Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 6 – 11 Tahun Di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Lestari, Anggun Dwi Jaya; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.16594

Abstract

Masyarakat Indonesia mempunyai visi untuk mewujudkan pembangunan terutama di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah pembangunan dalam bidang kesehatan gigi. Masalah kesehatan gigi masih menjadi masalah umum yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan kasus gigi rusak/berlubang/sakit di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 45,6% dengan kasus tertinggi terjadi pada kelompok usia 5-9 tahun sebesar 49,9%. Kondisi ini terdapat peningkatan dari hasil Riskesdas tahun 2018 dengan kasus gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3%. Dari hasil laporan dapat disimpulkan bahwa masalah karies gigi pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian karies pada anak usia 6 – 11 tahun di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien anak yang berkunjung ke Poli Gigi RSUD Lubai Ulu. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 82 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian di peroleh ada hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua (p value 0,004), konsumsi makanan kariogenik (p value 0,000) , kebiasaan menyikat gigi (p value 0,001) dan pengetahuan orang tua (p value 0,000) dengan kejadian karies gigi pada anak usia 6 – 11 tahun di Poli Gigi RSUD Lubai Ulu.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pendapatan orang tua, konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menyikat gigi dan pengetahuan orang tua dengan kejadian karies gigi pada anak di poli gigi RSUD Lubai Ulu.
ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA Wijaya, Vera; Priyatno, Akhmad Dwi; Ekawati, Dianita; Yusnilasari, Yusnilasari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.795

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan pengumpulan data awal  yang peneliti lakukan selama 6 bulan terakhir yaitu dari bulan Januari-Juni 2021 didapatkan balita penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 86 kasus. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  ISPA antara  lain,  lingkungan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status  imunisasi, tingkat pendidikan dan pengetahuan keluarga, serta malnutrisi. Tujuan: Diketahuinya analisis kondisi lingkungan rumah dengan  kejadian ISPA pada balita. Metode: Desain penelitian ini adalah cross Sectional. Populasi penelitian ini semua balita yang berobat selama 6 bulan terakhir tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 86 responden, pengambilan sampel menggunakan total populasi. Uji statistik dengan menggunakan chi square dan regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil: Ada hubungan luas ventilasi (p=0.015), pengetahuan ibu (p=0.017), kebiasaan merokok (p=0.002) dan kelembaban (p=0.009) dengan kejadian ISPA pada balita serta tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah (p=0,644), jenis dinding (p=0.909), pencahayaan (p=0.284), dan pendapatan orang tua (p=0,924). Pada analisis multivariat diperoleh variabel paling dominan yaitu kelembaban udara (p= 0.007). Saran: Melakukan penyuluhan dan edukasi secara berkala mengenai rumah sehat dan pencegahan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Kata Kunci: Lingkungan Rumah, ISPA, Balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Pangestika, Hanggayu; Ekawati, Dianita; Murni, Nani Sari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.779

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) khususnya diRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi Kabupaten PALI dari bulan Januari sampai Oktober tahun 2019 sebanyak 119 orang, dan pada tahun 2020 jumlah penderita DM  meningkat sebanyak 350 penderita. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian kasus kontrol (case control). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang terdiagnosa menderita Diabetes Mellitus tipe II dari  bulan Januari sampai Desember 2020 dengan jumlah populasi pada tahun 2021 berjumlah 70 orang. terdiri dari sampel kasus berjumlah 35 orang, dan sampel kontrol berjumlah 35 orang. Hasil: Didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah umur (p = 0,001, OR = 2,160), indeks massa tubuh (p = 0,015, OR = 8,346), aktivitas fisik (p = 0,026, OR = 2,455), dan tingkat pengetahuan (p = 0,021, OR = 2,256). Adapun faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah jenis kelamin (p = 0,148) dan status merokok (p = 0,208). Hasil analisis multivariat menunjukkan probabilitas responden untuk mengalami diabetes mellitus tipe 2 dengan memiliki faktor risiko yaitu usia lansia dan indeks massa tubuh tidak normal adalah sebesar 47,2%. Saran: Perlu peningkatan promosi kesehatan tentang faktor-faktor yang menyebabkan kejadian diabetes melitus tipe II dan pencegahannya kepada masyarakat khususnya pada masyarakat yang memiliki umur diatas 45 tahun, memiliki IMT tidak normal, aktivitas fisik yang tidak teratur, dan masyarakat yang pemahamannya rendah terkait penyakit diabetes melitus tipe II. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor Risiko
STUDI KUALITATIF: IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI DINAS KESEHATAN Aspawati, Nurrahmi; Wahyudi, Arie; Priyatno, Akhmad Dwi; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.770

Abstract

Latar Belakang: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program yang berfokus pada penguatan upaya kesehatan dasar berkualitas yang dilakukan melalui pendekatan keluarga. Namun pelaksanaannya tidak cukup mudah sebab memerlukan motivasi yang kuat, sarana prasarana yang memadai. Tujuan: Mengetahui Implementasi PIS-PK di Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat serta mengetahui pengaruh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap Implementasi PIS-PK. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif. Metode pengambilan partisipan purposive sampling dengan teknik pengambilan partisipan criterion sampling dan dilakukan melalui aplikasi zoom meeting. Partisipan terdiri dari 9 orang pengelola program PIS-PK di 9 Puskesmas dengan dilakukan wawancara focus group discussion. Triangulasi dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sekretaris Dinas Kesehatan, kepala bidang pelayanan kesehatan primer dan pengelola PIS-PK Kabupaten Lahat. Data dianalisis dengan cara analisis tematik. Hasil: Implementasi PIS-PK cukup baik dari segi pendataan. Dalam pengentrian data belum semua puskesmas total coverage serta intervensi belum dilakukan. Faktor komunikasi berupa kurangnya motivasi dari pimpinan, kurangnya follow up dari Dinas Kesehatan, dan petugas yang malu bertanya. Faktor sumber daya termasuk kualitas SDM seperti kurangnya tenaga/petugas, rotasi petugas, dan kurangnya antusias masyarakat. Sedangkan sarana prasarana berupa dana, fasilitas komputer/laptop, sinyal dan internet. Faktor disposisi berupa kurang kerjasama dan komitmen. Faktor struktur birokrasi terkait masalah SOP. Terdapat faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi yang mempengaruhi implementasi PIS-PK. Saran: Diharapkan dapat digunakan sebagai data tambahan dalam mengetahui sejauh mana implementasi PIS-PK sudah berjalan sehingga dapat memaksimalkan peran serta Dinas Kesehatan, Puskesmas, masyarakat dan unsur terkait untuk mengoptimalkan program PIS-PK. Kata Kunci: Implementasi, PIS-PK
ANALISIS PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN MASYARAKAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MUSI Yuniarsih, Yuniarsih; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1320

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi Environment Health Risk Assesment (EHRA) Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2023 didapat fasilitas sanitasi yang paling beresiko adalah air limbah dan tinja. Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin masih menggunakan tanki septik suspek tidak aman 91,26%, pencemaran karena pembuangan isi tangki septik (tidak aman) sebesar 99,21%. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan di aliran sungai musi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian kepala keluarga di Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 93 sampel. Hasil: Distribusi frekuensi responden berdasarkan perilaku bahwa responden dengan perilaku baik berjumlah 55 responden (59,1%). Berdasarkan uji chi-square didapatkan variabel yang berhubungan yaitu pendapatan p Value : 0,00 (OR = 15,87), Pendidikan p Value : 0,00 (OR = 3,68), sikap p Value : 0,00 (OR = 3,43), sumber air bersih P Value : 0,00 (OR = 3,74) dan ketersediaan jamban sehat p Value : 0,03 (OR = 2,48). Saran: Diharapkan Kelurahan Serasan Jaya bisa memotivasi dan mengedukasi masyarakat melalui lintas sektor terkait agar menggunakan jamban sehat, selain itu mengaktifkan bank sampah dimana masyarakat sebagai anggota bank sampah bisa aktif menukarkan sampah dan uang yang didapatkan bisa dikumpulkan setelah mencukupi kemudian dibangunkan jamban sehat. Kata Kunci: Perilaku, BABS, DAS
ANALISIS KEPUASAN PADA PELAYANAN KLINIK DIMASA PANDEMI COVID-19 Romawati, Siti; Ekawati, Dianita; Anggreny, Dian Eka
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.841

Abstract

Latar Belakang: Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang baik. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak wabah virus corona yang merupakan subfamily orthocronavirinae dalam family Coronaviridae dan Ordo Nidovirales. Masa pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua wilayah Indonesia mengakibatkan tingkat kunjungan di fasilitas kesehatan termasuk klinik mengalami penurunan sehingga perlu diketahui tingkat kepuasaan pengunjug di Klinik Kimia Farma Palembang. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pengunjung. Metode: Penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Sampel berjumlah 210 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Quoto Sampling. Uji statistik menggunakan chi square. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate dan multivariat dengan analisis regresi logistik berganda. Hasil: Ada hubungan jarak (p=0,041; OR=0,511), Tangibles (p= 0,000; OR=12,653), Reliability (p= 0,000; OR=10,730), Responsiveness (p= 0,000; OR=15,89), Assurance (p= 0,0002; OR=14,469) dan Emphaty (p= 0,000; OR=23,322) dengan kepuasan pelayanan. Variabel yang paling dominan adalah Emphaty (p=0,005;OR=5,725). Tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan dengan kepuasaan pengunjung, Saran: Klinik memperhatikan jarak rumah pengunjung ke klinik dan meningkatkan dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness dan Emphaty. Untuk peningkatan pelayanan dan kinerja lebih baik lagi, peneliti menyarankan untuk menekankan empaty ke pasien Kata Kunci:  Kepuasan, Pelayanan Klinik, Pandemi, Covid-19
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK (ANPRO) DI RUMAH POTONG HEWAN R, Reni Nurdiantini; Ekawati, Dianita; Priyatno, Akhmad Dwi; Ulfa, Maria
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.778

Abstract

Latar Belakang: Rumah Potong Hewan Ruminanisa (RPH-R) Kota Palembang menghasilkan air limbah yang harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan RPH mengandung bahan organik yang tinggi. Tingginya bahan organik ini dapat berasal dari cairan darah, sisa lemak, tinja, isi rumen dan usus yang digolongkan sebagai limbah organik karena mengandung protein, lemak dan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga berpotensi besar mencemari lingkungan. Tujuan: Untuk menguji kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Minyak dan lemak, pH dan Amoniak sebelum dan sesudah penambahan probiotik Anpro dengan waktu pengamatan hari ke-1, hari-7, hari ke-14 dan hari ke-21 serta menganalisis efektifitas bakteri Anpro pada limbah cair di Rumah Potong Hewan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode Pretest True Eksperimen (Posttest Control Group Design). Penelitian ini dilakukan di UPTD Rumah Potong Hewan Ruminansia Kota Palembang. Waktu pelaksanaan mulai dari tanggal 29 April-24 Mei 2021 dengan melibatkan petugas kebersihan RPH-R. Metode ini merupakan rancangan penelitian yang menggunakan dua kelompok subjek. Hasil: Nilai hasil penelitian tentang limbah cair RPH-R Kota Palembang yang memiliki nilai sedikit lebih tinggi dari baku mutu hanya pada nilai Biochemical Oxygen Demand dan Chemical Oxygen Demand saja dan untuk nilai yang lainnya seperti Total Suspended Solid, minyak dan lemak, pH, dan Amonia masih dalam ambang batas baku mutu. Pemberian bakteri anpro pada pengolahan limbah cair bisa dilakukan dengan penambahan dosis 5 kali lipat dengan waktu 14 hari sedangkan pada dosis 10 kali lipat lebih efektif karena proses penguraian bakteri lebih baik lagi. Saran: Metode dengan penambahan probiotik anpro bisa diterapkan untuk mengurangi bau pada limbah cair RPH sesuai dengan dosis yang disarankan atau dengan dosis 5 kali lipat serta Untuk indikator perlu dibuatkan kolam ikan dan sumur pantau untuk mengetahui kualitas cemaran air disekitar RPH-R Kota Palembang apakah masih kategori aman. Kata Kunci: Limbah, RPH-R
Analisis Perilaku Perawat terhadap 5 Moment dan 6 Langkah Kebersihan Tangan di Rawat Inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025 Novianti, Linda; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3079

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan masalah global yang signifikan dalam pelayanan kesehatan. RSUD Kota Prabumulih mengalami peningkatan kasus phlebitis dari 10 kasus (2022) menjadi 60 kasus (2024), dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat masih di bawah standar nasional (75,03% vs ≥85%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat terhadap praktik 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian cross-sectional melibatkan 67 perawat rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,2% perawat menunjukkan perilaku baik dalam praktik kebersihan tangan. Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan (p = 0,002; OR = 6,564) dan ketersediaan sarana prasarana (p = 0,031; OR = 0,232) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku perawat. Analisis multivariat mengkonfirmasi pengetahuan sebagai faktor dominan (p = 0,002; OR = 6,391) yang dapat menjelaskan 30,8% variasi perilaku. Lama kerja, sikap, peran IPCN, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan adalah faktor yang paling dominan berhubungan terhadap 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di rawat inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025. Peningkatan program edukasi berkelanjutan dan penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial.
Analysis of Factors Affecting Compliance With Hand Hygiene Among Medical Staff at The Health Center Lucky Sandi Centaury; Chairil Zaman; Akhmad Dwi Priyatno; Dianita Ekawati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.397

Abstract

Carrying out the profession as medical personnel, there is a high possibility of direct or indirect contact with microorganisms, so that medical personnel are prone to cross-contamination between patients and medical personnel. This study aims to determine the description of compliance with hand hygiene among respondents at the Nibung Health Center, North Musi Rawas Regency in 2024. The design in this study is an analytical survey with a cross sectional design, using the chi-square test. sampling using total sample technique. The results obtained from each variable are age 0.028 ≤ α 0.05, gender p value 0.312 ≥ 0.05, education with compliance p value 0.021 ≤ 0.05, knowledge p value 0.012 ≤ 0.05, attitude p value 0.003 ≤ 0.005, availability of facilities p value 0.713 ≥ 0.05, the role of PPI p value 0.032 ≤ 0.05. The conclusion is that there is a relationship between age, education, knowledge, attitude, and the role of PPI with compliance with hand hygiene. It is hoped that the Nibung Health Center, North Musi Rawas Regency, will increase staff compliance in the application of daily hand hygiene with the indication of “five moments”
Analysis Factor of Compliance With Taking Anti-Pulmonary Tuberculosis Drugs in Patients With Pulmonary Tuberculosis Vera Kurnia Putri; Chairil Zaman; Akhmad Dwi Priyanto; Dianita Ekawati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.398

Abstract

The most important factor of treatment compliance in the treatment of pulmonary tuberculosis patients is the patient's own awareness of their health status, thus ensuring treatment compliance and facilitating the achievement of recovery. This study aims to determine the description of the analysis of compliance with taking anti-pulmonary tuberculosis drugs in patients with pulmonary tuberculosis at the UPTD Puskesmas Nibung Kab. North Musi Rawas in 2024. This research design is quantitative cross sectional approach. The sample in this study amounted to 35 respondents. Respondent inclusion criteria are tuberculosis patients at UPTD Puskesmas Nibung Kab. North Musi Rawas and willing to become respondents. Data collection using a questionnaire. Bivariate data analysis using Chi-Square test and multivariate multiple logistic regression. The results showed the pvalue of each variable studied, namely gender p value 0.001, education (p value 0.008), occupation (p value 0.011), knowledge p value 0.000, family support p value 0.002, and attitude p value 0.001, on compliance with taking medication at the Nibung Health Center, North Musi Rawas Regency in 2024. The most dominant factor with drug compliance is gender (p value 0.001), (OR 15.583). The conclusion is that there is a significant relationship between gender, education, occupation, knowledge, family support and attitude towards adherence to taking medication. The health center should be able to provide counseling and education about tuberculosis and how to be obedient in taking anti-tuberculosis drugs.