Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 6 – 11 Tahun Di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Lestari, Anggun Dwi Jaya; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.16594

Abstract

Masyarakat Indonesia mempunyai visi untuk mewujudkan pembangunan terutama di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah pembangunan dalam bidang kesehatan gigi. Masalah kesehatan gigi masih menjadi masalah umum yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan kasus gigi rusak/berlubang/sakit di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 45,6% dengan kasus tertinggi terjadi pada kelompok usia 5-9 tahun sebesar 49,9%. Kondisi ini terdapat peningkatan dari hasil Riskesdas tahun 2018 dengan kasus gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3%. Dari hasil laporan dapat disimpulkan bahwa masalah karies gigi pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian karies pada anak usia 6 – 11 tahun di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien anak yang berkunjung ke Poli Gigi RSUD Lubai Ulu. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 82 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian di peroleh ada hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua (p value 0,004), konsumsi makanan kariogenik (p value 0,000) , kebiasaan menyikat gigi (p value 0,001) dan pengetahuan orang tua (p value 0,000) dengan kejadian karies gigi pada anak usia 6 – 11 tahun di Poli Gigi RSUD Lubai Ulu.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pendapatan orang tua, konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menyikat gigi dan pengetahuan orang tua dengan kejadian karies gigi pada anak di poli gigi RSUD Lubai Ulu.
PENGARUH FAKTOR RISIKO, USIA, JENIS KELAMIN DAN STATUS IMUNISASI PADA KASUS TB PARU ANAK DI PUSKESMAS MERDEKA Ekawati, Dianita
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.395

Abstract

Pediatric tuberculosis is TB that occurs in children aged 0-14 years. TB cases that occur in children can be estimated annually to be 5% - 6% of the total TB cases. The highest child TB cases were in the city of Palembang, namely in the working area of the Puskesmas Merdeka as many as 157 cases (Palembang City Health Office, 2019). The purpose of this study was to analyze the factors that influence the incidence of child tuberculosis in the Working Area of the Puskesmas Merdeka, Palembang City. This study used a quantitative design with cross sectional. The number of samples was 157 respondents. The analysis technique was performed by using the Chi Square test with univariate, bivariate and multivariate data analysis. The analysis showed that there was a significant relationship between age (p value = 0.031), gender (p value = 0.005) and household contact (p value = 0.029). And there is no significant relationship between history of BCG immunization (p value = 0.240) with the incidence of tuberculosis in children. And the most dominant variable is age withPR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Dahlia, Desti Emil; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita; Suryanti, Dewi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1363

Abstract

Latar belakang: ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai dengan 6 bulan tanpa menambahkan atau mangganti dengan makanan atau minuman lain. Data dari Susenas menunjukkan persentase bayi di Indonesia yang menerima ASI eksklusif sebesar 73,97% pada tahun 2023, dan 74,73% pada tahun 2024, angka tersebut masih tidak memenuhi target capaian ASI eksklusif selama 6 bulan yaitu 80%. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang III Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025. Metode: penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang III Pumu Kabupaten Lahat yang berjumlah 286 orang. Sampel berjumlah 75 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified  random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p value 0,043), pekerjaan (p value 0,002), efikasi diri (p value 0,012), promosi susu formula (p value 0,018), dukungan suami (p value 0,010), budaya (p value 0,002) dengan pemberian ASI eksklusif. Namun tidak ada hubungan antara umur (p value 0,370), pendidikan (p value 0,303), paritas (p value 0,320), dukungan petugas kesehatan (p value 0,466) dan IMD (p value 0,375) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang dominan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah budaya (OR 41,195). Saran: dapat menyusun rencana program dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif yang meliputi peningkatan edukasi berbasis budaya. Kata Kunci: ASI Ekslusif, Faktor, Puskesmas
ANALISIS FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEGAWAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH Putri, Trie Vany; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita; Harokan, Ali
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1360

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot rangka adalah penyakit kerja yang sering ditemukan, salah satunya yaitu nyeri lokal ataupun menjalar pada punggung bawah (low back pain/LBP). LBP dapat muncul karena pengaruh usia, jenis kelamin, masa kerja, indeks massa tubuh, dan faktor risiko ergonomi (postur janggal, posisi statis), sehingga akan berdampak pada kurangnya aktivitas kerja dan produktivitas. Dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2024, didapatkan 20% pegawai mengeluh nyeri punggung bawah. Tujuan: untuk menganalisis faktor risiko low back pain pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dan diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner yang diadopsi dari Dewi Yanti (2023), lembar Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya keluhan low back pain (42,5%) pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (77,5%), dengan indeks massa tubuh tidak normal (57,5%), dan sebagian besar responden bekerja dengan postur janggal (52,5%). Saran: Lebih menjaga pola hidup sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik serta institusi harus memperhatikan kekurangan sarana dan prasarana yang dapat berdampak pada postur kerja pegawai. Kata Kunci: LBP, ergonomi, Nordic Body Map, REBA
ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA Wijaya, Vera; Priyatno, Akhmad Dwi; Ekawati, Dianita; Yusnilasari, Yusnilasari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.795

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan pengumpulan data awal  yang peneliti lakukan selama 6 bulan terakhir yaitu dari bulan Januari-Juni 2021 didapatkan balita penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 86 kasus. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  ISPA antara  lain,  lingkungan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status  imunisasi, tingkat pendidikan dan pengetahuan keluarga, serta malnutrisi. Tujuan: Diketahuinya analisis kondisi lingkungan rumah dengan  kejadian ISPA pada balita. Metode: Desain penelitian ini adalah cross Sectional. Populasi penelitian ini semua balita yang berobat selama 6 bulan terakhir tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 86 responden, pengambilan sampel menggunakan total populasi. Uji statistik dengan menggunakan chi square dan regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil: Ada hubungan luas ventilasi (p=0.015), pengetahuan ibu (p=0.017), kebiasaan merokok (p=0.002) dan kelembaban (p=0.009) dengan kejadian ISPA pada balita serta tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah (p=0,644), jenis dinding (p=0.909), pencahayaan (p=0.284), dan pendapatan orang tua (p=0,924). Pada analisis multivariat diperoleh variabel paling dominan yaitu kelembaban udara (p= 0.007). Saran: Melakukan penyuluhan dan edukasi secara berkala mengenai rumah sehat dan pencegahan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Kata Kunci: Lingkungan Rumah, ISPA, Balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Pangestika, Hanggayu; Ekawati, Dianita; Murni, Nani Sari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.779

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) khususnya diRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi Kabupaten PALI dari bulan Januari sampai Oktober tahun 2019 sebanyak 119 orang, dan pada tahun 2020 jumlah penderita DM  meningkat sebanyak 350 penderita. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian kasus kontrol (case control). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang terdiagnosa menderita Diabetes Mellitus tipe II dari  bulan Januari sampai Desember 2020 dengan jumlah populasi pada tahun 2021 berjumlah 70 orang. terdiri dari sampel kasus berjumlah 35 orang, dan sampel kontrol berjumlah 35 orang. Hasil: Didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah umur (p = 0,001, OR = 2,160), indeks massa tubuh (p = 0,015, OR = 8,346), aktivitas fisik (p = 0,026, OR = 2,455), dan tingkat pengetahuan (p = 0,021, OR = 2,256). Adapun faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah jenis kelamin (p = 0,148) dan status merokok (p = 0,208). Hasil analisis multivariat menunjukkan probabilitas responden untuk mengalami diabetes mellitus tipe 2 dengan memiliki faktor risiko yaitu usia lansia dan indeks massa tubuh tidak normal adalah sebesar 47,2%. Saran: Perlu peningkatan promosi kesehatan tentang faktor-faktor yang menyebabkan kejadian diabetes melitus tipe II dan pencegahannya kepada masyarakat khususnya pada masyarakat yang memiliki umur diatas 45 tahun, memiliki IMT tidak normal, aktivitas fisik yang tidak teratur, dan masyarakat yang pemahamannya rendah terkait penyakit diabetes melitus tipe II. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor Risiko
STUDI KUALITATIF: IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI DINAS KESEHATAN Aspawati, Nurrahmi; Wahyudi, Arie; Priyatno, Akhmad Dwi; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.770

Abstract

Latar Belakang: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program yang berfokus pada penguatan upaya kesehatan dasar berkualitas yang dilakukan melalui pendekatan keluarga. Namun pelaksanaannya tidak cukup mudah sebab memerlukan motivasi yang kuat, sarana prasarana yang memadai. Tujuan: Mengetahui Implementasi PIS-PK di Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat serta mengetahui pengaruh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap Implementasi PIS-PK. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif. Metode pengambilan partisipan purposive sampling dengan teknik pengambilan partisipan criterion sampling dan dilakukan melalui aplikasi zoom meeting. Partisipan terdiri dari 9 orang pengelola program PIS-PK di 9 Puskesmas dengan dilakukan wawancara focus group discussion. Triangulasi dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sekretaris Dinas Kesehatan, kepala bidang pelayanan kesehatan primer dan pengelola PIS-PK Kabupaten Lahat. Data dianalisis dengan cara analisis tematik. Hasil: Implementasi PIS-PK cukup baik dari segi pendataan. Dalam pengentrian data belum semua puskesmas total coverage serta intervensi belum dilakukan. Faktor komunikasi berupa kurangnya motivasi dari pimpinan, kurangnya follow up dari Dinas Kesehatan, dan petugas yang malu bertanya. Faktor sumber daya termasuk kualitas SDM seperti kurangnya tenaga/petugas, rotasi petugas, dan kurangnya antusias masyarakat. Sedangkan sarana prasarana berupa dana, fasilitas komputer/laptop, sinyal dan internet. Faktor disposisi berupa kurang kerjasama dan komitmen. Faktor struktur birokrasi terkait masalah SOP. Terdapat faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi yang mempengaruhi implementasi PIS-PK. Saran: Diharapkan dapat digunakan sebagai data tambahan dalam mengetahui sejauh mana implementasi PIS-PK sudah berjalan sehingga dapat memaksimalkan peran serta Dinas Kesehatan, Puskesmas, masyarakat dan unsur terkait untuk mengoptimalkan program PIS-PK. Kata Kunci: Implementasi, PIS-PK
ANALISIS PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN MASYARAKAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MUSI Yuniarsih, Yuniarsih; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1320

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi Environment Health Risk Assesment (EHRA) Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2023 didapat fasilitas sanitasi yang paling beresiko adalah air limbah dan tinja. Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin masih menggunakan tanki septik suspek tidak aman 91,26%, pencemaran karena pembuangan isi tangki septik (tidak aman) sebesar 99,21%. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan di aliran sungai musi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian kepala keluarga di Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 93 sampel. Hasil: Distribusi frekuensi responden berdasarkan perilaku bahwa responden dengan perilaku baik berjumlah 55 responden (59,1%). Berdasarkan uji chi-square didapatkan variabel yang berhubungan yaitu pendapatan p Value : 0,00 (OR = 15,87), Pendidikan p Value : 0,00 (OR = 3,68), sikap p Value : 0,00 (OR = 3,43), sumber air bersih P Value : 0,00 (OR = 3,74) dan ketersediaan jamban sehat p Value : 0,03 (OR = 2,48). Saran: Diharapkan Kelurahan Serasan Jaya bisa memotivasi dan mengedukasi masyarakat melalui lintas sektor terkait agar menggunakan jamban sehat, selain itu mengaktifkan bank sampah dimana masyarakat sebagai anggota bank sampah bisa aktif menukarkan sampah dan uang yang didapatkan bisa dikumpulkan setelah mencukupi kemudian dibangunkan jamban sehat. Kata Kunci: Perilaku, BABS, DAS
ANALISIS KEPUASAN PADA PELAYANAN KLINIK DIMASA PANDEMI COVID-19 Romawati, Siti; Ekawati, Dianita; Anggreny, Dian Eka
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.841

Abstract

Latar Belakang: Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang baik. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak wabah virus corona yang merupakan subfamily orthocronavirinae dalam family Coronaviridae dan Ordo Nidovirales. Masa pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua wilayah Indonesia mengakibatkan tingkat kunjungan di fasilitas kesehatan termasuk klinik mengalami penurunan sehingga perlu diketahui tingkat kepuasaan pengunjug di Klinik Kimia Farma Palembang. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pengunjung. Metode: Penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Sampel berjumlah 210 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Quoto Sampling. Uji statistik menggunakan chi square. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate dan multivariat dengan analisis regresi logistik berganda. Hasil: Ada hubungan jarak (p=0,041; OR=0,511), Tangibles (p= 0,000; OR=12,653), Reliability (p= 0,000; OR=10,730), Responsiveness (p= 0,000; OR=15,89), Assurance (p= 0,0002; OR=14,469) dan Emphaty (p= 0,000; OR=23,322) dengan kepuasan pelayanan. Variabel yang paling dominan adalah Emphaty (p=0,005;OR=5,725). Tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan dengan kepuasaan pengunjung, Saran: Klinik memperhatikan jarak rumah pengunjung ke klinik dan meningkatkan dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness dan Emphaty. Untuk peningkatan pelayanan dan kinerja lebih baik lagi, peneliti menyarankan untuk menekankan empaty ke pasien Kata Kunci:  Kepuasan, Pelayanan Klinik, Pandemi, Covid-19
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK (ANPRO) DI RUMAH POTONG HEWAN R, Reni Nurdiantini; Ekawati, Dianita; Priyatno, Akhmad Dwi; Ulfa, Maria
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.778

Abstract

Latar Belakang: Rumah Potong Hewan Ruminanisa (RPH-R) Kota Palembang menghasilkan air limbah yang harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan RPH mengandung bahan organik yang tinggi. Tingginya bahan organik ini dapat berasal dari cairan darah, sisa lemak, tinja, isi rumen dan usus yang digolongkan sebagai limbah organik karena mengandung protein, lemak dan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga berpotensi besar mencemari lingkungan. Tujuan: Untuk menguji kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Minyak dan lemak, pH dan Amoniak sebelum dan sesudah penambahan probiotik Anpro dengan waktu pengamatan hari ke-1, hari-7, hari ke-14 dan hari ke-21 serta menganalisis efektifitas bakteri Anpro pada limbah cair di Rumah Potong Hewan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode Pretest True Eksperimen (Posttest Control Group Design). Penelitian ini dilakukan di UPTD Rumah Potong Hewan Ruminansia Kota Palembang. Waktu pelaksanaan mulai dari tanggal 29 April-24 Mei 2021 dengan melibatkan petugas kebersihan RPH-R. Metode ini merupakan rancangan penelitian yang menggunakan dua kelompok subjek. Hasil: Nilai hasil penelitian tentang limbah cair RPH-R Kota Palembang yang memiliki nilai sedikit lebih tinggi dari baku mutu hanya pada nilai Biochemical Oxygen Demand dan Chemical Oxygen Demand saja dan untuk nilai yang lainnya seperti Total Suspended Solid, minyak dan lemak, pH, dan Amonia masih dalam ambang batas baku mutu. Pemberian bakteri anpro pada pengolahan limbah cair bisa dilakukan dengan penambahan dosis 5 kali lipat dengan waktu 14 hari sedangkan pada dosis 10 kali lipat lebih efektif karena proses penguraian bakteri lebih baik lagi. Saran: Metode dengan penambahan probiotik anpro bisa diterapkan untuk mengurangi bau pada limbah cair RPH sesuai dengan dosis yang disarankan atau dengan dosis 5 kali lipat serta Untuk indikator perlu dibuatkan kolam ikan dan sumur pantau untuk mengetahui kualitas cemaran air disekitar RPH-R Kota Palembang apakah masih kategori aman. Kata Kunci: Limbah, RPH-R