Claim Missing Document
Check
Articles

SAKRALITAS KETELADANAN SEBAGAI MANIFESTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN DALAM PROSES PENDIDIKAN Tri Endang Jatmikowati; Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi; Badrut Tamami
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i1.331

Abstract

Keteladanan memiliki popularitas sebagai sebuah metode yang dapat digunakan dalam proses pendidikan. Padahal keteladanan bukan hanya metode, namun memiliki sakralitas sebagai dimensi yang harus melekat dan menjadi jatidiri guru yang terejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Konteks ini tidak lepas atas sandaran ketelanan merujuk konsep uswatun hasanah yang disandarkan pada profil Nabi Muhammad SAW yang memiliki kemaksuman. Penelitian ini berbasis pada library reseacrh dengan mengklasifikasi sumber-sumber berbasis pustaka baik sebagai data primer dan sekunder. Proses validitas dan realibiltas data menggunakan konfirmabilitas, dengan analisis data triangulasi sumber dokumen. Hasil analisa dari uraian penelitian ini menjelaskan bahwa konteks ketelandan yang hanya dipahami sebatas pada aspek teknis dan metode, mereduksi sakralitas keteladanan sebagai jati diri guru. Keteladanan sebagai manifestasi kompetensi kepribadian guru harus dipahami secara komprehensif dan universal yang merujuk pada uswatun hasanah sebagai dasarnya. Keteladanan bukan hanya tataran kompetensi, namun jati diri dan profil ideal yang memiliki sakralitas tinggi sebagai manifestasi guru dalam kehidupan sehari-hari.
Kesadaran Beragama Ritual dan Verbal Pada Anak Sebagai Perwujudan Pilar Belajar Untuk Mempercayai Dan Meyakini Tuhan Yang Maha Esa Tri Endang Jatmikowati; Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.1874

Abstract

Belajar untuk mempercayai dan meyakini Tuhan yang Maha Esa (learning to believe and convince almighty of god), menjadi paradigma baru terkait dengan pilar pendidikan dalam konteks ke-Indonesiaan. Corak pilar ini selaras dengan dasar filosofi yaitu ketuhanan yang maha Esa, sila pertama Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Perwujudan pilar tersebut dapat didorong dari bidang pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini pada jenjang umur 5-6 tahun. Salah satu kesadaran beragama yang dapat disenergikan dengan konsep pilar yaitu kesadaran beragama secara verbal dan ritual. Kesadaran beragama secara verbal dapat hubungkan dengan hafalan do’a-doa, surat-surat pendek dan kemampuan dalam membaca al-qur’an. Adapun untuk kesadaran ritual disandarkan pada praktek ibadah sholat dan puasa. Penelitian dengan tujuan mengetahui tingkat kesadaran beragama baik secara verbal dan ritual, menggunakan 11 sekolah jenajang TK/PAUD sebagai tempat penelitian. Kuantiatif dengan corak analisis data kuantitatif deskriptif menjadi basis metode penelitian yang digunakan. Hasil penelitian menguraikan bahwa perkembangan kesadaran beragama baik secara verbal dan ritual pada tingkatan baik, dengan pembiasaan sebagai metode pembelajaran pilihan yang digunakan guru maupun orang tua
PROGRAM PENGERASAN JALAN UNTUK PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DESA setiawan, bahar agus; Jartmikowati, Tri Endang
Mujtama Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v4i1.22526

Abstract

Keberadaan infrastruktur jalan pada sebuah wilayah menjadi faktor pendorong dan pendukung seluruh aktivitas masyarakat setempat. Jalan menjadi kebutuhan primer bagi pengembangan suatu wilayah dan peningkatan kapasitas pembangunan indeks manusia, tidak terkecuali untuk mendukung pemerataan akses terhadap layanan pendidikan. Komunitas masyarakat petani hutan merupakan kelompok masyarakat yang tinggal dan hidup di pinggiran hutan dengan aktivitas kegiatan utama sebagai pengolah lahan pada hutan maupun di sekitar hutan. Melihat dari wilayah tempat tinggal, kebutuhan akan ketersediaan infrastruktur khususnya jalan menjadi sarana yang belum bisa dinikmati secara konkret. Pembangunan infrastuktur jalan, menjadi solusi yang dapat dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran komunitas masyarakat petani hutan setempat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Tingkat kebutuhan terhadap pembangunan infrastruktur jalan yang sangat tinggi, dapat direspon dengan melakukan corisasi atau pavingisasi. Kegiatan ini tentu secara signifikan akan mampu memfasilitasi warga setempat terhadap pemerataan dan kemudahan akses untuk mendapatkan layanan pendidikan. Hasil kegiatan pengabdian ini dapat merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan melalui pemasangan batu dan pengecoran dengan kuantitas panjang 200 meter dengan rentang rerata lebar jalan 1,5 meter, untuk jalan selatan, dan lebar 3 meter dan panjang 100 meter dalam bentuk makadam untuk area jalan utara.
Workshop Mindset Change Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Setiawan, Bahar Agus; Tamami, Badrut; Rusdiyanto, Rusdiyanto
Mujtama Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v3i2.22219

Abstract

Kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka menjadi agenda utama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebagai upaya untuk mengkonstruksi pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. Kurikulum Merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran, berimbas pada tanggung jawab satuan pendidikan untuk dapat mengimplementasikan secara komprehensif. SMP Muhammadiyah 7 Wuluhan, sebagai satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka, melaksanaan kegiatan workshop mindset change penguatan implementasi Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMP Muhammadiyah 7 Wuluhan serta guru dari sekolah mitra dengan jumlah 13 orang. Proses pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pembukaan, dan penyampaian materi dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung baik, dengan tingkat antusias peserta kegiatan yang tinggi. Hal ini tergambar 46,3 persen atau enam guru terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi.
Effective Thinking: Representation Implementation Word Square Learning Model on Islamic Religious Education Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi; Tri Endang Jatmikowati; Dahani Kusumawati; Finta Meifah Nada
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v8i1.508

Abstract

The philosophy of the learning process carries out at least five main dimensions, namely active, innovative, creative, effective and fun. The content of Islamic religious education learning materials such as the Koran, hadith, morality and others, requires a plurality of learning models. Harmony between the content of learning materials and the models used was a necessity that cannot be ruled out. One of the learning models that can be used in learning Islamic religious education is the word square. This study aims to examine more deeply the benefits of word squares in improving and developing the ability to think effectively as an indicator of the learning model. The research instrument used written interviews, with a questionnaire model with five component indicators of the ability to think effectively. The number of respondents was 35 students of class X at SMAN Darussholah Singojuruh Banyuwangi. The average research results for measuring the five component indicators of the ability to think effectively reach 93.7 per cent which confirms that the word square learning model played a role in improving and developing students' effective thinking.
Effective Thinking: Representation Implementation Word Square Learning Model on Islamic Religious Education Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi; Tri Endang Jatmikowati; Dahani Kusumawati; Finta Meifah Nada
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v8i1.508

Abstract

The philosophy of the learning process carries out at least five main dimensions, namely active, innovative, creative, effective and fun. The content of Islamic religious education learning materials such as the Koran, hadith, morality and others, requires a plurality of learning models. Harmony between the content of learning materials and the models used was a necessity that cannot be ruled out. One of the learning models that can be used in learning Islamic religious education is the word square. This study aims to examine more deeply the benefits of word squares in improving and developing the ability to think effectively as an indicator of the learning model. The research instrument used written interviews, with a questionnaire model with five component indicators of the ability to think effectively. The number of respondents was 35 students of class X at SMAN Darussholah Singojuruh Banyuwangi. The average research results for measuring the five component indicators of the ability to think effectively reach 93.7 per cent which confirms that the word square learning model played a role in improving and developing students' effective thinking.
Sosialisasi Pencegahan Perilaku Bullying melalui pendekatan Nilai-nilai Islam di SDN Cakru 04 Kab Jember ., Rusdiyanto; Agus Setiawan, Bahar; Tamami, Badrut
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v4i1.2687

Abstract

Based on KPAI's findings, throughout 2021 there were at least 17 cases of bullying in schools, from elementary schools to high schools. This community service method uses an outreach method to partners, namely at SDN Cakru 04, Kencong Jombang District, regarding bullying prevention through several stages. These included a survey of the location of service partners, outreach to students, the Teacher Council and student guardians and the program approach, then this activity was assisted by campus students teaching 6 MBKM Dikti 2023 programs located at SDN 04 Cakru, Kencong District, Jember Regency, totaling 5 students. The task of students is to provide outreach to students and parents regarding bullying prevention. This activity will be carried out for 4 months starting from 4 August 2023 to 4 December 2023. Community service activities include; first, building an Anti-Bullying Culture paradigm in Islam. Second, socialization to parents about good parenting patterns by arranging playing hours and study hours. Third, the Religious Program Approach includes Duha prayers, commemoration of holidays, reading Asmaul Husna.
FOUNDATION OF VISION AND MISSION FORMULATION EARLY CHILDHOOD EDUCATION INSTITUTIONS (MULTI-SITE STUDY ON AUM PAUD IN JEMBER) Jatmikowati, Tri Endang; Misyana, Misyana; Setiawan, Bahar Agus; Rofi, Sofyan; Kusumawati, Dahani
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i03.6272

Abstract

Background: The main basis of this research is based on the importance of understanding the vision and mission of school institutions as ideals that want to be realized. Formulating the school's vision and mission certainly has a foundation of values ​​that form its spirit, so that there is harmony between the activities carried out by the school and the realization of the vision and mission that have been formulated. Purpose of the Study: This research aims to determine the basis for formulating the school's vision and mission at the early childhood education level. This research approach is qualitative, with data collection techniques using documentation. Methods: The data analysis technique uses content analysis using Nvivo 12. The research was conducted in 5 early childhood education schools. Results: The results of the research show that the formulation of vision. Mission in early childhood education schools is based on religious values ​​and general or non-religious values. Conclusion: The conclusion of the research results, explicit value content in the formulation of the school's vision and mission, namely religious and non-religious or general values.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBELAJARAN DINIYAH DI SMP NEGERI 3 PURWOHARJO Susanti, Dela Ayuk; Bahar Agus Setiawan; Hairul Huda
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i9.9468

Abstract

Pelaksanaan program pembelajaran diniyah bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan serta meningkatkan kemampuan mereka, mengembangkan bakat dan minat dalam Al-Qur'an dan hadis. Di SMP Negeri 03 Purwoharjo, program ini telah dilaksanakan melalui metode pembelajaran Iqro. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi program pembelajaran diniyah di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan pemahaman dan keterampilan membaca Al-Qur'an dan hadis siswa. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdapat tiga tahapan dalam analisis data, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi diterapkan untuk memastikan kevalidan hasil penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembelajaran diniyah di SMP Negeri 03 Purwoharjo memberikan dampak positif terhadap pembelajaran materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Siswa diharapkan dapat memahami lebih dalam isi bacaan Al-Qur'an dan hadis yang mereka pelajari.
ANALISIS SELF ESTEEM DAN SELF TRANSCENDENCE PERFORMA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 JEMBER Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi; Tri Endang Jatmikowati; Siti Nursyamsiyah siti; Dahani Kusumawati
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 6 No. 1 (2023): TARLIM Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v6i1.551

Abstract

Self esteem conceptually has 2 main components including self competence and self liking. Self-competence is focused on describing one's own abilities, while self-liking is how far one likes or appreciates oneself. Appreciating and liking yourself is a dimension that can have a positive impact on the improvement and abilities of students both in the school environment and society in general. The aim of this research is to examine more deeply the self-liking of Muhammadiyah high school students in Jember. This study used a quantitative approach, using a structured interview instrument in the form of a questionnaire with five answer options. The results showed that the majority of students had a very good level of self-liking. There are several aspects related to the self-liking indicator aspect which has a percentage of answers that can be categorized as sufficient, namely first, the feeling of being liked by friends, second, lack of liking in the ability to express opinions, third, the feeling that students are proud of themselves. The findings of this study, although the answer options show a sufficient category, implicitly it can be understood that students have an awareness of deficiencies and do not always position themselves as over-acting or popular personalities. Based on the results of this study, it shows that the level of self-liking students has a very good category as a synergistic manifestation with good self-esteem dimensions.