Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Communication Style Organizasaun Lospalos Uan Ukani Members Student in Bandung Felisianus Efrem Jelahut; Siti Karlinah; Evi Novianti
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v6i2.904

Abstract

This study aimed to reveal the communication styles in the Organizasaun Lospalos Uan Ukani Bandung organization with the influence of their original culture, namely Fataluku. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The data sources in this study were divided into two types of data sources, namely primary sources and secondary sources. The technique of determining the informants in this study was using purposive sampling technique. The result showed that the communication style of the students of the Lospalos Uan Ukani Bandung members takes place with a formal communication style using the very standard Fataluku language. The speaking style of the members also used a verbal communication style by using words in speaking accompanied by non-verbal communication in the form of hand movements and facial mimics.
EFEKTIVITAS VIDEO YOUTUBE “WONDERFUL INDONESIA: A VISUAL JOURNEY” SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA INDONESIA Atef Fahrudin; Siti Karlinah; Herlina Agustin
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2020.v4i1.2492

Abstract

Industri pariwisata kini tengah dihadapkan dengan tantangan zaman dengan hadirnya konsep Tourism 4.0 yang mengharuskan Indonesia berbenah diri dalam menghadapi konsep tersebut. Lahirnya tren Tourism 4.0 telah mengubah keseluruhan siklus ekosistem kepariwisataan, termasuk menjadi penyebab bergesernya budaya siber wisatawan yang salah satu contohnya bisa dilihat pada perubahan proses pengambilan keputusan berwisata orang-orang di era ini, dimana orang-orang menjadikan media sosial sebagai sumber rujukan dalam menetapkan destinasi wisata mereka. Kolom komentar di YouTube kadang-kadang menjadi sebuah review bagi siapapun yang membacanya, dikarenakan orang-orang menuliskan pendapat ataupun pengalaman mereka terkait konten disana. Hal ini membuat YouTube memungkinakan untuk menjadi sarana promosi termasuk didalamnya promosi destinasi pariwisata. Penelitian ini di buat dengan tujuan untuk mencari tahu sejauh mana efektifitas video yang diunggah di YouTube sebagai sarana untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia.
Perceptions of Television Journalists on the COVID-19 Pandemic in Indonesia Musfialdy Musfialdy; Dadang Rahmat Hidayat; Siti karlinah; Uud Wahyudin
Indonesian Journal of Economics, Social, and Humanities Vol 4 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijesh.4.3.183-191

Abstract

COVID-19 is not the first outbreak to spread around the world. This flu disease, named by WHO as Coronavirus Disease (COVID-19), is caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Ironically, several studies on COVID-19 show that this virus is genetically engineered and is not the leading cause of death for the majority of COVID-19 patients. The COVID-19 pandemic has also triggered fear and panic in the community. This study aims to determine the perception of television journalists during the COVID-19 pandemic in Indonesia. This research was conducted in two Indonesian television media, namely iNews TV and Metro TV. This research used a qualitative case study methodology with a subjective paradigm. The research results showed that television journalists perceive the COVID-19 Pandemic as a real ongoing situation. Their perceptions are formed based on scientific knowledge, empirical experience, attention, and current information. The panic and fear of television journalists at the beginning of the pandemic occurred due to changes in interaction patterns and the adaptation process.
Women writers’ profiles of Soenting Melajoe Newspaper (1912-1921) Maimon Herawati; Siti Karlinah; Herlina Agustin; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v10i2.41934

Abstract

Soenting Melajoe Newspaper (1912-1921) was Indonesia’s first indigenous women’s newspaper during the Dutch colonial period. Its readers considered this newspaper as a command in the women’s movement in the Minangkabau society. Editors were deemed as generals, readers as soldiers. The articles in Soenting Melajoe were submitted by women from various regions. The newspaper became a means of exchanging ideas and debating between women, moderated by female editors; Rohana Kudus and Ratna Juwita. This writing constructed the profile of writers based on their writings in Soenting Melajoe. The theory used in this research was the feminist communication theory, focusing on the revalorism aspect of it. This research employed a historical method. Data collection was done through literature study. The subjects of this research are the writings of Indonesian women in Soenting Melajoe. The female writers of Soenting Melajoe came from the administrative center of the Hindia Dutch, port cities, and coffee warehouse regions. Most backgrounds of the writers of Soenting Melajoe were from families of Dutch employees, families managing educational institutions, and families of tribal leaders. Some of the writers of Soenting Melajoe learned to read and write at school. Others studied with family members. Further research can be done on the life of these female writer pioneers and the connection between ideas in Soenting Melajoe and other colonial newspapers.
Pemetaan Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Pemula pada Industri Media Massa di Indonesia Herlina Agustin; Siti Karlinah; Aceng Abdullah; Dandi Supriadi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.268 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6039

Abstract

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas kualitas dan sistem seleksi jurnalis pemula di media massa Indonesia saat ini. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyak jurnalis muda yang melakukan pelanggaran etika maupun teknis ketika sedang meliput. Penelitian yang mendasari artikel ini dilakukan terhadap beberapa media massa cetak, elektronik, dan online di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang melibatkan observasi serta wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan ilmu jurnalistik secara umum tidak menjadi pritoritas utama dalam perekrutan jurnalis di media massa yang menjadi objek penelitian kali ini. Hal ini disebabkan media massa tidak merasa bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjamin kualitas jurnalis. Hampir di semua media massa, skill jurnalistik yang sesuai dengan karakter media masing-masing dirasakan dapat dilatih secara internal. Kualifikasi yang paling utama adalah adanya passion, loyalty, dan determination dari para kandidiat untuk menjadi jurnalis. Hal-hal itu dinilai dapat diperoleh dari latar belakang pendidikan apapun. Namun demikian semua media sepakat, pendidikan jurnalistik harus menjadi standar bagi kompetensi jurnalis. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendidikan jurnalistik mengembangkan kurikulumnya sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan media massa akan jurnalis yang berkualitas, terutama dalam hal praktis.
Tantangan Profesi Jurnalis Perempuan dalam Liputan di Wilayah Konflik Mia Dwianna Widyaningtyas; Aceng Abdullah; Siti Karlinah; Aquarini Priyatna
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.7725

Abstract

Penelitian ini membahas profesi jurnalis perempuan Indonesia dalam meliput di wilayah konflik. Pemberitaan konflik merupakan tantangan berat bagi jurnalis, khususnya jurnalis perempuan. Kajian tentang perempuan menjadi perhatian utama banyak peneliti karena pengalaman hidup perempuan merupakan bentuk pengetahuan yang penting. Artikel ini bertujuan mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam meliput konflik, perandan keberadaan Perempuan di dunia jurnalistik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pemilihan jenis penelitian ini secara khusus dapat mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam melaporkan konflik. Subjek penelitian ini adalah lima (5) jurnalis perempuan Indonesia yang berpengalaman dalam meliput konflik. Kajian ini menghasilkan konsep terkaitpengalaman jurnalis perempuan dan tantangan selama meliput di wilayah konflik, posisi jurnalis Perempuan di zona konflik, pengalaman terkait strategi jurnalis perempuan dalam menghadapi tantangan dalam peliputan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis perempuan mampu meliput konflik meskipun berstatus minoritas dan fakta bahwa kemampuannya dipertanyakan karena identitasnya sebagai perempuan. Agar berhasil meliput konflik, jurnalis perempuan harus bekerja lebih keras daripada jurnalis laki-laki. Perempuan dapat meliput dari perspektif yang berbeda yakni perspektif perempuan yang tidak dimiliki oleh jurnalis laki-laki. Penelitian ini memberi kontribusi kepada jurnalis untuk memahami dan menghargai pekerjaan jurnalis perempuan di wilayah konflik.
Representasi praktik nepotisme keluarga Jokowi pada sampul majalah Tempo Ihsan, Lugina Nurul; Karlinah, Siti; Adiputra, Andika Vinianto
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i2.54312

Abstract

Latar Belakang: Menjelang Pilpres 2024, praktik nepotisme yang dilakukan keluarga Jokowi semakin terang-terangan. Isu tersebut menjadi penting untuk dikaji karena mendapat banyak perhatian publik dan media massa, salah satunya Majalah Tempo. Tempo telah menyoroti isu tersebut sebagai laporan utama dengan sampul majalah yang multitafsir. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menjelaskan representasi makna denotasi dan makna konotasi pada tanda visual sampul majalah serta memahami mitos dan ideologi yang dikonstruksikan Tempo dalam ilustrasi kartun politik sampul majalahnya. Metode: Tanda visual tersebut dianalisis menggunakan metode analisis isi kajian semiotika Roland Barthes dengan pendekatan penelitian kualitatif paradigma konstruktivis. Subjek yang dianalisis adalah empat dari lima belas sampul majalah Tempo periode menjelang Pemilihan Presiden 2024 dengan praktik nepotisme Jkeluarga Jokowi sebagai objeknya. Hasil: Ditemukan bahwa praktik nepotisme keluarga Jokowi dilakukan dengan menggunakan sumber daya internal – external melalui bantuan pejabat di tatanan vertikal – lateral dengan cara-cara yang tidak sah atau illegitimate. Bentuk praktik nepotisme tersebut terdiri atas penyalahgunaan kekuasaan pejabat publik dan penyalahgunaan instrumen negara yang telah menyebabkan pelanggaran dalam Pemilu 2024. Tempo menilai bahwa praktik nepotisme tersebut telah merusak demokrasi, sehingga sampul majalah ini menjadi bentuk kritik dalam upayanya menentang ideologi dominan yang telah menyimpang dari demokrasi.
Kampanye Pilpres 2014 dalam Konstruksi Akun Twitter Pendukung Capres Firmansyah, Mas Agus; Karlinah, Siti; Sumartias, Suwandi
Jurnal The Messenger Vol. 9 No. 1 (2017): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v9i1.430

Abstract

The use of social media, especially Twitter during the presidential election campaign in 2014 led to the construction of the presidential candidates can not only be found in the mass media, but also can be found in the content chirp twitter account supporters. This study aims to identify and find out how the two presidential candidates figure (Prabowoand Jokowi) when constructed through chirp Twitter account their respective supporters. By using qualitative methods, this research observation and analysis of the chirp twitter supporters of the two presidential candidates were uploaded during the presidential election campaign (June 4 until June 5, 2014) takes place. The results showed that Prabowo is constructed by supporters twitter account as a highly intelligent, resolute and strong. While Jokowi constructed by supporters as a populist figure, simple and honest.
The Mechanism of Newsroom and TV Journalist Work Routines during the COVID-19 Pandemic Musfialdy, Musfialdy; Hidayat, Dadang Rahmat; Karlinah, Siti; Wahyudin, Uud; Jamal, Muchamad Fauzi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 7, No 2 (2024): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v7i2.46409

Abstract

A disease outbreak known as COVID-19 (Corona Virus Diseases 2019) is currently affecting virtually every part of the planet. The COVID-19 outbreak is a catastrophe that endangers and disrupts life, causes fatalities, traumatizes victims, and engenders a climate of threat and fear. The COVID-19 pandemic tragedy not only affected the number of sick and deceased individuals but also altered work schedules in the neighborhood. Additionally, COVID-19 has brought about changes in journalism, particularly in television journalism. The purpose of this study is to ascertain the mechanism governing the operational procedures of newsroom and television journalism during the COVID-19 pandemic. Expectancy Violation Theory and Judee K. Burgoon’s Interaction Adaptation Theory were both used in this study. This research approach employed a constructive subjective paradigm and utilized a qualitative case study methodology. The subjects of this study were the journalists and editors of iNews TV and Metro TV. The study’s finding show that the COVID-19 pandemic has impacted how journalists work both in the workplace and in the field, causing disruption and changes to their routines. Nevertheless, the pandemic has also prompted an acceleration of the process of adapting how journalistic tasks are carried out, both in the newsroom and on the ground. Despite the acceleration, the COVID-19 epidemic has expedited the process of adaptation and adjustment. Finally, the transformation has resulted in new business strategies in the television industry due to the COVID-19 pandemic.
Tantangan Profesi Jurnalis Perempuan dalam Liputan di Wilayah Konflik Widyaningtyas, Mia Dwianna; Abdullah, Aceng; Karlinah, Siti; Priyatna, Aquarini
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.7725

Abstract

Penelitian ini membahas profesi jurnalis perempuan Indonesia dalam meliput di wilayah konflik. Pemberitaan konflik merupakan tantangan berat bagi jurnalis, khususnya jurnalis perempuan. Kajian tentang perempuan menjadi perhatian utama banyak peneliti karena pengalaman hidup perempuan merupakan bentuk pengetahuan yang penting. Artikel ini bertujuan mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam meliput konflik, perandan keberadaan Perempuan di dunia jurnalistik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pemilihan jenis penelitian ini secara khusus dapat mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam melaporkan konflik. Subjek penelitian ini adalah lima (5) jurnalis perempuan Indonesia yang berpengalaman dalam meliput konflik. Kajian ini menghasilkan konsep terkaitpengalaman jurnalis perempuan dan tantangan selama meliput di wilayah konflik, posisi jurnalis Perempuan di zona konflik, pengalaman terkait strategi jurnalis perempuan dalam menghadapi tantangan dalam peliputan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis perempuan mampu meliput konflik meskipun berstatus minoritas dan fakta bahwa kemampuannya dipertanyakan karena identitasnya sebagai perempuan. Agar berhasil meliput konflik, jurnalis perempuan harus bekerja lebih keras daripada jurnalis laki-laki. Perempuan dapat meliput dari perspektif yang berbeda yakni perspektif perempuan yang tidak dimiliki oleh jurnalis laki-laki. Penelitian ini memberi kontribusi kepada jurnalis untuk memahami dan menghargai pekerjaan jurnalis perempuan di wilayah konflik.