Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PEMASARAN USAHA KOPI KAILI PADA USAHA KECIL MENENGAH ( UKM ) RISKI NARASA DI DESA TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI Silamu, Tiara Lestari; Effendy, Effendy; Alamsyar, Al
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2056

Abstract

UKM Riski Narasa merupakan salah satu usaha yang mengolah Kopi Kaili yang terletak diDesa Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi UKM Riski Narasa, serta mengetahui strategi pemasaran usaha Kopi Kaili Sulteng di UKM Riski Narasa. Hasil hitung bobot dan rating yang didapatkan menunjukkan strategi pemasaran usaha kopi kaili yang diterapkan oleh UKM Riski Narasa yaitu strategi S-O (Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang) dimana Faktor Kekuatan = 2,34 dan Peluang =2,44 faktor Kelemahan = 0,76 dan ancaman = 0,59 dengan perbandingan faktor internal = 1,58( sumbu X) dan faktor eksternal = 1,85 (Sumbu Y). Maka berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa, metode yang tepat untuk digunakan dalam rangka peningkatan pemasaran pada produk kopi kaili terletak pada strategi S-O Strategi S-O merupakan strategi yang dapat digunakan karena produk kopi kaili memiliki kekuatan dan peluang yang lebih besar sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Produk Kopi Kaili tersebut berada pada pertumbuhan dinamis pada Strategi S-O, dimana nilai dari kekuatan dan peluang lebih besar dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SIBOANG KECAMATAN SOJOL KABUPATEN DONGGALA Givari, Agung; Effendy, Effendy; Laapo, Alimuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja terhadap Produksi Usahatani Padi sawah di desa Siboang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala. Lokasi peneliti dipilih secara sengaja (purpossive), dengan pertimbangan bahwa Desa Siboang mempunyai masyarakat yang sebagaian besar luas lahan dan pendapatanya sebagai petani padi sawah. Responden yang diambil sebanyak 125 KK. Data yang digunakan adalah secara acak sederhana (simple random sampling), Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2020 Didesa Siboang Kecematan Sojol Kabupaten Donggala. Hasil secara simultan variabel luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi di di Desa Siboang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, sedangkan secara persial variabel luas lahan, benih berpengaruh nyata terhadap produksi padi, kecuali variable pupuk urea, pupuk phonska, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi padi di Desa Siboang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala.
Removal Technique of Penetrating Nail in Head: A Case Report Suhendar, Agus; Effendy, Effendy
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/ijihs.v11n1.3150

Abstract

Objective: To present a unique case involving a 44-year-old man who sustained a penetrating head injury after nailing his head with a hammer. Despite the severity of his injury, the patient underwent successful surgical treatment and experienced a good recovery.Methods: Clinical and imagery review  was performed on a cranial puncture trauma caused by a metal nail, which penetrated the cranium, dura mater, right parietal cerebral parenchyma, and right ventricle. The nail was lodging next to midline without damaging the superior sagittal sinus. The patient underwent craniotomy nail removal and debridement with normal saline and metronidazole antibiotics.Results: Craniotomy, careful nail extraction, wound debridement, and duraplasty remain the treatment standard for penetrating nail injury in the head. Patient in this case study did not exhibit any signs of neurologic deficit or infection.Conclusion: Proper diagnosis and treatment are required in patients with penetrating brain trauma, with head x-rays and CT scans help in evaluating vascular depth and damage. Craniotomy and debridement are the main treatments for this type of trauma.
ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA COOKIES KELOR PADA INDUSTRI CV. BANUA PERTANIAN DI KOTA PALU Utami, Ni Komang Indah Tri; Effendy, Effendy; Sulmi, Sulmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 4 No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v4i3.2795

Abstract

Meningkatnya permintaan terhadap produk pangan sehat mendorong lahirnya inovasi pada industri berbasis pertanian, termasuk pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan baku bergizi. CV. Banua Pertanian mengembangkan cookies kelor sebagai produk camilan sehat yang memiliki potensi ekonomi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian efisiensi produksi serta perlunya penentuan titik pulang pokok (Break Even Point/BEP) sebagai dasar keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume produksi minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian sekaligus menganalisis tingkat keuntungan usaha cookies kelor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di CV. Banua Pertanian Kota Palu pada Oktober–November 2024. Responden dipilih secara purposive, yaitu pemilik usaha, satu karyawan produksi, dan satu karyawan pemasaran. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari catatan keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 total penerimaan usaha mencapai Rp776.520.000 dengan total biaya produksi Rp656.832.564, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp119.687.436. Titik pulang pokok dicapai pada volume produksi 16.337 pcs atau Rp245.055.000, sedangkan produksi rata-rata bulanan sebesar 4.314 pcs memberikan keuntungan Rp4.598.968. Kesimpulannya, usaha cookies kelor CV. Banua Pertanian berada pada kondisi menguntungkan, meskipun efisiensi biaya operasional dan peningkatan kualitas produk tetap diperlukan untuk keberlanjutan usaha.
PERAMALAN PRODUKSI BAWANG GORENG PADA INDUSTRI “RAJA BAWANG” DI KELURAHAN BIROBULI SELATAN KECAMATAN PALU SELATAN Kristanto, Sandy Agung; Effendy, Effendy; Sulmi, Sulmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i6.2816

Abstract

Peramalan (forecasting) adalah usaha untuk memprediksi keadaan dimasa mendatang melalui pengujian keadaan dimasa lalu (menggunakan data historis). Meramalkan produksi berarti memperkirakan trend perkembangan produksi di masa mendatang, dengan demikian dapat ditentukan strategi dan kebijakan apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Salah satu basis yang dapat meningkatkan perekonomian daerah ialah suksesnya sebuah Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya industri pusat oleh-oleh seperti IKM.Raja Bawang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui trend perkembangan produksi bawang goreng pada Industri “Raja Bawang” di Kelurahan Birobuli Selatan Kecamatan Palu Selatan tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan pada Industri “Raja Bawang” di Kelurahan Birobuli Selatan Kecamatan Palu Selatan dari Bulan Oktober sampai dengan Desember 2021. Analisis data yang digunakan adalah Single Moving Average (rata-rata bergerak tunggal) dan Single Exponential Smoothing (penghalusan eksponensial). Hasil trend peramalan produksi bawang goreng pada IKM Raja Bawang dengan menggunakan metode moving average dan metode single exponential smoothing 3 Bulanan ? = 0.5, 3 bulanan, diperoleh hasil Bulan April 2022 sebesar 333 kg dan 331 kg, Bulan Mei 2022 sebesar 333 kg dan 331 kg, Bulan Juni 2022 sebesar 333 kg dan 331 kg, Bulan Juli sebesar 300 kg dan 290 kg, Bulan Agustus 2022 sebesar 233 kg dan 231 kg, Bulan September 2022 sebesar 200 kg dan 202 kg, Bulan Oktober 2022 sebesar 180 kg dan 181 kg, Bulan November 2022 sebesar 213 kg dan 227 kg, dan Bulan Desember 2022 sebesar 313 kg dan 315 kg. Peramalan produksi bawang goreng pada IKM Raja Bawang dengan menggunakan metode single exponential smoothing dengan nilai ? = 0,5 memiliki nilai Mean Squared Error (MSE) sebesar 14.454,89 merupakan hasil nilai perhitungan paling terkecil dari nilai ? yang digunakan dalam penelitian ini.
ANALISIS PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH SISTEM TABELA DI DESA KOTARAYA TIMUR KECAMATAN MEPANGA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Apriliyanti, Komang; Effendy, Effendy; Laksmayani, Made Krisna
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i6.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska, dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah sistem Tabela di Desa Kotaraya Timur Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2021. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana sedangkan penentuan jumlah responden menggunakan rumus slovin dimana julah sampel 38 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska dan tenaga kerja secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah sistem tabela. Secara (parsial) faktor luas lahan dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah sistem tabela. Sedangkan faktor benih, pupuk urea dan pupuk phonska berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah sistem tabela di Desa Kotaraya Timur, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Mepanga.
A Study on Mapping the Potential of Rice Production in Banggai Regency Rumangkang, Olivia Esther Caroline; Effendy, Effendy; Antara, Made; Rauf, Rustam Abd.; Christoporus, Christoporus
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v12i2.2715

Abstract

The background of this research is the need to improve regional food security amidst conditions where land degradation, land use changes, and reduced labor can disrupt the proper exploitation of agricultural resources. This study aims to analyze the potential of rice as a food crop in Banggai Regency, Central Sulawesi, which is focusing on the harvested area, production, productivity, and production base by sub-district. Research data were collected from the Central Statistics Agency (BPS, 2024) and the Food Crops, Horticulture, and Plantation Service of Banggai Regency. The analytical approach uses descriptive statistics to describe the harvested area, production, and productivity of rice, and the Location Quotient (LQ) to determine the main production base. The results of this study indicate that West Toili District has the largest harvested area (12,035 hectares), followed by Toili (11,605 hectares) and Moilong (5,038 hectares). Toili is the largest rice-producing district (67,309 tons) with an average productivity of 5.80 tons/ha. Toili, West Toili, Moilong, and Masama are the main rice production bases with LQ values ​​> 1.00, with other sub-districts contributing to lower distribution. Less productive sub-districts need to improve cultivation technology and irrigation networks, thereby providing production facilities. Mapping can be used as a strategic reference for local governments in developing agricultural policies to achieve sustainable food security.