Enoh
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Periodesasi Sejarah Peradaban Islam: Kajian Temporal terhadap Periode Pertengahan dan Modern Aprilyani, Indah; Nandar, Ade; Enoh, Enoh
Tamadduna: Jurnal Peradaban Volume 2 No. 1, Mei 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tamadduna.v2i1.5461

Abstract

The history of Islamic civilization is divided into three major periods: the classical, the medieval, and the modern. The classical period marked the peak of Islamic glory and the progress of its civilization. However, during the medieval period, Islam experienced a decline due to various internal and external challenges. In the modern period, Islamic reform movements began to rise as a response to past setbacks. This study aims to interpret the periodization of Islamic civilization by focusing on the medieval and modern periods through a literature review approach. The analysis draws from relevant scholarly works that explore the dynamics of these eras. The findings suggest that both periods can be understood through a temporal lens, examining the driving factors behind their rise and decline as well as key figures who influenced the course of Islamic civilization. This study is expected to offer a comprehensive understanding and serve as a source of inspiration to foster renewed motivation in Islamic propagation.
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Kajian Riset Disipliner Dan Interdisipliner Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Isu-Isu Nasional Dan Global Enoh, Enoh; Kertayasa, Herdian; Amrullah, Fiqih; Ruswandi, Uus; Erihadiana, Mohamad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5223

Abstract

Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dan peran kajian riset disipliner dan interdisipliner pendidikan Islam dalam menghadapi isu-isu nasional dan global. Kajian riset disipliner dan interdsipliner pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus pengembangan pendidikan Islam dalam partisipasi dan kontekstualisai perannya dalam memecahkan persoalan-persoalan nasional dan globalyangsemakin kompleks dan multidimensi.Melalui kajian tersebut diharapkan dapat membangun pendidikan Islam yang responsif, adaptif, inovatif dan efektif. Penguatan moderasi beragama secara konseptual maupun antual dalam pendidikna Islam merupakan jawaban atas isu nasional dan global tentang radikalisme, terosime, multikultural dan pluralisme di era globalisai ini.Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dan peran kajian riset disipliner dan interdisipliner pendidikan Islam dalam menghadapi isu-isu nasional dan global. Kajian riset disipliner dan interdsipliner pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus pengembangan pendidikan Islam dalam partisipasi dan kontekstualisai perannya dalam memecahkan persoalan-persoalan nasional dan globalyangsemakin kompleks dan multidimensi.Melalui kajian tersebut diharapkan dapat membangun pendidikan Islam yang responsif, adaptif, inovatif dan efektif. Penguatan moderasi beragama secara konseptual maupun antual dalam pendidikna Islam merupakan jawaban atas isu nasional dan global tentang radikalisme, terosime, multikultural dan pluralisme di era globalisai ini. 
MITOS DI KAMPUNG PULO DAN CANDI CANGKUANG KECAMATAN LELES KABUPATEN GARUT Enoh, enoh
Jurnal Budaya Etnika Vol. 2 No. 2 (2018): Momen Kreatif, Ekspresi, dan Keberagaman Etnik
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v2i2.1155

Abstract

ABSTRACT The Pulo’s village, is a custom’s village, place at Leles district, Garut regent’s, as a culture pledge tourism destination, have many uniqueness and special mythology, must obedient by his resident also by visitors. Is custom’s village can for a culture lab who appreciated his local genius value used for large society?Using short survey and limited supervision, and interview, got the result, truly the result was writed by researcher and surveyer before. Difference with visite the student and lecturer of ISBI Bandung, in mereover action basicly on the culture theories about custom village and his mythology.The result is Pulo’s village as a custom village, have some tradisional and mythology melted with paith as muslims, so that became syncretism between tradisional dan religi. Among bumpy mythologies is don’t visit wednesday; don’t have an affair with in pledge location; costum house don’t more six houses and one mosque; don’t take care of big animals four’s leg; don’t play on the goong. Beside invention about mithology, we are also see many people pray in front of the holy grave Lord Arief Muhammad who faithed full of mercy and holiness, of course all desire on the heart will be accepted. The collision on mithology will bring disaster, according to the testimony became real, among other things, tornados, suddenly rain and lightning, etc. Thing that can so as right or just right, like that according to Mr. Zaki Munawar as an officer in charge culture pledge at Pulo’s village. Keywords: Cangkuang, Myth, Sincretic.  ABSTRAK Kampung Pulo adalah kampung adat, berlokasi di kecamatan Leles, kabupaten Garut adalah destinasi wisata cagar budaya yang memiliki keunikan dan mitos tersendiri, yang harus ditaati oleh penduduk setempat juga harus diikuti oleh para pengunjung. Apakah kampung adat dapat dijadikan lab budaya yang dapat diapresiasi nilai-nilai kearifan lokalnya sehingga dapat dihayati dan dimanfaatkan untuk masyarakat yang lebih luas? Melalui survey singkat dan pengamatan terbatas, serta wawancara, maka diperoleh hasil, yang sesungguhnya hasil ini sudah banyak ditulis oleh para peneliti dan pengamat terdahulu. Perbedaan dengan kunjungan mahasiswa dan dosen antropologi budaya ISBI Bandung terletak pada tindakan kajian lebih lanjut berdasar teori-teori budaya tentang kampung adat dan mitologinya.Hasilnya adalah Kampung Pulo sebagai kampung Adat memiliki beberapa tradisi dan mitos yang larut dengan kepercayaan sekarang sebagai pemeluk agama Islam, sehingga terjadi semacam sinkretik antara tradisi dan agama. Di antara mitos yang menonjol antara lain: jangan berkunjung pada hari rabu; jangan berpacaran di lokasi cagar, rumah adat tidak boleh lebih dari enam rumah dan satu mesjid, jangan memelihara hewan besar berkaki empat, jangan menabuh goong. Di samping temuan tentang mitos, tersaksikan pula banyak pengunjung berdoa di depan makam Embah Dalem Arief Muhammad yang diyakini penuh barokah dan karomah, niscaya segala keinginan yang diangankan bakal terkabul.Pelanggaran terhadap mitos bisa membawa bencana, yang konon sudah terbukti antara lain, ada angin ribut, tiba-tiba hujan-petir, tiba-tiba putus cinta, dan sebagainya. Hal itu bisa jadi ‘kebetulan’ atau bisa jadi ‘betulan’ demikian menurut Zaki Munawar petugas di cagar budaya Kampung Pulo. Kata Kunci: Cangkuang, Mitos, Sinkretis