Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Sifat Fisik Velva Labu Kuning dengan Kombinasi Pektin dan Gum Arab Sebagai Bahan Penstabil Eriska Yuriska Indriya Priyono Dewi; Soenar Soekopitojo; Issutarti Issutarti
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.827 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n2p137-141

Abstract

Labu kuning kaya akan kandungan β-karoten, serat pangan dan vitamin C yang tinggi. Labu kuning memungkinkan untuk dijadikan velva yang merupakan produk sejenis es krim yang terbuat dari bahan utama buah atau sayuran. Keunggulan produk velva yaitu memiliki kandungan serat yang tinggi dan rendah lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi pektin dan gum arab sebagai bahan penstabil terhadap sifat fisik (overrun dan daya leleh) velva labu kuning. Jenis penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian eksperimen dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari satu faktor dengan tiga tingkatan. Perlakuan pada penelitian ini dengan penambahan bahan penstabil pektin dan gum arab dengan rasio 67 persen, 33 persen, 50 persen, 50 persen, 33 persen, 67 persen. Pada masing-masing perlakuan dilakukan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA apabila terdapat perbedaan maka, akan dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan signifikansi 5%. Data hasil analisis penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada masing-masing perlakuan dengan rasio yang berbeda. Nilai tertinggi sifat fisik (overrun dan daya leleh) diperoleh dari kombinasi pektin dan gum arab dengan rasio 33 persen : 67 persen. Hasil dari penelitian menunjukkan sifat fisik overrun velva labu kuning memperoleh rerata 35,714 persen, sifat fisik daya leleh velva labu kuning memperoleh rerata 59,292 menit.
Identifikasi Hidangan pada Upacara Kesempatan Khusus Suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Tria Maryani; Soenar Soekopitojo; Titi Kiranawati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.451 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n3p232-243

Abstract

Tengger tribe has a dish that is served on special occasions ceremony. The special occasion ceremony held by the Tengger tribe is inseparable from the culture and Hindus’s religion which is the majority religion of the Tengger tribe. Argosari Village is one of the villages that still carries out all special occasion’s ceremonies related to custom and religion. This village is in Lumajang Regency. This research was using qualitative descriptive research, with data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The data source was obtained from interviews with five informants are the Dukun Pandhita of Argosari village, Mangku village, and society’s Argosari. Data analysis is performed interactively with steps such as reduction, data presentation and drawing conclusions or verification and to check the validity of finding with member checking methode to Dukun Pandhita. The results of the research which is identifiying the special occasion dishes of Tengger tribe, there are 6 groupings dishes based on staple foods such as rice, side dishes such as omelette, fried chicken, fried noodles. Vegetable dishes include jangan benguk, jangan kentang. Snacks consist of pepes, pasung, jenang abang, apem, juadah, tetelan. The beverages such as tea and coffee. Dandananan such as gedhang ayu, pencok bakal. Masyarakat suku Tengger mempunyai hidangan yang disajikan pada upacara kesempatan khusus. Upacara kesempatan khusus yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Tengger tidak terlepas dari kebudayaan dan agama Hindu yang merupakan agama mayoritas suku Tengger. Desa Argosari merupakan salah satu desa yang masih melaksanakan semua upacara kesempatan khusus yang berkaitan dengan adat maupun keagamaan, Desa ini terletak di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari wawancara dengan lima informan yaitu Dukun Pandhita teraktif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan temuan dilaksanakan dengan member checking kepada Dukun Pandhita. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 6 pengelompokan hidangan yang disajikan pada kesempatan khusus, yaitu makanan pokok antara lain nasi, hidangan lauk pauk berupa telur dadar, ayam goreng. Hidangan sayuran antara lain jangan benguk, jangan kentang. Sedap-sedapan yang terbagi menjadi jajanan telesan berupa pepes, pasung, jenang abang, apem, juadah, tetelan dan jajanan garingan seperti matari
Kajian Pengaruh Rasio ISP (Isolated Soy Protein) dan Tepung Tapioka terhadap Kualitas Fisik, Kimia dan Sensori Cilok Kering Fatimah Karim; Titi Kiranawati; Soenar Soekopitojo
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.44 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n4p251-268

Abstract

The ratio of tapioca and ISP to dry Cilok in this research used a completely randomized design (CRD) consisting of one factor with five levels of the ratio of tapioca and ISP with treatment (I1) 100: 0 percent, (I2) 80: 20 percent, (I3) 70: 30 percent, (I4) 60: 40 percent (I5) 50: 50 percent and was repeated three times. This study was conducted to determine the effect of the ISP's ratio and tapioca to physical tests including texture and color, chemical tests including moisture, protein and starch, sensory tests including texture, color, and aroma, and the dried cilok after rehydrated including texture, color, taste, and aroma, and determine the best rehydration time of dried cilok. The ratio of tapioca and ISP to dry Cilok did not have a significant effect on water content, but significantly affected protein and starch levels. The ratio of tapioca and ISP to dried Cilok significantly affected the physical properties of color (brightness, redness, and yellowness). The ratio of tapioca and ISP to dried Cilok after rehydration has a significant effect on the physical properties of color (brightness, redness, and yellowness). The results of the hedonic test of color, aroma, and texture of dried cilok is the most favorite value with treatment 70 percent: 30 percent. The results of color hedonic test of dried Cilok after being rehydrated is the most favorite value at 50 percent: 50 percent treatment. Aroma and taste are the most favorite value at 100 percent: 0 percent. Texture has the most favorite value in the treatment 70 percent: 30 percent. The best rehydration time for dried Cilok is soaking for 6 hours and boiling for 10 minutes. Cilok kering rasio tepung tapioka dan ISP (Isolated Soy Protein) dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan lima level yaitu rasio tepung tapioka dan ISP dengan perlakuan (I1) 100:0 persen, (I2) 80: 20 persen, (I3) 70: 30 persen, (I4) 60: 40 persen (I5) 50:50 persen dan diulang sebanyak tiga kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio ISP dan tepung tapioka terhadap uji fisik meliputi tekstur dan warna, uji kimia meliputi kadar air, kadar protein dan kadar pati, uji sensoris Cilok kering meliputi tekstur, warna dan aroma, serta Cilok kering setelah direhidrasi meliputi tekstur, warna, rasa dan aroma, serta menentukan waktu rehidrasi Cilok kering yang terbaik. Rasio tepung tapioka dan ISP pada Cilok kering tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan pati. Rasio tepung tapioka dan ISP pada Cilok kering berpengaruh nyata terhadap sifat fisik warna (tingkat kecerahan, kemerahan dan kekuningan). Rasio tepung tapioka dan ISP pada Cilok kering setelah direhidrasi berpengaruh nyata terhadap sifat fisik warna (tingkat kecerahan, kemerahan dan kekuningan). Tingkat kesukaan warna, aroma dan tekstur Cilok kering memiliki nilai kesukaan tertinggi pada perlakuan 70 persen:30 persen. Tingkat kesukaan warna Cilok kering setelah direhidrasi memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada perlakuan 50 persen:50 persen. Aroma dan rasa memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada perlakuan 100 persen: 0 persen. Tekstur memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada perlakuan 70 persen: 30 persen. Waktu rehidrasi Cilok kering yang terbaik adalah perendaman selama 6 jam dan perebusan selama 10 menit.
UTILIZATION OF INFORMATION TECHNOLOGY TO SUPPORT THE LEGALITY OF UMKM DM-THOYIBA Triyanna Widiyaningtyas; Sujito Sujito; Soenar Soekopitojo; Budi Wibowotomo; Adam Ramadhani P; Ahmad Farobi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17527

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di banyak negara. Di Indonesia, DM-THOYIBA, sebagai salah satu UMKM yang sedang berkembang, telah mendapatkan pengakuan atas produk dan layanannya yang berkualitas tinggi. Namun, seperti banyak UMKM lainnya, DM-THOYIBA menghadapi tantangan dalam menghadapi kerumitan dalam mendapatkan izin dan memastikan legalitasnya. Kegiatan ini berfokus untuk menggali potensi teknologi informasi dalam memperkuat legitimasi perizinan DM-THOYIBA. Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan wawancara kualitatif dengan pelaku usaha UMKM DM-THOYIBA, termasuk analisis data kuantitatif mengenai waktu pengajuan izin dan tingkat keberhasilan. Data kualitatif memberikan wawasan tentang tantangan saat ini yang dihadapi oleh DM-THOYIBA dalam proses perolehan izin, sedangkan analisis kuantitatif menyoroti potensi peningkatan efisiensi yang dapat dicapai melalui adopsi teknologi informasi. Dalam kegiatan ini pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana untuk mendukung legitimasi perizinan DM-THOYIBA dimana dengan terbitnya NIB (nomor Induk Berusaha), Pengajuan PIRT, Halal dan Hak Cipta Merek. Dengan merangkul solusi digital dan menjalin kemitraan yang kuat, UMKM dapat meningkatkan kepatuhan mereka terhadap persyaratan hukum, mendorong pertumbuhan, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Selain itu, wawasan studi ini dapat berfungsi sebagai landasan untuk upaya serupa di sektor UMKM lainnya yang berupaya memanfaatkan teknologi untuk kepatuhan terhadap peraturan dan keunggulan operasional.
INCREASING BASRENG PRODUCTION USING VARIABLE SPEED DRIVE BASED CUTTING MACHINES Sujito Sujito; Mokh. Sholihul Hadi; Aripriharta Aripriharta; Soenar Soekopitojo; Yuli Agustina; Ahmad Fuadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17542

Abstract

Pelaksanaan progam pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi yang bermanfaat berupa mesin pemotong basreng untuk meningkatkan kualitas produksi dan kebutuhan konsumen bagi pelaku usaha Della Muda di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Para pelaku usaha Della Muda memotong basreng masih dengan cara konvensional, sehingga pelaku usaha tersebut harus membutuhkan waktu lama untuk memotong dan menghasilkan potongan basreng yang berbeda-beda. Oleh karena itu hasil dari produksi basreng Usaha Della Muda menjadi tidak maksimal. Hal tersebut dapat menghambat produktivitas bagi pelaku usaha basreng, sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, mesin pemotong basreng dirancang untuk pelaku usaha basreng tersebut. Cara kerja mesin pemotong basreng ini menggunakan motor listrik. Daya listrik digunakan untuk menggerakan Disc Cutter dan penggerak adonan basreng. Adonan basreng diletakkan pada tempat penekan. Lalu adonan akan ditekan untuk melewati disc cutter, sehingga adonan basreng dapat terpoting secara tipis Variabel Speed Drive (VSD) digunakan sebagai pengatur kecepatan sehinnga dapat mengatur ketebalan potongan basreng.
Evaluasi Vitamin B pada Biskuit Bayi Substitusi Campuran Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata Durch) dan Tepung Wortel ( Daucus Carrota L) Afin Regina Cahyani; Mazarina Devi; Soenar Soekopitojo
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i22023p105-115

Abstract

Consumption of food with sufficient nutritional content is very important to achieve optimal growth and development in infants and toddlers. Vitamin B is a vitamin that functions for metabolism in general and the formation of chemicals that function in nerve cells. This causes B vitamins to have an important influence on brain function. The aim of this study was to analyze the B vitamin content of biscuits substituted with pumpkin flour (Cucurbita moschata Durch) and carrot flour (Daucus carrota L). The highest content of vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B5 (pantothenic) was highest in biscuits which were substituted for pumpkin and carrot flour by 30 percent. The more substitutions of pumpkin and carrot flour, the greater the levels of vitamin B complex in pumpkin and carrot biscuits. This is because pumpkin and carrots are rich in vitamin B complex. Konsumsi makanan dengan kandungan gizi yang cukup sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada bayi dan balita. Vitamin B adalah vitamin yang berfungsi untuk metabolisme secara umum dan pembentukan zat kimia yang berfungsi pada sel saraf. Ini menyebabkan vitamin B memiliki pengaruh penting pada fungsi otak Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan vitamin B produk berupa biskuit yang disubtitusi dengan tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) dan tepung wortel (Daucus carrota L). Kandungan vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3(Niasin), vitamin B6 ( piridoksin), vitamin B5 (pantothenik) tertinggi pada biskuit yang disubsitusi tepung labu kuning dan wotel sebesar 30 persen. Semakin banyak subtitusi tepung labu kuning dan tepung wortel, semakin besar kadar vitamin B kompleks pada biskuit labu kuning dan wortel. Hal tersebut dikarenakan labu kuning dan wortel kaya akan vitamin B kompleks.
EVALUASI VITAMIN B PADA BISKUIT BAYI SUBSTITUSI CAMPURAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschataDurch) DAN TEPUNG WORTEL (Daucus carrota L) Afin Regina Cahyani; Mazarina Devi; Soenar Soekopitojo
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 5 No 2 (2023): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v5i2.2771

Abstract

Consumption of foods with adequate nutritional content is very important to achieve optimal growth and development in infants and toddlers. B vitamins are vitamins that function for metabolism in general and the formation of chemicals that function in nerve cells. This causes B vitamins to have an important influence on brain function. This study aimed to analyze the vitamin B content of the product in the form of biscuits substituted with pumpkin flour (Cucurbita moschata Durch) and carrot flour (Daucus carrota L). The content of vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B5 (pantothenic) was highest in biscuits substituted with pumpkin and carrot flour by 30%. The more substitution of pumpkin flour and carrot flour, the greater the levels of vitamin B complex in pumpkin and carrot biscuits. This is because pumpkin and carrots are rich in B-complex vitamins
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Hasil Pertanian Sebagai Ketahanan Ekonomi Selama Pandemi Covid-19 Di Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Sujito Sujito; Soenar Soekopitojo; Hendra Susanto; I Made Wirawan; Moh. Zainul Falah; Rajib Muhammad Basthony; Arisatya Bharotoyakti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia beberapa tahun terakhir, memberikan dampak negatif tidak hanya kepada Kesehatan tetapi sektor-sektor lain yang melekat pada keseharian masyarakat terutama sektor ekonomi. Di Indonesia, pandemic Covid-19 berdampak langsung kepada kondisi sosial-ekonomi masyarakat terutama pada kondisi pendapatan menengah kebawah. Masalahnya kondisi ekonomi yang bergejolak seperti ini tidak serta-merta berhenti saat pandemi Covid-19 selesai, tetapi sangat mungkin terjadi dimasa yang akan datang diluar pandemic. Sehingga ketahanan ekonomi masyarakat harus diperkuat agar dampak yang ditimbulkan bisa direduksi. Dampak sosial-ekonomi masa pandemic juga terjadi di Desa Pejok. Rencana peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat Desa Pejok adalah melalui pemanfaatan hasil pertanian karena memang sumber daya tersebut merupakan yang paling relevan untuk warga dengan status resiko tinggi yang mana kondisi pendapatan menengah bawah. Pilihan hasil tanaman yang paling mudah dimanfaatkan adalah singkong, pisang, dan jagung. Pemberdayaan masyarakat dengan pendampingan pembuatan olahan skala industri rumah tangga merupakan solusi yang ditawarkan sebagai bentuk penguatan ketahanan ekonomi masa pandemi bagi warga Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Pada kegiatan yang telah dilakukan terlaksana pelatihan dan pendampingan untuk memberdayakan masyarakat sekitar 50 peserta dengan melaksanakan pelatihan pembuatan keripik dan pemanfaatan digital marketing serta desain packaging. Kata kunci: Ketahanan Ekonomi, Hasil pertanian, pemberdayaan, pelatihan
Peningkatan Jumlah Produksi Dan Tingkat Efisiensi Waktu Berbasis Mesin Hybrid 3 In 1 Dalam Menaikkan Pertumbuhan Ekonomi Pada Era Pandemi Covid-19 Bagi UMKM Odey Di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang Pramono Pramono; Sujito Sujito; Fuad Indra Kusuma; Soenar Soekopitojo; Moh. Zainul Falah; Rezi Duta Pratama; Raffi Taufik Gushardana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kripik merupakan makanan ringan atau camilan berupa irisan-irisan tipis yang banyak beredar di kalangan masyarakat di Indonesia karena sifatnya yang renyah, gurih, dan tidak terlalu mengenyangkan. Sehingga, banyak orang yang suka mengkonsumsinya. Dengan melihat situasi saat ini sedang dalam masa pandemi Covid-19 sangat diajurkan untuk mengkonsumsi kripik karena kandungan di dalamnya mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat, vitamin, dan mineral. UMKM Odey memproduksi kripik pisang selama masa pandemi, salah satu produk kripik dengan nama Kripik Gedang LuNang. Terdapat permasalahan dalam memproduksi kripik pisang oleh pihak UMKM yaitu pemotongan, penggorengan, dan pengeringan kripik hingga siap kemas. Produksi masih dilakukan menggunakan peralatan manual dengan waktu cukup lama serta hasil produksi kurang maksimal. Dari kondisi permasalahan yang sudah teridentifikasi maka metode yang digunakan adalah memberikan transfer teknologi dengan menerapkan mesin hybrid 3 in 1 dan melakukan pelatihan penggunaan alat serta perawatan. Sehingga, dapat meningkatkan efisiensi, higienitas, kualitas, dan kuantitas produksi kripik pisang dari UMKM Odey. Kata kunci— kripik, mesin hybrid 3 in 1, pelatihan alat
EVALUASI VITAMIN B PADA BISKUIT BAYI SUBSTITUSI CAMPURAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschataDurch) DAN TEPUNG WORTEL (Daucus carrota L) Cahyani, Afin Regina; Devi, Mazarina; Soekopitojo, Soenar
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 5 No 2 (2023): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v5i2.2771

Abstract

Consumption of foods with adequate nutritional content is very important to achieve optimal growth and development in infants and toddlers. B vitamins are vitamins that function for metabolism in general and the formation of chemicals that function in nerve cells. This causes B vitamins to have an important influence on brain function. This study aimed to analyze the vitamin B content of the product in the form of biscuits substituted with pumpkin flour (Cucurbita moschata Durch) and carrot flour (Daucus carrota L). The content of vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B5 (pantothenic) was highest in biscuits substituted with pumpkin and carrot flour by 30%. The more substitution of pumpkin flour and carrot flour, the greater the levels of vitamin B complex in pumpkin and carrot biscuits. This is because pumpkin and carrots are rich in B-complex vitamins