Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL D AUN KETEPENG CINA (Cassia Alata) UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT KULIT Jurnal Pepadu; Maryadi Maryadi; Heni Yohandini; Suheryanto Suheryanto; Muharni Muharni; Heni Yohandini
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2293

Abstract

Daun ketepeng cina (Cassia alata) adalah salah satu tumbuhan obat tradisional untuk pengobatan penyakit kulit (panu, kadas, kurap). Hal ini juga telah ditunjang dengan informasi ilmiah yang memadai. Penggunaan daun ketepeng cina (C alata) secara tradisional dengan cara menggosokkan langsung pada bagian kulit yang diobati, namun hal ini tidak efektif karena daun yang bersifat kasar dan sedikit mengandung air sehingga sulit keluar senyawa bioaktifnya. Untuk itu perlu diperkenalkan kepada masyarakat khususnya masyarakat desa Tanjung Pering Indralaya Utara tentang pembuatan krim obat kulit dari daun ketepeng cina. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pembuatan sediaan obat kulit. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan informasi ilmiah khasiat daun C. alata dan edukasi pembuatan sediaan daun ketepeng cina dalam bentuk sediaan krim. Hasil kegiatan ini menunjukkan masyarakat secara umum telah mengenal daun ketepeng cina untuk obat kulit. Kegiatan ini telah menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam hal bentuk sediaan daun ketepeng cina untuk obat kulit, dan dapat membuatnya sendiri. Masyarakat menyadari pentingnya hidup sehat dan bersih serta pembuatan sediaan ini sangat mudah untuk dilakukan di skala rumah tangga. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam mengatasi masalah kesehatannya yang berkaitan dengan penyakit kulit.
Study of Medical Hazardous And Toxic (B3) Waste Management From Health Clinic Imam Chandra Suyuti; Suheryanto Suheryanto; Novrikasari Novrikasari
Sriwijaya Journal of Environment Vol 7, No 3 (2022): SOCIAL AND ENVIROMENTAL HEALTH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2022.7.3.182-188

Abstract

Medical waste is classified as hazardous and toxic material waste (B3) and the management of which is required to be carried by regulations established by the government. The goals of this study are to ascertain the quantity of B3 medical waste, to recognize B3 waste, and to acquire knowledge regarding the processes involved in managing B3 waste that is produced by clinical health activities. The study was conducted in one of the health clinics in Sri Katon Village, Buay Madang Timur District, East Ogan Komering Ulu Regency (East OKU), South Sumatra Province, from October to November 2021. Based on the findings of the study, it can be concluded that the health clinic's B3 waste management activities, including storage, supporting facilities, and infrastructure, comply all applicable B3 waste management laws and regulations. Waste management and storage activities commence with the identification of B3 waste, the storage procedure, and the packaging of B3 waste. Additional management activities in partnership with the third licensee
Removal of TDS, Fe, Oil and Greases of Laboratory Wastewater using Ceramic Membrane Technology Destri Yunita; Muhammad Faizal; Suheryanto Suheryanto
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v8.i1.17

Abstract

Biochemistry Laboratory and Medicinal Chemistry as supporting facilities for practicum and research results in wastewater, which contains organic matter and suspended solids, such as TDS, Fe, Oil and Greases. If wastewater discarded directly to the drainage without passing sewage treatment system, then it potentially pollutes the environment and endangers the lives of living creatures. The purpose of this research is to evaluate the effectivity of the filtration system using ceramic membrane filtration technology to reduce the amount of TDS, Fe, Oil and Greases on laboratory’s wastewater. The filtration process is using ceramic membrane made of clay, activated carbon from lignite, and Fe powder. Pretreatment is done with the neutralization using NaOH 5N and coagulation using aluminum sulfate 400 mg/L. Variable in this research is the operating time of 5 and 20 minutes with operating pressure 1 kg/cm2. The result of this research shows that after 20 minutes operating, the reduction percentage of TDS, Fe, Oil and Greases after the process using ceramic membrane filtration technology were 0.97; 96.01; and 91.03 %, respectively. As the conclusion, the ceramic membrane is able to reduce the parameter of wastewater optimally. Keywords: ceramic membrane, coagulation, laboratory wastewater, lignite coal 
Kandungan Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Ismarti Ismarti; Ramses Ramses; Fitrah Amelia; Suheryanto Suheryanto
Depik Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.085 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.1.5555

Abstract

The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides) were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively.Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb. 
Kandungan Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Ismarti Ismarti; Ramses Ramses; Fitrah Amelia; Suheryanto Suheryanto
Depik Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.1.5555

Abstract

The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides) were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively.Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb. 
Kandungan Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Ismarti Ismarti; Ramses Ramses; Fitrah Amelia; Suheryanto Suheryanto
Depik Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.1.5555

Abstract

The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides) were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year. The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from 2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively.Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb.
PELATIHAN KADER STUNTING MELALUI KEGIATAN KKN TEMATIK BIDADARI DI DESA JADI MULYA KECAMATAN AIR SUGIHAN OKI Majid, Yudi Abdul; Hardika, Bangun Dwi; Solikin, Imam; Suheryanto, Suheryanto; Arla, Zalanda Vidyani
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i1.9564

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting masih menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia karena tidak hanya menyebabkan kelainan fisik namun juga kognitif yaitu berupa kecerdasan yang kurang pada balita sehingga saat dewasa akan menurunkan produktivitas. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu, 1) koordinasi dengan masyarakat dan toko masyarakat setiap dusun yang ada di Desa Jadi Mulya dalam menentukan perwakilan kader stunting setiap dusun, 2) Melakukan pelatihan kader stunting dengan metode penyuluhan dan demonstrasi di Balai Desa Jadi Mulya; penyuluhan tentang pencegahan dan penatalaksanaan stunting, penyuluhan antropometri gizi terkait stunting, serta demonstrasi pangan lokal dan bergizi, 3) Serah terima SK dari toko masyarakat desa Jadi Mulya kepada kader stunting. Tingkat pengetahuan kader diukur dengan melihat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat pengetahuan kader stunting setelah diberi pelatihan dengan perubahan nilai rata-rata menjadi 87. Peningkatan pemahaman kader stunting terpilih tentang pencegahan stunting, serta komitmen para kader stunting sebagai agen perubahan yang merupakan bagian integral dalam mengurangi angka stunting, meningkatkan kesehatan di Desa Jadi Mulya dan perkembangan anak-anak di masa depan.
Penyuluhan Dampak Digitalisasi bagi Kemajuan Desa Jadi Mulya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir Solikin, Imam; Suheryanto, Suheryanto; Majid, Yudi Abdul; Hardika, Bangun Dwi; Gaol, Jonathan Lumban; Safitri, Agis; Indrianti, Echa Muthia; Bidari, Chahaya Dewi; Ar-raafi, Muhammad Fauzan; Paitwijaya, Nengah Galih; Sakti, Soni Putra; Duwit, Valentino Sewein; Pirmansyah, Wahyu Ridho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Information Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Information Technology - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jpm_itech.v3i1.3019

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, konsep desa digital telah menjadi sorotan utama dalam upaya memajukan pembangunan pedesaan secara holistik. Digitalisasi Desa dalam upaya pembangunan desa yang lebih terarah dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa merupakan program pemerintah pusat dengan slogan "membagun Indonesia dari desa. Konsep penyuluhan tentang dampak digitalisasi bagi kemajuan desa menjadi semakin penting mengingat transformasi yang terjadi di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga pelayanan publik. Kabupaten Ogan Komering Ilir, dengan ciri khas pedesaannya yang subur namun terpencil, menghadapi tantangan dan peluang unik dalam menghadapi era digital. Salah satu tujuan utama digitalisasi di desa adalah untuk meningkatkan aksesibilitas teknologi, terutama akses internet yang cepat, dengan harapan bahwa seluruh masyarakat desa dapat memanfaatkan potensi teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi mereka.
Distribution of Ability Eleocharis dulcis to Adsorb Heavy Metals in Roots, Stems and Leaves Mazidah, Mazidah; Suheryanto, Suheryanto; Sarno, Sarno
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 2 (2025): ECOLOGY AND ENVIRONMENTAL HEATLH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heavy metal pollution, including lead (Pb), zinc (Zn), and copper (Cu) in swamp environments, is increasing and poses a significant threat to ecosystem integrity and human health. This study aims to evaluate the phytoremediation potential of Eleocharis dulcis in accumulating heavy metals in root, stem, and leaf tissues. The experimental method involved growing Eleocharis dulcis for 20 days in media artificially contaminated with Pb, Zn, and Cu metals at concentrations of 5, 10, and 15 ppm. Observations were made on metal accumulation in plant tissues on days 5, 10, 15, and 20. The results showed that concentration and duration of exposure significantly influenced the pattern of metal accumulation. The highest accumulations were recorded in leaf tissue, specifically Pb at 87.527 mg/kg, Zn at 32.93 mg/kg, and Cu at 43.522 mg/kg. These findings indicate that Eleocharis dulcis has selective metal uptake and translocation mechanisms and high tolerance to heavy metal stress, and has the potential to be an effective phytoremediation agent for the rehabilitation of heavy metal-contaminated wetlands and support sustainable environmental management.
Harnessing the Power of Purun Tikus (Eleocharis dulcis) to Reduce Toxic Heavy Metals in Wetlands Mazidah; Suheryanto, Suheryanto; Sarno, Sarno
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/biov.11.2.2025.491

Abstract

The escalating contamination of heavy metals such as lead (Pb), zinc (Zn), and copper (Cu) in wetland ecosystems poses a significant threat to environmental integrity and public health. This study aims to assess the phytoremediation potential of purun tikus (Eleocharis dulcis) for the accumulation and reduction of these heavy metals in contaminated sediment and water matrices. An experimental approach was employed wherein purun tikus specimens were cultivated for 20 days in media artificially contaminated with varying concentrations of Pb (5, 10, 15 mg/L), Zn (80, 90, 100 mg/L), and Cu (80, 90, 100 mg/L). There was no significant difference (p > 0.05) in the accumulation of heavy metals Pb, Zn, and Cu in the roots, stems, and leaves of purun plants between treatment times of 5, 10, 15, and 20 days. The duration of treatment did not significantly affect the ability of purun plants to accumulate these heavy metals. The descriptive differences seen although not statistically significant are likely due to the small sample size and high variability of the data. The highest removal efficiencies were observed for Pb in stems (95.97%), Zn in roots (81.59%), and Cu in stems (66.10%). These findings indicate that purun tikus exhibits selective metal uptake and distribution mechanisms coupled with high tolerance to heavy metal stress, affirming its efficacy as a phytoremediator for rehabilitating heavy metal-contaminated wetlands and supporting sustainable ecosystem management.
Co-Authors A -, Madjid, A A -, Mara, A A Napoleon Abu Umayah Ady Mara, Ady Afreni Hamidah Aides Lesbani Aldes Lesbani Andi Arif Setiawan Andi Arif Setiawan, Andi Arif Annisa Filantropie Ar-raafi, Muhammad Fauzan ARINAFRIL ARINAFRIL Arla, Zalanda Vidyani Aslihati Aslihati Aslihayati Aslihayati Bambang Yudono Bidari, Chahaya Dewi Chandra Irsan Chandra Irsan Chandra Irsan Daniel Alfarado Daniel Alfarado Dedik Budianta Delisa Rizkiani Deni Julius Desnelli Desnelli Destri Yunita Duwit, Valentino Sewein Dwi Putro Priadi Elisa Nurnawati Elisa Nurnawati Elok Nilasari Elvi Sunarsih Eva Musifa F. Oesman F. Oesman Fadila Mutmainnah Fatma Fatma Ferlinahayati Ferlinahayati Fitra Gustiar, Fitra Fitrah Amelia Fitrah Amelia Gaol, Jonathan Lumban Garmini, Rahmi Hardika, Bangun Dwi Heni Yohandini Heni Yohandini Herpandi Herpandi Hery Widijanto Imam Chandra Suyuti Indrianti, Echa Muthia Ismarti Ismarti Ismarti, Ismarti Ita Emilia Ita Emilia, Ita Izzati Izzati Jurnal Pepadu K -, Wijaya, K Laila Hanum M. Faizal M. Faizal Madjid, A - Maksuk Mara, A - Mardiati A Mardiati A Maryadi Maryadi Mazidah Mazidah, Mazidah Meli Anggraini Moh. Rasyid Ridho Mohammad Zulkarnain Muhammad Faizal Muhammad Irsan Saleh Muhammad Said Muhammad Said Muharni Muharni Munandar . Niko Erlangga Novrikasari Novrikasari Paitwijaya, Nengah Galih Pirmansyah, Wahyu Ridho Poedji Loekitowati Hariani R.A. Suwignyo RA Suwignyo Rahmi Garmini Ramses Ramses Rani Nawang Sari Rini Mutahar Risda Muli Risda Muli Risda Muli, Risda Safitri, Agis Sakti, Soni Putra Samat NR Samat NR Sarno Sarno Septika Putri Anggraini Siska Safitri Siti Nuraini Tan Malaka Taufiq Hidayah Taufiq Hidayah Vivi Oktari Warsinah Warsinah Wartono Wartono Wijaya, K - Yuanita Windusari Yudi Abdul Majid, Yudi Abdul Zazili Hanafiah Zazili Hanafiah