Articles
Kesulitan Menanamkan Jiwa Percaya Diri terhadap Kemampuan Mengerjakan Soal Fisika
Vinni Syafa Syahdah;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v3i1.1586
Dunia pendidikan sangat vital dalam kehidupan, mempengaruhi perubahan individu. Pendidikan yang didapatkan dari keluarga dan sekolah juga sangat penting. Proses belajar memengaruhi pendidikan, termasuk ilmu fisika. Kepercayaan diri siswa penting dalam prestasi fisika, namun banyak siswa kurang percaya diri dan mengandalkan teman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana rasa percaya diri siswa dalam mengerjakan soal fisika. Penelitian studi lapangan ini dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Garut. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang siswa kelas XII yang dipilih secara acak oleh penulis saat melakukan pengambilan data. Pengambilan data dilakukan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada mata pelajaran fisika. Data diperoleh dari hasil dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum sesuai dengan perencanaan dikarenakan sebagian besar siswa pasif. Hasil lain menunjukkan bahwa 12 dari 15 siswa tidak percaya diri untuk mengerjakan soal. Rasa percaya diri yang rendah ini disebabkan karena siswa tidak benar-benar memahami apa yang mereka pelajari.
In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka di Komite Pembelajaran sebagai Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak
Asep Irvan Irvani;
Hilda Ainissyifa;
Asep Khoerul Anwar
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpm.v2i1.2481
Kurikulum merdeka saat ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat proses transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Dalam implementasinya tentu perlu dipahami oleh guru sebagai pemeran utama pelaksana kurikulum. Artikel pengabdian ini memaparkan hasil pelaksanaan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Komite Pembelajaran yang ada pada empat sekolah penggerak di Kabupaten Garut. Keempat sekolah penggerak ini merupakan satuan pendidikan pelaksana IKM pada Program Sekolah Penggerak angkatan pertama. Pelaksanaan melalui empat tahap yakni: 1) pemberian materi melalui pelatihan dan workshop, 2) pendampingan penyusunan perangkat ajar, 3) implementasi perangkat ajar yang telah disusun, dan 4) refleksi kegiatan. Refleksi kegiatan dilakukan dengan mengisi instrumen refleksi. Hasil refleksi menunjukkah bahwa sebagian besar guru mengalami kendala keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat ajar. Tiga topik terbanyak yang dianggap paling menantang diantaranya terkait penyusunan visi misi dan program sekolah, penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah, dan penyusunan modul ajar.
Pengenalan Eksperimen Fisika Sederhana Kepada Siswa Kelas VI di SDN 2 Limbangan Timur
Nenden Sri Rahayu;
Putri Rahmalia Lestari;
Widi Nugraha Ady;
Asep Irvan Irvani
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpm.v1i2.1817
Rendahnya pendidikan sains siswa kelas VI, dari salah satu sekolah dasar di Kecamatan Blubur Limbangan Kabupaten Garut merupakan latar belakang dari pengabdian ini. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pelaksanaan pembelajaran sains dengan melakukan eksperimen, guru hanya menugaskan siswa untuk membayangkan peristiwa tanpa melakukan eksperimen. dalam pembelajaran sains, guru melibatkan siswa secara aktif. Salah satu cara yang digunakan dalam proses pembelajaran ini adalah dengan menerapkan metode eksperimen sederhana. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan minat belajar sains siswa kelas VI tingkat sekolah dasar pada materi fluida statis dan pembiasan cahaya. Dalam eksperimen ini penulis melibatkan siswa kelas VI yang terdiri dari 21 orang siswa. Hasil pengabdian menunjukkan (1) pelaksanaan pembelajaran dengan menjelaskan secara singkat materi yang akan dibahas; (2) pelaksanaan eksperimen; (3) membagikan kuesioner evaluasi.; nilai persentase hasil belajar sains yang diperoleh yaitu 32% kemudian meningkat menjadi 67%. Berdasarkan hasil pengabdian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen pada pembelajaran sains dapat meningkatkan minat belajar sains siswa kelas VI tingkat sekolah dasar.
Pelatihan Perancangan Eksperimen Fisika berbasis Sensor Smartphone bagi Guru Fisika dan IPA di Kabupaten Garut
Asep Irvan Irvani;
Siti Nurdianti Muhajir;
Reza Ruhbani Amarulloh;
Resti Warliani;
Isti Fuji Lestari;
Rahmadhani Mulvia
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpm.v2i3.2830
Guru yang adaptif dengan perkembangan teknologi merupakan tuntutan kompetensi di abad 21 ini. Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Garut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan bagi Guru Fisika dan IPA di Kabupaten Garut dalam membuat perencanaan eksperimen fisika berbasis sensor smartphone. Pelatihan ini dilakukan selama 32 jam pelajaran meliputi pemaparan materi, praktik penggunaan sensor smartphone, dan workshop perancangan eksperimen. Peserta pelatihan sebanyak 24 guru yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Garut. Sensor smartphone yang diterapkan dalam pelatihan ini menggunakan aplikasi Phyphox. Sebagai penunjang rancangan eksperimen, dibuat lembar kerja peserta didik dengan liveworksheet. Tahapan pelatihan meliputi: (1) pemaparan materi, (2) demonstrasi penggunaan sensor smartphone dan liveworksheet, (3) eksplorasi alat oleh peserta, dan (4) perancangan eksperimen. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan sensor smartphone sebagai alat eksperimen diterima dengan baik oleh peserta. Materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan relevansi profesi peserta pelatihan. Interaksi dengan instruktur dinilai positif, dengan instruktur yang membantu dan memotivasi peserta.
Analisis Keterampilan Kolaboratif Siswa dalam Kegiatan Praktikum Pesawat Sederhana
Riska Puspita Agustini;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v3i2.2570
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kolaboratif siswa dalam kegiatan praktikum pesawat sederhana di kelas 8 sekolah menengah pertama. Penelitian dilakukan pada rangkaian kegiatan Lesson Study di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Garut dengan tahapan plan-do-see. Ada 16 siswa kelas 8 yang menjadi subjek penelitian. Pengambilan data diperoleh dari dokumen hasil kerja siswa, hasil refleksi dengan observer, serta video rekaman kegiatan. Analisis data menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi keterampilan kolaboratif siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa keterampilan kolaboratif siswa dalam kegiatan praktikum pesawat sederhana sangat baik. Di dalam kegiatan praktikum sangat dibutuhkan keterampilan kolaboratif dan kerja sama tiap anggota kelompok supaya terbangun kebersamaan yang erat di antara tiap anggota kelompok. Dengan terciptanya kolaborasi antar anggota kelompok, proses pemecahan masalah yang memerlukan waktu lama pada kegiatan praktikum dapat tercapai lebih cepat.
Kesulitan Menanamkan Jiwa Percaya Diri terhadap Kemampuan Mengerjakan Soal Fisika
Vinni Syafa Syahdah;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v3i1.1586
Dunia pendidikan sangat vital dalam kehidupan, mempengaruhi perubahan individu. Pendidikan yang didapatkan dari keluarga dan sekolah juga sangat penting. Proses belajar memengaruhi pendidikan, termasuk ilmu fisika. Kepercayaan diri siswa penting dalam prestasi fisika, namun banyak siswa kurang percaya diri dan mengandalkan teman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana rasa percaya diri siswa dalam mengerjakan soal fisika. Penelitian studi lapangan ini dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Garut. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang siswa kelas XII yang dipilih secara acak oleh penulis saat melakukan pengambilan data. Pengambilan data dilakukan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada mata pelajaran fisika. Data diperoleh dari hasil dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum sesuai dengan perencanaan dikarenakan sebagian besar siswa pasif. Hasil lain menunjukkan bahwa 12 dari 15 siswa tidak percaya diri untuk mengerjakan soal. Rasa percaya diri yang rendah ini disebabkan karena siswa tidak benar-benar memahami apa yang mereka pelajari.
Analisis Keterampilan Kolaboratif Siswa dalam Kegiatan Praktikum Pesawat Sederhana
Riska Puspita Agustini;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v3i2.2570
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kolaboratif siswa dalam kegiatan praktikum pesawat sederhana di kelas 8 sekolah menengah pertama. Penelitian dilakukan pada rangkaian kegiatan Lesson Study di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Garut dengan tahapan plan-do-see. Ada 16 siswa kelas 8 yang menjadi subjek penelitian. Pengambilan data diperoleh dari dokumen hasil kerja siswa, hasil refleksi dengan observer, serta video rekaman kegiatan. Analisis data menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi keterampilan kolaboratif siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa keterampilan kolaboratif siswa dalam kegiatan praktikum pesawat sederhana sangat baik. Di dalam kegiatan praktikum sangat dibutuhkan keterampilan kolaboratif dan kerja sama tiap anggota kelompok supaya terbangun kebersamaan yang erat di antara tiap anggota kelompok. Dengan terciptanya kolaborasi antar anggota kelompok, proses pemecahan masalah yang memerlukan waktu lama pada kegiatan praktikum dapat tercapai lebih cepat.
Penggunaan E-learning Madrasah dalam Proses Pembelajaran Fisika di MAN 2 Garut
Sherla Heryanti Heryanto;
Sinta Aprianti;
Resa Resta Pelani;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v3i1.1962
Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi E-learning dalam pembelajaran fisika di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen dengan sumber data primer dari wawancara dan sumber data sekunder dari dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan E-learning memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dengan adanya fitur-fitur pembelajaran seperti absensi online, penyimpanan materi, serta aplikasi video conference seperti zoom meeting atau google meet. Dalam konteks pembelajaran fisika, E-learning memungkinkan siswa untuk melakukan praktikum secara virtual dengan menggunakan media Youtube, PhET, dan demonstrasi dalam bentuk video. Namun, terdapat kendala dalam mengakses E-learning yang disebabkan oleh masalah teknis seperti koneksi internet yang buruk dan kurangnya pemahaman tentang penggunaan platform E-learning. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki implikasi penting dalam meningkatkan pemanfaatan E-learning dalam proses pembelajaran fisika dengan memberikan bimbingan dan pengarahan dari guru dan pihak sekolah serta perbaikan masalah teknis agar siswa dapat memanfaatkannya secara maksimal.
Profil Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Fisika Dalam Menggunakan Perangkat Pembelajaran Daring
Tiara Nurhuda;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v1i1.1261
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam menggunakan perangkat pembelajaran secara daring. Ada empat kemampuan yang diungkapkan, yaitu: 1) kemampuan membuat bahan ajar daring, 2) kemampuan menggunakan kelas virtual, 3) kemampuan menggunakan aplikasi video conference, dan 4) kemampuan membuat asesmen daring. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut semester empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon fisika memiliki kemampuan yang baik dalam menggunakan kelas virtual dan aplikasi video conference, memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membuat asesmen daring, namun kurang dalam kemampuan membuat bahan ajar daring.
Analisis Penggunaan Simulasi Interaktif dalam Pembelajaran pada Topik Hukum Coulomb
Ai Sadidah;
Asep Irvan Irvani
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 1, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpif.v1i2.1508
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan PhET Interactive Simulations sebagai pendukung maupun penganti laboratorium real dalam pembelajaran IPA materi pokok Hukum Coulomb. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan simulasi interaktif dalam pembelajaran pada topik Hukum Coulomb memberikan respons positif siswa dalam menemukan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya Coulomb, respons baik dalam antusiasme pembelajaran dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, karena simulasi interaktif dapat menjelaskan konsep yang abstrak dan dalam penggunaannya tidak memerlukan waktu yang banyak.