Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN ANAK DBD Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Annif Munjidah; Mery Susanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.179

Abstract

Demam berdarah dapat menyerang semua golongan umur. Proporsi kasus ini berdasarkan umur di Indonesia menunjukkan bahwa DBD paling banyak terjadi pada anak usia sekolah yaitu pada usia 5-14 tahun. Keberhasilan penatalaksanaan DBD terletak pada kemampuan mendeteksi secara dini fase kritis dan penanganan yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan terhadap pencegahan penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti serta penanganan secara cepat dan tepat bagi penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan penyuluhan pencegahan penyebaran nyamuk dan infeksi virus dengue serta demontrasi 3M (menutup, menguras, mengubur) dan proses pembutan spray anti nyamuk dari batang serai. Tingkat pengetahuan dari peserta dilihat dari hasil post test dan pre test penyebaran kuesioner. Hasil pre test pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah dengue pada anak-anak didapatkan sebagian kecil (26,64%) kader memiliki pengetahuan sangat kurang dan kurang serta hampir setengahnya (46,62%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi didapatkan hasil post test pengetahuan kader kesehatan seluruhnya (100%) memiliki pengetahuan sangat baik. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan terkait penceghaan dan penanganan secara cepat dan tepat terhadap kasus demam berdarah dengue yang banyak menimpa anak-anak.
Belly Wrap Mendukung Persalinan Normal, Nyaman dan Aman di Daerah Bencana Sulawesi Tengah Aida Husnil Khotimah; Esty Puji Rahayu; Annif Munjidah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.765 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.812

Abstract

Belly Wrap atau Belly Bands adalah Sabuk penyangga bersalin dianggap bermanfaat dalam mengurangi nyeri punggung bawah selama kehamilan dan mendukung proses persalinan. Dalam keadaan bencana, Keluhan ibu hamil bermunculan seperti nyeri tulang ekor, nyeri punggung, postur tubuh yang kurang baik mempengaruhi kesalahan posisi janin. Kegiatan ini diikuti oleh 65 ibu hamil di Sulawesi Tengah, dilaksanakan Desember 2018. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap: Pemberian materi, Praktek BellyWrap 1O1, dan Pertolongan Persalinan. Evaluasi dilakukan dengan Anamnesa, Pemeriksaan kehamilan, dan pertolongan Persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pelaksanaan edukasi dan Pemasangan Belly Wrap selama kehamilan terhadap minimnya keluhan yang dirasakan ibu hamil, mendukung postur ibu dan janin serta Dukungan Persalinan Normal yang Aman dan Nyaman. Dari data Pretest sebanyak 65 peserta 100% tidak memahami, Sedangkan Posttest terdapat 63 peserta (96,92%) memahami dan mengaplikasikan Belly Wrap secara berkesinambungan. Hasil penelitian selama kurang lebih 3 bulan, menunjukkan bahwa ibu hamil yang menggunakan Belly wrap minimal 4-10 jam dalam sehari secara berkesinambungan dapat mengurangi keluhan nyeri panggul, symphisis dan tulang ekor, memperbaiki postur tubuh sehingga mendukung posisi janin di dalam rahim lebih optimal dan Dari hasil observasi sampai dengan persalinan diperoleh 53,85% ibu berhasil persalinan normal tanpa rujukan dan (46,15%) ibu belum melahirkan dan tetap mengaplikasikan Belly wrap.Program pengabdian masyarakat terkait Pelatihan Aplikasi Belly Wrap mampu mengedukasi ibu hamil tentang pilihan menyamankan kehamilan dan dan meminimalisir keluhan serta memberikan dukungan dalan persalinan normal dalam keadaan Bencana.
Webinar Herbal Sederhana untuk Mendukung Ponpes Tangguh Kebal Covid-19 (Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil) Irmawan Farindra; Bambang Edi Suwito; Annif Munjidah; Ain Darojah Siddiq Ramadhana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.988 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.855

Abstract

Corona Virus Disease 2019, atau Covid-19 adalah penyakit menular ini disebabkan oleh Corona Virus jenis SARS-COV-2, yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember 2019. Jumlah kasus kematian di Indonesia meningkat dan belum terdapat tanda-tanda akan menurun. Pondok pesantren (ponpes) adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit terutama Covid-19. Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil dinobatkan sebagai Ponpes Tangguh Kebal COVID-19 oleh Polres Pasuruan. Ponpes merupakan center of exellence dalam aspek moral-agama, moral-kesehatan, maupun moral-ekonomi bagi masyarakat sekitar ponpes. Pemberdayaan kesehatan masyarakat berbasis ponpes dipandang akan memudahkan menjangkau masyarakat tradisional. Berdasarkan uraian tersebut, dibuatlah sebuah upaya komprehensif untuk pemberdayaan kesehatan berbasis pondok pesantren. Kegiatan kali ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang herbal sederhana yang bermanfaat sebagai suplemen pendamping terapi COVID-19 (webinar). Kegiatan ini bertujuan mendukung pemulihan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar pondok pesantren yang tidak tersentuh program-program pemerintah.
RUMAH ASI DAN PENERAPAN BACK MASSAGE TREATMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Hinda Novianti; Annif Munjidah; Rizki Amalia; Yunik Windarti; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Nadya Gebrina; Evi tasya azaroh; Nur Azmiel; Yulida Revitasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5945

Abstract

Pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia saat ini sudah cukup baik. WHO mencatat 74,5% ibu di Indonesia telah memberikan ASI eksklusif. Pada tahun 2015 kelurahan Wonokromo, Surabaya terpilih sebagai kelurahan siaga aktif terbaik di tingkat propinsi Jawa Timur. Keberhasilan Kampung ASI ini dikembangkan lagi dengan Program Rumah ASI. Dengan keberhasilan Rumah ASI tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi terkait manajemen Rumah ASI bagi mahasiswa dari negara dengan prevalensi ASI eksklusif yang lebih rendah dari Indonesia yaitu Thailand.Menurut WHO, data pencapaian ASI Eksklusif di Thailand hanya 14% pada 2020, ditargetkan mencapai 50% pada 2025 mendatang. Keberlanjutan dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dari Naresuan University Thailand dapat menginisiasi adanya program penunjang seperti Rumah ASI di negaranya sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini adalah sosialisasi tentang manajemen Rumah ASI dan praktik back massage treatment untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menysusui. Kegiatan bertempat di RW 3 Kelurahan Wonokromo, dan diikuti oleh 13 orang mahasiswa dan 3 orang dosen Naresuan University Thailand dan 10 kader kelurahan Wonokromo. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner pretest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan kuesioner posttest yang dibagikan setelah materi diberikan. Keterampilan dinilai dengan menggunakan checklist standar prosedur operasional pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI dan checklist standar prosedur operasional back massage treatment setelah simulasi diberikan.  Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang manajemen Rumah ASI yaitu sebesar 84,25% mahasiswa  mempunyai pengetahuan yang baik sesudah diberikan materi manajemen rumah ASI dan 87,5% mahasiswa Thailand ini memiliki ketrampilan yang baik dalam melakukan back massage treatment
MENINGKATKAN PERAN FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN IBU HAMIL Nanik Handayani; Annif Munjidah; Siska Nurul Abidah; Hazna Ainur Rahma; Jessica Puspa Kencana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17645

Abstract

Kurangnya kesadaran ibu hamil akan pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena Antenatal Care (ANC) merupakan perawatan bagi ibu hamil untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dari ibu hamil merupakan faktor penting dalam kepatuah ibu kunjuangan Antenatal Care (ANC). Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC) selama kehamilan dengan peran Family Centered Maternity Care (FCMC) sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan Antenatal Care (ANC) di pelayanan kesehatan secara optimal. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil sebesar 30 orang di Desa Tawangsari Taman Sidoarjo. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan ibu hamil hampir seluruhnya dalam kategori kurang sebesar 76,7% sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu hamil hampir seluruhnya dalam kategori baik sebesar 93,3%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC di Desa Tawangsari Taman Sidoarjo sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Diharapkan dengan adanya pengabdian masyarakat ini, ibu hamil bertambah pengetahuan tentang pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC) dan keluarga memberikan dukungan kepada ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) untuk mencegah terjadinya risiko kehamilan sampai kematian pada ibu
PEMANFAATAN SAMPAH DAPUR DAN MAKANAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI PP. ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Lini Delina; Paramita Sari; Annif Munjidah; Edza Aria Wikurendra; Yuriske Agnovianto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21796

Abstract

Pondok pesantren lebih sering memasak sendiri untuk para santri atau civitas pondok. Sehingga potensi sampah dapur setiap harinya cukup tinggi. Sampah dapur tersebut rata-rata hanya dibuang begitu saja ditempat sampah di area pekarangan masing-masing secara open dumping. Sampah merupakan problematika setiap rumah tangga. Setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah setiap harinya. Akan tetapi pengelolaan sampah seringkali belum tepat, sehingga justru sering menimbulkan potensi masalah misalnya degradasi kebersihan lingkungan, timbulnya aroma busuk, potensi virus, dan lain sebagainya. Sehingga perlu dilakukan upaya edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat memanfaatkan sampah dapur dan makanan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada santri husada agar dapat memanfaatkan sampah dapur dan makanan dalam rangka peningkatan kesehatan lingkungan di PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 14,1%. Kenaikan nilai rata-rata yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Dapat disimpulkan, pegabdian masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pemanfaatan sampah dapur dan makanan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELECTION OF FIRST COMPLEMENTARY FOODS WITH FOOD PREFERENCES IN INFANTS AND TODDLERS Esty Puji Rahayu; Annif Munjidah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1670

Abstract

Giving complementary food at the right time is very beneficial for meeting the nutritional needs and growth and development of infants. However, if the child is difficult to eat or choose to eat, the child's growth will be disrupted It also becomes stressful for his parents. Food picking habits are included in the term food preference. In addition to being picky about food, rejection of certain foods is also included in this term. In this study, we want to know the relationship between First complementary food selection with Food Preference in infants and toddlers. The research design used is correlational analytic with a retrospective approach. The population is mothers who have babies and toddlers under the age of 5 years in the Rw 11 region of Jagir sub-district. The sampling technique uses purposive sampling technique. From data analysis with the Spearman test. in this study the selection of the first complementary food and Food Preference has a significant relationship with p value 0.044. It is expected that the results of this study will make mothers who have toddlers understand even more about choosing the right complemetary foodnamely with a complete menu that we feel we call a 4 star menu Keywords: complementary food, picky eater, food preference
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN ANAK DBD Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Annif Munjidah; Mery Susanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.179

Abstract

Demam berdarah dapat menyerang semua golongan umur. Proporsi kasus ini berdasarkan umur di Indonesia menunjukkan bahwa DBD paling banyak terjadi pada anak usia sekolah yaitu pada usia 5-14 tahun. Keberhasilan penatalaksanaan DBD terletak pada kemampuan mendeteksi secara dini fase kritis dan penanganan yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan terhadap pencegahan penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti serta penanganan secara cepat dan tepat bagi penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan penyuluhan pencegahan penyebaran nyamuk dan infeksi virus dengue serta demontrasi 3M (menutup, menguras, mengubur) dan proses pembutan spray anti nyamuk dari batang serai. Tingkat pengetahuan dari peserta dilihat dari hasil post test dan pre test penyebaran kuesioner. Hasil pre test pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah dengue pada anak-anak didapatkan sebagian kecil (26,64%) kader memiliki pengetahuan sangat kurang dan kurang serta hampir setengahnya (46,62%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi didapatkan hasil post test pengetahuan kader kesehatan seluruhnya (100%) memiliki pengetahuan sangat baik. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan terkait penceghaan dan penanganan secara cepat dan tepat terhadap kasus demam berdarah dengue yang banyak menimpa anak-anak.
RUMAH ASI DAN PENERAPAN BACK MASSAGE TREATMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Hinda Novianti; Annif Munjidah; Rizki Amalia; Yunik Windarti; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Nadya Gebrina; Evi tasya azaroh; Nur Azmiel; Yulida Revitasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5945

Abstract

Pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia saat ini sudah cukup baik. WHO mencatat 74,5% ibu di Indonesia telah memberikan ASI eksklusif. Pada tahun 2015 kelurahan Wonokromo, Surabaya terpilih sebagai kelurahan siaga aktif terbaik di tingkat propinsi Jawa Timur. Keberhasilan Kampung ASI ini dikembangkan lagi dengan Program Rumah ASI. Dengan keberhasilan Rumah ASI tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi terkait manajemen Rumah ASI bagi mahasiswa dari negara dengan prevalensi ASI eksklusif yang lebih rendah dari Indonesia yaitu Thailand.Menurut WHO, data pencapaian ASI Eksklusif di Thailand hanya 14% pada 2020, ditargetkan mencapai 50% pada 2025 mendatang. Keberlanjutan dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dari Naresuan University Thailand dapat menginisiasi adanya program penunjang seperti Rumah ASI di negaranya sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini adalah sosialisasi tentang manajemen Rumah ASI dan praktik back massage treatment untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menysusui. Kegiatan bertempat di RW 3 Kelurahan Wonokromo, dan diikuti oleh 13 orang mahasiswa dan 3 orang dosen Naresuan University Thailand dan 10 kader kelurahan Wonokromo. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner pretest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan kuesioner posttest yang dibagikan setelah materi diberikan. Keterampilan dinilai dengan menggunakan checklist standar prosedur operasional pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI dan checklist standar prosedur operasional back massage treatment setelah simulasi diberikan.  Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang manajemen Rumah ASI yaitu sebesar 84,25% mahasiswa  mempunyai pengetahuan yang baik sesudah diberikan materi manajemen rumah ASI dan 87,5% mahasiswa Thailand ini memiliki ketrampilan yang baik dalam melakukan back massage treatment
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Tutor sebaya stunting sebagai Upaya pencegahan stunting dan Pengelola Stunting Center Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi; Annif Munjidah; Hinda Noviyanti; Pratiwi hariyani Putri; Heni Agustina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1296

Abstract

Sampai saat ini, stunting pada anak usia 3 – 5 tahun merupakan masalah kesehatan anak terbesar yang dialami oleh sebagian besar negara berkembang termasuk Indonesia. Survey yang telah dilakukan pada bulan Januari 2023 bersama petugas kesehatan setempat bahwa dari 170 balita 30 mengalami gizi yang buruk berupa berat badan kurang sejumlah 18 balita dan 12 balita terindikasi stunting dengan orang tua yang memiliki status ekonomi rendah. Tujuan umum kegiatan ini terfokus pada pencapaian kemandirian kesehatan melalui mendirikan pusat informasi dan fasilitas tata laksana stunting yang dikelola oleh kader kesehatan sebagai upaya mencegah peningkatan prevalensi stunting sekaligus sebagai fasilitas peningkatan pendapatan keluarga yang memiliki anak dengan resiko masalah gizi, keluarga yang terindikasi stunting melalui stunting center. Metode kegiatan menggunakan pendekatan assasement based community development melalui seminar, pelatihan dan pendampingan. Instrumen menggunakan kuesioner dan cek list. Indikator ketercapaian adalah tingkat pengetahuan, tingakat ketrampilan dan pendapatan keluarga yang memiliki bayi dan balita beresiko terjadina gizi buruk dan stunting. Sasaran mitra adalah 55 kader kesehatan dan 55 ibu yang memiliki bayi dan balita yang berusia 5 tahun di wilayah Sidoarjo. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya perbedaan mean pada masing- masing indikator capaian tingkat pengetahuan sebesar 66.6. ketrampilan pengelolaan bahan makanan sebesar 66.2, ketrampilan kewirausahaan berbasis kesehatan 64.3 serta pada indikator pendapatan keluarga sebesar 1.63 dan hasil uji mean whitney dengan sig= 0.001. Metode pendekatan assasement based community development melalui seminar, pelatihan dan pendampingan efektif dalam mengubah tingkat pengetahuan,persepsi dan perilaku kader kesehtan dan ibu- ibu yang memiliki bayi dan balita dalam pemenuhan gizi serta peningkatan ekonomi keluarga sebagai bentuk dukungan pada program penurunan stunting, ketahanan pangan keluarga sekaligus ketahanan ekonomi keluarga