Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI PERSEPSI PADA CELEBRITY ENDORSEMENT TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PENGGUNA SHOPEEPAY LATER DI KOTA BUKITTINGGI Farhan Alfarizki, Muhammad; Irna Aviani, Yolivia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.868-873

Abstract

Perilaku konsumtif  mengacu pada perilaku pembelian yang dilakukan untuk memenuhi keinginan semata yang tidak diimbangi dengan pemikiran yang rasional. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan pada variabel persepsi pada celebrity endorsement dengan variabel perilaku konsumtif pada mahasiswa pengguna shopeepay later di Kota Bukittinggi. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 150 orang mahasiswa Kota Bukittinggi yang dipilih  berdasarkan teknik accidental sampling. Skala pada variabel persepsi pada celebrity endorsement di buat oleh peneliti berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Ohanian (1990), dan variabel perilaku konsumtif di buat oleh  peneliti berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Lina & Rosyid  (1997). Sebagai instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini.  Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa persepsi pada celebrity endorsement memberikan kontribusi sebesar 30,8% terhadap perilaku konsumtif.
HUBUNGAN HARDINESS DAN STRESS PENGASUHAN PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNAGRAHITA DI KECAMATAN HARAU Tosca Termizal, Maharani; Irna Aviani, Yolivia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1023-1031

Abstract

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memerlukan perlakuan khusus karena adanya kelainan tumbuh kembang atau kelainan anak. Dalam konteks istilah disabilitas, Anak berkebutuhan khusus mempunyai satu atau lebih kemampuan, Apapun kemampuan fisiknya, Seperti buta atau tuli, atau kemampuan psikologis seperti autism atau ADHD.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Skala stress pengasuhan yang digunakan pada penelitian ini skala yang dibuat sendiri oleh peneliti menggunakan aspek stress pengasuhan dari Deater-Deckard (2004) the parent distress, the difficult child, dan parent-child relationship. Skala hardiness yang digunakan pada penelitian ini skala yang dibuat sendiri oleh peneliti menggunakan aspek hardiness dari Kobasa (1995) komitmen, control, dan tantangan. Tingkat stress pengasuhan pada ibu yang memiliki anak tunagrahita diKecamatan Harau secara umum berada pada tingkat kategori sedang.Tingkat hardiness pada ibu yang memiliki anak tunagrahita diKecamatan Harau secara umum berada pada tingkat kategori sedang. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan terdapat hubungan yang negatif antara Hardiness dengan stress pengasuhan.Berdasarkan penjelasan penjabaran tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan penjabaran tersebut berarti bahwa terdapat hubungan yang negative antara hardiness dengan stress pengasuhan pada ibu yang memiliki anak tunagrahita diKecamatan Harau.
Wounded Inner Child pada Individu yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Keluarga Fauziah, Muliani; Aviani, Yolivia Irna
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Innerchild merupakan kondisi yang dimiliki individu yang masih terhubunng dengan pengalaman masalalu yang belum selesai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan, menggambarkan dan mendeskripsikan tentang gambaran wounded innerchild pada individu yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dimasa kecilnya. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara mendalam (deep interview) dan observasi pada subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran wounded innerchild pada individu yang pernah menjadi korban kekerasan dalam keluarga didukung oleh aspek dan faktor wounded innerchild diantaranya Identity (Identitas), Basic Needs (Kebutuhan Dasar), Social, Kebutuhan Masa Kanak-kanak yang tidak terpenuhi, Kekerasan, Penekanan Hasrat Alami Anak Oleh Orangtua, Defence Mechanism dan Upaya Menerima Keadaan.
Gambaran Intimate Relationship Keluarga Pada Mantan Narapidana Narkotika Yang Mengalami Broken Home Trisapti, Asha Firma; Aviani, Yolivia Irna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1768

Abstract

Intimate family relationship is a form of closeness that occurs in parent-child relationships that can be seen from feelings of mutual openness, trust, bonding, and support for each other. The purpose of this study is to describe, describe, and understand the image of intimate family relationships in former drug prisoners who experienced broken homes. The subject in this study was a former narcotics prisoner who experienced a broken home with two informants. The data in this study were obtained through in-depth interviews to understand the meaning of the experiences given by the research subjects. The results showed that there were six themes related to the description of family intimate relationships in former narcotics prisoners who experienced broken homes, namely the description of family intimate relationships, influential factors in family intimate relationships, the impact of unfulfilled family intimate relationships, social relationships and friendships, efforts to accept the situation, and images of self-identity and expectations. The research results are expected to provide additional knowledge in the field of psychology, especially in the field of family psychology.
Kontribusi Self Efficacy Terhadap Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Yang Kuliah Sambil Bekerja Dani, Putri Rahma; Aviani, Yolivia Irna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1804

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kontribusi self efficacy terhadap self regulated learning pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di Universitas Negeri Padang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di Universitas Negeri Padang dengan jumlah sampel 101 orang. Teknik sampel yang digunakan berupa Teknik accidental sampling. Nilai reliabilitas pada alat ukur penelitian yaitu self efficacy sebesar 0,813 dan self regulated learning 0,803. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment. Nilai r = 0,407 dengan nilai p = (<0,000) yaitu p<0,05 yang artinya Ha diterima. Diketahui terdapat kontribusi positif signifikan antara self efficacy dengan self regulated learning pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di Universitas Negeri Padang.
Persepsi Mahasiswa Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka Putri, Viona Dwi Mai; Aviani, Yolivia Irna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1827

Abstract

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan program yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan guna menyiapkan sumber daya manusia menjadi sarjana yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan memiliki sifat yang tangguh menghadapi persaingan di masyarakat. Program ini menjadi sarana kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan wawasan serta kompetensi yang dimiliki secara nyata sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi mahasiswa program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka selaku pihak yang turut serta dalam upaya penerapannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik analisis data tematik. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode open quisioner, focus grup discussion dan wawancara pada mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Padang yang telah mengikuti dan menyelesaikan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dari angkatan 1 hingga angkatan 3. Penelitian ini menemukan dan membahas empat tema utama, yaitu pemahaman mahasiswa tentang program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, motivasi mahasiswa program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Interaksi Mahasiswa Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, dan evaluasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.
Hubungan Intimate Friendship dengan Online Self Disclosure Pengguna Twitter pada Gen Z di Bukittinggi Fauziah, Amanda; Aviani, Yolivia Irna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3308

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara intimate friendship dengan online self disclosure pada gen z di Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah gen z, sampel pada penelitian ini adalah gen z di bukittinggi yang menggunakan twitter sebanyak 150 orang. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefesien korelasi -0,274 dengan taraf signifikansi p=0,001 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Diketahui terdapat hubungan yang negarif antara intimate friendship dengan online self disclosure pada gen z di Bukittinggi, yang berarti semakin rendah intimate friendship maka akan semakin tinggi online self disclosure pada gen z di Bukittinggi begitupun sebaliknya.
Studi Fenomenologis: Pengalaman Remaja Broken Home Noni, Noni; Aviani, Yolivia Irna
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.973

Abstract

Broken home Merujuk pada kondisi negatif di mana hubungan dalam keluarga tidak memiliki keharmonisan dan kebahagian, perpecahan dan konflik yang terjadi dalam suatu keluarga dapat menyebabkan banyak kerugian salah satunya berimbas kepada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran pengalaman remaja Broken Home terkait kebermaknaan dalam hidupnya. Subjek yang akan diteliti pada penelitian ini yaitu seorang remaja berusia 19 tahun dengan ibu yang pernah bercerai sebanyak tiga kali dan menikah sebanyak empat kali. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dengan teknik interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh bahwa subjek yang berawal dari keluarga berantakan cenderung memiliki penilaian diri yang rendah, kedekatan kedekatan dengan sang pencipta, sulit untuk berrelasi dengan keluarga dan orang disekitanya akan tetapi subjek dalam penelitian ini mampu bertahan dalam kehidupuannya karena memiliki nenek yang menjadi tujuan hidup bagi dirinya.  
Hubungan Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out Pada Pengguna Vape Ibrahim, Anwar; Irna Aviani, Yolivia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9152

Abstract

Penelitian ini menjelaskan fenomena perkembangan vape sebagai tren baru di kalangan masyarakat, khususnya golongan muda. Fenomena ini kemudian menaikkan nilai dari vape itu sendiri dimana penggunanya akan mendapatkan nilai dan kelas sosial tersendiri dibandingkan perokok konvensional pada umumnya, hal ini kemudian mendorong banyak individu untuk mulai mgnikuti trend ini dimana fenomena ikut-ikutan ini kemudian dapat dikenal sebagai fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Self-esteem diambil sebagai salah satu faktor kemunculan FoMO hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana penilaian diri individu terhadap munculnya FoMO serta apa saja yang perlu disadari untuk terhindar dari FoMO. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari pengguna vape dewasa awal (18-40 tahun) di Bukittinggi, dengan 196 orang sebagai sampel menggunakan teknik purposive. Instrumen penelitian melibatkan skala self-esteem dan skala FoMO. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dan FoMO pada pengguna vape. Hal ini menunjukkan cukup rendahnya self-esteem sehingga menaikkan peluang munculnya FoMO dalam fenomena ini dimana dapat menyebabkan kecemasan akan tertinggal dan rendahnya penilaian diri sehingga membutuhkan banyak validasi dari orang lain.. Kata kunci : vape, self-esteem, fear of missing out (FoMO)
HUBUNGAN BYSTANDER EFFECT DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SMP X BUKITTINGGI Khairunnisa, Mutiara; Irna Aviani, Yolivia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.248-255

Abstract

Perilaku prososial merupakan perilaku-perilaku positif yang dilakukan individu yang memberikan manfaat baik bagi diri sendiri ataupun orang lain. Perilaku prososial dapat diterapkan pada setiap masa perkembangan salah satunya remaja. Ketika seseorang memiliki perilaku prososial yang baik meskipun dalam sebuah situasi terdapat orang lain tidak akan mengurungkan dirinya untuk memberikan bantuan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana korelasi antara bystander effect dengan perilaku prososial siswa SMP Negeri X Bukittinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk melihat hubungan keeratan antara kedua variabel. Populasi pada penelitian ini ialah siswa kelas 8 dan 9 di SMP X Bukittinggi. Pengambilan sampel penelitian sebanyak 111 siswa yang meliputi siswa kelas 8 dan 9 menggunakan teknik stratified sampling. Pengambilan data dalam penelitian memakai skala bystander effect dan skala perilaku prososial. Hasil temuan didapatkan adanya hubungan negatif antara bystander effect dengan perilaku prososial siswa SMP X Bukittinggi. Dengan nilai person correlation -0.845 dengan p= ,00 (p 0,05). Nilai negatif dari nilai person correlation menunjukkan adanya hubungan negatif antar variabel sedangkan nilai 0.845 berada pada rentang sangat kuat pada kategori. Sehingga berdasarkan hasil, didapatkan kesimpulan adanya hubungan negatif yang sangat kuat antaraa bystander effect dengan perilaku prososial pada siswa SMP X Bukittinggi. Maka H0 pada penelitian ditolak, sementara Ha diterima.