p-Index From 2021 - 2026
10.048
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Indonesian Journal of Geography Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Tunas Geografi Media Komunikasi Geografi Majalah Geografi Indonesia JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Tata Kota dan Daerah Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota MAJALAH ILMIAH GLOBE EnviroScienteae Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Journal of Regional and Rural Development Planning JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Jurnal Geografi International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Indonesian Journal of Earth Sciences Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Asian Journal Collaboration of Social Environment and Education Holistic: Journal of Tropical Agriculture Sciences Jurnal Geografi LIngkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources) BUMI: International Journal of Environmental Reviews GeoEco Jurnal Geosains Terapan The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kesesuaian Kawasan Peruntukan Industri Menggunakan Model Spasial (Studi Kasus : Kabupaten Bekasi) Yulia Indri Astuty; Marwah Noer; Demi Stevany; Brenda Arham; Brigita Maria R; Adi Wibowo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i2.61536

Abstract

Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki Kawasan Industri (KI). Secara geografis, letaknya berbatasan secara langsung dengan Provinsi DKI Jakarta yang merupakan Ibukota Negara Indonesia. Hal tersebut menjadikan Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan populasi penduduk 6,37% dari tahun 2018 hingga 2020. Peningkatan penduduk tersebut dapat memberikan permasalahan ruang, sehingga diperlukan penataan ruang berbasis spasial untuk meminimalisir adanya konflik keruangan. Salah satunya adalah melakukan analisis dan evaluasi spasial terkait model spasial kesesuaian Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial dengan menggunakan metode Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) dengan perangkat lunak ILWIS untuk melihat model kesesuaian Kawasan Industri serta melakukan evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi 2011-2031. Data spasial yang digunakan adalah jalan, sungai, permukiman dan lereng yang bersumber dari Peta RBI skala 1:25.000 serta data digital RTRW 2011-2031 hasil digitasi RTRW Kabupaten Bekasi. Hasil dari penelitian ini adalah distribusi Kawasan Industri berdasarkan kelas kesesuaian. Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi dalam kategori sesuai sebesar 43%, cukup sesuai sebesar 5%, kurang sesuai sebesar 50% dan tidak sesuai sebesar 1%. Sementara itu, berdasarkan ovelay Kawasan Kesesuaian Industri dengan Kawasan Peruntukan Industri RTRW 2011-2031 didapatkan wilayah yang sesuai sebesar 68%.
Sebaran Kesesuaian Lahan Permukiman di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi Provinsi dengan Spatial Multi Criteria Analisis (SMCA) ayu handayani; Adi Wibowo; Alya Nisrina Zain
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i2.61742

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di suatu daerah akan menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan lahan untuk wilayah permukiman. Kebutuhan lahan untuk permukiman dalam jumlah banyak dapat menimbulkan permasalahan yang jauh lebih kompleks jika pembangunan permukiman tidak dilakukan pada lahan yang tidak sesuai peruntukannya dan menimbulkan dampak ekologi, seperti penurunan kualitas lahan.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sebaran kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi menggunakan metode SMCA dan teknik analisis data dilakukan dengan pembobotan dan weighted overlay dari parameter yang terdiri dari jarak dari sungai, jarak dari jalan, kemiringan tanah, jenis tanah, kawasan rawan banjir. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesesuaian lahan permukiman Kecamatan  Alam Barajo dapat dikelompokan menjadi 4 klasifikasi dan didominasi oleh wilayah dengan klasifikasi sesuai (76,06%), selanjutnya diikuti kurang sesuai (17,24%), sangat sesuai (5,74%), dan tidak sesuai (0,96%). Evaluasi kesesuaian lahan dengan penggunaan lahan permukiman tahun 2022 eksisting, kelas sesuai tertinggi berada di kelurahan Kenali Besar dan Kelurahan Mayang Mangurai.
VARIASI SPASIOTEMPORAL URBAN HEAT ISLAND DI KAWASAN PERKOTAAN YOGJAKARTA TAHUN 2015-2017 Zahro, Haura; Sobirin, Sobirin; Wibowo, Adi
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limitation of Yogyakarta City to meet the demand for impervious land make the development expands to Sleman and Bantul regency so that formed the Urban Area of Yogyakarta. This study aims to determine the pattern of surface temperature, its relationship with the vegetation greenness and the occurrence of the UHI phenomenon in the Urban Area of Yogyakarta in 2015- 2017. The surface temperature was obtained from Landsat 8 OLI / TIRS image processing by the mono-window method and validated by direct air temperature measurement, vegetation greenness with NDVI algorithm and UHI when the surface temperature above 30 ºC. The results show that the farther from the city center the surface temperature drops to 0.93ºC per kilometer. The highest surface temperatures occur in October 2015 and September 2017. The surface temperature has a strong correlation value with vegetation greenness with correlation coefficient up to -0.709 that is the higher the vegetation greenness the lower surface temperature. UHI phenomenon occurs every month with variation 11,85-4,01ºC and the highest surface UHI phenomenon occurs in October 2015with 41,85ºC. In conclusion, the UHI phenomenon occurs every month with the highest temperature and most intensive area of the UHI phenomenon is in October 2015.
GIS-BASED SPATIAL MODEL FOR HABITAT SUITABILITY OF BABIRUSA (BABYROUSA CELEBENSIS), IN GORONTALO PROVINCE Rosyidy, Muhamad Khairul; Wibowo, Adi
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Babirusa (Babyrousa celebensis) is an endemic animal from Gorontalo Province whose population is declining day by day due to poaching, land clearing, and selling babirusa meat in traditional markets in Gorontalo Province. Since 1931 this species has begun to be protected in Indonesia, and since 2008, International Union for Conservation of Nature (IUCN) named the babirusa species as a vulnerable category. This study aims to determine the suitability of babirusa habitat areas (Babyrousa celebensis) in Gorontalo Province with a Geographic Information System (GIS) approach and to determine the relationship of physical characteristics for the habitat of the babirusa habitat in Gorontalo Province. The variables are land use, slope, and elevation. The method used is GIS spatial modeling with overlay analysis. From the results of the analysis, it has concluded that a suitable area as a babirusa habitat is only about 33% of the total area of Gorontalo Province and there are types of land use in the wilderness and swamps at an elevation of 0-500 msl with sloping 0-8%. The validation test shows that Coefficient kappa is 0.16 and overall accuracy is 58%. Therefore, further research is needed by adding other variables to delineate the spatial distribution of babirusa
PEMODELAN SPASIAL DISTRIBUSI KARBON MONOKSIDA DI KOTA BANDUNG Arista, Faza; Saraswati, Ratna; Wibowo, Adi
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air pollution is a significant problem in many urban areas. WHO declares 91% of people in the world breathe unhealthy air. Bandung, as a metropolitan city continues to experience increased population growth is causing an increase in the land area, woke up and dropped in the green area. The raises the problem of the decline in air quality. This research aims to analyze the spatial distribution of pollutants in Bandung City and its relation to distribution patterns of land surface temperature, the building density, and density of vegetation. The data used in the form of pollutant levels and Landsat 8 images in the dry month of 2018. The methods used in the study of spatial interpolation methods of the form IDW, LST, NDBI, and NDVI. Statistical tests using correlation and regression. The results showed that the spatial distribution of CO concentrations showed a pattern that was spread almost the same in the dry month of 2018, namely at a relatively high land surface temperature and building density and relatively low vegetation density, high levels of pollutants. The results of statistical tests declared land surface temperature, the density of buildings and vegetation density correlated moderate level against the distribution of CO and regression results declared land surface temperature, the density of buildings and vegetation density there are influences that significantly to the distribution of CO.
Spatial Multi Criteria Analysis for Evaluation of Residential Land in South Jambi, Jambi City Hermawan Setiawan
BUMI: International Journal of Environmental Reviews Vol. 2 No. 01 (2024): BUMI
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Pusat Kajian Lingungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/bumi.v2i01.2387

Abstract

The land is a landscape on the earth's surface, dynamic to changes, such as converting to settlements. Settlement is driven by changes in population, the greater the population, the greater the need for land to be converted into housing. Based on data from 2018 to 2022, there has been an increasing population in the South Jambi sub-district, which is a strong indication of residential development. This research aims to evaluate the suitability of settlements in the South Jambi sub-district in 2022, using five variables namely, distance from the road, distance from the river, slope, soil type, and flood hazard index. The method of analysis uses the Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) method. The research results show that the South Jambi sub-district is dominated by the suitable criteria of 568.0 hectares or 86.4%, very suitable criteria obtain 5.8 hectares or 0.9%, and somewhat suitable areas of 80.8 hectares or 12.3%. This means that the South Jambi area has a relatively high level of suitability for settlement. It is hoped that these results can provide information for various stakeholders in determining areas that are suitable for residential development, especially those that are at risk of flooding.
Mapping and Analysis of Rainfall in Purbalingga Regency for Settlement Suitability Alyudin, Dyah Rizky; Wibowo, Adi
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i3.25497

Abstract

Abstract:  The suitability of settlements can be seen from the intensity of rainfall. The high and low intensity of rainfall can be used as a reference for whether a settlement is suitable or not. Areas with very high and very low rainfall can be categorized as areas that are not suitable for settlements, while areas with moderate rainfall can be grouped into areas that are very suitable for settlements based on indications of the possibility of disasters. This analysis was obtained through climatological analysis from SCOPIC. The results show that However, these indications are difficult to associate with the drought and wetness indexes from existing rainfall data, it is difficult to associate with indications of drought or other potential hydrometeorological disasters, considering that rainfall in Purbalingga Regency is not too affected by the SPI index system such as El Nino and La Nina, so that settlement suitability is made based on the rainfall category alone, where Karangreja, Kutasari, Padamara, Kalimanah, Purbalingga, Kemangkon and Bukateja Districts are included in the category of areas that are very suitable and suitable for settlements.Abstrak: Kesesuaian permukiman salah satunya dapat dilihat melalui intensitas curah hujan. Tinggi rendahnya intensitas curah hujan dapat dijadikan acuan layak atau tidaknya suatu pemukiman. Wilayah dengan curah hujan sangat tinggi dan sangat rendah dapat dikategorikan sebagai wilayah yang tidak layak untuk pemukiman, sedangkan wilayah dengan curah hujan sedang dapat dikelompokkan ke dalam wilayah yang sangat layak untuk pemukiman berdasarkan indikasi kemungkinan terjadinya bencana. Analisis ini didapatkan melalui analisis klimatologis dari SCOPIC. Hasil menunjukkan bahwa   indeks kekeringan dan kebasahan dari data curah hujan yang ada sulit untuk dikaitkan dengan indikasi kekeringan maupun potensi bencana hidrometeorologis lain, mengingat curah hujan di Kabupaten Purbalingga tidak terlalu terpengaruh oleh sistem indeks SPI seperti El Nino dan La Nina, sehingga kesesuaian permukiman dibuat berdasarkan pada kategori curah hujan saja, dimana Kecamatan Karangreja, Kutasari, Padamara, Kalimanah, Purbalingga, Kemangkon dan Bukateja termasuk dalam kategori wilayah yang sangat layak dan layak untuk dijadikan pemukiman.
Geoinformatics of Spring Water Quality in Small Village Saraswati, Ratna; Taqyudin, Taqyudin; Pamungkas, Fajar Dwi; Wibowo, Adi
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 3 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.81804

Abstract

Geoinformatics is spatial information based on characteristics and analysis regarding spatial data. Water is the main component of human life with clean water, especially drinking water found from various sources, including spring water. Water quality is a global standard as a chemical, physical, and biological parameter. The study aims to determine the potential spring water based on spatial analysis of water quality standards for potential use. The method used to determine the potential utilization of springs using geographic information system analysis. Data is based on the difference in height, slope, and distance from springs to settlements and discharge. Water quality samples are analyzed using mobile and laboratory tests. The result found that physical parameters from five locations, Sirah Citanggulun, Cikerebek, Cijati, Cijati 2, and Galumpit, have good quality to meet the utilization requirements, especially for water designation class. Chemically parameters, water quality, is relatively good based on several parameters such as pH, Nitrite, dissolved iron, and zinc, which do not exceed the required quality standard threshold. The biological parameters, five samples are contaminated by bacteria Escherichia coli and total coliform. Regarding the literature review, this research found that biological contaminants are unsuitable for drinking water, but it is still good to become another used. The research concluded that the spring water in a small village could become potential uses for drinking water based on the parameter of water quality for daily use, especially for drinking water, regarding biological parameters that spring water must be boiled to drink.
Intensitas Perluasan Lahan Terbangun Pada Perubahan Tutupan Lahan Kota Depok Tahun 1999 – 2022: Dari Awal Terbentuknya Kota Depok Sampai Tahun 2022 Pradana, Mohammad Raditia; Wibowo, Adi; Ekaputri, Diah Megakesuman Muhidin
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v8i2.13123

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk akan menyebabkan konversi suatu lahan menjadi lahan terbangun demi memenuhi kebutuhannya. Hal ini menyebabkan terjadi pergeseran sifat pedesaan menjadi sifat perkotaan di suatu wilayah. Kota Depok yang juga terkena efek Jakarta Metropolitan Region mengalami fenomena tersebut mulai dari terbentuknya sampai tahun 2022. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan tutupan lahan dan intensitas perluasannya dengan fokus lahan terbangun berbasis citra satelit Landsat 7 ETM + dan 8 OLI/TIRS dengan Google Earth Engine dari tahun 1999 dan 2022. Metode yang digunakan untuk melakukan klasifikasi adalah klasifikasi unsupervised dan untuk mengidentifikas intensitas perluasan dilakukan perhitungan Urban Expansion Intensity Index (UEII). Akurasi hasil klasifikasi unsupervised sebesar 0,65 dan 0,625 dari uji Kappa dapat digunakan untuk proses selanjutnya atau termasuk dalam kategori “good aggrement”. Hasil menunjukkan bahwa tutupan vegetasi menjadi tutupan lahan yang secara luas paling banyak menurun sebesar 5.918,9 Ha sedangkan lahan terbangun meningkat sekitar 8.807,4 Ha. Intensitas perluasan lahan terbangun di Kota Depok tahun 1999-2022 termasuk dalam kategori cepat. Selama 23 tahun, Kota Depok mengalami konversi lahan menjadi lahan terbangun secara drastis dengan intensitas yang cepat. Kesimpulan penelitian ini selama 23 tahun, Kota Depok mengalami perubahan tutupan lahan menjadi lahan terbangun terluas dan intensitas lahan terbangun dari perhitungan UEII adalah 1,91 yang tergolong cepat.
Analisis Pengaruh Jenis Batuan dan Sesar Aktif Terhadap Potensi Pergerakan Tanah (Studi Kasus: Cianjur) Ainiyah, Rofiatul; Wibowo, Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.67230

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dan berada diantara tiga lempeng yaitu lempeng Eurasia, lempeng pasifik, dan lempeng Indo-Australia, Indonesia juga memiliki banyak gunung api yang masih aktif. Dengan kondisi tersebut,Indonesia memiliki ancaman bahaya yang beragam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, letusan gunung api, dan gerakan tanah salah satunya yaitu longsor. Faktor yang mendorong terjadinya gerakan tanah adalah faktor alami dan manajemen. Salah satu faktor alami yaitu jenis batuan. Batuan vulkanik merupakan batuan yang mudah lapuk sehingga mudah terlepas dan menyebabkan terjadinya gerakan tanah. Kabupaten Cianjur terdiri dari batuan vulkanik dengan besaran 70,74% dari luasan wilayah. Kabupaten Cianjur juga dilewati dua buah sesar, yaitu sesar Cimandiri dan Cugenang. Aktifitas sesar dapat menyebabkan gempa bumi yang dapat memicu terjadinya gerakan tanah. Oleh karena itu dengan dua kombinasi faktor alam yang mendiring terjadinya bencana gerakan tanah maka mayoritas wilayah di Kabupaten Cianjur memiliki potensi yang tinggi terjadinya gerakan tanah. Dalam radius 500 meter dari sesar, wilayah tersebut masuk ke dalam zona rawan gerakan tanah dengan kelas tinggi.
Co-Authors Abdullahi, Aisha Adi Wibowo Adi Wibowo Adi, Luwi Wahyu Aditya Ramadhan Alya Nisrina Zain Alya, Haura Hazema Alyudin, Dyah Rizky Anggara, Rifnaldi Bergas Arfani Priyambodo Arfani Priyambodo Arif Wicaksono Arista, Faza Ash Shidiq, Iqbal Putut Asri, Riyadul Astrid Damayanti Ayu Handayani Ayu Handayani Ayu Mardalena Bambang Wahyu Sudarmadji, Bambang Wahyu Brenda Arham Brigita Maria R Brigitta Maria Damar Fauzan Bayuhasta Dedy Swandry Dedy Swandry Banurea Demi Stevany Demi Stevany Ekaputri, Diah Megakesuman Muhidin Eko Kusratmoko Evi Frimawaty Fani Setyawan Fathiyya Ulfa Gafuraningtyas, Dewi Girlly Marchlina Listyono Glendy Somae Gusrianda, Ilham Handayani, Ayu Hanidya, Farah Satira Hassan, Aliyu Sulaiman Dan Haura Zahro Heri setiawan Heri Setiawan Hermansyah Hermawan Setiawan Hermawan Setiawan Hernina, Revi I Wayan Gede Krisna Arimjaya Imam, Mahmoud Zubair Indira, Indira Iqbal Putut Ash Sidiq Jarot M Semedi, Jarot M Junaid, Muhammad Kamarudin, Norizah Kentjana, Nabila Hasna Khairulmaini Osman Salleh Kuncoro Adi Pradono M. Dadang Basuki Marwah Noer MASITA DWI MANDINI MANESSA, MASITA DWI MANDINI Muafiroh, Salsa Muhamad Khairul Rosyidy Musrah, Nur Auliya Nastiti, Afifa Ayu Niken Anissa Putri Noer, Marwah Nur Hikmah Nur, Agus Salim Nurlukman, Candra Perkasa Pamungkas, Fajar Dwi Parluhutan Manurung Pin, Tjiong Giok Prabandari, Amanah Anggun Pradana, Mohammad Raditia Pradono, Kuncoro Adi Prasetya, Ferdian Adhy Purwaningsih, Yuli Putra, I Kadek Yoga Dwi Putri, Nadya Paramitha Rakyan Paksi Nagara Ratna Saraswati Ratna Saraswati, Ratna Renita Purwanti, Renita Rizqi, Bayu Rofiatul Ainiyah Rofiatul Ainiyah, Rofiatul Rosyidy, Muhamad Khairul Rumondor, Brigitta Maria Safira Nur Aisyah Sani, Inuwa Sani Sani, Sani Inuwa Semedi, Jarot Mulyo Septianto Aldiansyah Setyanto, Yogyrema Sobirin Sobirin Sobirin Sobirin Suko Prayitno Adi Sunukanto, V S Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna, Supriatna, Department of Geography, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia Surajo, Salamatu Tampubolon, Stefanus Binoto Taqyudin, Taqyudin Tia Pramudyasari Tika, Nurhasanah Triarko Nurlambang Umar, Karimatu Veronica, Kiki Winda Yoga Dwi Putra, I Kadek Yulia Indri Astuty Yulia Indri Astuty Yuningsih Yuningsih Yuny Fikriyah Shofy Zahro, Haura