Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peningkatan Jumlah Produksi Dan Tingkat Efisiensi Waktu Berbasis Mesin Hybrid 3 In 1 Dalam Menaikkan Pertumbuhan Ekonomi Pada Era Pandemi Covid-19 Bagi UMKM Odey Di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang Pramono Pramono; Sujito Sujito; Fuad Indra Kusuma; Soenar Soekopitojo; Moh. Zainul Falah; Rezi Duta Pratama; Raffi Taufik Gushardana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kripik merupakan makanan ringan atau camilan berupa irisan-irisan tipis yang banyak beredar di kalangan masyarakat di Indonesia karena sifatnya yang renyah, gurih, dan tidak terlalu mengenyangkan. Sehingga, banyak orang yang suka mengkonsumsinya. Dengan melihat situasi saat ini sedang dalam masa pandemi Covid-19 sangat diajurkan untuk mengkonsumsi kripik karena kandungan di dalamnya mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat, vitamin, dan mineral. UMKM Odey memproduksi kripik pisang selama masa pandemi, salah satu produk kripik dengan nama Kripik Gedang LuNang. Terdapat permasalahan dalam memproduksi kripik pisang oleh pihak UMKM yaitu pemotongan, penggorengan, dan pengeringan kripik hingga siap kemas. Produksi masih dilakukan menggunakan peralatan manual dengan waktu cukup lama serta hasil produksi kurang maksimal. Dari kondisi permasalahan yang sudah teridentifikasi maka metode yang digunakan adalah memberikan transfer teknologi dengan menerapkan mesin hybrid 3 in 1 dan melakukan pelatihan penggunaan alat serta perawatan. Sehingga, dapat meningkatkan efisiensi, higienitas, kualitas, dan kuantitas produksi kripik pisang dari UMKM Odey. Kata kunci— kripik, mesin hybrid 3 in 1, pelatihan alat
EVALUASI VITAMIN B PADA BISKUIT BAYI SUBSTITUSI CAMPURAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschataDurch) DAN TEPUNG WORTEL (Daucus carrota L) Cahyani, Afin Regina; Devi, Mazarina; Soekopitojo, Soenar
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 5 No 2 (2023): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v5i2.2771

Abstract

Consumption of foods with adequate nutritional content is very important to achieve optimal growth and development in infants and toddlers. B vitamins are vitamins that function for metabolism in general and the formation of chemicals that function in nerve cells. This causes B vitamins to have an important influence on brain function. This study aimed to analyze the vitamin B content of the product in the form of biscuits substituted with pumpkin flour (Cucurbita moschata Durch) and carrot flour (Daucus carrota L). The content of vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B5 (pantothenic) was highest in biscuits substituted with pumpkin and carrot flour by 30%. The more substitution of pumpkin flour and carrot flour, the greater the levels of vitamin B complex in pumpkin and carrot biscuits. This is because pumpkin and carrots are rich in B-complex vitamins
Pelatihan Pengembangan Filling Roti dari Hasil Laut Sebagai Usaha Peningkatan Teaching Factory Smk Negeri 3 Probolinggo Devi, Mazarina; Soekopitojo, Soenar; Hidayati, Laili
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i102023p1-5

Abstract

Teaching Factory aims to transfer a real production or manufacturing environment into the classroom. Real-life production sites are used for teaching purposes to enhance teaching activities with existing knowledge of everyday industrial practice processes. The teaching factory at SMK Negeri 3 Probolinggo still experiences shortages, including skilled human resources in the field of bread processing and students who are less active in taking part in practicums in bakery subjects. Training on developing fillings from marine products as a development of contemporary bakery products by exploring local wisdom food sources is expected to be a solution to the problems found in the teaching factory program at SMK Negeri 3 Probolinggo. It is hoped that processing products from local food ingredients can produce bread products that are characteristic of bakery products at SMK Negeri 3 Probolinggo. The training that will be provided, apart from developing bakery products, will also provide training on making seafood floss from marine sources to fill several bakery products. The bread filling is made from seafood because Probolinggo is in the North Sea. After providing materials for making fish floss and bread, participants then prepared the materials and tools needed. The preparation of materials and tools greatly influences the effectiveness of the practice so that practice participants are very careful in preparing materials and practice tools. From the practical results, the leaders, and teachers of the culinary arts study program at SMK Negeri 3 Probolionggo are interested in making fish floss a superior product that will be developed in the teaching factory program at SMK Negeri 3 Probolinggo. Teaching Factory bertujuan untuk mentransfer lingkungan produksi atau manufaktur yang sebenarnya ke dalam kelas. Situs produksi kehidupan nyata digunakan untuk tujuan pengajaran dalam rangka meningkatkan kegiatan mengajar dengan pengetahuan yang ada di proses praktik industri sehari-hari. Teaching factory yang terdapat di SMK Negeri 3 Probolinggi masih mengalami kekurangan diantaranya adalah sumber daya manusia yang terampil di bidangn pengolahan roti serta siswa yang kurang aktif mengikuti praktium pada mata pelajaran bakery. Pelatihan pengembangan filling dari hasil laut sebagai pengembangan produk bakery kontemporer dengan menggali sumber pangan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pemecahan masalah yang terdapat pada program teaching factory di SMK Negeri 3 Probolinggo. Pengolahan produk dari bahan pangan lokal diharapkan dapat menghasilkan produk roti yang menjadi ciri khas produk bakery di SMK Negeri 3 Probolinggo. Pelatihan yang akan diberikan, selain pengembangan produk bakery juga akan memberikan pelatihan pembuatan abon seafood dari sumber hasil laut untuk mengisi beberapa produk bakery. Bahan isi roti dari hasil laut karena Probolinggo terletak di perairan laut Utara. Setelah pemberian materi pembuatan abon ikan dan roti, kemudian peserta menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan. Persiapan bahan dan alat sangat mempengaruhi efektivitas jalannya praktik sehingga peserta praktik sangat teliti menyiapkan bahan dan alat praktik. Dari hasil praktik, pimpinan dan guru prodi tata boga SMK Negeri 3 Probolionggo tertarik untuk menjadikan abon ikan sebagai unggulan yang akan dikembangkan pada program teaching factory SMK Negeri 3 Probolinggo.
Analysis of the quality of broccoli leaf powder treated by blanching and drying Hamid, Mansoor Abdul; Chong , Wan Ni; Hong, Yeap Chi; Mantony, Oslida; Devi, Mazarina; Soekopitojo, Soenar; Pratikto, Heri; Wibawa, Aji Prasetya; Sugiyanto, Sugiyanto
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 4 No 1 (2023): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/anjoro.v4i1.2350

Abstract

Brassica oleracea L. italica, the scientific name for broccoli, is a vegetable that is frequently consumed for its florets, which have a number of health benefits. However, other portions of the plant, including the leaves, are almost always discarded despite being good for human health. The study was carried out with the purpose of investigating how the physicochemical characteristics of powdered broccoli leaves were affected by blanching and various drying techniques applied. Broccoli leaves were first blanched in hot water before being dried, which included sun drying, oven drying, cabinet drying, and vacuum drying. The findings demonstrated that blanching enhanced the powder's physical attributes while maintaining its phenolic and flavonoid contents. Blanching also reduced the breakdown of the chlorophyll content in all drying techniques, although this process made it harder to keep the goods' antioxidant function. In conclusion, vacuum drying method of blanched broccoli leaf powder showed the highest retention of physicochemical properties, phytochemical content, and antioxidant activity.
The Effect of Breadfruit Leaves (Artocarpus altilis) Addition to Antioxidant Content and Organoleptic Properties of Ginger Wedang Triana, Fatimah Agus; Devi, Mazarina; Soekopitojo, Soenar
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2021): February
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.499 KB) | DOI: 10.12928/jafost.v2i1.4314

Abstract

Ginger breadfruit leaves wedang is a functional beverage made from breadfruit leaves that contains high antioxidant value, ginger and palm sugar. Moreover the adding healthy value function in ginger breadfruit leaves wedang product, also to utilizing the breadfruit leaves into functional beverage of ginger breadfruit leaves wedang in order to be accepted by the people. This research aims to know 4%, 5% and 6% breadfruit leaves addition influence to antioxidant content (gallic acid, quercetin and kaempferol) and organoleptic properties. This experiment research using Completely Random Design (CRD) with three kinds of treatment. The analyzed data using One Way ANOVA, if the treatments shows difference significant, then the analyzed data should be proceed by Duncan’s Multiple Range Test with 5% confidence interval. The highest value of gallic acid antioxidant contect leads in 6% ginger breadfruit leaves wedang about 92,326 μg/ml. The highest value of quercetin antioxidant contect leads in 6% ginger breadfruit leaves wedang about 36,767 μg/ml. The highest value of kaempferol antioxidant contect leads in 6% ginger breadfruit leaves wedang about 25,921 μg/ml. The highest score of color hedonic is 3,97, and the highest score of taste hedonic is 3,67. The highest score of color hedonic quality is 3,11 with dark brown color criteria. The highest score of taste hedonic quality is 4,17 with a bit bittersweet taste criteria
PELATIHAN PENGOLAHAN MAKNAN DIET GFCF BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT KELOR DAN TEPUNG KENTANG TENGGER BAGI PENGELOLA KANTIN SLB AUTIS LABORATORIUM UM Nurjanah, Nunung; Kiranawati, Titi Mutiara; Soekopitojo, Soenar; Issutarti, Issutarti
Jurnal Graha Pengabdian Vol 6, No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Autis Laboratorium UM (SAL UM) adalah penyelenggara pendidikan dan layanan bagi siswa autis dibawah naungan Universitas Negeri Malang. SAL UM memberikan layanan bagi siswa yang memiliki kelainan dalam hal konsentrasi dan prilaku motorik. Penanganan anak dengan kondisi autisme harus sangat detail, teliti dan tepat sasaran. Salah satu terapi diet yang dianjurkan diberikan pada anak autis adalah diet bebas gluten/gluten free dan bebas kasesin/caseine free  (GFCF). Pemberian diet GFCF dapat mengurangi atau mencegah gejala autis. Berdasarkan hasil studi awal penerapan diet GFCF belum bisa diterapkan secara optimal oleh sekolah SAL UM karena beberapa hal termasuk kurangnya akses informasi dalam menyediakan dan mengelola diet yang sesuai kebutuhan.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mentrasnfer pengetahuan dan keterampilan untuk memoptimalkan fungsi kantin sekolah dalam menyediakan kebutuhan makanan jajanan sesuai diet GFCF berbasis tepung komposit kelor dan kentang Tengger. Pelatihan dilaksanakan dengan metode brain strorming, drill dan eskperimen pembuatan makanan diet GFCF berupa velva labu siem dan kelor (LASIKE), velva dragon fruit, velva pumpkin, blondies kelor kukus, komposit kentang tengger kelor (KKTK) muffin, cookies komposit tepung kentang dan tepung kelor (TANGKE)
ANALISIS KUALITAS PRODUK TAPE PISANG (Musa paradisiaca) DARI BEBERAPA JENIS PISANG YANG BERBEDA Tata Sekar Juang Asmarani; Soenar Soekopitojo; Lismi Animatul Chisbiyah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/3n5ecv96

Abstract

Satu satu langkah pendayagunaan buah pisang adalah dengan mengolahnya menjadi produk tape pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pisang yang berbeda terhadap sifat kimia, sifat fisik dan sifat organoleptik tape pisang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Variabel bebas yang digunakan adalah varietas pisang yang berbeda yaitu pisang kepok, pisang raja awak dan pisang candi. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar gula dan kadar alkohol tertinggi diperoleh pada tape pisang awak dengan kadar gula 20% dan kadar alkohol 6,71%. Tingkat kecerahan tertinggi diperoleh pada pisang kepok dengan tingkat kecerahan (L) 71,7. Sedangkan tingkat warna hijau dan kuning tertinggi diperoleh pada tape pisang candi dengan tingkat warna hijau (a-) -0,31 dan tingkat warna kuning (b+) 38,52. Hasil sifat fisik tekstur menunjukkan bahwa tape pisang raja awak memiliki tekstur paling lunak dengan nilai hardness 0,65 N. Dari segi hedonik rasa, aroma dan tekstur, tape pisang raja awak adalah tape pisang yang paling disukai oleh panelis. Sedangkan dari segi hedonik warna, tape yang paling disukai panelis adalah tape pisang candi.
ANALYSIS OF ANTIOXIDANT CAPACITY AND GLUCOSE LEVEL OF BREADFRUIT LEAVES FUNCTIONAL DRINKS TREATED WITH DIFFERENT RATIO OF SWEETENERS Devi, Mazarina; Wibowotomo, Budi; Soekopitojo, Soenar
Journal of Business on Hospitality and Tourism Vol. 5 No. 1 (2019): Journal of Business on Hospitality and Tourism
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jbhost.v5i1.135

Abstract

Efforts to lower blood sugar levels for diabetes mellitus patients can take by consuming  a popular functional drinks which has been added by herbal ingredients such as breadfruit leaves. The aim of this research is to observe the effect of addition three-types of sweetener (aspartame, acesulfam k, and sorbitol) in different ratio (50%: 25%: 25%, 25%: 50%: 25%, 25%: 25%: 50%) to the antioxidant capacity and glucose level of functional drinks made from breadfruit leaves, as well as its number of calories and variety sensory tests (sour taste, sweetness and texture). The experimental design used a Completely Randomized Design with three replications. This study also employs 35 panellists to produce organoleptic quality data in two repetitions.  All collected data were then analyzed using ANOVA test followed by DMRT test. Results showed that the highest antioxidant capacity was obtained by ratio 25%: 25%: 50% of aspartame, acesulfam k, and sorbitol with IC50 value of 64,717 ppm. Meanwhile the lowest glucose level was resulted by ratio 50%: 25%: 25% of aspartame, acesulfam k, and sorbitol in value of 25.53 g/100g. The highest number of calorie was produced by ratio 25%: 25%: 50% of aspartame, acesulfam k, and sorbitol with a value of 126.44 cal. / 100gr. Whereas, the most preferred formulas of breadfruit drink formulas are found in ratio 25%: 25%: 50% of aspartame, acesulfam k, and sorbitol.
FEASIBILITY STUDY OF MARKETING BERKATUL BLISS AS A LOW-GLYCEMIC FOOD FOR PEOPLE WITH DIABETES Chintya Paramita Puspita; Soenar Soekopitojo; Ababil Karhoma Wijaya
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 3 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i3.4103

Abstract

This study aims to analyze the marketing feasibility of Berkatul Bliss, a healthy snack made from rice bran designed for people with diabetes. Amid increasing demand for functional foods, it is essential to develop local products that are both nutritious and competitive in the market. This research employed a descriptive approach using qualitative and quantitative methods through consumer surveys, focus group discussions (FGDs), and analysis of marketing mix strategies (product, price, distribution, promotion). The results show that Berkatul Bliss possesses high appeal in terms of product quality, packaging, and its functional value as a low-glycemic food. Consumer acceptance was notably positive, especially regarding health benefits, informative packaging, and affordable pricing. The marketing strategy based on local ingredients proved effective in enhancing the product's competitiveness. These findings support contributions to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 2 (food security), SDG 3 (health and well-being), and SDG 8 (economic growth). The study recommends an integrated and educational marketing strategy as a long-term approach to developing local functional food products.
Pendampingan Pengolahan Kopi Siap Minum di Desa Benjor, Kabupaten Malang Paramita Puspita, Chintya; Soenar Soekopitojo; Rizki Yulianingrum Pradani
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1756

Abstract

Desa Benjor, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar dalam produksi kopi, namun proses pengolahan dan strategi pemasarannya masih terbatas. Masyarakat umumnya hanya menjual kopi dalam bentuk biji roasting dengan nilai tambah yang rendah. Padahal, melalui pengolahan modern, kopi dapat dikembangkan menjadi produk kemasan siap minum yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Benjor dalam mengolah biji kopi roasting menjadi produk kopi siap minum yang berkualitas melalui pelatihan teknik pengolahan modern (brewing, pencampuran, pengemasan higienis) dan strategi pemasaran digital. Program pendampingan menghasilkan capaian nyata yang signifikan. Produk kopi kemasan siap minum berhasil dikembangkan dengan skor organoleptik rata-rata di atas 4,0 (skala 1–5), menunjukkan peningkatan mutu cita rasa dan tampilan produk. Pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat secara substansial, terutama pada aspek pemasaran digital yang menunjukkan peningkatan sebesar 128,6% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Secara ekonomi, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat rata-rata sebesar Rp1.000.000 per bulan. Selain itu, masyarakat berhasil merancang kemasan modern, membangun akun bisnis di media sosial dan e-commerce, serta mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas merek dagang produk kopi Desa Benjor. Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan usaha kopi modern desa. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Luaran kegiatan meliputi produk kopi kemasan siap minum, artikel ilmiah, HKI merek dagang, publikasi media massa daring, dan poster kegiatan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan identitas produk lokal, dan pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.