p-Index From 2021 - 2026
10.942
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Indonesian Journal of Geography Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Tunas Geografi Media Komunikasi Geografi Majalah Geografi Indonesia JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Tata Kota dan Daerah Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota MAJALAH ILMIAH GLOBE EnviroScienteae Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Journal of Regional and Rural Development Planning Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Jurnal Geografi International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Indonesian Journal of Earth Sciences International remote sensing application journal Asian Journal Collaboration of Social Environment and Education Holistic: Journal of Tropical Agriculture Sciences Jurnal Geografi LIngkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources) BUMI: International Journal of Environmental Reviews Jurnal Geosains Terapan The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

SOIL TYPE CLASSIFICATION FOR IDENTIFICATION OF SUITABILITY OF RESIDENTIAL AREAS USING THE SMCA METHOD IN PURBALINGGA REGENCY kurnia anggraini, kurnia
International Remote Sensing Applied Journal Vol. 5 No. 1 (2024): International Remote Sensing Application Journal (June Edition 2024)
Publisher : Remote Sensing Technology Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/irsaj.v5i1.52

Abstract

The assessment of land suitability for residential development is an important aspect of sustainable urban planning. This study uses spatial multi-criteria analysis (SMCA) as a tool to identify potential land suitable for the development of residential areas in Purbalingga Regency, by considering soil type as the main variable. The method used involves using a soil-type map of Purbalingga Regency in 2018 as basic data. The classification of soil types is carried out to determine the spatial distribution of soil-types in the region, which includes alluvial, andosol, gleisol, cambisol, Mediterranean, Oxisol, Regosol, Settlement, and Water Body soil types. This study focused on weighting soil types based on suitability for residential areas, where each soil type was scored based on its level of suitability: very inappropriate (score 1), not suitable (score 2), quite suitable (score 3), and very suitable (score 5). The results of the analysis showed that the type of cambisol soil dominates the area with an area of 33,499.934291 hectares. However, the suitability of settlements based on the type of land is generally included in the category of non-conforming. This indicates that although the type of cambisol soil has a large area, its characteristics are less supportive for the development of residential areas. This research can be the basis for determining the optimal location for the development of sustainable settlements in accordance with local land characteristics.
Intensitas Perluasan Lahan Terbangun Pada Perubahan Tutupan Lahan Kota Depok Tahun 1999 – 2022: Dari Awal Terbentuknya Kota Depok Sampai Tahun 2022 Pradana, Mohammad Raditia; Wibowo, Adi; Ekaputri, Diah Megakesuman Muhidin
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v8i2.13123

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk akan menyebabkan konversi suatu lahan menjadi lahan terbangun demi memenuhi kebutuhannya. Hal ini menyebabkan terjadi pergeseran sifat pedesaan menjadi sifat perkotaan di suatu wilayah. Kota Depok yang juga terkena efek Jakarta Metropolitan Region mengalami fenomena tersebut mulai dari terbentuknya sampai tahun 2022. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan tutupan lahan dan intensitas perluasannya dengan fokus lahan terbangun berbasis citra satelit Landsat 7 ETM + dan 8 OLI/TIRS dengan Google Earth Engine dari tahun 1999 dan 2022. Metode yang digunakan untuk melakukan klasifikasi adalah klasifikasi unsupervised dan untuk mengidentifikas intensitas perluasan dilakukan perhitungan Urban Expansion Intensity Index (UEII). Akurasi hasil klasifikasi unsupervised sebesar 0,65 dan 0,625 dari uji Kappa dapat digunakan untuk proses selanjutnya atau termasuk dalam kategori “good aggrement”. Hasil menunjukkan bahwa tutupan vegetasi menjadi tutupan lahan yang secara luas paling banyak menurun sebesar 5.918,9 Ha sedangkan lahan terbangun meningkat sekitar 8.807,4 Ha. Intensitas perluasan lahan terbangun di Kota Depok tahun 1999-2022 termasuk dalam kategori cepat. Selama 23 tahun, Kota Depok mengalami konversi lahan menjadi lahan terbangun secara drastis dengan intensitas yang cepat. Kesimpulan penelitian ini selama 23 tahun, Kota Depok mengalami perubahan tutupan lahan menjadi lahan terbangun terluas dan intensitas lahan terbangun dari perhitungan UEII adalah 1,91 yang tergolong cepat.
Analisis Pengaruh Jenis Batuan dan Sesar Aktif Terhadap Potensi Pergerakan Tanah (Studi Kasus: Cianjur) Ainiyah, Rofiatul; Wibowo, Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.67230

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dan berada diantara tiga lempeng yaitu lempeng Eurasia, lempeng pasifik, dan lempeng Indo-Australia, Indonesia juga memiliki banyak gunung api yang masih aktif. Dengan kondisi tersebut,Indonesia memiliki ancaman bahaya yang beragam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, letusan gunung api, dan gerakan tanah salah satunya yaitu longsor. Faktor yang mendorong terjadinya gerakan tanah adalah faktor alami dan manajemen. Salah satu faktor alami yaitu jenis batuan. Batuan vulkanik merupakan batuan yang mudah lapuk sehingga mudah terlepas dan menyebabkan terjadinya gerakan tanah. Kabupaten Cianjur terdiri dari batuan vulkanik dengan besaran 70,74% dari luasan wilayah. Kabupaten Cianjur juga dilewati dua buah sesar, yaitu sesar Cimandiri dan Cugenang. Aktifitas sesar dapat menyebabkan gempa bumi yang dapat memicu terjadinya gerakan tanah. Oleh karena itu dengan dua kombinasi faktor alam yang mendiring terjadinya bencana gerakan tanah maka mayoritas wilayah di Kabupaten Cianjur memiliki potensi yang tinggi terjadinya gerakan tanah. Dalam radius 500 meter dari sesar, wilayah tersebut masuk ke dalam zona rawan gerakan tanah dengan kelas tinggi.
The Spasial Temporal Penggunaan Lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Menggunakan Google Earth Data Gusrianda, Ilham; Wibowo, Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.69660

Abstract

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan hanya mengakomodasi penerbangan domestik, melainkan juga penerbangan internasional, menjadikannya akses utama bagi penumpang dari dan ke destinasi internasional. Situasi ini membuka potensi peningkatan signifikan dalam pergerakan penumpang dan aktivitas wisatawan internasional di bandara ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik perubahan penggunaan lahan secara spasial temporal di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Deteksi perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan menganalisis tiga peta penggunaan lahan dari tahun 2003, 2010, dan 2023 menggunakan data citra dari Google Earth Imagery. Pendekatan spasial-temporal ini memungkinkan untuk memahami evolusi dan transformasi lahan di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin selama periode waktu yang diteliti. Pendekatan Digitizing High-Resolution in Google Earth menggunakan metode digitasi on screen dilakukan untuk mendapatkan 6 kelas penggunaan lahan yaitu bangunan, lahan terbuka, lintasan pacu (runway), parkir pesawat (apron), vegetasi, dan badan air. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan luas bangunan (+5,81 Ha), landasan pacu (runway) seluas +17,42 Ha, parkir pesawat (apron) seluas +28,90 Ha, dan vegetasi (+33,11 Ha), sementara lahan terbuka (-80,65 Ha) dan badan air (-4,58 Ha) mengalami penurunan luasan.
Identifikasi Kesesuaian Lahan untuk Kawasan Industri di Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) Rumondor, Brigitta Maria; Wibowo, Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.69936

Abstract

Kabupaten Bekasi ialah wilayah yang sangat penting bagi terselenggaranya pertumbuhan industri berkelanjutan di Indonesia. Sesuai Instruksi Presiden No. 13 Tahun 1974 terkait Pembangunan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi), Kabupaten Bekasi mempunyai peranan penting sebagai kawasan pelindung ibu kota negara dalam hal pertumbuhan industri. Kecamatan Sukawangi ialah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Bekasi yang terkenal dengan kawasan industrinya. Tujuan dari penelitian ini ialah guna mengetahui keadaan keseimbangan kawasan industri di Kabupaten Sukawangi. Penelitian ini memakai metodologi deskriptif dengan penerapan teknik analisis overlay memakai software ArcGIS 10.8. Analisis keselarasan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa karakteristik medan, antara lain lereng, jaringan jalan, dan jaringan sungai. Hasil temuan memperlihatkan klasifikasi kesesuaian lahan layak untuk keperluan industri, yakni seluas 2.738,02 hektar. Lahan dengan kategori Cukup Sesuai seluas 197,74 Ha, sedangkan Lahan Kurang sesuai seluas 3.819,26 Ha dan untuk kategori tidak sesuai  seluas 37,97 Ha. Hasil evaluasi KPI berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi disimpulkan bahwa, wilayah yang tidak sesuai KPI di Kecamatan Sukawangi lebih besar dibanding wilayah yang sesuai dengan KPI. Dengan hasil pada penelitian ini, diharapkan bagi Pemerintah maupun pihak terkait dalam pengembangan Kawasan Industri dapat lebih memperhatikan Kesesuaian wilayah untuk peruntukan industri melalui kebijakan yang tepat, agar tidak memberikan dampak negatif bagi keberlanjutan lingkungan sekitar.
Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan Dengan Metode Klasifikasi Terbimbing Menggunakan Data Google Earth Noer, Marwah; Wibowo, Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.69945

Abstract

Identifikasi perubahan tutupan lahan merupakan hal yang penting dilakukan  sebagai salah satu bahan analisa maupun evaluasi dalam perencanaan pembangunan di berbagai sektor. Seiring dengan berkembangnya teknologi penginderaan jauh, perubahan tutupan lahan dari tahun ke tahun dapat diidentifikasi dengan lebih mudah dan cepat namun juga cukup akurat. Google Earth merupakan salah satu sumber citra satelit yang mudah didapatkan oleh semua kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi data Google Earth dalam mengidentifikasi perubahan tutupan lahan dan memberikan informasi terkait perubahan tutupan lahan tahun 2011, 2017 dan 2022 di sekitar Waduk Brigif Jakarta Selatan. Tutupan lahan pada setiap tahun dianalisa menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan diverifikasi dengan koofisien kappa. Hasilnya dapat terlihat bahwa Data Google Earth merupakan data yang memiliki potensi dan berguna untuk mengidentifikasi tutupan lahan multi-temporal, hal ini dibuktikan dengan nilai indeks kappa yang baik. Terjadi perubahan tutupan lahan didaerah penelitian dan dapat diidentifikasi dengan jelas.
Pembuatan Peta Kemiringan Lereng untuk Analisis Kesesuaian Kawasan Permukiman di Kabupaten Purbalingga Prabandari, Amanah Anggun; Wibowo , Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i02.70078

Abstract

Permukiman merupakan jenis penggunaan lahan yang paling dominan dan dinamis karena didalamnya memuat segala bentuk aktivitas manusia. Untuk membatasi perkembangan kawasan permukiman agar sesuai dengan peruntukannya dapat digunakan analisis kesesuaian lahan seperti metode Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA). Salah satu variabel yang digunakan dalam metode SMCA adalah peta kemiringan lereng. Peta kemiringan lereng dapat diperoleh melalui pengolahan data DEM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian kawasan permukiman di Kabupaten Purbalingga berdasarkan variabel kemiringan lereng yang selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi peruntukan kawasan permukiman pada RTRW Kabupaten Purbalingga. Kemiringan lereng di Kabupaten Purbalingga dibagi dalam 5 kelas lereng yaitu 0-8% (datar), 8-15% (landai), 15-25% (agak curam), 25-45 % (curam) dan >45% (sangat curam) dengan persentase luas lereng  masing-masing kelas berturut-turut 26,37%, 24,84%, 20,68%, 16,61% dan 11,51%. Total luas wilayah yang dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman di Kabupaten Purbalingga sebesar 57.826,25 Ha atau 71,89% dari total luas wilayah. Hasil evaluasi RTRW Kabupaten Purbalingga berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan kawasan permukiman menunjukkan bahwa hampir seluruh alokasi pola ruang kawasan permukiman berada pada kategori dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman meskipun terdapat sebagian kecil yang berada pada kelas sangat tidak sesuai terutama dibagian utara wilayah Kabupaten Purbalingga.
SPATIAL PATTERN OF URBAN HEAT SIGNATURE AND ITS IMPACT ON PAMOYANAN VILLAGE, CIANJUR DISTRICT Sunukanto, V S; Semedi, Jarot Mulyo; Ash Shidiq, Iqbal Putut; Kamarudin, Norizah; Wibowo, Adi
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Bank's Climate Change Knowledge Portal in 2020, the increase in annual temperature in Indonesia, which tends to rise by 0.3°C, is consistent with the Urban Heat phenomenon. Population growth and shifting land cover contribute to annual temperature fluctuations by reducing the amount of vegetated land. The increase in temperature in the urban environment has particular impacts on the community in terms of environmental changes. The term "Urban Heat Signature" refers to land cover in a localized urban environment with natural consequences due to solar radiation and high-low temperature values. This study was conducted in Pamoyanan Village, Cianjur District, by analyzing Land Surface Temperature images derived from Landsat OLI TIRS images, collecting air temperature measurements, and spreading field surveys about human perceptions. According to the processing results, the maximum temperature is greater than 30°C. The air temperature ranges from a maximum of 34.8°C in open land to a minimum of 27.4°C in medium vegetation. If this is the case, then the perception of human temperature significantly impacts comfort and the growing tendency for people to sweat in society.
IDENTIFICATION OF PHYSICAL AND SOCIAL POTENTIAL FOR ECOTOURISM DEVELOPMENT IN NEGLASARI VILLAGE, SUKABUMI REGENCY USING REMOTE SENSING AND GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEMS Pin, Tjiong Giok; Wibowo, Adi; Alya, Haura Hazema; Nastiti, Afifa Ayu
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identification of physical and social potential needs to be done so that it can be developed as an ecotourism object that has a role in improving the economy of a region. Physical and social potential data can be obtained and interpreted from satellite imagery using remote sensing which is then verified through surveys and direct measurements in the field using GPS and digital maps. Data analysis was performed using the overlay method in GIS. Remote sensing methods using satellite imagery have proven to be superior for obtaining information on an area effectively and sustainably. Landsat imagery 8 and 9 are used to periodically monitor changes in the physical condition of the Neglasari Village area so that they can be used for analysis of the carrying capacity of the environment for ecotourism. The use of the NDVI, NDBI and NDWI algorithms produces suitability for developing ecotourism objects. Attractive and interesting physical and social potential to be developed as an ecotourism object are river channels, hilltops, camping grounds, and agricultural land. All these interesting objects have the potential to support sustainable ecotourism in Neglasari Village.
Analisis Bencana Longsor akibat Gempa bumi Cianjur 2022 dengan DInSAR Brenda Arham; Adi Wibowo
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2024.8.2.104-115

Abstract

Indonesia is a country with a high potential for disasters such as earthquakes, which usually cause changes in the shape/position of the earth's surface (deformation). The Cianjur area has a seismic vulnerability level value based on maximum ground acceleration, maximum intensity and earthquake return period. On Monday, November 21, 2022 at 13.21 WIB there was an earthquake with a magnitude of 5.6 M in the Cianjur area of West Java based on BMKG data, until November 22, 2022 there were 140 aftershocks with magnitudes of 1.2-4.2 and an average depth of approximately 10 km. As a result, causing subsidence, the purpose of this study is to determine the magnitude of subsidence in landslides due to the 2022 Cianjur earthquake using the DInSAR method. Vertical land subsidence (displacement data) due to the earthquake from DInSAR observations on displacement data, which ranged up to -101mm vertically with two soil types andosol and cambisol Overlay analysis of soil type and displacement data showed the highest area of displacement, found a match based on information circulating that Cugenang Sub-district is the most severely affected area (the existence of a new fault "Cugenang").
Co-Authors Adi Wibowo Adi, Luwi Wahyu Aditya Ramadhan Aisha Abdullahi Aliyu Sulaiman Dan Hassan Alya Nisrina Zain Alya, Haura Hazema Anggara, Rifnaldi Bergas Arfani Priyambodo Arfani Priyambodo Arif Wicaksono Arista, Faza Ash Shidiq, Iqbal Putut Asri, Riyadul Astrid Damayanti Astuty, Yulia Indri Ayu Handayani Ayu Handayani Ayu Mardalena Bambang Wahyu Sudarmadji, Bambang Wahyu Bayu Rizqi Brenda Arham Brigita Maria R Brigitta Maria Damar Fauzan Bayuhasta Dedy Swandry Dedy Swandry Banurea Demi Stevany Demi Stevany Dyah Rizky Alyudin Ekaputri, Diah Megakesuman Muhidin Eko Kusratmoko Evi Frimawaty Fani Setyawan Fathiyya Ulfa Gafuraningtyas, Dewi Girlly Marchlina Listyono Glendy Somae Gusrianda, Ilham Handayani, Ayu Hanidya, Farah Satira Haura Zahro Heri Setiawan Hermansyah Hermawan Setiawan Hermawan Setiawan I Wayan Gede Krisna Arimjaya Imam, Mahmoud Zubair Indira, Indira Iqbal Putut Ash Sidiq Jarot M Semedi, Jarot M Junaid, Muhammad Kamarudin, Norizah Karimatu Umar Kentjana, Nabila Hasna Khairulmaini Osman Salleh Kuncoro Adi Pradono M. Dadang Basuki Marwah Noer MASITA DWI MANDINI MANESSA, MASITA DWI MANDINI Muafiroh, Salsa Muhamad Khairul Rosyidy Musrah, Nur Auliya Nastiti, Afifa Ayu Niken Anissa Putri Noer, Marwah Nur Hikmah Nur, Agus Salim Nurlukman, Candra Perkasa Pamungkas, Fajar Dwi Parluhutan Manurung Pin, Tjiong Giok Prabandari, Amanah Anggun Pradana, Mohammad Raditia Pradono, Kuncoro Adi Prasetya, Ferdian Adhy Purwaningsih, Yuli Putra, I Kadek Yoga Dwi Putri, Nadya Paramitha Rakyan Paksi Nagara Ratna Saraswati Ratna Saraswati, Ratna Renita Purwanti, Renita Revi Hernina Rifqiya Luthfiyan Rifqiya Luthfiyani Rofiatul Ainiyah Rofiatul Ainiyah, Rofiatul Rosyidy, Muhamad Khairul Rufi'i Rumondor, Brigitta Maria Safira Nur Aisyah Salamatu Surajo Sani Inuwa Sani Sani, Inuwa Sani Semedi, Jarot Mulyo Septianto Aldiansyah Setyanto, Yogyrema Sobirin Sobirin Sobirin Sobirin Suko Prayitno Adi Sunukanto, V S Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna, Supriatna, Department of Geography, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia Tampubolon, Stefanus Binoto Tanuda Pedro Rusdiono Taqyudin, Taqyudin Tia Pramudyasari Tjhia Wikha Jily farry Triarko Nurlambang Veronica, Kiki Winda Yoga Dwi Putra, I Kadek Yulia Indri Astuty Yulia Indri Astuty Yuningsih Yuningsih Yuny Fikriyah Shofy Zahro, Haura