Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Posisi Tidur dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure: Sleep Position in Improving Sleep Quality of Congestive Heart Failure Patients Dewi Nurviana Suharto; Agusrianto Agusrianto; Dafrosia Darmi Manggasa; Firsya Dita Maulinda Liputo
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.301 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i2.263

Abstract

Pendahuluan: Congestive heart failure adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient. Masalah yang sering muncul pada pasien congestive heart failure salah satunya yaitu gangguan tidur. Penatalaksanaan gangguan tidur diantaranya mengunakan pendekatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu pendekatan non farmakologis adalah pengaturan posisi tidur lateral kanan dan semifowler. Tujuan penulisan mengidentifikasi studi literatur tentang posisi tidur dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien congestive heart failure. Metode penelusuran database yang digunakan dalam studi literature ini yaitu database elektronik seperti ScienceDirect dan website: google dan google scholar. Hasil penelitian ada 7 jurnal yang diidentifikasi dan diterbitkan dari 2015-2019. Hasil dari jurnal menunjukan bahwa pengaturan posisi tidur lateral kanan dan semifowler efektif mengatasi masalah gangguan tidur pada pasien CHF. Saran: diharapkan peran perawat dan peneliti selanjutnya agar dapat menerapkan intervensi pemberian posisi tidur lateral kanan dan semifowler untuk meningkatkan kualitas tidur pasien CHF.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif terhadap Ansietas pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus: Implementation of Progressive Muscle Relaxation Against Ansietas in Nursing Care for Diabetes Mellitus Patients Dafrosia Darmi Manggasa; Ni Made Ridla Nilasanti Parwata; Nirva Rantesigi; Ulfa Sufyaningsi
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.548 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i2.267

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) diartikan sebagai penyakit metabolisme yang termasuk dalam kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia (lebih dari 120 mg/dl), karena itu DM sering disebut juga dengan penyakit gula. Penyakit diabetes melitus adalah masalah kesehatan yang besar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun. Berdasarkan faktor resiko DM terbagi menjadi 2 tipe yaitu: tipe I dan tipe II. Individu yang menderita DM tipe I memerlukan suplai insulin dari luar (eksogen insulin). sedangkan individu dengan DM tipe II resisten terhadap insulin. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan relaksasi otot progresif terhadap tingkat ansietas pada asuhan keperawatan dengan kasus diabetes melitus di ruangan interna RSUD Poso. Metode Penelitian: Yaitu dengan menggunakan metode pemberian tindakan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Ansietas Pada Asuhan Keperawatan Dengan Kasus Diabetes Melitus. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan implementasi selama 4 hari 2 kali penerapan relaksasi otot progresif, tingkat ansietas pasien tampak berkurang. Setelah dilakukan tindakan Relaksasi Otot Progresif selama 4 hari diharapkan tingkat ansietas pasien dapat berkurang dengan kriteria: tingkat ansietas hanya ringan, dan selalu menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas. Saran: diharapkan perawat yang ada di rumah sakit dapat memberikan penerapan relaksasi otot progresif secara optimal kepada pasien yang mengalami ansietas pada kasus diabetes melitus.
Penerapan Kompres Kayu Manis (Cinnamomun Burmani) terhadap Nyeri pada Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Kasus Gout Arthitis: Application of Cinnamomun Burmani Against Pain in Gerontic Nursing Care with Gout Arthitis Case Ni Made Ridla Nilasanti Parwata; Tasnim Tasnim; Dafrosia Darmi Manggasa; Agusrianto Agusrianto; Desi Kristanti Dala
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.717 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i1.268

Abstract

Pendahuluan: Gout Athitis merupakan penyakit metabolic yang di sebabkan oleh kelebihan kadar senyawa urat di dalam tubuh. Tahun 2017 jumlah penderita Gout Arthitis di Puskesmas Mapane sebanyak 613 penderita, tahun 2018 jumlah penderita meningkat menjadi 652 penderita. Jumlah tertinggi penderita terdapat di Kelurahan Kasiguncu sebanyak 22 penderita. Tujuan: Melakukan Asuhan Keperawatan Komprehensif dengan Penerapan Kompres Kayu Manis terhadap Penurunan Nyeri pada Asuhan Keperawatan Gerontik pasien Gout Arthitis. Metode: Observasional deskritif desain penelitian studi kasus. Hasil: Kompres kayu manis dapat nyeri gout Arthitis dari skala 6 menjadi 3 setelah 4 kali pemberian pada pagi hari selama 1 minggu dalam waktu 15-20 menit dapat menurunkan nyeri sendi akibat Gout Arthitis. Saran: diharapkan intervensi ini menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan gout arthitis.
Hubungan Konseling dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pasien Tuberkulosis di Kabupaten Poso: The Counseling Relationship with Medication Adherence Anti-Tuberculosis Medicine of Tuberculosis Patients in Poso Ni Nyoman Aldina; Raden Bagus Bambang Hermanto; Dafrosia Darmi Manggasa
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.74 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i1.294

Abstract

Pendahuluan: Konseling terhadap penderita tuberkulosis merupakan salah satu komponen yang dapat meningkatkan kepatuhan penderita terhadap pengobatan sehingga meningkatkan angka kesembuhan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan antara konseling pada penderita TB dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis di wilayah Puskesmas Kawua dan Kayamanya Kabupaten Poso. Metode Penelitian: Desain penelitian adalah cross sectional study. Populasi adalah semua penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kawua dan Kayamanya Kabupaten Poso. Pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling dengan jumlah sampel 41 responden. Analisa data menggunakan Fisher ‘s Exact Test pada α < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan konseling pada penderita tuberkulosis paru baik 80,5%, kurang 19,5%. kepatuhan minum obat yaitu patuh 70,7%, tidak patuh 29,3%. Penderita yang mendapatkan konseling baik yang patuh minum obat 78,8% dan yang tidak patuh minum obat 21,2%. Penderita yang mendapatkan konseling kurang yang patuh minum obat 37,5% dan yang tidak patuh 62,5%. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p=0,034. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan konseling pada penderita tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis di wilayah Puskesmas Kawua dan Kayamanya Kabupaten Poso. Saran: Saran bagi pengelola program TB untuk mampu memberikan konseling yang berkualitas bagi penderita tuberkulosis
Studi Literatur ; Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) Terhadap Penurunan Ansietas Pasien Pre Operasi Anniza Febriani Malaha; Dewi Nurviana Suharto; Ni Made Ridla Nilasanti; Dafrosia Darmi Manggasa
Madago Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.966 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v2i2.777

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang akan mendatangkan stresor terhadap integritas seseorang. Reaksi yang muncul berupa reaksi stres baik fisiologis maupun psikologis akan tetapi yang paling menonjol adalah reaksi secara psikologis berupa kecemasan. Salah satu cara mudah dan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan memberikan terapi Emotional Freedom Technique (EFT). Tujuan : mengidentifikasi studi literature yang berhubungan dengan Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) Terhadap Penurunan Ansietas Pasien Dengan Pre Operasi Mayor. Metode : basis data yang digunakan dalam studi literatur yaitu Publish Or Perish, Google Scholar, dan Google terbatas dari tahun 2015-2020. Hasil : ada 5 artikel yang digunakan dalam penelitian, dari kelima artikel didapatkan hasil bahwa Emotional Freedom Technique (EFT) memiliki pengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi. Kesimpulan : TerapiEmotional Freedom Technique (EFT) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Saran : Diharapkan hasil penelitian ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan peneliti selanjutnya tentang intervensi keperawatan yang dapat digunakan dalam kecemasan pada pasien pre operasi.
Assistance of health cadres to improve the ability of tuberculosis contact investigation Dafrosia Darmi Manggasa; Dewi Nurviana Suharto; Raden Bagus Bambang Hermanto; Ni Nyoman Aldina
Community Empowerment Vol 6 No 11 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.831 KB) | DOI: 10.31603/ce.5795

Abstract

Indonesia menempati urutan kedua dengan jumlah Tuberkulosis (TBC) terbanyak didunia. Investigasi kontak merupakan salah satu strategi eliminasi TBC yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan namun kader belum mampu melakukan investigasi kontak TBC di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan investigasi kontak TBC. Metode pengabdian yaitu kegiatan pendampingan berupa orientasi, simulasi dan praktek. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan investigasi kontak TBC sehingga kader memiliki kemampuan dan dapat berperan aktif dalam melakukan investigasi kontak untuk penemuan terduga TBC secara dini.
Edukasi Kesehatan Jiwa Bagi Orang dengan HIV AIDS dalam Menghadapi Covid-19 Selvi Alfrida Mangundap; Rina Tampake; Dafrosia Darmi Manggasa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.464 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1228

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused mental health problems in the community, including at risk groups, namely people with HIV AIDS due to fear of infection due to decreased immunity. Mental health and psychosocial problems must be addressed immediately so as not to cause physical health problems and other problems such as economic, social and cultural. The purpose of the activity is to increase the knowledge, attitudes and abilities of participants in overcoming mental health and psychosocial problems. The activity was carried out in Palu City with educational methods in the form of socialization and training. Participants are people with HIV AIDS, totaling 76 people. The results of the activity are participants with good knowledge as much as 44.7% increased to 84.2% and positive attitude as much as 52.6% increased to 88.2%. Suggestions for health workers to routinely make efforts to improve mental and psychosocial health for people with HIV AIDS by making efforts to overcome anxiety by doing progressive muscle relaxation and efforts to create relaxed physical, positive emotions, positive thoughts, positive behavior, positive relationship and spiritual positive. ABSTRAK Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah kesehatan jiwa pada masyarakat termasuk pada kelompok beresiko yaitu orang dengan HIV AIDS akibat takut tertular karena imunitas yang menurun. Masalah kesehatan jiwa dan psikososial harus segera ditangani agar tidak menimbulkan permasalahn kesehatan fisik serta masalah lain seperti ekonomi, sosial dan budaya. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan peserta dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikososial. Kegiatan dilaksanakan di Kota Palu dengan metode edukasi berupa sosialisasi  dan latihan. Peserta adalah orang dengan HIV AIDS yang berjumlah 76 orang  Hasil kegiatan yaitu peserta dengan pengetahuan baik sebanyak 44,7% meningkat menjadi 84,2% dan sikap positif sebanyak 52,6% meningkat menjadi 88,2%. Saran bagi petugas kesehatan agar rutin untuk melakukan upaya peningkatan kesehatan jiwa dan psikososial bagi orang dengan HIV AIDS dengan melakukan upaya untuk mengatasi kecemasan dengan melakukan relaksasi otot progresif serta upaya untuk menciptakan fisik rileks, emosi positif, pikiran positif, perilaku positif, relasi positif dan spiritual positif.
Program Pendampingan Keluarga Bermasalah Kesehatan sebagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting Fahmi Hafid; Nasrul Nasrul; Nurjaya Nurjaya; Amsal Amsal; Nurfatimah Nurfatimah; Tjitrowati Djaafar; Herlina Susanto Sunuh; Artika Dewie; Andi Fatmawati Syamsu; Hadriani Hadriani; Dwi Yogyo Suswinarto; Lisnawati Lisnawati; Mardiani Mangun; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa; Sri Restu Tempali; Helena Pangaribuan; Lindanur Sipatu; Fransisca Noya; Dafrosia Darmi Manggasa; Dewi Nurviana Suharto
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.572 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1647

Abstract

The prevalence of stunting in Sigi Regency showed an increase from year to year by 27.67% to 40.7%. The problem of stunting is a multidimensional problem that requires efforts from all parties to overcome it. One of the activities that can be done is to provide assistance to families with health problems or families at risk of stunting so that families can identify, assess, and take action independently accompanied by health workers. The implementation of this activity starts from 22-28 October 2022 in Beka Village, Marawola District. The socialization of the activity was attended by 50 people consisting of the village government, community leaders, PKK women, posyandu cadres, and target families. The targets of this activity are families with stunted children, pregnant women, teenagers/productive age, or breastfeeding mothers. His service activities include measuring body length/height, counseling on stunting, providing additional food, providing developmental stimulation, assisting cadres in filling out KMS, and KB MKJP education for mothers. The results of this activity program were very well appreciated by the local government, there was a change in knowledge about stunting, families who received assistance were very accepting of this activity and realized the importance of preventing stunting from the First 1000 Days of Life (HPK). It is hoped that this activity can take place continuously, families and communities can be independent in preventing stunting. ABSTRAK Prevalensi stunting di Kabupaten Sigi menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun sebesar 27,67% menjadi 40,7%. Masalah stunting merupakan masalah multidimensional sehingga butuh upaya dari semua pihak untuk mengatasinya. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah melakukan pendampingan kepada keluarga dengan masalah kesehatan atau keluarga dengan risiko stunting sehingga keluarga bisa mengenali, menilai, dan melakukan tindakan secara mandiri yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari tanggal 22-28 Oktober 2022 di Desa Beka Kecamatan Marawola. Sosialisasi kegiatan dihadiri 50 orang yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, ibu PKK, kader posyandu, dan keluarga sasaran. Sasaran dari kegiatan ini adalah keluarga yang memiliki anak stunting, ibu hamil, remaja/usia produktif, atau ibu menyusui. Kegiatan pengabdiannya berupa pengukuran panjang badan/tinggi badan, penyuluhan tentang stunting, pemberian makanan tambahan, pemberian stimulasi perkembangan, pendampingan kader dalam pengisian KMS, dan edukasi KB MKJP kepada ibu. Hasil dari program kegiatan ini sangat diapresiasi dengan baik oleh pemerintah setempat, adanya perubahan pengetahuan tentang stunting, keluarga yang mendapatkan pendampingan pun sangat menerima dengan baik kegiatan ini dan menyadari pentingnya pencegahan stunting dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinyu, keluarga dan masyarakat bisa mandiri dalam pencegahan stunting.
Workshop Pencucian Luka Kaki Diabetik Menggunakan Bahan Alam bagi Perawat di Puskesmas Mapane, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah Dafrosia Darmi Manggasa; Dewi Nurviana Suharto; Supirno Supirno
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.624 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1640

Abstract

Wound care of diabetic foot ulcer by Public Health Center nurses still use povidone iodine and rivanol which are toxic to tissues. Innovations in wound care including the use of natural materials have been proven to be effective in accelerating the healing of diabetic foot ulcers. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of Public Health Center nurses in wound care using natural materials. The implementation method, namely workshops and wound care practices using natural materials, was held for 1 day on July 11 2022 at the Mapane Health Center. The target was Public Health Center nurses, totaling 28 participant. The form of evaluation is measuring the knowledge and skills of nurses before and after the activity. The results showed that the participants knowledge increased from 60.7% to 89.3% and the average skill score increased from 9.04 to 16.14. The conclusion is that after the workshop activities there was an increase in the knowledge and skills of Public Health Center nurses for wound care using natural materials. Suggestions for Public Health Center nurses to be able to utilize natural materials in the diabetic foot wound care.
Pembentukan GELAS KACA (Gerakan Lansia Kelola, Adaptasi, Cegah dan Tangguh) Selama Pandemi Covid-19 Dewi Nurviana Suharto; Dafrosia Darmi Manggasa
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.589 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i2.1643

Abstract

The increase in the number of COVID-19 cases took place quite quickly, and spread to various districts in Indonesia in a short time including Poso Regency. The elderly and those with comorbidities are at risk of contracting and experiencing worse complications due to COVID-19. Therefore, it is very important to prevent transmission through promotive and preventive efforts to the elderly, both at the family, community and health facilities levels. To achieve this, one of them is through the establishment of GELAS KACA (Gerakan Elderly Manage, Adapt, Prevent and Resilient), which aims to increase the knowledge of the elderly in preventing the transmission of COVID-19. The problems that the elderly do not know how to manage illness during the pandemic, the elderly feel stressed because they have to stay at home, only health services are carried out if it is really important, the observation results show that there are also some elderly people who are afraid to go to health services for fear of being diagnosed with COVID -19. This is the basis for the implementation of the service which aims to establish GELAS KACA (The Elderly Movement for Managing, Adapting, Preventing and Resilient). The service is carried out by providing education on preventing COVID-19 transmission, self-management, adapting new habits and stress management, then evaluating the knowledge of the elderly after being given education. The results of the service showed that knowledge increased to 95%, psychosocial problems obtained were neurosis symptoms as much as 100%.
Co-Authors Abas, Istiqamariah Abd Farid Lewa Agusrianto Agusrianto , Agusrianto Agusrianto Agusrianto Agusrianto, Agusrianto Aminudin Aminudin Amsal Andi Fatmawati Andi Fatmawati Syamsu Anna Veronica Pont Anniza Febriani Malaha Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Baiq Emy Baiq Emy Nurmalisa Candriasih, Putu Christina Entoh Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dedi Mahyudin Syam Desi Kristanti Dala Deswita, Salsa Dewi Nurviana Suharto Dewie, Artika Diah Ayu Hartini Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Djua, Muhamad Fikran Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Dwi Yogyo Suswinarto Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Firsya Dita Maulinda Liputo Fitria Masulili Fransisca Noya Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hadriani Hadriani Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman Herlina Susanto Sunuh Hermanto, Raden Bagus Bambang I Wayan Supetran Indro Subagyo Irsanty Collein Ivaturahma, Zaqia Nur Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Langitan, Rosamey Elleka Lili Suryani Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Mardani Mangun Mardiani Mangun Marlina Fitriya Lailatul K Masda Masda Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Muhamad Fikran Djua Muliani Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Ni Nyoman Aldina Ni Nyoman Aldina Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurjaya Oktavia, Dwi Sintia Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Raden Bagus Bambang Hermanto Raden Bagus Bambang Hermanto Rafqia, Alifa Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rosamey Elleke Langitan Rosmin, Meike Parobe Rusneni Salman Saman Selvi Alfrida Mangundap Sendewana, Elis Anugrah Wati Sigit M. Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Siti Nafra Sony Bernike Magdalena Sitorus Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Restu Tempali Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sufyaningsi, Ulfa Suge, Ma'rifah Suharto, Vita Fadila Sukmawati Sukmawati Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Syamsul Arifin Taqwin Taqwin Tasnim Tasnim Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Vita Fadila Suharto Wery Aslinda Wijianto Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yasmin H Yasmin H Zainul