Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Keterampilan Berkomunikasi dan Berkolaborasi untuk Mempersiapkan Lulusan Siswa SMK Rico Andhika Putra; Widiyanti Widiyanti; Eddy Sutadji
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 8: AGUSTUS 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i8.13877

Abstract

Abstract: This research was conducted with the aim to determine the effect of communication and collaboration skills on vocational students' work readiness. The number of research respondents was 114 students. Research Instrumens using Instrumens that have been used, namely Self-Perceived Communication Competence Scale, Teamwork Scale for Youth, Work Readiness Scale. The results found that communication and collaborative skills have an influence on student work readiness simultaneously and partially. Increasing these skills will increase the vocational students' work readiness. In schools that play a role in improving communication and collaboration skills is the teacher, if outside the school the role is parents with regular supervision processes.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Responden penelitian berjumlah 114 siswa. Instrumen penelitian menggunakan instrumen yang sudah pernah digunakan yaitu Self-Perceived Communication Competence Scale, Teamwork Scale for Youth, Work Readiness Scale. Hasil penelitian didapatkan bahwa keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi memiliki pengaruh dalam kesiapan kerja siswa secara simultan dan parsial. Semakin meningkatkanya keterampilan tersebut maka semakin meningkat dalam kesiapan kerja siswa SMK. Dalam sekolah yang berperan dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi adalah guru, jika berada di luar sekolah yang berperan adalah orang tua dengan proses pengawasan secara berkala.
Relevansi Sekolah Menengah Kejuruan terhadap Potensi Wilayah Bayu Aji Seto Nugroho; Yoto Yoto; Widiyanti Widiyanti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 8: AGUSTUS 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i8.14945

Abstract

Abstract: Vocational High School is an educational institution that plays an important role in forming and producing reliable and skilled human resources who are ready to work. The existence of SMK must be relevant to the potential of the region as a support in improving the regional economy and utilizing the potential of the region. The purpose of this study was to find out the relevance of Vocational High Schools with regional potential and with the needs of the community and local industry in Paser Regency. This study used a qualitative approach, using interviews, documentation, and observation methods. The results obtained are that the public's interest in SMK is very high and some majors are still not relevant to the needs of the community and regional potential and the mining and plantation sectors still dominate income in Paser Regency.Abstrak: Sekolah Menengah Kejuruan merupakan instansi pendidikan yang berperan penting dalam membentuk dan menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan terampil yang siap kerja. Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan haruslah relevan dengan potensi daerah sebagai penunjang dalam peningkatan ekonomi daerah dan pemanfaatan potensi wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui relevansi Sekolah Menengah Kejuruan dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat serta industri lokal yang terdapat di Kabupaten Paser Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah animo masyarakat terhadap SMK yang sangat tinggi dan beberapa jurusan masih belum relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah serta sektor pertambangan dan perkebunan masih mendominasi pendapatan di Kabupaten Paser.
STUDI TENTANG PELAKSANAAN TEACHING FACTORY SMK DI KOTA MALANG (STUDI MULTI KASUS) Purnomo Purnomo; Widiyanti Widiyanti; Renita Renita; Johan Wayan Dika
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v7i2.12416

Abstract

Teaching factory merupakan model pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan berbasis produksi atau jasa, yang berpedoman pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dengan suasana seperti yang ada di industri. Dalam bentuk sederhana, konsep teaching factory merupakan pengembangan unit produksi yang sudah dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah Teaching factory yang telah terlaksana di Kota Malang sudah cukup baik, namun masih belum optimal secara keseluruhan sehingga diperlukan adanya perbaikan serta peningkatan kerja sama yang telah dilakukan sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang kompeten di bidangnya.
Evaluation of teaching factory policy implementation with CIPP evaluation model Ary Sunaryo; Widiyanti Widiyanti; Nunung Nurjannah
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v4i1.106

Abstract

The purpose of this study is to use the evaluation model of SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Context, Input, Process, Product (CIPP) to determine the suitability of the application of Teaching Factory (TEFA) in overcoming job problems such as unemployment. This research was conducted using the CIPP assessment method by searching for data using observation, interviews, and questionnaire data collection. Data analysis used a descriptive percentage system. The survey results show that the assessment of the implementation of the Teaching Factory (TEFA) program conducted at SMKN 1 Boyolangu Tulungagung using the CIPP model, which is highly standardized and produces an average percentage of conformity of 89%. However, these results are issued with a note that teachers must have expertise in their respective operational fields in the Teaching Factory (TEFA).
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN HEMAT ENERGI BERTENAGA SURYA UNTUK PENANGGULANGAN COVID 19 DESA PONCOKUSUMO, KECAMATAN PONCOKUSUMO Widiyanti Widiyanti Widiyanti; Duwi Leksono Edy
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p5-7

Abstract

Desa Poncokusumo merupakan desa yang berpenduduk padat yang rata-rata masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani apel dan jeruk. Potensi wisata juga cukup besar didaerah poncokusumo, seperti wisata coban pelangi, dan bromo tengger. Banyaknya lokasi wisata masih banyaknya masyarakat luar Poncokusumo yang masih memiliki mobilitas yang tinggi untuk berkunjung ke lokasi wisata. Hal ini yang memiliki potensi yang sangat besar untuk penyebaran Virus Covid 19. Dengan ini perluadanya pencegahan sejak dini penularan dan penyebaran virus Covid 19 di wilayah Poncokusumo. Permasalahan antara lain a) Bagaimana pemanfaatan renewable energy untuk penyebaran desinfektan guna pencegahan Virus Covid 19 di masyarakat Desa Poncokusumo Kabupaten Malang?; b) Belum adanya inovasi teknologi untuk penyebaran desinfektan yang hemat energy dan hemat biaya?. Luaran yang dari kegiatan ini adalah: (a) terpenuhinya sumber energi yang ramah lingkungan dan murah untuk proses penyebaran desinfektan bagi masyarakat desa poncokusumo; (b) terpenuhinya alat penyebar desinfektan bagi mitra di Desa poncokusumo sehingga proses penyebaran desinfektan biar lebih efektif dan efisien  Kata Kunci: Desa Poncokusumo, Teknologi Tepat Guna, Covid 19 
PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI MESIN PENGOLAH TAHU SMART ENERGI SOLAR CELL UNTUK PENGUSAHA TAHU DESA WATES, KEDIRI, JAWA TIMUR Widiyanti Widiyanti Widiyanti
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i22021p118-121

Abstract

UMKM penghasil tahu memiliki potensi yang besar dalam dunia pasar. Tahu merupakan makanan pokok yang banyak niminati oleh manyak masyarakat pada umumnya. Pengusaha tahu dalam proses produksi sebagian besar masih banyak yang masih dilakukan secara manual dalam proses produksi. Kemampuan yang dimiliki oleh mitra masih sangatlah sederhana dalam proses produksi. Hal ini yang menghambat dalam peningkatan proses produksi. Kegiatan Pengamdian Pada Masyarakat ini dengan mitra UMKM pengusaha tahu di Desa Wates, Kab. Kediri dengan menerapkan teknologi inovasi untuk peningkatan proses produksi tahu yang bersih dan higienis Tujuan utama dari kegiatan ini untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM tahu di Desa Wates, diantaranya: a) proses produksi yang masih manual sehingga proses produksi belum secara maksimal, b) kualitas hasil produksi tahu yang masih jauh dari persaingan pasar  local, c) pemasaran masih bersifat konvensional dari segi kemasan masih kesulitan untuk bersaing. Dari hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini proses produksi tahu mengalami peningkatan yang diikuti dengan semakin banyaknya permintaan masyarakat dalam hasil produksi tahu. Kata Kunci:Teknologi, tahu, smart energy
INTERNSHIP FOR PROFESIONAL CAREER: LEARNING FROM VOCATIONAL HIGH SCHOOL 1 KADEMANGAN BLITAR EAST JAVA Kalim Mustofa; Muhammad Aris Ichwanto; Moh. Khoerul Anwar; Dai Weifen; Asryan Ani; Setyanto Putro; Yoto; Widiyanti
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/manageria.2021.62-09

Abstract

Internship is a stage of education in Vocational High Schools that trains students to adapt to the business world and practice the competencies they learn in school directly in the industrial world. But unfortunately, not all vocational students who take part in internship programs in the industrial world can be well received. This study wants to look more deeply into how strategic management empowers Vocational High Schools in preparing students for the internship. This research uses mixed methods, more specifically the Embedded Design. Samples were taken randomly as many as 61 teachers and 353 students using the random sampling technique. Through SPACE Matrix analysis, it is known that the appropriate strategy in developing schools is to support an aggressive approach, namely by implementing the SO (Strategy to use power to reach opportunity) strategy. So it can be explained that the profile of Vocational High School 1 Kademangan is stable and can continue to prepare internship students with plans to take advantage of existing opportunities to improve the quality of education.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETANI TANAMAN KOPI PEMANFAATAN TEKNOLOGI MESIN PENGERING KOPI BAHAN BAKAR BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Duwi Leksono Edy; Widiyanti; Erwin Komara Mindarta
Bahasa Indonesia Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.551 KB) | DOI: 10.21009/sarwahita.162.09

Abstract

The purpose of this is to increase the productivity of coffee crop husbandman by utilizing appropriate technology that functions for drying coffee. The coffee dryer uses fuel in the form of charcoal which is produced from coffee skin waste which becomes environmental waste. With the application of appropriate technology, the community of coffee farmers can make the process of drying coffee quickly without requiring considerable time. Community service activities are carried out in Tirtoyudo Village, Tirtoyudo District, Malang Regency by applying a coffee dryer oven machine using briquette fuel. The results of community service activities are: (a) the fulfillment of environmentally friendly and inexpensive energy sources for the process of drying coffee for partners in particular and the people of Tirtoyudo Village in general through the use of coffee waste as briquette fuel; (b) the fulfillment of coffee dryer with briquette fuel energy for partners in Tirtoyudo Village so that the process of drying coffee beans is more effective and efficient; (c) availability of standardized packaging production equipment for ground coffee for partners in Tirtoyudo Village so that the quality and price of partner coffee powder can compete in the market; (d) online marketing so that production can reach exports for sales, and (d) the socio-economic activities of the Tirtoyudo Village community become more qualified through small business groups drying coffee beans and processing coffee grounds.
PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI MESIN PENGOLAH TAHU SMART ENERGI SOLAR CELL UNTUK PENGUSAHA TAHU DESA WATES, KEDIRI, JAWA TIMUR Widiyanti Widiyanti Widiyanti
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i12022p58-61

Abstract

Abstrak: UMKM penghasil tahu memiliki potensi yang besar dalam dunia pasar. Tahu merupakan makanan pokok yang banyak niminati oleh manyak masyarakat pada umumnya. Pengusaha tahu dalam proses produksi sebagian besar masih banyak yang masih dilakukan secara manual dalam proses produksi. Kemampuan yang dimiliki oleh mitra masih sangatlah sederhana dalam proses produksi. Hal ini yang menghambat dalam peningkatan proses produksi. Kegiatan Pengamdian Pada Masyarakat ini dengan mitra UMKM pengusaha tahu di Desa Wates, Kab. Kediri dengan menerapkan teknologi inovasi untuk peningkatan proses produksi tahu yang bersih dan higienis Tujuan utama dari kegiatan ini untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM tahu di Desa Wates, diantaranya: a) proses produksi yang masih manual sehingga proses produksi belum secara maksimal, b) kualitas hasil produksi tahu yang masih jauh dari persaingan pasar  local, c) pemasaran masih bersifat konvensional dari segi kemasan masih kesulitan untuk bersaing. Dari hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini proses produksi tahu mengalami peningkatan yang diikuti dengan semakin banyaknya permintaan masyarakat dalam hasil produksi tahu.Kata Kunci: Mesin Tahu, Solar Cell, Pengusaha Tahu
Inovasi Instrumen Interaktif Berbasis Googleform Untuk Meningkatkan Efektivitas Proses Akreditasi di Universitas Negeri Malang Widiyanti Widiyanti
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v4i2p109-118

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kriteria penilaian dan kebutuhan data di akreditasi program pendidikan profesi guru; 2) mengembangkan inovasi instrumen akreditasi untuk meningkatkan efektvitas proses akreditasi; dan 3) menguji tingkat daya tarik inovasi instrumen akreditasi untuk meningkatkan efektivitas proses akreditasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development. Penelitian dimulai dengan metode kualitatif untuk menemukan kriteria penilaian dan kebutuhan data di akreditasi. Setelah itu, dilakukan pengembangan inovasi instrumen. Pada tahap awal, pengumpulan data dengan angket dan dokumentasi. Selanjutnya, dilakukan pengujian ahli media. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang. Informan meliputi dosen, mahasiswa, dan stakeholder. Hasil dan temuan penelitian ini antara lain: 1) komponen-komponen kriteria penilaian dan kebutuhan data di akreditasi program pendidikan profesi guru 2) faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas proses akreditasi; dan 3) inovasi instrumen akreditasi yang dikembangkan memiliki daya tarik dan memiliki tingkat kelayakan yang tinggi (berdasarkan hasil uji ahli).  Kata kunci:. Inovasi instrumen; Program pendidikan profesi guru;Sistem Akreditasi