalam Novel Saman dan Larung Karya Ayu Utami Evi Riyanti; Tengsoe Tjahjono; Suhartono Suhartono
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.418

Abstract

The study of Ayu Utami's novel Saman and Larung in this study discusses the issue of female sexuality expression. The research method refers to qualitative with a semiotic study approach; Signifier and Signified Ferdinand De Saussure. The results of the study show that Ayu Utami's Saman and Larung novels have marker systems related to women's sexual expression in the category of erotic acts, namely sexual arousal by kissing, sexual expectations, sexual fantasies, masturbation, sexual stimulation and intercourse. The interwoven sign system represents markers related to sexual expression as resistance to the dominant (patriarchal) culture in order to achieve social equality, personality, identity, biological needs, sexual habits, relationships, thoughts and feelings.
LIRIK LAGU KERONCONG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENYIMAK DAN BERBICARA DI HANKUK UNIVERSITY OF FOREIGN STUDIES KOREA M. Oktavia Vidiyanti; Tengsoe Tjahjono
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i2.355

Abstract

Lirik lagu sangat menarik dipakai sebagai media pembelajaran menyimak dan berbicara.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lirik lagu keroncong, sebagai salah satu wujud kebudayaan Indonesia, sebagai media pembelajaran menyimak dan berbicara mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Penelitian studi kasus ini memilih subjek penelitian mahasiswa yang memprogram mata kuliah Audio-Visual Bahasa Malay-Indonesian pada tahun pertama semester kedua di Hankuk University of Foreign Language.Untuk mengaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran materi tersebut, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil jawaban 15 mahasiswa atas pertanyaan dan pembahasan disimpulkan bahwa mahasiswa dapat memahami informasi dengan baik melalui apa yang diamati dan disimak dan mampu mengungkapkan pengalamannya itu secara lisan. Di samping itu mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang budaya Indonesia yang memperkaya wawasannya tentang Indonesia.
Representasi Krisis Ekologi dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya Nafi’ah Al-Ma’rab: Kajian Ekokritik M. Busairi; Tengsoe Tjahjono; Haris Supratno
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.449

Abstract

Krisis ekologi merupakan fenomena yang penting untuk dikaji agar masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh sebab itu, representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Novel tersebut menggambarkan permasalahan krisis ekologi di Riau, seperti kebakaran hutan, kabut asap, pencemaran, kekeringan, serta pemanasan global sebagai akibat dari pembukaan lahan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab. Kajian ekokritik menjadi landasan dasar dalam penelitian krisis ekologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian, yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Langkah-langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Adapun hasil penelitian bentuk representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab yang menggunakan kajian ekokritik ini, yakni (1) krisis ekologi terjadi pada pencemaran tanah dan udara akibat adanya pembakaran hutan yang menimbulkan kabut asap serta tercecernya minyak di area perkebunan kelapa sawit, (2) kerusakan hutan terjadi karena adanya pembukaan lahan kelapa sawit, (3) bencana kekeringan di berbagai daerah karena hutan telah gundul dan minimnya daerah resapan, (4) permukiman penduduk semakin menyempit akibat pembukaan lahan kelapa sawit, (5) pembukaan lahan kelapa sawit mengakibatkan banyak hewan yang punah, dan (6) kondisi bumi semakin panas, tanah mulai kering dan retak, kekurangan sumber air, serta terjadinya kabut asap di mana-mana. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan novel bergenre sastra hijau yang menyampaikan kepedulian terhadap lingkungan alam. Penelitian yang menggunakan pendekatan ekokritik ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi krisis ekologi. Tidak kalah penting, penelitian ini juga bisa menjadi bahan referensi bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah pada pembelajaran analisis teks sastra berbasis lingkungan.