Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEPUASAN PADA PELAYANAN KLINIK DIMASA PANDEMI COVID-19 Romawati, Siti; Ekawati, Dianita; Anggreny, Dian Eka
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.841

Abstract

Latar Belakang: Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang baik. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak wabah virus corona yang merupakan subfamily orthocronavirinae dalam family Coronaviridae dan Ordo Nidovirales. Masa pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua wilayah Indonesia mengakibatkan tingkat kunjungan di fasilitas kesehatan termasuk klinik mengalami penurunan sehingga perlu diketahui tingkat kepuasaan pengunjug di Klinik Kimia Farma Palembang. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pengunjung. Metode: Penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Sampel berjumlah 210 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Quoto Sampling. Uji statistik menggunakan chi square. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate dan multivariat dengan analisis regresi logistik berganda. Hasil: Ada hubungan jarak (p=0,041; OR=0,511), Tangibles (p= 0,000; OR=12,653), Reliability (p= 0,000; OR=10,730), Responsiveness (p= 0,000; OR=15,89), Assurance (p= 0,0002; OR=14,469) dan Emphaty (p= 0,000; OR=23,322) dengan kepuasan pelayanan. Variabel yang paling dominan adalah Emphaty (p=0,005;OR=5,725). Tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan dengan kepuasaan pengunjung, Saran: Klinik memperhatikan jarak rumah pengunjung ke klinik dan meningkatkan dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness dan Emphaty. Untuk peningkatan pelayanan dan kinerja lebih baik lagi, peneliti menyarankan untuk menekankan empaty ke pasien Kata Kunci:  Kepuasan, Pelayanan Klinik, Pandemi, Covid-19
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK (ANPRO) DI RUMAH POTONG HEWAN R, Reni Nurdiantini; Ekawati, Dianita; Priyatno, Akhmad Dwi; Ulfa, Maria
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.778

Abstract

Latar Belakang: Rumah Potong Hewan Ruminanisa (RPH-R) Kota Palembang menghasilkan air limbah yang harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan RPH mengandung bahan organik yang tinggi. Tingginya bahan organik ini dapat berasal dari cairan darah, sisa lemak, tinja, isi rumen dan usus yang digolongkan sebagai limbah organik karena mengandung protein, lemak dan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga berpotensi besar mencemari lingkungan. Tujuan: Untuk menguji kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Minyak dan lemak, pH dan Amoniak sebelum dan sesudah penambahan probiotik Anpro dengan waktu pengamatan hari ke-1, hari-7, hari ke-14 dan hari ke-21 serta menganalisis efektifitas bakteri Anpro pada limbah cair di Rumah Potong Hewan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode Pretest True Eksperimen (Posttest Control Group Design). Penelitian ini dilakukan di UPTD Rumah Potong Hewan Ruminansia Kota Palembang. Waktu pelaksanaan mulai dari tanggal 29 April-24 Mei 2021 dengan melibatkan petugas kebersihan RPH-R. Metode ini merupakan rancangan penelitian yang menggunakan dua kelompok subjek. Hasil: Nilai hasil penelitian tentang limbah cair RPH-R Kota Palembang yang memiliki nilai sedikit lebih tinggi dari baku mutu hanya pada nilai Biochemical Oxygen Demand dan Chemical Oxygen Demand saja dan untuk nilai yang lainnya seperti Total Suspended Solid, minyak dan lemak, pH, dan Amonia masih dalam ambang batas baku mutu. Pemberian bakteri anpro pada pengolahan limbah cair bisa dilakukan dengan penambahan dosis 5 kali lipat dengan waktu 14 hari sedangkan pada dosis 10 kali lipat lebih efektif karena proses penguraian bakteri lebih baik lagi. Saran: Metode dengan penambahan probiotik anpro bisa diterapkan untuk mengurangi bau pada limbah cair RPH sesuai dengan dosis yang disarankan atau dengan dosis 5 kali lipat serta Untuk indikator perlu dibuatkan kolam ikan dan sumur pantau untuk mengetahui kualitas cemaran air disekitar RPH-R Kota Palembang apakah masih kategori aman. Kata Kunci: Limbah, RPH-R
Analisis Perilaku Perawat terhadap 5 Moment dan 6 Langkah Kebersihan Tangan di Rawat Inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025 Novianti, Linda; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3079

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan masalah global yang signifikan dalam pelayanan kesehatan. RSUD Kota Prabumulih mengalami peningkatan kasus phlebitis dari 10 kasus (2022) menjadi 60 kasus (2024), dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat masih di bawah standar nasional (75,03% vs ≥85%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat terhadap praktik 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian cross-sectional melibatkan 67 perawat rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,2% perawat menunjukkan perilaku baik dalam praktik kebersihan tangan. Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan (p = 0,002; OR = 6,564) dan ketersediaan sarana prasarana (p = 0,031; OR = 0,232) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku perawat. Analisis multivariat mengkonfirmasi pengetahuan sebagai faktor dominan (p = 0,002; OR = 6,391) yang dapat menjelaskan 30,8% variasi perilaku. Lama kerja, sikap, peran IPCN, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan adalah faktor yang paling dominan berhubungan terhadap 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di rawat inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025. Peningkatan program edukasi berkelanjutan dan penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial.
Analysis of Factors Affecting Compliance With Hand Hygiene Among Medical Staff at The Health Center Lucky Sandi Centaury; Chairil Zaman; Akhmad Dwi Priyatno; Dianita Ekawati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.397

Abstract

Carrying out the profession as medical personnel, there is a high possibility of direct or indirect contact with microorganisms, so that medical personnel are prone to cross-contamination between patients and medical personnel. This study aims to determine the description of compliance with hand hygiene among respondents at the Nibung Health Center, North Musi Rawas Regency in 2024. The design in this study is an analytical survey with a cross sectional design, using the chi-square test. sampling using total sample technique. The results obtained from each variable are age 0.028 ≤ α 0.05, gender p value 0.312 ≥ 0.05, education with compliance p value 0.021 ≤ 0.05, knowledge p value 0.012 ≤ 0.05, attitude p value 0.003 ≤ 0.005, availability of facilities p value 0.713 ≥ 0.05, the role of PPI p value 0.032 ≤ 0.05. The conclusion is that there is a relationship between age, education, knowledge, attitude, and the role of PPI with compliance with hand hygiene. It is hoped that the Nibung Health Center, North Musi Rawas Regency, will increase staff compliance in the application of daily hand hygiene with the indication of “five moments”
Analysis Factor of Compliance With Taking Anti-Pulmonary Tuberculosis Drugs in Patients With Pulmonary Tuberculosis Vera Kurnia Putri; Chairil Zaman; Akhmad Dwi Priyanto; Dianita Ekawati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.398

Abstract

The most important factor of treatment compliance in the treatment of pulmonary tuberculosis patients is the patient's own awareness of their health status, thus ensuring treatment compliance and facilitating the achievement of recovery. This study aims to determine the description of the analysis of compliance with taking anti-pulmonary tuberculosis drugs in patients with pulmonary tuberculosis at the UPTD Puskesmas Nibung Kab. North Musi Rawas in 2024. This research design is quantitative cross sectional approach. The sample in this study amounted to 35 respondents. Respondent inclusion criteria are tuberculosis patients at UPTD Puskesmas Nibung Kab. North Musi Rawas and willing to become respondents. Data collection using a questionnaire. Bivariate data analysis using Chi-Square test and multivariate multiple logistic regression. The results showed the pvalue of each variable studied, namely gender p value 0.001, education (p value 0.008), occupation (p value 0.011), knowledge p value 0.000, family support p value 0.002, and attitude p value 0.001, on compliance with taking medication at the Nibung Health Center, North Musi Rawas Regency in 2024. The most dominant factor with drug compliance is gender (p value 0.001), (OR 15.583). The conclusion is that there is a significant relationship between gender, education, occupation, knowledge, family support and attitude towards adherence to taking medication. The health center should be able to provide counseling and education about tuberculosis and how to be obedient in taking anti-tuberculosis drugs.
Factor Analysis of The Incidence of Stunting in Children Under Five Siska Damayanti; Dianita Ekawati; Lilis Suryani; Chairil Zaman
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.401

Abstract

Stunting in children under five can result in impaired growth and development of children due to chronic malnutrition and repeated infections, which are characterized by below-standard length or height. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of stunting in the working area of the Sandar Angin Health Center in Pagar Alam City in 2024. This research method with a quantitative approach uses a cross-sectional design. The sampling technique is simple purposive sampling. The population of this study were all children under five who visited the Sandar Angin Health Center in Pagar Alam City in January 2024, Respondents totaled 94 respondents. Research Results The results of the Chi Square test obtained complementary feeding p value 0.004, gender p value 0.636, occupation Chi Square p value 0.021, comorbidities p value 0.42. smoking habits p value 0.000, nutritional status p value 0.000. Conclusion There is a significant relationship between MPAS, occupation, smoking habits and nutritional status with the incidence of stunting, while there is no relationship between gender, and comorbidities with the incidence of stunting. It is hoped that the Sandar Angin Health Center in Pagar Alam City will improve the health service sector.
Analysis of Medication Compliance In Pulmonary Tuberculosis Patients Media Febriana; Lilis Suryani; Dianita Ekawati; Chairil Zaman
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.402

Abstract

Pulmonary TB is the leading cause of death among infectious diseases. Tuberculosis patients who do not comply with taking medication with the dosage rules set by health workers will result in drug resistance or rifampicin resistance, tuberculosis patients who are said to be compliant with taking medication are able to complete treatment for 6 months or until the end of treatment. This study aims to determine drug compliance in pulmonary tuberculosis patients in Pagar Alam City in 2024. The design in this study was an analytic survey with a cross sectional design. The analysis used was univariate and bivariate analysis. The population of this study amounted to 35 people. The sampling method uses total sampling.  The results showed the age variable p value 0.419, Gender p value 0.043 (OR 6,000) (CI 95% 1,274 - 28. 254), Education p value 0.031 (OR 4.667) (CI-95% 1.108 - 19.652), Employment p value 0.203, Knowledge p value 0.004 (OR 12.00) (CI95% 2.374 - 60.648), Family Support p value 0.062, Monitoring of Taking Medication (PMO) p value 0.041, Side Effects p value 0.016 (OR 7.429) (CI95% 1.555 - 35.479). The conclusion of this study is that there is an association between gender, education, knowledge, drug monitoring and side effects with drug compliance of pulmonary tuberculosis patients. On the other hand, there was no association between age, occupation, and family support with drug compliance of pulmonary tuberculosis patients. It is expected that tuberculosis patients pay more attention to their drug consumption compliance during treatment.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DI KLINIK GRAHA SEHAT RSMH RSUP DR MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2025 Trizna Faradika; Ali Harokan; Dianita Ekawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien menjadi tantangan bagi rumah sakit, tidak hanya di Indonesia namun juga di negara lain. Kekecewaan beberapa pasien mempengaruhi kemajuan rumah sakit. Salah satu indikator paling penting yang harus diperhatikan dalam sistem kesehatan adalah kepuasan pasien, karena kepuasan tersebut merupakan hasil dari penilaian pasien mengenai layanan kesehatan dengan membandingkan kenyataan layanan yang diterima di lingkungan rumah sakit. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran kepuasan terhadap layanan kesehatan tradisional di RS Mohammad Hoesin Palembang. Pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan Teknik Sampling cluster adalah metode pengambilan sampel di mana populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok (cluster), dan kemudian beberapa kelompok dipilih secara acak untuk dijadikan sampel. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sampel yang diambil mewakili seluruh elemen populasi, termasuk keragaman yang ada dalam strata tersebut. hasil penelitian tentang kepuasan pasien pelayanan Kesehatan tradisionaldi Klinik Graha Sehat RSMH, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Ada hubungan yang signifikan antara penanganan pengaduan dengan kepuasan pasien pelayanan kesehatan tradisional di Klinik Graha Sehat RSMH Palembang tahun 2025
ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN MAHASISWA DALAM PENERAPARAN SOP K3 DI LABORATORIUM JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK POLTEKKES PALEMBANG Zulfahmi Eko Saputra; Arie Tri Wahyudi; Dianita Ekawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a critical aspect of laboratory activities, particularly in microbiology and hematology laboratories with high-risk environments. This study aimed to assess student compliance levels and analyze the influencing factors in implementing Standard Operating Procedures (SOPs) for OHS in the Laboratory of the Medical Laboratory Technology Department at Poltekkes Kemenkes Palembang. A quantitative cross-sectional approach was used with 60 student respondents. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. Results showed a generally high level of compliance, with 73.3% of students classified as compliant. However, 26.7% were non-compliant, indicating the need for continuous improvement efforts. Of the eight variables tested, only the use of personal protective equipment (PPE) showed a statistically significant relationship with compliance (p < 0.001; OR = 147), making it the strongest predictor in the multivariate model. In contrast, variables such as gender, knowledge, handling of chemical/infectious materials, use of heating equipment, accident response, supervision, and laboratory facilities showed no significant relationship. These findings suggest that student compliance is not solely influenced by individual or cognitive factors but also by systemic, environmental, and collective safety culture aspects. Strengthening institutional policies, regular supervision, and consistent safety education are essential to foster a sustainable culture of compliance
Analisis Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Celikah Kabupaten Ogan Komering Ilir Maryamah, Maryamah; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3203

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dengan peningkatan kasus yang konsisten. Kabupaten Ogan Komering Ilir menunjukkan tren peningkatan dari 71 kasus pada 2022 menjadi 279 kasus pada 2024, dengan Kecamatan Kayuagung sebagai area dengan insiden rate tertinggi. Perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD menjadi faktor kunci dalam pengendalian penyakit berbasis vektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam pencegahan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Celikah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD. Metode: Studi case-control dengan perbandingan 1:1 melibatkan 170 responden (85 kasus DBD dan 85 kontrol) di wilayah kerja Puskesmas Celikah. Sampling dilakukan secara purposive pada 3 desa dengan kasus terbanyak. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat untuk distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Analisis bivariat mengidentifikasi delapan faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Analisis multivariat menunjukkan dua faktor dominan yaitu  pengetahuan kurang dan perilaku tidak menutup wadah air (OR=0,456; 95% CI: 0,037-0,300; p=0,000). Kesimpulan Pengetahuan masyarakat tentang DBD merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi kejadian DBD, dengan responden berpengetahuan kurang memiliki risiko 10,9 kali lebih tinggi terkena DBD. Perilaku menutup wadah air terbukti sebagai faktor protektif yang signifikan. Program pencegahan DBD perlu mengutamakan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi kesehatan yang komprehensif dan promosi praktik menutupan wadah air sebagai intervensi lingkungan yang efektif.