Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBANTUAN MEDIA BLOK PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Sinta Yuni Lestari; Nursiwi Nugraheni
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.213

Abstract

Tujuan dari studi ini untuk memahami seberapa baik keberhasilan model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) dengan bantuan media blok pecahan dalam memaksimalkan kemampuan siswa sekolah dasar dalam menemukan solusi pada masalah matematika. Studi ini dilaksanakan mengenakan metode quasi eksperimen, melibatkan kelompok eksperimen yang terdiri dari 28 siswa dari kelas V SDN Mokaha 01 dan kelompok kontrol yang meliputi 33 siswa dari kelas V SDN Penyalahan 01. Untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah sebelum dan setelah perlakuan, menggunakan tes awal dan tes akhir pada untuk mengetahui hasil. Hasil analisis uji-t memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara hasil tes akhir dari kedua kelompok uji coba (Sig. 0,000) yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran yang diterapkan berpengaruh. Serta model pembelajaran project based learning (PJBL) lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dibandingkan dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) dibuktikan dengan hasil penelitian pada kelas eksperimen sebesar 65,4% yang termasuk kategori cukup efektif, sementara di kelas kontrol hanya 44,01% tergolong kedalam kategori kurang efektif.
SOSIALISASI HUKUM DIGITAL CEGAH SCAM, JUDI ONLINE, DAN PINJOL ILEGAL DESA TANJUNG Sifa Amelia Putri; Nursiwi Nugraheni; Choirul Umam; Erwin Catur Pambagiyo; Nicholas Rangga Ardhi Nugraha
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.656

Abstract

Era digital memunculkan berbagai bentuk kejahatan berbasis teknologi seperti scam, judi online, dan pinjaman online ilegal yang mengancam literasi hukum serta kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hukum digital dan kewaspadaan terhadap praktik tersebut di Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Sosialisasi dilakukan melalui ceramah, diskusi, pamflet edukatif, dan simulasi kasus nyata. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap bahaya kejahatan digital serta kemampuan mereka dalam melakukan pencegahan. Kegiatan ini berhasil memperkuat literasi hukum digital di tingkat lokal dan mendorong perlunya pendampingan lanjutan serta kolaborasi antarpihak terkait.
ANALISIS PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MEMADUKAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF JELAJAH LINGKUNGAN Siti Hajarun Nadhifah Nadhifah; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v7i2.2441

Abstract

The aim of this research is to analyze the effectiveness of implementing the Problem Based Learning (PBL) model in Indonesian language learning, especially in vocabulary material, by combining interactive learning through exploring the school environment. This research aims to improve students' understanding of vocabulary, develop critical thinking skills, and create a fun and contextual learning experience. With direct interaction in the surrounding environment, it is hoped that students can more easily relate new vocabulary in a fun way. The application of this learning was carried out at SDN Ngesrep 03 Semarang using observation, test and data collection techniques. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data, and conclusions. The results of the research showed that 10% of students got scores in the range 90-100, 37% of students got scores in the range 80-89, then students who got scores in the range 70-79 and 60-69 had the same percentage of scores, namely- 26% each. students had an average of 74, median 65, mode 80, highest score 90 and lowest score 60. There were 5 students who did not meet the KKM. Keyword: Learning Outcomes, PBL, Vocabulary
Development of Augmented Reality to Solve Geometry HOTS Problems for Class V SDN 1 Doplang Students Ahmad Ridlo Setiawan; Nursiwi Nugraheni
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 Number 1, 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.5452

Abstract

The results of the initial interview were explained by the class teacher that grade V students of SDN 1 Doplang still had difficulty doing high-level questions, especially on geometry material. Then the observations also prove that in general, teachers still use models and learning media only in the form of pictures and videos. The purpose of this study is to develop augmented reality learning media based on geobar applications so that it can facilitate students in the process of understanding geometry material. The type of research used is research and development (RnD) with the Borg and Gall model which is modified into 9 stages. Data collection techniques through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Results of the product assessment are in the form of validation of learning media carried out by material, media, and language experts with percentages of 91.6%, 90.6%, and 93.1% with a classification of "very feasible". The effectiveness of media with the T-Test obtained a signification value of 0.000. The result of the N-gain calculation was found to be 0.6904 with the criterion "medium". So the learning media for geobar applications of geometry material can be said to be very feasible and effective to be applied in improving the ability to solve hots problems. Researchers recommend the development of augmented reality (AR) media so that it can continue to be maximized so that the learning process can take place interesting and fun so that the material delivered can be easily understood by students.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Numerasi melalui Problem Based Learning Berbantuan Jam Sudut di Gugus Ki Hajar Dewantara Nisa Afdhilla; Nursiwi Nugraheni
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4772

Abstract

Guru dituntut menghadirkan media dan model pembelajaran kreatif guna mengasah kemampuan berpikir kritis  dan numerasi pada siswa. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok yang akan dijadikan sampel. Kelompok eksperimen untuk SDN 2 Karanggayam dan kelompok kontrol untuk SDN Penimbun. Sehingga penelitian ini memiliki 3 tujuan. Tujuan pertama adalah untuk menguji bedanya kemampuan berpikir kritis dan numerasi siswa antara SDN 2 Karanggayam, yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan media pembelajaran jam sudut,  dan SDN Penimbun. Tujuan kedua penelitian ini yaitu menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis dan numerasi yang signifikan antara kelas yang mengimplementasikan model pembelajaran PBL berbantuan jam sudut dengan kelas kontrol. Tujuan ketiga yaitu menganalisis efektivitas peningkatan kemampuan berpikir kritis dan numerasi berdasar dari nilai Gain yang dinormalisasi antara SDN 2 Karanggayam dan SDN Penimbun. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh sekolah dasar di wilayah Gugus Ki Hajar Dewantara yang terdiri atas 6 sekolah dasar. Sampel penelitian yaitu SDN 2 Karanggayam dan SDN Penimbun. Perolehan hasil menggunakan uji t sampel independen pada kemampuan berpikir kritis menunjukkan hasil uji 0,003 (< 0,05), sedangkan pada kemampuan numerasi menunjukkan hasil uji 0,000 (< 0,05). Hasil ini menyatakan jika kemampuan berpikir kritis dan numerasi siswa berbeda rata-rata antara SDN 2 Karanggayam dan SDN Penimbun. Selanjutnya, uji t-test paired sampel menunjukkan skor 0,000 (<0,005), yang menunjukkan adanya beda rata-rata yang signifikan antara tes awal dan tes akhir dari kedua kelompok, baik pada kemampuan berpikir kritis maupun numerasi. Selanjutnya, pada uji Normalized Gain persen untuk kemampuan berpikir kritis SDN 2 Karanggayam sebesar 63,20% (cukup efektif), sedangkan pada SDN Penimbun sebesar 49,60% (kurang efektif). Sementara pada kemampuan numerasi, nilai N-gain persen SDN 2 Karanggayam yaitu 62,17% (cukup efektif) dan pada SDN Penimbun yaitu 50,89% (kurang efektif).