Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tradisi Perkawinan Adat Suku Lamaholot dan Dukungan Suami terhadap Kunjungan Antenatal Pertama Pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata – NTT Febe Ernila; Isnin Anang Marhana; Gatut Hardianto
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.13611

Abstract

ABSTRAK Standar pelayanan antenatal terpadu dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia adalah kunjungan pertama antenatal pada usia kehamilan 12 minggu untuk skrining dan menangani faktor risiko kehamilan. Pencapaian kunjungan pertama antenatal pada ibu hamil di Puskesmas Waipukang terdapat kesenjangan yang cukup tinggi yaitu 52,6% dari target yang seharusnya dan merupakan cakupan terendah dikabupaten Lembata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kunjungan pertama antenatal pada ibu hamil di Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata – NTT diantaranya adalah tradisi pernikahan adat suku Lamaholot dan dukungan suami. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional  dan metode kuantitatif. Sampelnya adalah 70 ibu hamil yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Waipukang yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Kunjungan pertama antenatal sebagai variabel terikat sedangkan variabel bebasnya adalah  tradisi dan dukungan suami. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Penelitian ini menemukan dari 70 responden 74,3% melakukan kunjungan pertama antenatal pada trimester I. Hasil analisis data didapatkan ada hubungan faktor tradisi dan dukungan suami dengan kunjungan pertama antenatal dimana nilai p0,05. Ada pengaruh tradisi dan dukungan suami terhadap kunjungan pertama antenatal pada ibu hamil di Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata – NTT sehingga layak untuk diperhatikan lebih mendalam dari lintas sektor terhadap tradisi yang berdampak negatife terhadap kunjungan pertama antenatal. Kata Kunci: Dukungan Suami, Tradisi, Suku Lamaholot, Kunjungan Pertama Antental  ABSTRACT The standard for integrated antenatal care from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia is the first antenatal visit at 12 weeks' gestation for screening and treating pregnancy risk factors. There is a fairly high gap in the achievement of the first antenatal visit for pregnant women at the Waipukang Community Health Center, namely 52.6% of the target which should be and is the lowest coverage in Lembata Regency. This study aims to analyze factors related to the first antenatal visit for pregnant women at the Waipukang Community Health Center, Lembata Regency - NTT, including the traditional marriage traditions of the Lamaholot tribe and husband's support. This type of observational analytical research with a cross sectional design and quantitative methods. The sample was 70 pregnant women in the working area of the Waipukang Community Health Center, taken using consecutive sampling technique. The first antenatal visit is the dependent variable while the independent variables are tradition and husband's support. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the chi square test and multiple logistic regression test. This research found that of the 70 respondents, 74.3% had their first antenatal visit in the first trimester. The results of data analysis showed that there was a relationship between traditional factors and husband's support and the first antenatal visit, where the p value was 0.05. There is an influence of tradition and husband's support on the first antenatal visit for pregnant women at the Waipukang Community Health Center, Lembata Regency - NTT so it is worth paying more in-depth attention from across sectors to traditions that have a negative impact on the first antenatal visit. Keywords: Husband's Support, Tradition, Lamaholot Tribe, First Antenatal Visit
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Pekerja Wanita di RSUD Naibonat Prisca Desyani Kia; Gatut Hardianto; Budi Utomo
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.13908

Abstract

ABSTRACT One woman dies from cervical cancer every two minutes. Nearly 90% of deaths from cervical cancer each year occur in women in low and middle income countries where screening efforts are not optimal. Health workers are expected to be role models for the community who carry out early detection. This study aims to analyze factors related to early detection behavior of cervical cancer in female workers. This research is an observational study with a cross sectional design. The sample in this study were female workers aged 30-50 years, married and sexually active who were willing to be respondents. Women who had cervical cancer and underwent total hysterectomy were not included in this study. Data collection was carried out by conducting interviews with respondents using a questionnaire. The independent variables in this research are education, profession, knowledge, attitudes, affordability of access to services, and family support. Meanwhile, early detection behavior for cervical cancer is the dependent variable. A total of 167 respondents were involved in this research. There is no significant relationship between knowledge and accessibility and early detection of cervical cancer. Occupation of health workers (p=0.13, OR=0.146), non-health workers (p= 0.014, OR=0.105) and family support variables (p= 0.001, OR= 5.997) are factors related to early detection behavior of cervical cancer. The factor found to most influence the behavior of early detection of cervical cancer was family support with OR 5.997 (95% CI OR: 2.190-16.419). Lack of family support will have a 5 times greater influence on female workers not carrying out early detection of cervical cancer. Good family support, supported by sufficient information and high motivation does not rule out the possibility of respondents carrying out early detection examinations for cervical cancer. Keywords: Cervical Cancer, Early Detection, Pap Smear  ABSTRAK Satu wanita meninggal karena kanker serviks setiap dua menit. Hampir 90% kematian akibat kanker serviks setiap tahunnya terjadi pada wanita di negara berpenghasilan rendah dan menengah dimana upaya skrining belum optimal. Tenaga kesehatan diharapkan menjadi panutan masyarakat yang melakukan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada pekerja wanita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja wanita berusia 30-50 tahun, telah menikah dan aktif berhubungan seksual yang bersedia menjadi responden. Wanita yang menderita kanker serviks dan melakukan histeroktomi total tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan kuesioner. Variabel independent pada penelitian ini adalah pendidikan, profesi, pengetahuan, sikap, keterjangkauan akses pelayanan, dan dukungan keluarga. Sedangkan perilaku deteksi dini kanker serviks merupakan variabel dependen. Sebanyak 167 responden terlibat pada penelitian ini. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan keterjangkauan akses dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Pekerjaan petugas kesehatan (p=0,13, OR=0,146), non petugas kesehatan (p= 0,014, OR = 0,105) dan variabel dukungan keluarga (p= 0,001, OR= 5,997) merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Faktor yang ditemukan paling mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker serviks adalah dukungan keluarga dengan OR 5,997 (95% CI OR: 2,190-16,419). Dukungan keluarga yang kurang akan berpengaruh 5 kali lebih besar untuk pekerja wanita tidak melakukan deteksi dini kanker serviks. Dukungan keluarga yang baik, didukung dengan informasi yang cukup dan motivasi yang tinggi tidak menutup kemungkinan responden melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.  Kata Kunci: Kanker Serviks, Deteksi Dini, Pap Smear
Intervention for Reducing Maternal Mental Health Problems in The Golden Period: Systematic Review Fatin, Farisya Nurliana; Fitriana, Farida; Hardianto, Gatut
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v10i3.65591

Abstract

Background: Data from World Health Organization informs that 10-16% of pregnant women and 13-20% of postpartum women have mental health problems worldwide. The most vulnerable time in this problem is when women experience it in the first 1000 days of life or the golden period. This issue has been untreated because of the gap between needs and service availability. This study aims to analyze the intervention for reducing maternal mental health problems during the golden period, especially can provide by the midwife as a health professional who is more accessible to the mother.Methods: Systematic review took articles from PubMed, Science Direct, Epistemonikos, and Google Scholar. Literature searching found 235 articles in 2021 that were analyzed using the PRISMA diagram.Result: Maternal mental health problem occurs due to the transition phase of the parent which is making a change of role and responsibility. It can provide negative effects on mother and child health. The articles have shown non-pharmacology interventions that have a different effect. Even, cognitive behavioral therapy shows a dominant effect in all studies that can use as single or combine therapy depending on the mother's condition. The midwife has also responsible to do early detection and should be taken training to facilitate this service for the mother.Conclusion: Maternal mental health during the golden period is crucial, especially for optimizing the child's development by the mother. Although the interventions have variated result, it is still beneficial for the mother.
Co-Authors Adelia Ayu Qurrotul Jannah Aisha Grayli Cahyani Akhmad Risdianto Andriyanti, Andriyanti Anggreini Wahyu Prastika Anis Widyasari Arum Dewi Pusparini Aulia Rahma Oktaviya Azami D Azinar Boedi Setiawan Budi I Santoso Budi Santoso Budi Utomo Budi Utomo Budi Utomo Cahyani, Aisha Grayli Denas A, Azami Denas, Azami Dewi Setyowati Dini Lukita Hapsari Dony Rosmana Dony Rosmana Bimantara, Dony Rosmana Dwi Widyaningrum Eighty M Kurniawati Eighty Mardiyan K, Eighty Eko Budi Koendhori, Eko Budi Endyka Erye Frety Fariska Zata Amani Farisya Nurliana Fatin Fatin, Farisya Nurliana Febe Ernila Fedik A Rantam Fitriana, Farida Hadi, Tri Hastono Setyo Hari Paraton Hari Paraton Hari Paraton Hari Paraton Hari Paraton Harlina Harlina Hartono S, Tri Henky Mohammad Masteryanto Hermanto Tri Joewono Icha Nur Oktaria Isnin Anang Marhana Ivon Diah Wittiarika Izzati, Dwi Jayanti, Ratna Dwi Juniastuti Juniastuti Kanda Izzatul Aini Ardelia Kartuti Debora MS, Kartuti Kartuti Debora, Kartuti Kasiati Kasiati Kiki Apnita Sari Kurniawan, Agde Muzaky Kusumastuti, Etty Hari Latifah, Nur Faridah Lilik Djuari Mardianti Mardianti, Mardianti Martono Tri Utomo Maulidia Fahmadina Rozana Mei Indarti Mokhamad Anhar Dani Muhammad Miftahussurur Mustofa, Vina Firmanty Nila Kurniasari Ningrum, Astika Gita Nisrina Salimah Putri Norma Pattinama Nur Anisah Rahmawati Nur AR Widiatmoko Nuswantoro, Djohar Panada Sedianing Drastita Pharahita, Syifa Pandya Prisca Desyani Kia Putra, M. Dimas Abdi Rahmawanti, Nova Rahmawati, Nur Anisah Reca Dwi Putri Suswanti Riani Widia Parantika Rim Kosim Rozy Dian Putri Rozy Rustam, Mardianti Safitri, Cahyani Tiara Samsriyaningsih Handayani Sari, Gadis Meinar Setyo Hadi, Tri Hastono Suswanti, Reca Dwi Putri Tri Hastono Tri Hastono Setyo Hadi Tri Hastono Setyo Hadi Tri HS Hadi Wahyul Anis Wahyuningtyas, Riska Widati Fatmaningrum Widjiati Widjiati, Widjiati Willy Sandhika Yuli Triyani Zakira, Safira