Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pharmaceutical Science Journal

REVIEW ARTIKEL: TINJAUAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa aggregatum group) nurihardiyanti nurihardiyanti; Tania Rizki Amalia; Andriyani Rahmah Fahriati
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 2 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i2.413

Abstract

Herbal medicine is widely used and trusted by the community . and trusted by the public to treat various diseases.One of the plants that is often used is onion. Shallots are widely used or often consumed by the public as a kitchen spice, which is widely known by the public. In addition, red onion is often used by the community for alternative medicine because this plant is widely available in the community and is easy to obtain, only the skin is discarded because it is considered useless and is only used as waste. Shallot skin has many pharmacological activities, especially if it is in the form of an extract. The pharmacological activities of bay leaves include antibacterial, anti-inflammatory, antidiabetic, antioxidant, hepatoprotector and hyperuricemia. The content of onion skin is allicin, aliin, phenolic acid, flavonoids, quercetin, saponins, flavonoids, polyphenols, saponins, terpenoids and alkaloids, onion skin also contains various chemical compounds, namely proteins, minerals, sulfur anthocyanins, kaemferol, carbohydrates, and fiber. . In this review, primary data searches are conducted online, in the form of national and international journals, books and ebooks. The results obtained from several journals and other sources can be known various kinds of pharmacological activities of onion peel extract.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI PENYAKIT DIARE DI INSTALASI RAWAT INAP RSU KOTA TANGERANG SELATAN Andriyani Rahmah Fahriati
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 1 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i1.254

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of death in children under five years of age and was responsible for the deaths of 370,000 childrens in 2019. Microorganisms that cause diarrhea tend to be caused by bacterial infections. Therefore, antibiotics can be used as first-line therapy for treating cases of diarrhea. The increasing prevalence of antibiotic use in pediatric patients with diarrhea requires appropriate therapy to reduce morbidity. One aspect related to this is the evaluation of the rationality of the use of antibiotics. The purpose of this study was to determine the evaluation of the rationality of using antibiotics in pediatric patients with diarrheal disease at the South Tangerang City General Hospital in 2020. This study was non-experimental. Data collection in this study was carried out retrospectively and analyzed descriptively. Obtained data with a total of 37 research samples. The study was conducted by evaluating the rationale for using antibiotics based on the right indication, the right drug, the right dose, the right patient, and the right way of administering the drug. The data obtained were compared with the World Gastroenterology Organization Global Guidelines 2012, ISO 2019, and MIMS edition 17. The results showed that of the 37 patients who suffered the most from diarrhea, aged 0 – 5 years, 29 patients were affected and the sex most affected by diarrhea was behavior. – male with a total of 21 patients. Evaluation of the use of antibiotics or rationality in pediatric patients with the diarrheal disease based on the criteria of 100% right indication, 100% right indication, 100% the right drug, 94,6% the right dose 100%, the right patient, and 100% the right way of administering the drug.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM ANTIRETROVIRAL PADA ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS) BERDASARKAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Andriyani Rahmah Fahriati; Fenita Purnama Sari Indah; Beny Maulana Satria; Ananda Ayu Mutoharoh
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v1i1.157

Abstract

ABSTRAKTotal kasus HIV/AIDS secara global hingga akhir tahun 2018 adalah 37.9 juta. Pada laporan Ditjen P2P, Kemenkes RI, 9 November 2020, tentang perkembangan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan III Tahun 2020 jumlah HIV secara nasional dilaporkan sampai September 2020 sebanyak 409.857 orang, sedangkan jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sampai dengan September 2020 sebanyak 127.873. Kasus kematian turun sebesar 45% dan penggunaan terapi ARV meningkat sebesar 62%. Terdapat banyak faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum ARV seperti pengetahuan dan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum antiretroviral pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) berdasarkan systematic literature review.: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Peneliti mengumpulkan sejumlah data pustaka terkait dengan masalah. Database : 1.367 artikel ditemukan melalui penelusuran di (google scholar, BMC, PubMed). Dari 1.367 artikel didapatkan bahwa 10 artikel digunakan untuk menjadi referensi pada penelitian ini sesuai dengan kriteria eksklusi yang ditetapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum antiretroviral pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) sebanyak (50%), sedangkan terdapat huhungan dukungan sosial dengan kepatuhan minum antiretroviral pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) sebanyak (90%).
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIHIPERTENSI DOSIS TUNGGAL PADA PASIEN HIPERTENSI TANPA PENYAKIT PENYERTA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Fahriati, Andriyani Rahmah; Fadilah, Adam Rizki; Rahmawati, Adelia; Denisa, Dila; Chasanah, Eneng Uswatun; Sahara, Khalipatun; Nurhakiki, Nurhakiki; Agustian, Rizki Zaidan; Fauziah, Shifa
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 2 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i2.902

Abstract

Hypertension is a disease that occurs in various countries, especially Indonesia, where financing and health care are increasingly expensive. Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2019, there were around 1,13 billionhypertension sufferers worldwide. Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal limits which can cause disease and even death. Pharmacoeconomic research is considered a suitable solution for policy makers in determining cost-effective clinical alternative treatments. The increasing costs of chronic diseases make access and quality of health services increasingly expensive, so solutions are needed to reduce health financing problems. The method used is cost effectiveness analysis (CEA). This systematic literature review aims to analyze single antihypertensive drugs in hypertensive patients without comorbidities using various related literature. Data were collected prospectively that met the inclusion and exclusion criteria. CEA analysis is calculated by looking at the ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) value. From the overall results of the literature review, the most cost-effective antihypertensive drug is amlodipine, with the highest ACER range of 955.66 and the lowest 7,611. So it can be concluded that the most cost-effective antihypertensive therapy is amlodipine.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DAN LOKASI TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN APOTEK SEGER PRIMA KABUPATEN BOGOR Kurniawati, Dewi Indah; Fahriati, Andriyani Rahmah; Romlah, Siti Novy; Sari, Diah Permata; Nafisah, Lina
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 : Pharmaceutical Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i1.1077

Abstract

ABSTRAK  Pelayanan yang tepat memberikan kepuasan dan loyalitas bagi pelanggan. Apotek juga memerlukan loyalitas pelanggan untuk keberlanjutan perusahaan. Loyalitas penting mengingat persaingan di industri farmasi yang ketat, sehingga bisnis perlu memberikan layanan unggul agar memiliki daya saing. Tujuan Peneltian untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dan lokasi terhadap loyalitas konsumen di Apotek Seger Prima Kabupaten Bogor. Metode Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan februari – maret tahun 2024 di Apotek Seger Prima Kabupaten Bogor dengan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 341 responden yang diambil secara acak. Kualitas pelayanan, Lokasi dan Loyalitas Konsemen diukur dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menggunakan analisis korelasi spearman rank test dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 pada tingkat taraf kepercayaan 0.05 atau 95% dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen sebesar 0,252. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen dengan tingkat hubungan yang rendah. Nilai koefisien korelasi anatara lokasi terhadap loyalitas konsumen sebesar 0,275. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan antara lokasi terhadap loyalitas konsumen yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kualitas pelayanan dan lokasi dinilai sangat baik, serta loyalitas konsumen sangat tinggi, hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian terhadap loyalitas konsumen masih rendah. 
PROFIL PERESEPAN OBAT ASMA PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “X” JAKARTA PERIODE JANUARI – MARET 2023 Dewantoro, Agung; Fahriati, Andriyani Rahmah; Galih Pratiwi, Rekiyan Tuhu; Dewi, Bheta Sari; Rahajeng, Suny Koswara; Ismaya, Nurwulan Adi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 1 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 1, 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i1.730

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi (peradangan) kronis saluran napas yang ditandai dengan adanya mengi episodik, batuk, dan rasa sesak di dada akibat penyumbatan saluran napas. Asma pada bayi dan anak-anak memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa. Asma pada anak juga memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Penyakit asma tidak dapat disembuhkan namun dapat di kontrol sehingga pasien anak yang menderita asma akan mengkonsumsi atau menggunakan obat obatan asma dalam kurun waktu yang cukup panjang. Disamping itu serangan asma yang tidak dapat terprediksi serta munculnya sesak napas pada pasien asma dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat. Oleh karenannya obat asma harus selalu tersedia dan tidak boleh terjadi kekosongan disarana pelayanan kesehatan sehingga pola peresepan obat asma pada pasien anak perlu diketahui agar data yang diperoleh dapat digunakan sebagai evaluasi pengadan obat asma pada pasien anak agar tidak terjadi kekosongan  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat asma pada pasien anak di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit “X” di wilayah Jakarta Selatan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian bersifat deskriptif. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien asma anak secara retrospektif pada periode Januari – Maret 2023 di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit “X” di wilayah Jakarta Selatan. Hasil :  penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien asma adalah anak laki-laki sebanyak 56 orang (57,73%) dengan usia 0 – 4 tahun sebanyak 53 (54,64%). Jenis obat bronkodilator yang paling banyak digunakan adalah salbutamol (54,69%), golongan kortikostreroid menggunakan obat jenis budesonide (46,47%), antihistamin yaitu cetirizine (68,18%), mukolitik yaitu acetylcysteine (36%), dan analgetik antipiretik yaitu paracetamol (100%). Golongan obat asma yang paling banyak digunakan yaitu golongan bronkodilator (46,21%). Bentuk sediaan obat yang paling banyak diresepkan adalah nebulizer (35%). Jumlah obat asma dalam 1 resep yang paling banyak diresepkan yaitu 2 macam obat (34,02%).