Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

TRANSFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM ERA DIGITAL: PERSPEKTIF PELAKU USAHA Sonjaya, Yaya; Zakaria, Zakaria; Suratini, Suratini; Sutisna, Entis
Journal of Economics Review (JOER) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Economics Review (JOER)
Publisher : Universitas Yapis Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/joer.4.2.185 - 195

Abstract

Keuangan dari perspektif pelaku usaha. Fokus penelitian adalah pada perbedaan tingkat adopsi teknologi antara perusahaan besar dan usaha kecil menengah (UKM), serta faktor keberhasilan, hambatan, dan strategi yang memengaruhi implementasi teknologi digital. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menyaring dan menganalisis literatur yang relevan mengenai adopsi teknologi dalam manajemen keuangan. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting seperti dukungan manajemen, kesiapan infrastruktur, dan pengembangan budaya organisasi yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan adopsi teknologi. Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan besar memiliki kapasitas lebih besar dalam mengadopsi teknologi digital canggih karena dukungan anggaran, infrastruktur, dan pelatihan yang lebih baik dibandingkan dengan UKM. UKM lebih sering menghadapi hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pengetahuan teknis, dan resistensi karyawan. Selain itu, dukungan manajemen dan perubahan budaya organisasi terbukti penting dalam memastikan keberhasilan transformasi digital. Hasil penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha dan pengambil kebijakan untuk merancang strategi transformasi digital yang lebih efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan, dukungan manajemen, dan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi, terutama untuk membantu UKM yang memiliki keterbatasan dalam sumber daya dan infrastruktur.
The Effect of Audit Risk and Workload on Fraud Detection Through Auditor Professional Skepticism Aldrin Akbar; Yana Ermawati; Suratini Suratini; Fahrudin Pasolo; Entar Sutisman
Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/atestasi.v5i2.355

Abstract

This study examines and determines the effect of audit risk and workload on fraud detection through auditors' professional skepticism at the Papua Inspectorate. The population in this study were all 53 auditors at the Papua Inspectorate office. Sampling in this study was carried out using the census sampling method. Sources of data used are primary data collected by distributing questionnaires to all respondents. The statistical method used to test the hypothesis is to use multiple correlations with the help of SmartPLS software. Data analysis consists of descriptive statistical analysis, measurement model tests, outer models consisting of (convergent validity, discriminant validity, composite reliability) and structural model tests, or the inner model is evaluated using R-square for the dependent construct, direct and indirect hypothesis testing. The results showed that the audit risk variable had a positive and significant effect on fraud detection, the workload variable had a negative and significant impact on fraud detection, and the skepticism variable had a positive and significant effect on fraud detection. The audit risk variable positively and significantly impacts fraud detection through skepticism, and the workload variable negatively and significantly affects fraud detection through skepticism.
The Relationship of Palliative Care to Quality of Life in the Elderly: A Literature Review Muhamad Kafa Fahmi; Ns. Suri Salmiyati; Suratini, Suratini
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, May - Juny (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of elderly people in Indonesia poses a serious challenge to the health and social sectors. Palliative care, which aims to improve the quality of life of the elderly, plays an important role in providing holistic care for patients facing chronic or terminal illnesses. This study aims to examine the relationship between palliative care and the quality of life of the elderly through a literature review. A literature search was conducted using two databases, Google Scholar and PubMed, with the keywords “Palliative Care,” “Quality of Life,” and “Elderly,” and selecting articles published between 2015 and 2022. A total of six articles met the inclusion and exclusion criteria, which were then systematically analyzed. The results of the analysis showed that palliative care contributes significantly to improving the quality of life of the elderly, especially through physical, psychological, social, and spiritual support. This care is proven to be effective both in direct intervention, homecare, and education to the elderly family. However, the limitation of relevant studies is a challenge in examining this topic in more depth. This research is a literature review conducted with a systematic approach. This study uses PICOST analysis to identify relevant literature. The analyzed literature was obtained from Google Scholar and PubMed databases, using the main keywords “Palliative Care,” “Quality of Life,” and “Elderly.” Inclusion criteria included articles published between 2015 and 2022, available in full text, and relevant to the topic. A total of 6 articles that met the inclusion criteria were used in this analysis. The results of the literature review show that palliative care can consistently improve the quality of life of the elderly. Aging, which causes a decrease in body function and endurance, makes the elderly more vulnerable to physical and psychological illnesses, so palliative care is very important to maintain their quality of life. According to WHO, quality of life includes physical, psychological, social, spiritual and environmental aspects. Of the 314 articles identified, 38 were duplicates and were excluded. After assessing the quality and appropriateness of the articles to the topic, 6 journals were obtained that met the criteria for systematic analysis. This selection flow is shown in the PRISMA flow chart. Palliative care can significantly improve the quality of life of the elderly, both in terms of physical, psychological, social, and spiritual aspects.
Pengaruh Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Akuntabilitas Laporan Keuangan Daerah Buntuan, Rosalynda; Yamin Noch, Muhammad; Pasolo, Fahrudin; Zakaria, Zakaria; Suratini, Suratini
Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 8 No. 2 (2025): April - September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/atestasi.v8i2.1530

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sistem Pengendalian Internal (SPI) terhadap Akuntabilitas Laporan Keuangan Daerah di Kabupaten Pegunungan Bintang. Desain Penelitian dan Metodologi: Desain penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan dari 98 responden atau sebesar 96,08% dari total populasi sebanyak 102 orang yang merupakan aparatur pada OPD Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan jenis simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui uji regresi linear berganda dengan pengujian parsial (uji t) untuk masing-masing variabel independen. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAKD, kompetensi SDM, dan SPI secara parsial berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas laporan keuangan daerah. Di antara ketiga variabel, SAKD memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,364 dan nilai t sebesar 4,666 pada tingkat signifikansi 0,000. Implikasi: Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan sistem akuntansi berbasis standar pemerintah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Implikasi praktis dari penelitian ini mendorong pemerintah daerah untuk fokus pada pengembangan sistem akuntansi dan peningkatan kapasitas SDM. Studi lanjutan disarankan untuk memasukkan variabel lain seperti perencanaan anggaran, transparansi, dan adopsi teknologi informasi guna memperkaya model analisis.
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap kepatuhan diet rendah garam lansia hipertensi Asnira, Asnira; Suratini, Suratini; Sudyasih, Tiwi
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1068

Abstract

Background: Hypertension, a degenerative disease often suffered by the elderly, is the number one cause of death worldwide. The prevalence of hypertension in the elderly population is 48.39%. If left untreated, it increases the risk of cardiovascular disease, the leading cause of death globally. Purpose: To analyze the effect of health education using audio-visual media on compliance with a low-salt diet in elderly patients with hypertension at the Posyandu Lansia in Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest design with a control group. The subjects were hypertensive elderly people at the Panuntun Posyandu for the elderly, aged >60 years, totaling 20 respondents, selected using non-random techniques (non-probability sampling with a purposive sampling method). This study used a questionnaire as the measuring instrument, and the Wilcoxon signed-rank test was used for hypothesis analysis. Results: A significant difference was found in the statistical analysis using the Wilcoxon Rank Test between the control and intervention groups after receiving audio-visual health education. Conclusion: Audio-visual health education is effective in improving compliance with a low-salt diet in hypertensive elderly individuals at the Panuntun Kwarasan Elderly Posyandu in Nogotirto, Gamping, Sleman.   Keywords: Health Education with Audio-Visual Media, Low-Salt Diet Adherence   Pendahuluan: Hipertensi menjadi penyakit degeneratif yang sering diderita lansia dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya, prevalensi lansia hipertensi mencapai 48,39%, jika tidak ditangani akan berdampak pada risiko utama penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab utama kematian secara global. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia, Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Metode: Jenis penelitian metode quaisi eksperimen bentuk rancangan pretest-posttest with control group. Subjek penelitian adalah lansia hipertensi di Posyansu Lansia Panuntun yang berusia >60 tahun berjumlah 20 responden yang diambil menggunakan teknik non random (non probablitiy sampling dengan metode purposive sampling). Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan analisa hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna berdasarkan uji beda statistic menggunakan uji Wilcoxon Rank Test didapatkan hasil (p=0,011) antara kelompok kontrol dan intervensi, setelah dilakukan pendidikan kesehatan media audio visual. Simpulan: Pendidikan kesehatan dengan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Panuntun Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman.   Kata kunci: Pendidikan Kesehatan media dengan Media Audio Visual; Kepatuhan Diet Rendah Garam; Lansia; Hipertensi
Dinamika Kelompok Memediasi Pengaruh Manajemen Perubahan Terhadap Efektivitas Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Papua Sari, Nurhantika Wulan; Noch, Muhamad Yamin; Yendra, Yendra; Suratini, Suratini; Fachril, Fadriansyah
Advances in Management & Financial Reporting Vol. 3 No. 3 (2025): June - September
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/amfr.v3i3.609

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausal antara manajemen perubahan terhadap efektivitas pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di IPDN Kampus Papua dengan dinamika kelompok sebagai variabel mediasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal-komparatif (causal-comparative research). Teknik pengambilan sampel adalah sensus, melibatkan 53 praja muda IPDN sebagai responden. Uji validitas menunjukkan nilai outer loading di atas 0,70 untuk seluruh variabel. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability di atas 0,70. Analisis data dilakukan dengan model struktural berbasis PLS. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa manajemen perubahan menjelaskan 32,6% variabilitas dinamika kelompok, dan bersama-sama dengan dinamika kelompok menjelaskan 76,0% variabilitas efektivitas pengelolaan kegiatan. Nilai f² menunjukkan pengaruh besar manajemen perubahan terhadap efektivitas kegiatan (1,152), serta pengaruh sedang dinamika kelompok terhadap efektivitas kegiatan (0,308). Uji mediasi menunjukkan dinamika kelompok secara signifikan memediasi pengaruh manajemen perubahan terhadap efektivitas pengelolaan kegiatan (koefisien jalur 0,189; p = 0,020). Implikasi: Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dinamika kelompok dalam mendukung keberhasilan manajemen perubahan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler. Strategi pengelolaan perubahan perlu diintegrasikan dengan pembinaan kerja sama, komunikasi, dan kohesi kelompok.
Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia Utami, Endang Sri; Suratini, Suratini; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1150

Abstract

Background: Sleep disturbance is a common problem in the elderly and can be influenced by psychological factors such as anxiety. Poor sleep quality in the elderly has an impact on functional, physical, mental and social decline. Purpose: This study aims to determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly at the panuntun elderly posyandu Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Method: This study used quantitative methods with descriptive correlation design and cross-sectional approach. The sample was 70 elderly people selected by total sampling technique. The instruments used were the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire to measure anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure sleep quality. Data analysis using Kendall's Tau test_b Results: The results showed that most respondents experienced anxiety in the moderate category as many as 43 respondents (61.4%) and had poor sleep quality as many as 45 respondents (64.3%). The results of Kendall's Tau_b test showed that there was no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly with a p-value of 0.961 (p> 0.05) and a correlation coefficient of -0.006. Conclusion: There is no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly. This shows that sleep quality in the elderly is more influenced by other factors such as physical condition, comorbidities, environment, and other psychosocial factors. Keywords: Anxiety, Sleep Quality, Elderly. Pendahuluan: Gangguan tidur merupakan masalah umum pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan. Kualitas tidur yang buruk pada lansia berdampak pada penurunan fungsi, fisik, mental dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Posyandu Lansia Panuntun Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau_b Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan pada kategori sedang sebanyak 43 responden (61,4%) dan memiliki kualitas tidur cukup buruk sebanyak 45 responden (64,3%). Hasil uji Kendall’s Tau_b menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia dengan nilai p-value sebesar 0,961 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,006. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur pada lansia lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik, penyakit penyerta, lingkungan, dan faktor psikososial lainnya. Kata Kunci : Kecemasan, Kualitas Tidur, Lansia
STUDI KOMPARASI HASIL SKRINING GCU DAN TEKANAN DARAH DI POSYANDU LANSIA KEPEK DAN JETIS PENDOWOREJO GIRIMULYO KULON PROGO Hanif, Muhammad Amar; Rohmawati, Zubaida Rohmawati; Suratini, Suratini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.558

Abstract

Lansia beresiko tinggi mengalami penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, asam uraat, dan kolesterol sehingga memerlukan pemantauan kesehatan secara rutin. Skrining kesehatan adalah salah satu cara untuk mengetahui adanya faktor risiko terjadinya penyakit tersebut. Posyandu Lansia berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Namun, sebagian Posyandu Lansia mengalami kendala dalam menjaga keaktifan, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol pada kelompok lansia di Posyandu Lansia Kepek (nonaktif) dan Posyandu Lansia Jetis (aktif). Jenis penelitian ini adalah studi komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Total sampling pada penelitian ini adalah 19 lansia dari Jetis dan 20 lansia dari Kepek. Alat yang digunakan untuk pengambilan data menggunakan GCUmeter dan Sphyghmomanometer. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney pada setiap hasil skrining kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata hasil skrining kesehatan Posyandu Lansia Jetis lebih baik daripada Kepek. Namun hasil p-value pada setiap parameter menunjukan nilai >0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tekanan darah, kadar gula darah, kadar asam urat, dan kadar kolesterol pada Posyandu Lansia aktif (Jetis) dan nonaktif (Kepek).
Edukasi Preventif bagi Penggiat Anti Narkoba: Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Jayapura Zakaria, Zakaria; Sutisman, Entar; Yendra, Yendra; Suratini, Suratini; Prasetianingrum, Septyana; Saling, Saling; Marihi, Laode
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3451

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan penyalahgunaan narkotika bagi penggiat komunitas di Kabupaten Jayapura melalui pendekatan partisipatif berbasis konteks lokal. Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan satu hari yang mencakup materi pengenalan jenis narkoba, identifikasi gejala pengguna, dan strategi pencegahan, disertai simulasi komunikasi publik serta evaluasi pre–post test skala 0–100. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna (Pre = 62,42 ± 3,87; Post = 82,40 ± 5,83; ? = 19,98 ± 4,36; t(39) = 28,94; p < 0,001; d = 4,58), dengan perbaikan terbesar pada pengenalan jenis narkoba dan strategi pencegahan. Selain aspek kognitif, peserta melaporkan penguatan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan pesan anti narkoba di komunitas. Keterbatasan utama kegiatan adalah durasi singkat dan cakupan peserta yang terbatas; rancangan pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial-budaya serupa. Preventive Education for Anti-Drug Advocates: Strategies for Preventing Narcotics Abuse in Jayapura Regency This community service program aimed to strengthen drug-prevention literacy among community activists in Jayapura Regency through a participatory, context-sensitive approach. Forty participants completed a one-day training covering drug typologies, recognition of user symptoms, and prevention strategies, complemented by public-communication simulations and a 0–100 pre–post test evaluation. Findings indicate a statistically meaningful improvement (Pre = 62.42 ± 3.87; Post = 82.40 ± 5.83; ? = 19.98 ± 4.36; t(39) = 28.94; p < 0.001; d = 4.58), with the largest gains observed in drug-type recognition and prevention strategies. Beyond cognition, participants reported enhanced communication skills to disseminate anti-drug messages. Despite the short duration and limited coverage, the training design is replicable in other locales with similar socio-cultural characteristics.
The Role of Microloans, Informal Employment, and Income in Reducing Poverty in Eastern Indonesia Suratini; Jolyne Myrell Parera; Imran Syafei M. Nur; Maria Yuvita Gobay
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 3 (2025): JIMKES Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i3.3313

Abstract

This study analyzes the influence of microloans, the availability of informal employment, and income levels on poverty rates in the Eastern Indonesia region. Using panel data from 13 provinces over the 2020–2022 period and a Random Effect Model regression method, the results show that microloans and the availability of informal employment significantly contribute to reducing poverty, while income levels do not have a significant partial effect. However, collectively, the three variables have a significant impact on poverty rates. These findings highlight the importance of expanding access to microloans and improving the quality of informal employment to support poverty alleviation efforts. Microloans can help low-income individuals start or grow small businesses, while the informal sector provides job opportunities for those not absorbed into the formal labor market.