Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Edukasi Mitigasi Bencana Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Menghadapi Bencana Gempa Bumi Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto , Agusrianto; Oktavia, Dwi Sintia; Manggasa, Dafrosia Darmi
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i2.1096

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan daerah rawan gempa termasuk Kabupaten Tojo Una-Una dengan riwayat gempa 6,0 magnitudo. Desa Tete B  salah satu desa yang mengalami dampak akibat gempa tersebut. Masyarakat panik, cemas, berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke pegunungan. Masyarakat belum mengetahui tindakan mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian masyakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyakat tentang mitigasi bencana gempa bumi, dengan sasaran masyakart di desa Tete. Metode pengabdian yaitu edukasi dan demonstrasi, hasil kegiatan menunjukkan 80% masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang mitigasi bencana setelah dilakukan edukasi dan mampu mendemonstrasikan tindakan mitigasi bencana. Saran bagi pemerintah setempat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui kegiatan edukasi dan simulasi secara berkala dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat    
Edukasi Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi COVID-19 Pada Keluarga Di Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete Ivaturahma, Zaqia Nur; Manggasa, Dafrosia Darmi; Suharto, Dewi Nurviana
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v2i1.1564

Abstract

Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan penyakit yang ditimbulkan karena virus. Proses penyebaran penyakit ini sangat cepat terutama pada kelompok orang dengan imunitas menurun, Sistem imunitas memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, imunitas tubuh yang baik dapat mencegah kuman atau virus masuk kedalam tubuh. Pasien COVID-19 bisa akan terus bertambah apabila imun dan daya tahan tubuh masyarakat lemah sehingga menjadi sangat mudah terpapar virus. Wilayah Desa Tete B adalah salah satu desa yang warganya juga terpapar virus COVID-19, maka akan dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya peningkatan imunitas tubuh di masa pandemic Covid-19. Metode kegiatan ini adalah edukasi, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi menggunakan media poster. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Tete B dengan teknik kunjungan rumah sebanyak 10 keluarga. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan 85% keluarga yang sudah menerapakan upaya peningkatan imunitas tubuh dan 15% keluarga yang mengetahui cara peningkatan imunitas tubuh tetapi belum menerapkannya. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat mampu untuk terus menjaga imunitas tubuhnya secara mandiri untuk memutus penularan Covid-19
Pengetahuan Komprehensif HIV/AIDS pada Usia 15-24 Tahun Melalui Sosialisasi Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) di Desa Sintuwulemba Kabupaten Poso Hermanto, Raden Bagus Bambang; Langitan, Rosamey Elleke; Manggasa, Dafrosia Darmi
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i1.3429

Abstract

Salah satu sasaran pengendalian HIV/AIDS yang masih belum tercapai adalah peningkatan pengetahuan komprehensif anak sekolah dan remaja tentang HIV/AIDS. Pengetahuan orang muda tentang HIV telah mengalami peningkatan, tetapi masih terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan secara komprehensif anak usia 15-25 tahun tentang HIV/AIDS sehingga mereka dapat menjaga dirinya agar tidak tertular HIV, bersikap tidak diskriminatif kepada pengidap dan penderita HIVIDS. Metode kegiatan yaitu edukasi, pemutaran film animasi ABAT dengan judul Bunga Semusim dan diskusi. Sasaran yaitu remaja usia 15-24 tahun yang berjumlah 35 partisipan. Hasil kegiatan menunjukkan setelah sosialisasi ABAT remaja memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang HIV/AIDS (77,14%) mendapatkan skor 100. Melalui kegiatan sosialisasi Aku Bangga Aku Tahu ini ada pesan moral yang dikemas menjadi pesan kunci adalah jiwa yang tegar no narkoba dan hati yang murni no seks bebas. Kaum muda dapat membangun dirinya menjadi pribadi yang menghargai budaya, progresif, berpikiran terbuka dan mandiri
Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Kelompok Karang Taruna di Desa Sintuwulemba Suge, Ma'rifah; Manggasa, Dafrosia Darmi
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i1.3469

Abstract

Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan tindakan yang diberikan kepada orang dengan kondisi gawat darurat misalnya henti jantung. Kejadian gawat darurat dapat terjadi dimana saja dan kapan saja sehingga masyarakat awam termasuk kelompok Karang Taruna perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk  melakukan Bantuan Hidup Dasar agar dapat memberikan pertolongan kepada korban sedini mungkin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok Karang Taruna Desa Sintuwulemba tentang BHD bagi korban henti jantung. Metode pengabdian masyarakat yaitu dengan ceramah, diskusi dan simulasi, kegiatan diikuti 13 orang anggota Karang Taruna Desa Sintuwulemba. Evaluasi dilakukan dengan mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan setelah simulasi. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota karang taruna dalam melakukan BHD setelah dilakukan simulasi. Saran bagi pihak terkait yaitu pemerintah dan Puskesmas agar kegiatan simulasi tentang penanganan gawat darurat bagi masyarakat awam dapat dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Enhancing the Capacity of Village Disaster Teams Through Community-Based Emergency Management Training Suharto, Dewi Nurviana; Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Langitan, Rosamey Elleke; Hermanto, Raden Bagus Bambang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i1.4243

Abstract

Background: Sintuwulemba Village, Poso Regency, is a high-disaster-risk area where community emergency response capacity is limited. The local Village Disaster Team lacks specific training in managing critical conditions like severe bleeding, respiratory arrest, and shock, often leading to fatal delays.  Objectives:  This community service initiative aimed to enhance the team's emergency response capabilities through integrated training.Methods:  The two-day intensive program utilized lectures, demonstrations, realistic field simulations, and group discussions.Results: Pre- and post-training assessments demonstrated a marked improvement in participant competency, with the average test score increasing from 52% to 88%. The outcomes of this activity include a comprehensive training module, an instructional video, and this report Conclusion: These resources are designed to bolster the long-term resilience and self-sufficiency of the Sintuwulemba community in disaster situations, contributing to the ultimate goal of reducing disaster-related morbidity and mortality.
Penyuluhan Makanan Empat Sehat Lima Sempurna untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi dan Pencegahan Diare pada Siswa Sekolah Dasar Deswita, Salsa; Rantesigi, Nirva; Manggasa, Dafrosia Darmi; Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v4i2.4048

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah, terutama akibat kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan kebersihan makanan. Edukasi gizi melalui konsep 4 Sehat 5 Sempurna (4S5S) merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat. Meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang makanan 4 Sehat 5 Sempurna untuk pencegahan diare melalui kegiatan penyuluhan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Oktober 2024 di SDN 6 Kasiguncu dengan sasaran 45 siswa kelas 4–6. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45%, dari nilai rata-rata pre-test 40% menjadi 85% pada post-test. Siswa mampu menyebutkan komponen 4S5S dan hubungannya dengan pencegahan diare. Penyuluhan gizi 4S5S efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang dan pencegahan diare. Disarankan adanya program tindak lanjut dan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan orang tua dan guru
The Relationship between Family Support and Foot Care Compliance with Recurrent Diabetic Foot Wounds Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.11444

Abstract

As many as 15-25% of Diabetes Mellitus (DM) patients have the potential to experience diabetic foot ulcers and the rate of recurrence or recurrence of diabetic ulcers is 50% to 70% over 5 years.  A quarter of patients with Diabetes Mellitus have the potential to develop diabetic foot sores or diabetic ulcers and more than half to 70% have a recurrence of diabetes mellitus over 5 years. Recurrent diabetic ulcers have various impacts such as reduced quality of life, economic burden, and psychological, and social effects, even if not treated properly, they can lead to infection, amputation, and even death. The study aimed to analyze the relationship between family support and foot care compliance with the incidence of recurrent diabetic ulcers. The study design was a cross-sectional study, with a sample size of 50 diabetic ulcer patients and the family support measurement instrument was the Hensaring Diabetes Family Support Scale (HDFSS). The results of statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.013. Patients who adhere to foot care experience recurrent wounds (12%) and those who do not comply with foot care experience recurrent wounds (34%). Statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.039. It can be concluded that family support and compliance with foot care are related to the incidence of recurrent diabetic foot injuries, so it is recommended to comply with foot care and provide support for DM patients to prevent recurrent foot injuries.
The Role of Family Support in Improving the Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients at The Internal Medicine Clinic of Poso General District Hospital Langitan, Rosamey Elleka; Ndama, Metrys; Manggasa, Dafrosia Darmi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 11 No 02 (2023): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v11i2.2172

Abstract

Latar Belakang. Diabetes adalah merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang dan berdampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya dan merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terhadap dampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam pengelolaan diabetes dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan peran dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabetes. Metode. Penelitian ini adalah metode kuantitatif terhadap pendekatan cross sectional yaitu untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabetes melalui tahapan observasi dan wawancara langsung kepada subjek penelitian untuk pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mencakup skala dukungan keluarga dan skala kualitas hidup yang valid dan reliabel. Hasil. Penelitian pada analisa data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabetes dimana nilai p value (p < 0,05). Faktor lain seperti karakteristik subjek usia, jenis kelamin, lama menderita diabetes, memiliki dampak pada kualitas hidup disebabkan karena dukungan keluarga yang kurang baik sebaliknya dukungan keluarga yang kuat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes menjadi lebih baik Kesimpulan. Dukungan keluarga memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan dukungan keluarga bagi pasien diabetes sebagai bagian dari manajemen pengelolaan penyakit diabetes pada tatanan pelayanan kesehatan baik di Rumah sakit maupun Puskesmas. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, DM
Anxiety Levels Among Elderly With Comorbidities: A Descriptive Study In Ujung Tibu Village Rafqia, Alifa; Suharto, Dewi Nurviana; Manggasa, Dafrosia Darmi; Langitan, Rosamey Elleke
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i1.3770

Abstract

Background: The elderly with comorbidities are vulnerable to psychological problems such as anxiety, which can worsen their health and reduce their quality of life. This study aimed to describe the anxiety levels and demographic characteristics of elderly individuals with comorbidities in Ujung Tibu Village. Methods: This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. A sample of 37 elderly people who met the inclusion criteria was selected via purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Geriatric Anxiety Scale (GAS) questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as frequency distributions and percentages. Results: Most respondents experienced mild anxiety (73.0%), followed by moderate anxiety (21.6%), and severe anxiety (5.4%). The dominant demographic characteristics were female (78.4%), married (64.9%), living with their husband (45.9%), having a illness duration of 1-5 years (70.3%), and suffering from hypertension (64.9%). Conclusion: The anxiety level of elderly people with comorbidities in Ujung Tibu Village is predominantly mild. Community activities like the Integrated Health Post (Posyandu) and family support are suspected to be protective factors. Focused nursing interventions are recommended for the minority experiencing moderate to severe anxiety
Fear of Infection, Motivation, and Rewards Related to Health Cadres Performance in Tuberculosis Case Detection Hermanto, Raden Bagus Bambang; Lailatul K, Marlina Fitriya; Sendewana, Elis Anugrah Wati; Manggasa, Dafrosia Darmi
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i2.4214

Abstract

Background: Indonesia remains one of the countries with the highest tuberculosis (TB) burden globally. In Poso District, the 2023 Case Detection Rate (CDR) reached only 65.87%, still below the national target of 75%. Low case detection contributes to delayed diagnosis, persistent community transmission, and failure to reach TB elimination targets. Objective: To analyze factors associated with the performance of health cadres in detecting TB cases in the working area of Tagolu Primary Health Center, Poso District. Methods: This descriptive cross-sectional study involved all active health cadres (n=52) selected through total sampling. Data were collected using validated structured questionnaires. Variables included fear of infection, stigma, motivation, rewards, and cadre performance. Data were analyzed using descriptive statistics and Chi-square tests with a significance level of α = 0.05. Results: Three variables were significantly associated with cadre performance: fear of TB transmission (p = 0.024), motivation (p = 0.004), and rewards (p = 0.039). Stigma was not significantly associated (p = 0.579). Most cadres had high fear of infection (63.5%), low motivation (57.7%), and perceived rewards as adequate (69.2%). A total of 61.5% demonstrated good performance in TB case detection. Conclusion: Fear of infection, motivation, and rewards are significant determinants of cadre performance in TB case detection. Improving protective equipment availability, strengthening training, and implementing sustainable reward mechanisms are essential to enhance early TB detection in the community
Co-Authors Abas, Istiqamariah Abd Farid Lewa Agusrianto Agusrianto , Agusrianto Agusrianto Agusrianto Agusrianto, Agusrianto Aminudin Aminudin Amsal Andi Fatmawati Andi Fatmawati Syamsu Anna Veronica Pont Anniza Febriani Malaha Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Baiq Emy Baiq Emy Nurmalisa Candriasih, Putu Christina Entoh Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dedi Mahyudin Syam Desi Kristanti Dala Deswita, Salsa Dewi Nurviana Suharto Dewie, Artika Diah Ayu Hartini Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Djua, Muhamad Fikran Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Dwi Yogyo Suswinarto Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Firsya Dita Maulinda Liputo Fitria Masulili Fransisca Noya Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hadriani Hadriani Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman Herlina Susanto Sunuh Hermanto, Raden Bagus Bambang I Wayan Supetran Indro Subagyo Irsanty Collein Ivaturahma, Zaqia Nur Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Langitan, Rosamey Elleka Lili Suryani Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Mardani Mangun Mardiani Mangun Marlina Fitriya Lailatul K Masda Masda Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Muhamad Fikran Djua Muliani Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Ni Nyoman Aldina Ni Nyoman Aldina Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurjaya Oktavia, Dwi Sintia Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Raden Bagus Bambang Hermanto Raden Bagus Bambang Hermanto Rafqia, Alifa Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rosamey Elleke Langitan Rosmin, Meike Parobe Rusneni Salman Saman Selvi Alfrida Mangundap Sendewana, Elis Anugrah Wati Sigit M. Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Siti Nafra Sony Bernike Magdalena Sitorus Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Restu Tempali Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sufyaningsi, Ulfa Suge, Ma'rifah Suharto, Vita Fadila Sukmawati Sukmawati Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Syamsul Arifin Taqwin Taqwin Tasnim Tasnim Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Vita Fadila Suharto Wery Aslinda Wijianto Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yasmin H Yasmin H Zainul