Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL STATIC STRUCTURAL BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD PADA MATA KULIAH BAHAN TEKNIK Ilyasa, Muhammad Nabil; Ihwanudin, M; Sumarli, Sumarli
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 7 No. 1 (2024): (November)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v7i1.75755

Abstract

AbstractThe problem in the Engineering Materials class is that students still consider the Engineering Materials course to be material that is difficult to understand. With these problems, this research aims to develop the "Static Structural" module with an experiential learning approach in the Engineering Materials course using the finite element method. This type of research is R&D (research and development) which refers to the 4D development model: defining, designing, developing and disseminating. The data analysis technique used is included in descriptive statistics where the calculated data is analyzed. After validation was carried out by experts on material, language and design aspects, qualitative data was collected and then processed into quantitative data which was compiled in a validation recapitulation. The results of this research show that the module is declared feasible as a whole with an average score of 3,212 and 80,321% from the expert validator assessment, while in small group trials it gets an average score of 3,495 and a percentage of 87,368%, resulting in a very interesting category as a teaching medium in Engineering Materials courseAbstrakPermasalahan di kelas Bahan Teknik didapatkan bahwa mahasiswa masih menganggap mata kuliah Bahan Teknik merupakan materi yang sulit dipahami. Dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan modul "Static Structural" dengan pendekatan experiential learning pada mata kuliah Bahan Teknik menggunakan finite element method. Jenis penelitian ini R&D (research and development) yang mengacu pada model pengembangan 4D: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diseminasi (disseminate). Teknik analisis data yang digunakan termasuk dalam statistik deskriptif dimana data yang telah dihitung dilakukan analisa. Setelah dilakukan validasi ke ahli aspek materi, bahasa dan desain, pengumpulan data kualitatif dilakukan kemudian diolah menjadi data kuantitaif yang tersusun di rekapitulasi validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul dinyatakan layak secara keseluruhan dengan skor rata-rata 3,212 dan 80.321% dari penilaian validator ahli, sedangkan dalam uji coba kelompok kecil mendapatkan  nilai skor rata-rata 3.495 dan persentase 87.368% sehingga didapatkan kategori sangat menarik sebagai media pengajaran dalam mata kuliah Bahan Teknik.
Application of Appropriate Technology in Processing Coconut Coir Waste into Cocopeat to Increase the Value Added of Coconut Waste in Rejosari Village Wiraguna, Rayie Tariaranie; Ihwanudin, M.; Anugrahani, Inanda Shinta; Azizah, Safira Rusyda; Putri, Helen Atris Romadhona Kuswandi; Cahyaningrum, Maurelin Azizah; Ulfa, Safinah Mufidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v6i1.2308

Abstract

Purpose: Increase the added value of coconut fiber waste in Rejosari village by processing waste using appropriate technology into cocopeat products. Method: This service activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) Model method, Participatory Technology Development Model, Community Development Model and Education in the implementation of its activities. Practical Application: The use of appropriate technology is expected to facilitate the processing of coconut coir waste into cocopeat. This technology can help process coconut fiber into fine granules in a short time. Conclusion: The application of appropriate technology in processing coconut coir waste into cocopeat can increase the value of the waste which was initially less than optimal. The processing of coconut fiber waste into cocopeat is expected to increase the income of the Rejosari Village community.
Implementasi Contextual Teaching and Learning Untuk Meningkatkan Kompetensi Pemeliharaan Kelistrikan Siswa SMK Susilo, Ardhin; Ihwanudin, M; Rudiyanto, Eddy; Suhartadi, Syarif
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 6 No. 2 (2024): (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v6i2.72515

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi jembatan untuk menciptakan lulusan yang memiliki keahlian bidang tertentu yang sesuai dengan dunia usaha dan industri (DU/DI). Dalam hal ini, SMK harus mempersiapkan pembelajaran yang efektif dalam semua mata pelajaran Teknik Kendaraan Ringan (TKR) termasuk pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan yang menjadi inti dari pelajaran di Jurusan Teknik Kendaraan ringan. Namun demikian, pendekatan pembelajaran yang dipakai masih konvensional sehingga nilai siswa perlu ditingkatkan dan motivasi siswa juga perlu ditingkatkan. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL) di SMK Kediri dalam mata pelajaran pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan. Pada penelitian ini menerapakan metode Penelitian Tidakan Kelas (PTK) menggunakan instrument pre-tes, post-tes, catatan lapang, dan pedoman wawancara. Setelah empat pertemuan pertemuan dalam dua siklus. Hasil dalam penilitian dikatakan meningkat karena pada sisklus satu ketuntasan 75% untuk pengetahuan dan 56% untuk keterampilan menjadi naik 100%. Meningkatnya presentase dari setiap siklus dilihat dari dari rata rata siklus satu 73 untuk pengetahuan dan 73 untuk keterampilan untuk siklus dua rata rata pengetahuan dan keterampilan mendapatkan 83 sehingga melebihi batas minimal kriteria 75. Motivasi siswa juga meningkat dan persepsi siswa juga positif terhadap penerapan CTL. Hal ini dapat dipahami bahwa CTL mampu meningkatkan nilai pengetahuan, keterampilan, dan motivasis siswa dalam belajar mata pelajaran pemeliharaan kelistrikan.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Flash Curing Gas Autoslide sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM Sablon Irdianto, Windra; Ihwanudin, M.; Darmawan, Vertic Eridani Budi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.8637

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun pelaku usaha sablon masih menghadapi kendala efisiensi produksi, kualitas hasil, serta tingginya biaya operasional akibat penggunaan alat pengering listrik konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa Flash Curing Gas Autoslide pada UMKM SIMPLE Sablon di Kota Blitar. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan dan perakitan alat, uji coba, pelatihan operasional, pendampingan pemasaran digital, serta evaluasi sebelum dan sesudah penerapan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan kinerja, antara lain percepatan waktu pengeringan dari ±20 detik menjadi 3–4 detik, peningkatan kapasitas produksi dari 50 menjadi 200 kaos per hari, pengurangan biaya energi hingga 30%, serta kualitas sablon yang lebih merata dan tahan lama. Dukungan pemasaran digital juga meningkatkan omzet 40–60%. Temuan ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan daya saing UMKM.