Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruangan Instalasi Gawat Darurat Rsud Anutapura Palu Provinsi Sulawesi Tengah: Relationship Between Nurse Response Time and Patient Family Anxiety Level in Emergency Room of Anutapura Hospital, Palu, Central Sulawesi Province Arifuddin, Arifuddin; Ismunandar, Ismunandar; Amyadin, Amyadin; Supetran, I Wayan; Nurmalisa, Baiq Emy
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4147

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sering menunjukkan tanda kecemasan seperti gelisah, menangis, atau bahkan agresif akibat kekhawatiran terhadap kondisi pasien. Faktor pemicu kecemasan antara lain lambatnya pelayanan, kurangnya pemahaman tentang sistem triase, dan pengalaman pertama di IGD RSUD Anutapura Palu. Berdasarkan data awal 23 Januari 2025, IGD memiliki 38 perawat yang melayani 18.328 pasien per tahun, sehingga beban kerja berpotensi memengaruhi response time. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara response time perawat dan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Anutapura Palu. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada 11–15 Maret 2025 di IGD RSUD Anutapura Palu, Sulawesi Tengah. Sampel berjumlah 68 responden diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan pada kelompok dengan waktu tanggap cepat (≤5 menit) terdapat 21 responden (30,8%) mengalami kecemasan berat dan 46 responden (67,6%) menunjukkan kecemasan ringan. Sedangkan pada kelompok dengan waktu tanggap lambat (>5 menit) menunjukkan hanya 1 responden (1,5%) yang mengalami kecemasan berat. Uji chi-square menunjukkan  nilai  (p) 0,486, yang mengindikasikan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kecepatan respon perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Anutapura Palu. Temuan ini semakin diperkuat melalui uji Fisher's exact test yang menunjukkan nilai p=1,000, semakin mengkonfirmasi tidak adanya korelasi antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kecepatan respon perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Anutapura Palu.
The Association Between Parenting, Social Interaction, Social Values, and Adolescent Mental Health: A Cross-Sectional Study in Palu, Indonesia Mangundap, Selvi A; Munir, Muh Ardi; Rahman, Nurdin; Supirno, Supirno; Amyadin, Amyadin
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.496

Abstract

Adolescent mental health is a critical determinant of developmental outcomes, influenced by factors such as parenting, social interaction, and social values. However, empirical research examining these variables concurrently is limited, particularly in urban Indonesian schools. This study aimed to analyze the relationship between parenting styles, social interaction, and social values with the mental health of students at SMPN 9 Palu. A quantitative, cross-sectional design was employed in February 2025, involving 93 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires for parenting, social interaction, and social values, while mental health was assessed using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). The relationships between variables were analyzed using the Chi-Square test. The analysis revealed that parenting (p=0.001), social interaction (p=0.033), and social values (p=0.034) were all significantly associated with adolescent mental health. These findings underscore the necessity of integrated, multi-level interventions targeting family and school environments to foster adolescent psychological well-being. The study concludes that poor parenting, inadequate social interaction, and low social values are significant risk factors for mental health disorders among this population, confirming the pivotal role of the socio-familial environment
Pelatihan Kader Posyandu tentang Teknik Dasar Penggunaan Alat Pengukuran Tekanan Darah di Desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantovea: Training for Posyandu Cadres on Basic Techniques for Using Blood Pressure Measurement Devices in Lumbum Petigo Village, Tanantovea District Jurana; Supriadi B; Yulianus S; Firdaus Hi. Yahya Kunoli; Amyadin; Selvi A.Mangundap; Rina T; I Wayan Supetran; Lisnawati; Lenny D; Nurlailah; Taqwin; Amir; Rizkaningsih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8646

Abstract

World Health Organization (WHO) menyebutkan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025 mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi. Dalam penanggulangan kejadian penyakit hipertensi, masyarakat di desa Lumbumpetigo Wani Kecamatan Tana Ntovea Kabupaten Donggala jarang terpapar dengan penyuluhan terkait hipertensi memeriksakan tekanan darahnya apabila sudah mengalami hipertensi. Sehingga masyarakat perlu dilakukan melakukan pelatihan kader posyandu tentang teknik dasar penggunaan alat pengukuran tekanan darah. Tujuannya adalah untuk melatih kader posyandu tentang teknik dasar penggunaan alat pengukuran tekanan darah di desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantove. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh kader ILP dan sasaran lansia di Desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantove sebanyak 37 sasaran. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan simulasi pengukuran tekanan darah dengan benar sesuai SOP kepada kader ILP dan melakukan pendampingan kepada kader dalam memberikan edukasi kepada lansia di Posyandu Lansia tentang perilaku gaya hidup dalam mencegah penyakit hipertensi. Hasil pelatihan dan praktik simulasi kader Intergasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan dan karang taruna di Desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantove berjalan dengan baik, para kader ILP dan karang taruna sudah mampu mengukur tekanan darah dengan benar sesuai SOP, memberikan edukasi tentang deteksi dini Penyakit hipertensi kepada lansia dengan lancar. Disarankan kepada pihak puskesmas Wani untuk selalu memberikan pelatihan dan penyegaran kader ILP dan karang taruna tentang 25 kompetensi kader ILP sehingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khusunya lansia.
Empat Pilar Kualitas Hidup Penderita Diabetes Militus Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu Propinsi Sulawesi Tengah: Four Pillars of Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients at Undata Regional General Hospital, Palu, Central Sulawesi Province Yulianus Sudarman; Amyadin; Lenny; Rina Tampake; Selvi Alfrida Mangundap
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9702

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Insulin, yang dihasilkan oleh pankreas, berperan penting dalam memasukkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Penderita diabetes mengalami kesulitan dalam menyerap glukosa, yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) dan kerusakan jaringan seiring waktu. Penatalaksanaan diabetes melitus melibatkan empat pilar penting: edukasi, terapi nutrisi, aktivitas fisik, dan farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh empat pilar terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Undata Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan sampel 67 responden penderita diabetes melitus tipe II yang dirawat inap di RSUD Undata Palu, diambil melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara edukasi (p value = 0,028), terapi nutrisi (p value = 0,008), aktivitas fisik (p value = 0,022), dan farmakologi (p value = 0,007) dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara empat pilar tersebut dan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman bagi peneliti lain dalam menerapkan riset terkait diabetes melitus dan empat pilar penatalaksanaannya
Pemanfaatan Wearable Device dalam Peningkatan Keterampilan Self-Monitoring Kesehatan Jantung pada Masyarakat Perdesaan melalui Program HeartFit Community: Utilization of Wearable Devices to Enhance Self-Monitoring Skills for Cardiovascular Health in Rural Communities through the HeartFit Community Program Taqwin; Supriadi B; Irsanty Collein; Firdaus Y. Kunoli; Baharuddin Condeng; Nurlailah Umar; Jurana Tadjo; Rizkaningsih; Nasrul; Yulianus Sudarman1; Zainul; Amyadin; I Wayan Supetran
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10885

Abstract

Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan tantangan besar dalam deteksi dini, terutama di daerah pedesaan dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Penggunaan perangkat wearable seperti smartwatch telah muncul sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan kemampuan individu dalam memantau kesehatan mereka secara mandiri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menggunakan perangkat wearable untuk memantau tekanan darah dan detak jantung sebagai strategi deteksi dini penyakit kardiovaskular. Program ini dilaksanakan melalui inisiatif Komunitas HeartFit di Desa Wani Lumbupetigo, Kabupaten Donggala, yang melibatkan 35 peserta yang terdiri dari anggota masyarakat dan kader kesehatan desa. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif langsung, termasuk demonstrasi perangkat, praktik terbimbing, dan pendampingan oleh dosen dan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengoperasikan perangkat, menafsirkan hasil pemantauan, dan memahami pentingnya penggunaan data kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan keterlibatan dan kesadaran mengenai kesehatan jantung juga diamati. Program ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi wearable ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dan kemandirian dalam pemantauan kesehatan kardiovaskular. Pendekatan ini memiliki potensi besar sebagai model inovatif untuk strategi promotif dan preventif dalam pengaturan layanan kesehatan pedesaan.