Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Sparkol Video Scribe Pada Materi Mitigasi Bencana Alam Kelas XI SMA Sitompul, Retina Hayati meilani; Elfayetti, Elfayetti
EL-JUGHRAFIYAH Vol 4, No 2 (2024): El-Jughrafiyah : August, 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v4i2.32720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran dengan sparkol video scribe pada materi mitigasi bencana alam, mengetahui kelayakan media pembelajaran sparkol video scribe pada materi mitigasi bencana alam, dan mengetahui respon siswa terkait dengan media pembelajaran sparkol video scribe. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI di SMA Swasta parulian 1 medan, objek penelitian adalah media pembelajaran sparkol video scribe. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, instrumen, dan dokumentasi, teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengembangan media pembelajaran menggunakan model pengembangan 4D (define, design, development, dan disseminate), menghasilkan produk yaitu sparkol video scibe dengan rata – rata kelayakan yang didapatkan oleh ahli media sebesar 52 dengan kategori sangat layak, , selanjutnya oleh ahli materi rata-rata yang didapatkan sebesar 42, dengan kategori sangat layak, kemudian respon peserta didik terhadap media pembelajaran sparkol video scribe sebesar 42.67 dengan kategori akseptansi sangat tinggi. Kata kunci: Media pembelajaran, Sparkol video scribe, Kelayakakan media, respon siswa, mitigasi bencana
The Impact of E-Modules on Students’ Critical Thinking Skills Sidauruk, Tumiar; Delita, Fitra; Berutu, Nurmala; Yuniastuti, Eni; Elfayetti, Elfayetti
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol. 8 No. 2 (2024): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (SJDGGE)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v8i2.625

Abstract

E-modules is one of electronic learning materials more useful and efficient in 21st learning. The objectives of this study are to develop an e-module, measure its feasibility and analyze its impact on students’ critical thinking in the Learning Media Course. ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) was used in this study. A quasi-experimental research design was carried out to analyze the impact of using e-modules on critical thinking. A total of 40 students in the fourth semester of the Geography Education Department, Social Sciences Faculty, Universitas Negeri Medan were participated in this research. Data collection was used questionnaires and an essay test. Descriptive statistics and inferential statistics were performed for data analysis. The statistical test carried out was a t-test. The research findings showed that the e-module was feasible to apply in lectures and significantly improved students’ critical thinking.
Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair Zahwa, Afitzka Al; Elfayetti, Elfayetti; Kardiana, Elsa; Simarmata, Claudia G.N.; Hutauruk, Mutiara Cristeofani; Aulia, Citra; Purba, Tondang Raja P.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26123

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Limbah sayuran, yang umumnya dibuang tanpa pengelolaan lebih lanjut, menimbulkan tantangan lingkungan dan masalah bau. Penelitian ini menggunakan Effective Microorganisms (EM4) untuk mempercepat proses fermentasi, mengubah senyawa organik kompleks menjadi nutrisi yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tanaman. Pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki pH sebesar 6,9, sehingga cocok untuk sebagian besar tanaman. Proses ini melibatkan pengumpulan limbah sayuran, persiapan, dan fermentasi dengan EM4 selama 7-14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC yang dihasilkan kaya akan nitrogen, unsur hara makro, dan hormon pertumbuhan tanaman, yang mendukung perkembangan tanaman yang sehat. Selain itu, pemanfaatan limbah sayuran sebagai pupuk tidak hanya mengurangi limbah organik tetapi juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Penelitian ini menyoroti pentingnya solusi pengelolaan limbah yang inovatif dalam meningkatkan kesehatan tanah dan mendukung keberlanjutan lingkungan di bidang pertanian.
Analisis Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Buah dan Sayur Luahambowo, Kerin Sisca; Elfayetti, Elfayetti; Kardiana, Elsa; Sembiring, Samariana; Harefa, Sri Aswinda; Marpaung, Viviana; Bancin, Girang Stevani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan pupuk organik dari limbah buah dan sayur serta manfaatnya dalam pertanian berkelanjutan. Dengan meningkatnya tantangan terkait keberlanjutan dan dampak lingkungan dari penggunaan pupuk kimia, pupuk organik sebagai alternatif ramah lingkungan menjadi semakin penting. Proses pembuatan pupuk organik dilakukan melalui pengomposan, yang melibatkan fermentasi bahan organik menggunakan mikroorganisme. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pupuk organik yang dihasilkan memiliki pH 6,8, yang ideal untuk pertumbuhan tanaman, serta kandungan organik yang tinggi dan kapur yang bermanfaat untuk menetralkan keasaman tanah. Penggunaan pupuk organik ini tidak hanya meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian, tetapi juga mendukung pengurangan limbah dan pencemaran, sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan.
Analisis Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Sayuran Lumbantungkup, Rosa Delima; Elfayetti, Elfayetti; Kardiana, Elsa; Situmorang, Duma Yanti; Gaol, Riski Fanni Lumban; Nst, Khairunnisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pupuk organik padat dari limbah sayuran dan buah, faktor yang mempengaruhi kualitas pupuk organik padat, serta manfaat ekonomi dan lingkungan dari pemanfaatan limbah sayuran dan buah sebagai bahan baku pupuk organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan tahapan pengumpulan bahan, pencacahan, fermentasi, serta pengujian pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik padat yang dihasilkan memiliki pH netral (7) serta kandungan unsur hara yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, pemanfaatan limbah sayuran dan buah sebagai pupuk organik dapat mengurangi limbah organik dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan demikian, masalah sampah organik dapat teratasi dan pertanian berkelanjutan dapat didukung oleh pembuatan pupuk organik.
Inovasi Pupuk Cair Sabut Kelapa: Efektivitas dan Keunggulanya dalam Pertanian Rahma, Mawaddah; Hasibuan, Novita; Elfayetti, Elfayetti; Kardians, Elsa; Siregar, Risbue; Andini, Syarifah; Asmara, Widya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26165

Abstract

Pupuk memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil pertanian, namun penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pupuk cair berbasis sabut kelapa sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Melalui metode eksperimen dengan rancangan blok acak lengkap (RCBD), dilakukan pengujian untuk menentukan nilai pH dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair sabut kelapa memiliki pH 6,9, yang termasuk dalam kisaran netral hingga sedikit asam, sehingga mendukung penyerapan nutrisi oleh tanaman. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian. Meskipun hasil awal menunjukkan potensi yang positif, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitasnya pada berbagai jenis tanaman serta dampaknya dalam jangka panjang.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN THE MANAGEMENT OF VILLAGE TOURISM IN NAGARI SUMPUR, BATIPUH SELATAN DISTRICT, TANAH DATAR REGENCY, WEST SUMATRA PROVINCE Fahmi, Muhammad Najmul; Azhari, Nazwa Aulia; Adibya, M. Hayqal; Elfayetti, Elfayetti
Geographica: Science and Education Journal Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/gsej.v7i1.2494

Abstract

Nagari Sumpur is a local tourism village that still has Minangkabau cultural heritage. However, the main challenge is the lack of participation of the younger generation in preserving customs and the need for a balance between modernization and preservation of tradition in tourism management. This commitment is intended to determine the potential of local wisdom that can be integrated into sustainable tourism and culture-based management strategies. This study uses a qualitative method with a descriptive approach that includes direct observation, interviews with traditional managers, tourism managers, communities, tourists, and data analysis related to the sustainability of cultural tourism. The results of the commitment indicate that traditions such as Landai, traditional Silat and makan bajamba can be packaged as part of a tourism program to increase attraction and at the same time maintain cultural identity. With the right strategy, Nagari Sumpur can develop as a model for sustainable local wisdom-based tourism villages.
Analisis Kualitas Pupuk Organik Cair dari Limbah Kotoran Ayam Durubanua, Derita Ramai; Sitanggang, Hot Dame Martina; Wijaya, Cindy Melissa; Gultom, Maria Joito; Harahap, M. Alfi; Elfayetti, Elfayetti; Simamora, Ester Y.F; Lumbantobing, Putri Roito; Sianipar, Sara Enjelina; Rahmadani, Putri; Ilmi, Nurul; Sitompul, Delon A.L; Sihombing, Ivan Rivaldo; Telaumbanua, Roy Eka Kurnia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kualitas pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kotoran kotoran ayam. Hasil analisis menunjukkan pH POC sebesar 7,43 memenuhi syarat mutu. Namun kadar airnya mencapai 94,34%, jelas melebihi batas maksimal 15%. Kandungan unsur hara dasar seperti nitrogen (0,15%), fosfor (0,05%) dan kalium (0,07%) juga berada di bawah batas minimal 3%. Singkatnya, POC yang diolah tidak memenuhi syarat mutu pupuk organik cair karena kandungan airnya tinggi dan kandungan unsur haranya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengomposan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas POC.
AnaIisis Kandungan Pupuk Organik Limbah Cucian Air Beras untuk Tanaman Azzahra, Fatimah; Azzarah, Regita Asiah; Elfayetti, Elfayetti; Syahfitri, Wiji; Afrilia, Dini; Niwanda, Anisa; Amalan, Ridho; Pramana, Ryan; Suyatmika, Ridha; Mangihut, Suandro; Natasya, Vinny; Noviana, Erika; Ariska, Wafiq; Eva, Christin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kandungan pupuk organik dari limbah cucian air beras dan molase M4 untuk tanaman. Tujuannya adalah mengevaluasi komposisi nutrisi dan potensi manfaatnya bagi pertumbuhan tanaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh cek laboratorium. Sampel air cucian beras dan molase M4 diuji untuk menentukan kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), pH, serta kandungan organik lainnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air cucian beras mengandung nutrisi esensial yang signifikan bagi tanaman. Kesimpulannya, air cucian beras dan molase M4 memiliki potensi besar sebagai pupuk organik, memberikan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk pertanian. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pemanfaatan limbah cucian air beras dalam praktik pertanian organik.
Analysis of Students' Pro-Environmental Awareness and Behavior with the AQAL Quadrant at SMA Negeri 1 Medan Pratama, Alvin; Novira, Nina; Rahmadi, M Taufik; Lubis, Darwin Parlaungan; Elfayetti, Elfayetti
Tunas Geografi Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v14i1.65506

Abstract

Generation Z demonstrates a high level of concern for environmental issues, yet their pro-environmental behavior remains inconsistent. SMA Negeri 1 Medan is recognized as a leading school with adequate facilities, though the level of environmental awareness and behavior among its students is not yet well understood. The use of the AQAL quadrant in analyzing these aspects remains limited, even though this approach can offer a comprehensive analysis across internal and external, as well as individual and collective dimensions. This research aims to analyze the environmental awareness and pro-environmental behavior of students at SMA Negeri 1 Medan. A mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy was employed, involving 72 students from grades X and XI. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, then analyzed using the AQAL quadrant approach to integrate quantitative and qualitative findings. The students demonstrated a very high level of environmental awareness (level 5), while their pro-environmental behavior was at a moderate level (level 3), often driven by instructions or competitive activities. The school culture reached a good level (level 4), and the school’s policies strongly supported sustainability (level 5), although consistent implementation by all members of the school community still needs improvement. This indicates that high environmental knowledge, a sustainability-oriented culture, and supportive school policies have not yet significantly translated into consistent pro-environmental behavior among students.