Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kapasitas Kader Dan Optimalisasi Pusat Edukasi Gizi Untuk Meningkatkan Kesehatan Balita Syamsul Arifin, Mudarifa Wulandari; Amelda, Putri; Sayida, Amelia Nur; Cahayani, Putri Kusuma; Munjidah, Annif
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.5118

Abstract

Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya angka gangguan gizi pada balita di Indonesia, seperti stunting, wasting, dan underweight, yang menunjukkan bahwa upaya peningkatan status gizi anak belum optimal. Meskipun masa balita merupakan 'periode emas' untuk tumbuh kembang, nutrisi yang tidak tercukupi dapat menyebabkan gangguan gizi yang memengaruhi perkembangan organ, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan intelegensia. Selain itu, masih ditemukan keterbatasan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi status gizi dan pemberian konseling, termasuk konseling ASI eksklusif dan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Akses masyarakat terhadap pusat edukasi gizi yang efektif juga masih terbatas
Budidaya Sumber Pangan Lokal Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Makanan Pendamping Asi di Wage Sidoarjo Novianti, Hinda; Munjidah, Annif; Masita, Elly Dwi; Dewi, Uke Maharani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.556

Abstract

Memberikan makanan pendamping ASI dengan menu bergizi seimbang dan variatif serta disukai bayi dan balita merupakan hal yang tidak mudah. Masih ada stigma bahwa yang bergizi harus yang berharga mahal, sehingga masih banyak ibu yang memberikan MP ASI dengan menu monoton yang menyebabkan bayi dan balita sulit makan. Akibatnya masih ada bayi atau balita stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang menu MP ASI dengan bahan dasar pangan lokal agar bayi dan balita mendapatkan MP ASI dengan menu variatif bergizi seimbang dengan harga yang terjangkau. Metode yang dilakukan adalah dengan membagikan bibit waluh kuning lengkap dengan media tanamnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita di bawah 2 tahun dan sekaligus memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung kepada mereka sekaligus kader di wilayah desa Wage Sidoarjo. Peserta berjumlah 25 orang. Seluruh peserta diberikan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan tentang menu MP ASI rumahan, pretest yang berpengetahuan baik 60%, postest yang berpengetahuan baik 95%. Pemberian bibit waluh dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam menyediakan MP ASI sehingga meningkat pula kesehatan bayi dan balita di desa Wage Sidoarjo.
The Role of Parenting in Supporting Early Childhood Emotional Development fiyaa, lutfiyah Azarah; Uke maharani Dewi; Annif Munjidah; Hinda Noviyanti; Umik Rowaikhan; Masita, Elly Dwi
Community Development Journal Vol 9 No 2 (2025): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v9i2.7779

Abstract

Parenting plays an important role in early childhood emotional development. This study aims to measure the effectiveness of parenting education on changes in parenting styles and its impact on children's emotions. Using a quantitative approach with a quasi-experiment one group pretest-posttest design, the intervention was given to 20 parents in Wage Village, Sidoarjo, in the form of short counseling lasting approximately 20 minutes. Data analysis was carried out by paired sample t-test. The results showed a significant decrease in authoritarian parenting and an increase in democratic parenting tendencies. In addition, there was a significant decrease in children's emotional, behavioral, and hyperactivity problems (p < 0.05). However, peer relationships and prosocial behavior did not show significant changes. Parenting education has been shown to be effective in improving parenting patterns and supporting early childhood emotional regulation.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI BUMIL KEK DI PONDOK PESANTREN AL HIKAM BANGKALAN Delina, Lini; Huda, Nailul; Munjidah, Annif; Agnovianto, Yuriske; Abidin, Rully Genadi; Alfan, Moh. Nabil
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37602

Abstract

Status gizi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) merupakan keadaan di mana ibu mengalami malnutrisi akibat kekurangan satu atau lebih zat gizi makanan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, perhatian lebih terhadap status gizi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) oleh santri di lingkungan pondok pesantren menjadi hal yang sangat penting.Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi kepada kader santri agar dapat memahami pentingnya status gizi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) di lingkungan Pondok Pesantren. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test mengenai pengetahuan pemberdayaan kader dalam meningkatkan status gizi bumil KEK melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh kader santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 13,8%. Dari hasil analisis Uji T-test, menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,006 (p < 0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan santri saat sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulannya, Pemberdayaan Kader dalam Meningkatkan Status Gizi Bumil KEK di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader santri
The Use of the Maternal and Child Health (KIA) Book as a Medium to Improve Mothers’ Knowledge and Skills in Toddler Development Stimulation: A Community Service in Wage Village, Sidoarjo Dewi, Uke Maharani; Novianti, Hinda; Munjidah, Annif; Masita, Elly Dwi; Choirotussanijjah, Choirotussanijjah
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.6898

Abstract

The main obstacle in toddler development monitoring is the limited knowledge of mothers regarding stimulation and early detection. Previous community services in several regions generally focused on counseling at posyandu or health facilities. However, these efforts often emphasized knowledge transfer only, without sufficient emphasis on hands-on practice or continuous assistance, resulting in limited impact on mothers’ actual skills. This gap highlights the need for community-based programs that increase knowledge and strengthen practical skills through direct mentoring. This community service was implemented in Wage Village, Sidoarjo Regency, involving 24 mothers of toddlers. The intervention consisted of training sessions using lectures, demonstrations, and guided practice with the Maternal and Child Health (KIA) book as the primary tool. Pre-test and post-test evaluations were conducted using questionnaires on knowledge and skills. The results showed a significant increase, with 83.3% of mothers reaching the high category in knowledge and 91.7% in skills after the training. These findings indicate that practice-based training with intensive assistance effectively empowers mothers. Continuous mentoring at posyandu is recommended for future programs to ensure sustainability and broader community impact.
Hubungan Tebal Lemak Tubuh dengan Panjang Siklus Menstruasi Annif Munjidah
Journal of Ners and Midwifery Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v3i1.ART.p008-012

Abstract

Factors affecting the menstrual cycle in women are: age, psychological, physical (heredity, nutritional status, and environment) and drugs. So far, the study on the menstrual cycle is only seen from the factors of nutritional status through the upper arm circumference and BMI (Body Mass Index). This situation encouraged researchers to conduct a study on the menstrual cycle length from nutritional factors as seen from body fat thickness.This study aims to analyze the correlation of body fat thickness and menstrual cycle length on the students. The study used an observational analytic with cross sectional approach. The population was all of the students in the first level of DIII Midwifery Department of Nursing and Midwifery Faculty of UNUSA who had regular menstrual cycles and do not take antidepressant drugs/contraceptive device. The sample was mostly students using simple random sampling. The total of the sample was 72 people. The test analysis was done by a moment product (alpha 0.05). The result of the study showed that p value is 0,039 < 0,05. There was a correlation between the body fat thickness and menstrual cycle length of the first level students of DIII Midwifery Department of Nursing and Midwifery Faculty of UNUSA. The conclusion of this study was the thicker of the student’s body fat the longer their menstrual cycles. For the health workers, they can provide counseling on femaleadolescents about reproductive health especially menstruation and the risk of fat in the body.
Motivasi Ibu Mempengaruhi Keberhasilan Pelatihan Buang Air pada Anak Batita Annif Munjidah; Eka Yuni Retnosari
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p156-162

Abstract

Melatih anak untuk mandiri dalam buang air kecil atau besar merupakan suatu tahapan yang harus dilakukan oleh orang tua dalam pengasuhan anak. Latihan dan kemandirian anak terkait pola eliminasi ini biasanya berlangsung pada usia 18-24 bulan, namun saat ini masih banyak ditemukan anak berusia lebih dari 3 tahun masih belum dapat mengontrol saat ingin BAK dan BAB, dan fakta bahwa masih banyak orang tua lebih memilih memakaikan anaknya diapers sampai anak berusia lebih dari 3 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi ibu dengan keberhasilan pelatihan buang air pada anak batita. Desain analitik cross sectional. Jumlah populasi 38 orang ibu batita, besar sampel sebesar 35 responden dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diberikan kepada ibu atau pengasuh yang berisikan tentang kebiasaan buang air pada anak dirumah. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji SPSS. Hasil SPSS Rank Spearman didapatkan nilai ρ = 0.00 artinya dalam penelitian ini didapatkan bahwa motivasi ibu mempengaruhi keberhasilan pelatihan buang air pada anak Batita. Simpulan penelitian ini, motivasi ibu menentukan keberhasilan dan kemandirian anak dalam pola buang air, baik buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Diharapkan ibu atau pengasuh dirumah lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pola pengasuhan anak khususnya yang terkait dengan pola eleminasi buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK)
Perbedaan Pemberian MP-ASI Menu Tunggal dan 4 (Empat) Kwadran terhadap Status Pertumbuhan Anak Annif Munjidah; Esty Puji Rahayu
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p059-064

Abstract

Upaya menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas dimulai sejak kehamilan sampai setelah kelahiran. Periode emas pada anak dapat diwujudkan apabila masa ini anak memperoleh asupan gizi yang sesuai dan optimal. Namun sayangnya masih banyak masalah gizi dialami oleh golongan anak bawah lima tahun (balita) dan anak bawah dua tahun (baduta) ini, sehingga golongan ini disebut juga dengan golongan rawan gizi. Rekomendasi IDAI tentang praktik pemberian makan berbasis bukti pada bayi dan balita di Indonesia menyebutkan bahwa MP-ASI yang terbaik adalah menu lengkap/seimbang dengan tetap memberikan ASI, namun dalam praktiknya di Kelurahan Wonokromo Surabaya masih didapatkan orang tua yang memberikan anaknya MP-ASI menu tunggal berupa pure buah dan bubur tepung beras. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan MP-ASI menu tunggal dan 4 (empat) kwadran terhadap status pertumbuhan anak. Desain penelitian ini analitik cross sectional. Populasi adalah seluruh bayi yang berusia 6-12 bulan di Kelurahan Wonokromo sebesar 94 bayi. Sampel diambil menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel 74 bayi. Pengumpulan data secara langsung menggunakan lembar kuisioner dan secara tidak langsung menggunakan kartu menuju sehat (KMS) Hasil uji statistik menunjukkan nilai p= 0,003 maka p < 0,05 berarti ada perbedaan antara MP-ASI menu tunggal dan menu 4 (empat) kwadran terhadap status pertumbuhan anak. Berdasarkan hal tersebut diharapkan anak mendapatkan menu lengkap atau 4 (empat) kwadran sejak pertama kali mendapatkan MP-ASI yakni saat berusia 6 bulan. Efforts to create good and quality human resources begin from pregnancy until after birth. The golden period in children can be realized if this time the child gets an appropriate and optimal nutritional intake. But unfortunately there are still many nutritional problems experienced by the group of children under five years old (toddlers) and children under two years (baduta), so this group is also called the vulnerable nutrition group. The practice of giving MP-ASI in a diverse society, MP-ASI with a single menu, and a combined menu containing 4 (four) quadrants. In the MP-ASI single menu mother gives MP-ASI with content of one or 2 types of food. While the 4 (four) quadrant menu contains carbohydrates, minerals and vitamins, protein and fat. This research is to find out the differences of MP-ASI single menu and 4 (four) quadrants on the growth status of children. The design of this research was comparative analytic cross sectional The population was all infants aged 6-12 months in the Wonokromo village of 94 babies. Samples were taken using simple random sampling. The number of samples was 74 babies. Direct data collection using questionnaire sheets and indirectly using cards to health (KMS). Statistical test results show the value of p = 0,003 then p <0.05, its meaning that there is a difference between the MP-ASI single menu menu and 4 (four) quadrants to the child's growth status. Based on this, children are expected to get a complete menu or 4 (four) quadrants since first getting MP-ASI ie at the age of 6 months.
Gadget Use Correlated with Emotional Development in Preschool Children Annif Munjidah; Siti Noer Diana; Yasi Anggasari; Elly Dwi Masita
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i3.ART.p213-220

Abstract

Children who often use gadgets at home have a bad impact, children become unwilling to play outside the house and interact with others to behave aggressively. Nowadays, children's emotional development is a problem that is often conveyed by parents to teachers at school. This study aimed to examine the correlation between gadget use and the emotional development of preschool children at Tunas Jaya Kindergarten, Surabaya. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. From the population of 59, 53 respondents were selected as the sample through a simple random sampling technique. The variables being studied were gadget use and emotional development in which data were collected using a gadget use questionnaire and ASQ: SE-2 questionnaire. Data processing was conducted by editing, scoring, coding, tabulating, processing, and cleaning. Moreover, the data were analyzed using the Spearman Rho Correlation Test in SPSS with a significance level of α = 0.05. The results revealed the high use of gadgets by the majority of the preschool children (96%), while 45.3% experienced emotional development categorized as "refer." The p-value = 0.000 indicated that there was a correlation between gadget use and emotional development in preschool children. This study concluded that there is a relationship between gadget use and the emotional development of preschool children. It is recommended that preschool children should not use gadgets more than 3 times a day and avoid using them daily. so as not to bring negative impacts on them.