Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Eksplorasi Daya Saing Lulusan SMK Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan Kelas Industri PT. INKA Melalui Sertifikasi Welder (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Bendo) Andrian Wisnu Bramantiya; Didik Nurhadi; Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.794

Abstract

Pendidikan vokasi, terutama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memegang peranan penting dalam menyiapkan tenaga kerja untuk pasar industri. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kualifikasi pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja, menyebabkan tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya saing lulusan SMK kelas industri PT. INKA melalui sertifikasi welder, dengan fokus pada SMK Negeri 1 Bendo Magetan. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi proses sertifikasi, keterserapan lulusan di industri, daya saing lulusan, dan dampak program kelas industri PT. INKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program sertifikasi welder di SMK Negeri 1 Bendo melibatkan proses evaluasi komprehensif, sementara lulusan kelas industri PT. INKA mendapat penerimaan positif di industri, mencerminkan kesesuaian dengan tuntutan pasar kerja. Daya saing lulusan juga terbukti melalui prestasi dan pengakuan industri terhadap kualitas lulusan, sementara dampak program ini meluas hingga ke peningkatan reputasi SMK dan kontribusi terhadap pertumbuhan industri secara keseluruhan. Kesimpulannya, program kelas industri PT. INKA dengan sertifikasi welder memberikan manfaat yang signifikan bagi lulusan, SMK, dan industri, serta menawarkan solusi untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK
Integration Of Independent Curriculum Competencies In Craft Learning Content In Junior High School Rizki Alfiatuzzakiyah; Widiyanti; Didik Nurhadi; Achmadromadin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.852

Abstract

The Independent Curriculum is a curriculum that emphasizes the development of holistic competencies, creativity, and entrepreneurship of students to face the challenges of complex times more effectively. In secondary education, the application of the independent curriculum is able to have a significant impact on learning objectives, including the craft subject on the topic of processing. The research method used is qualitative by applying interview data collection, observation and field documentation studies. The results of the study found that the implementation of the independent curriculum at Nurul Huda Porong Sidoarjo Junior High School was carried out in stages from grade 7, with teachers who had received training to develop their own learning tools. The learning process for food processing crafts is interactive and fun, despite the lack of equipment and practice rooms. The integration of Independent curriculum in food processing craft in junior high schools produces students who are competent and knowledgeable in the culinary world.
Development of E-Modules with Sigil Software in Basic Women's Fashion Subjects Based on Entrepreneurship Nur Ainiyah; Widiyanti; Didik Nurhadi; Achmad Romadin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1001

Abstract

Currently digital modules (E-modules) are a solution for learning in the digital era. The aim of this research is to create an e-module that can provide knowledge and experience in fashion business management, and make basic women's fashion, analyze the feasibility level of e-module development and analyze the level of student response to the development product, namely an entrepreneurship-based basic women's fashion e-module. The method in this research is research and development, with the ADDIE development model. The product of this development is an entrepreneurship-based basic women's fashion e-module created with Sigil software, with data collection techniques, namely: unstructured interviews and closed questionnaires. The results of the trial on students obtained a response of 81%, in the very good category, namely students liked the layout of the e-module and the material presented was very relevant to their needs. And students feel satisfied and interested in studying the e-module. The result of the development is an e-module for making basic level women's clothing combined with entrepreneurial knowledge in the fashion sector. From the results of data analysis, it is concluded that this e-module can be used in madrasah aliyah plus fashion skills.
Peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Ketercapaian 4C Skills (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication) Siswa SMK Muhammad Idris Effendi; Hakkun Elmunsyah; Widiyanti Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam meningkatkan ketercapaian keterampilan abad ke-21 (4C Skills), yaitu Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, dan Communication, pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang melibatkan analisis komprehensif terhadap berbagai studi yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK dalam pembelajaran berbasis proyek, desain kreatif, dan model pembelajaran kooperatif secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Faktor utama keberhasilan penerapan TPACK meliputi integrasi teknologi dengan pedagogi dan konten yang dirancang untuk mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang mendalam dan relevan. Studi ini menyimpulkan bahwa TPACK adalah kerangka konseptual yang efektif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, dengan implikasi praktis bagi guru dan pemangku kepentingan dalam mendesain program pembelajaran yang inovatif.
Dangir-Tech: Inovasi Mekanisasi Pertanian untuk Meningkatkan Efisiensi Petani Jagung pada Proses Pendangiran Widiyanti Widiyanti; Mardji Mardji; Erwin Komara Mindarta; Muhammad Idris Effendi; Fahru Riza; Lailatul Nurjanah
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7134

Abstract

The issue of manual tillage still practiced by maize farmers in Wonosari Village results in low work efficiency and high occupational health risks. This community service project aims to introduce appropriate technology in the form of the Dangir-Tech machine as a mechanized solution for soil cultivation. The implementation involved site surveys, equipment design and development, operational training, and ongoing evaluation. Results indicate that Dangir-Tech improved work efficiency by over 40%, reduced physical fatigue, and was well-received by farmers. Satisfaction evaluation showed that more than 90% of respondents were in the satisfied to highly satisfied categories. The application of this technology successfully fostered healthier and more productive farming practices. These findings highlight the importance of farmer-oriented local innovations in promoting agricultural modernization in rural areas.
Inovasi Teknologi Dimsum Steamer sebagai Sarana Peningkatan Kemandirian Warga Binaan Lapas Ngajum Nunung Nurjanah; Titi Mutiara Kiranawati; Cassandra Permata Nusa; Widiyanti Widiyanti; Muhammad Idris Effendi; Ardiana Auliya Zahroh
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7426

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kuliner dan kemandirian ekonomi warga binaan Lapas Ngajum melalui pelatihan berbasis teknologi tepat guna. Inovasi yang ditawarkan berupa Dimsum Steamer berbahan stainless steel yang efisien, aman, dan mudah dioperasikan. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi partisipatif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta dalam produksi dimsum dan pemanfaatan alat. Evaluasi juga menunjukkan respon positif terhadap kebermanfaatan teknologi dan keterlaksanaan program. Program ini berkontribusi pada penguatan Bimbingan Kerja (Bimker) dan kesiapan reintegrasi sosial warga binaan. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi tepat guna dan pelatihan vokasional dalam mendukung rehabilitasi narapidana.
Transformasi Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Program Upskilling Penggunaan Canva for Education dan Gemini AI Widiyanti Widiyanti; Nunung Nurjanah; Lismi Animatul Chisbiyah; Muhammad Idris Effendi; Septa Eka Nurianto Putra; Pinky Kusuma Ningtyas
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7557

Abstract

This community engagement program was implemented to enhance the digital literacy of elementary school teachers at SDN Wonosari 2, Pagu Subdistrict, Kediri Regency through training on Canva for Education and Gemini AI. The program addressed critical issues such as low digital literacy, limited use of digital learning media, and the absence of a digital mindset among teachers. The implementation included hands-on training over two days and intensive mentoring for two weeks, accompanied by pre- and post-tests, product observations, and satisfaction questionnaires. The results demonstrated significant improvements in teachers’ technical skills, a more open attitude toward technology integration, and the formation of internal digital collaboration groups. This program proved to be relevant and practical in bridging the digital literacy gap among elementary teachers and has strong potential to be replicated as a sustainable community service model for other primary schools facing similar challenges.
Penguatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Modul Ajar Terintegrasi Keterampilan Abad Ke-21 Widiyanti Widiyanti; Fatiya Rosyida; Oktaviani Adhi Suciptaningsih; Ria Febrianti; Zulfa Ulil Karomah; Maharani Annisa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8373

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun modul ajar yang responsif terhadap keterampilan abad ke-21. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di UPTD Satdik SDN Sumberejo 04, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, selama tiga hari dengan melibatkan 21 guru. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan, yaitu workshop, pelatihan teknis, serta pendalaman dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep keterampilan abad ke-21 dan Profil Pelajar Pancasila, kemampuan merumuskan capaian dan tujuan pembelajaran, serta perancangan strategi dan asesmen otentik yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Respon guru terhadap kegiatan dengan nilai rata-rata 93,1% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan profesionalisme guru, serta menghasilkan modul ajar kontekstual yang siap diterapkan di kelas dasar.