Enoh
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Implikasi Pendidikan Q.S. Al-Fajr Ayat 27-30 tentang Jiwa yang Tenang untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa qory nabilah; erham wilda; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6939

Abstract

Abstract. Confidence is very important to be instilled in each individual, to deliver students to be able to develop and take bolder steps, and respect themselves more. The purpose of this research is to find out the Educational Implications of Qs Al Fajr Verses 27-30 Concerning a Calm Spirit to Increase Student Confidence with the following details: (1) To find out the opinion of the mufasir regarding QS.Al-Fajr verses 27-30, (2) ) To explain the essence contained in QS.Al-Fajr verses 27-30, (3) To develop the opinion of Education experts regarding a calm soul, (4) To describe the implications of Education that can be drawn from QS.Al-Fajr verses 27- 30 to increase student confidence. The research method used in this research is to use descriptive method. Descriptive method is a method used to describe or analyze a research result, this describes the implications of QS. Al-Fajr verses 27-30 regarding a calm soul to increase student confidence. The results of the research from Qs. Al-Fajr verses 27-30 are: (1) To achieve a calm soul one must have strong faith and monotheism. (2) The condition of a satisfied or pleased heart is a step towards achieving a calm soul. (3) Being a pious and obedient servant of Allah is placed in a noble place. (4) Heaven is a reward for servants who have a calm soul. The educational implications contained in Qs. Al-Fajr verses 27-30 are: (1) Increase self-confidence with faith and monotheism in peace of mind, (2) A heart that is pleased to increase self-confidence in the steps of achieving a calm soul, (3) Being among God's pious servants in increasing self-confidence, (4) in increasing self-confidence to achieve goals. Abstrak. Rasa percaya diri sangatlah penting ditanamkan pada setiap individu, untuk menghantarkan siswa untuk bisa menjadi berkembangdan melangkah lebih berani, serta lebih menghargai dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implikasi Pendidikan Dari Qs Al Fajr Ayat 27-30 Tentang Jiwa Yang Tenang Untuk Meningkatkan Percaya Diri siswa dengan perincian berikut: (1) Untuk mengetahui pendapat para mufasir mengenai QS.Al-Fajr ayat 27-30, (2) Untuk menjelaskan esensi yang terdapat dalam QS.Al-Fajr ayat 27-30, (3) Untuk mengembangkan pendapat para ahli Pendidikan mengenai jiwa yang tenang, (4) Untuk mendeskripsikan implikasi Pendidikan yang dapat diambil dari QS.Al-Fajr ayat 27-30 untuk meningkatkan percaya diri siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian, hal ini mendeskripsikan tentang impilakasi dari QS. Al-Fajr ayat 27-30 mengenai jiwa yang tenang untuk meningkatkan percaya diri siswa. Hasil dari penelitian dari Qs. Al-Fajr ayat 27-30 ini adalah: (1) Untuk mencapai jiwa yang tenang harus memiliki iman dan tauhid yang kuat. (2) Kondisi hati yang puas atau ridha merupakan langkah untuk mencapai jiwa yang tenang. (3) Menjadi hamba Allah yang shaleh dan taat ditempatkan di tempat yang mulia. (4) Surga menjadi ganjaran untuk hamba yang memiliki jiwa yang tenang. Adapun Implikasi pendidikan yang terdapat dari Qs. Al-Fajr ayat 27-30 ini adalah: (1) Meningkatkan percaya diri dengan iman dan tauhid dalam ketenangan jiwa, (2) Hati yang ridha untuk meningkatkan percaya diri dalam langkah mencapai jiwa yang tenang, (3) Menjadi golongan hamba Allah yang sholeh dalam meningkatkan percaya diri, (4) Dalam meningkatkan percaya diri untuk mencapai tujuan.
Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru PAI terhadap Hasil Pembinaan Baca Hafal Tulis Al-Qur'an (BHTQ) di SDN Sekarwangi Neng Sri Hernawati; Enoh; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6982

Abstract

Abstract. This research is motivated by competence, which is the ability to do work based on knowledge, skills and attitudes towards work. teachers have four competency standards namely pedagogical competence, professional competence, personal competence and social competence. The purpose of this study was to find out the description of students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers, to find out the results of fostering students' reading, memorizing, and writing of the Qur'an, and to find out how much influence students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers have on the results of coaching. read, memorize, write the Koran at SDN Sekarwangi. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques carried out in this study used questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis was performed using product moment correlation and simple linear regression. The results of this research are the results of the calculations that inform the 40 respondents to the questionnaires that have been distributed indicating that the correlation value reaches 0.282 which indicates a weak correlation because it is in the interval 0.21 to 0.40. The calculated F value is 3.271 with a significance value of 0.078 > 0.05, so the regression model cannot be used to predict the pedagogic competency variables of PAI teachers or in other words there is no effect on the outcome variable of BHTQ guidance. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pekerjaan. guru memiliki empat standar kompetensi yakni kompetensi pedagogis, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI, untuk mengetahui hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an siswa, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI terhadap hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an di SDN Sekarwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini hasil perhitungan menginformasikan dari 40 responden kuesioner yang telah disebar menyatakan secara menunjukkan nilai korelasi yang mencapai 0,282 yang menunjukkan pada korelasi yang lemah karena berada di interval 0,21 s/d 0,40. Nilai F hitung 3.271 dengan nilai signifikansi sebesar 0.078 > 0.05, maka model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi variabel kompetensi pedagogik guru PAI atau dengan kata lain tidak ada pengaruh terhadap variabel hasil pembinaan BHTQ.
Implementasi Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning untuk Penghayatan SKI Siswa Kelas IV MI Al-Muttaqin Cicalengka Fitri Melani Chaerunnisa; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7131

Abstract

Abstract. Based on observations made by researchers on March 1 2021 at MI Al-Muttaqin Cicalengka that there are problems faced by students in studying SKI subject material. With the above facts, an innovative learning strategy is needed which is expected to be more effective and efficient which is able to provide opportunities for students to construct their own knowledge based on their cognitive maturity. One alternative that can be used is the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model. The purpose of this study was to determine student learning outcomes through the Contextual Teaching And Learning learning model to improve student learning outcomes in SKI subjects. The method used in this research is empirical quantitative research using a scientific approach or called a quantitative approach with experimental methods. Several data collection techniques were carried out, namely tests (pretest-posttest), interviews, observations and documentation studies. This quantitative research is presented in the form of descriptive statistics that clearly describe how the differences in the level of student learning outcomes in SKI subjects before and after being given treatment. The results of this study with the results of (a) Pretest obtained with an average of 51.5%. With this average value, it can be concluded that learning outcomes can be said to be low. The low student learning outcomes have several factors that greatly influence, one of which is the learning model. (b) From the results of the Posttest, the average result was 58.37%. From the average results, it can be seen that there is a significant increase. (c) The effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on learning outcomes can be see through the posttest results. The posttest results have a significant average, so the Contextual Teaching and Learning (CTL) model applied by this researcher has increased because the researchers themselves provide direction to students. Therefore, learning outcomes increase when the treatment is carried out. Abstrak. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Maret 2021 di MI Al-Muttaqin Cicalengka bahwa ada masalah yang di hadapi peserta didik dalam mempelajari materi mata pelajaran SKI. Adanya kenyataan seperti diatas, maka diperlukan suatu inovasi strategi belajar yang diharapkan lebih efektif dan efisien yang mampu memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengontruksi pengetahuannya sendiri berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya.Salah satu alternatif yang bisa digunakan yaitu metode Contextual Teaching and Learning(CTL).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran Contextual Teaching And Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empirik kuantitatif menggunakan pendekatan ilmiah atau disebut pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Beberapa teknik pengumpulan data yang ditempuh yaitu tes (pretest-posttest), wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian kuantitatif ini disajikan dalam bentuk statistik deskriptif yang menjabarkan secara jelas bagaimana perbedaan tingkat hasil peserta didik pada mata pelajaran SKI sebelum dan setelah diberi perlakuan. Hasil dari penelitian ini dengan hasil (a) Pretest yang diperoleh dengan rata-rata yaitu 51,5 %. Dengan nilai rata-rata tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dapat dikatakan rendah. Rendahnya hasil belajar peserta didik ini memiliki beberapa faktor yang sangat mempengaruhi, salah satunya yaitu model pembelajaran. (b) Dari hasil Posttest memperoleh hasil rata-rata yaitu 58,37%. Dari hasil rata-rata tersebut dapat terlihat adanya peningkatan yang signifikan. (c) Pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) ini pada hasil belajar bisa dilihat melalui dari hasil posttest. Pada hasil posttest tersebut terbilang memiliki rata-rata yang signifikan, sehingga model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diterapkan oleh peneliti ini mengalami kenaikan karena peneliti sendiri memberikan arahan kepada peserta didk. Oleh karena itu hasil belajar meningkat saat perlakuan dilakukan.
Implementasi Pendidikan Agama Islam pada Kelas Inklusi di SD BPI Kota Bandung Nissa Nabilla Bakhtiar; Enoh; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7168

Abstract

Abstract. The existence of this elementary school that implements inclusive education in the city of Bandung is SD BPI Bandung City. This school is a school where PAI learning is also applied every day for children with special needs. The purpose of this study was to determine the implementation of PAI learning in inclusive classes at BPI Elementary School in Bandung, which includes planning, implementation, assessment and supporting and inhibiting factors for PAI learning. The method used is the Field Research method using an inductive approach. The results obtained from this study are: In planning lessons, PAI teachers make lesson plans for regular students while special accompanying teachers make Individual Learning Programs for students with special needs. In the implementation of learning, the PAI teacher teaches as usual, there is no special action to pay attention to the needs of students with special needs, because there is a special accompanying teacher in the class who functions to guide and create learning methods for students with special needs, if the method used by the PAI teacher cannot be followed by ABK students. The questions and assessment formats prepared by the PAI teacher are only for regular students, while for students with special needs it is made by a special accompanying teacher. Supporting factors that support inclusive learning in this school are the competence of the principal, teachers and an environment that is ready to accept students with special needs. The inhibiting factors in the implementation of Islamic religious education learning include: the lack of planning carried out by the teacher, students with special needs often have difficulty understanding the material and answering practice questions. Abstrak. Keberadaan sekolah dasar ini salah satu yang menerapkan pendidikan inklusif di kota Bandung adalah SD BPI Kota Bandung. Sekolah ini merupakan sekolah yang dimana dalam pembelajaran PAI juga diterapkan sehari hari bagi anak ABK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran PAI pada kelas inklusif di SD BPI Kota Bandung, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah metode Field Research dengan menggunakan pendekatan induktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Dalam merencanakan pembelajaran, guru PAI membuat RPP untuk siswa reguler sedangkan guru pendamping khusus membuat Program Pembelajaran Individual untuk siswa ABK. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru PAI mengajar seperti biasa, tidak ada tindakan istimewa untuk memperhatikan kebutuhan siswa ABK, karena terdapat guru pendamping khusus di dalam kelas yang berfungsi untuk membimbing dan membuat metode pembelajaran bagi siswa ABK, apabila metode yang digunakan guru PAI tidak dapat diikuti oleh siswa ABK. Pembuatan soal dan format penialaian yang disiapkan oleh guru PAI hanya untuk siswa reguler sedangkan bagi siswa ABK dibuat oleh guru pendamping khusus. Faktor pendukung yang menunjang pembelajaran inklusif di sekolah ini yaitu kompetensi kepala sekolah, guru-guru dan lingkungan yang siap untuk menerima siswa ABK. Adapun faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya: kurangnya perencanaan yang dilakukan oleh guru, siswa berkebutuhan khusus seringkali kesulitan dalam memahami materi dan menjawab soal latihan.
Implementasi Pengasuhan Bahasa Cinta dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Hasna Marwah; Enoh; Huriah Rachmah
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1753

Abstract

Abstract. Common problems with children's emotional intelligence are caused by parenting and incorrect communication interactions. One aspect that significantly affects children's growth and development is emotional development. The upbringing of love languages is used as an improvement competency for teachers in Raudatul Atfal Al-Mukaromah to improve children's emotional intelligence. In the application of love language parenting, there is a rule where teachers are prohibited from being angry, forbidding, commanding, and pointing at students. This study uses a qualitative approach with a case study method. The purpose of this study is to determine the planning and the implementation of the results of the implementation of love language parenting in developing the emotional intelligence of children aged 4-5 years and find out the supporting factors and inhibiting factors. Based on the findings of the research data, it was concluded that planning emphasizes the process of character education. Love language parenting at RA Al-Mukaromah is carried out in learning activities and parenting training. The results of the implementation of love language parenting on children's emotional intelligence are found in the report on children's learning outcomes. The supporting factor lies in the self-upgrading of the teacher while the inhibiting factor lies in the environment. Teachers use positive words and lighter sentences in the application of love language upbringing Solutions to further improve the effectiveness of love language parenting are: (1) there needs to be a benchmark in love language parenting planning for teachers to see the appropriateness in the application of love language parenting activities (2) the use of media in love language parenting such as visual images pasted in the classroom that show affection, and various emotions (3) the creation of Standard Operating Procedures (SOPs) specifically for love language parenting methods (4) implementation training activities that need to be carried out twice to see the development. Abstrak. Permasalahan umum tentang kondisi kecerdasan emosional anak disebabkan pola asuh dan interaksi komunikasi yang salah. Salah satu aspek yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak ialah aspek perkembangan emosional. Pengasuhan bahasa cinta dijadikan kompetensi peningkatan bagi guru di Raudatul Atfal Al-Mukaromah dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosional anak. Penerapan pengasuhan bahasa cinta terdapat sebuah aturan dimana guru dilarang untuk marah, melarang, memerintah, dan menunjuk kepada peserta didik. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan hasil implementasi pengasuhan bahasa cinta dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 4-5 tahun, dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat. Berdasarkan hasil temuan data penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa perencanaannya menekankan pada proses pendidikan karakter. Pengasuhan bahasa cinta di RA Al-Mukaromah dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan training parenting. Hasil implementasi pengasuhan bahasa cinta terhadap kecerdasan emosional anak terdapat pada laporan capaian pembelajaran anak. Faktor pendukung terletak pada self-upgrading guru sedangkan faktor penghambat terdapat pada lingkungan. Guru menggunakan kata positif dan kalimat pemantik dalam penerapan pengasuhan bahasa cinta. Solusi untuk lebih meningkatkan efektivitas pengasuhan bahasa cinta ini adalah: (1) perlu adanya tolok ukur dalam perencanaan pengasuhan bahasa cinta terhadap guru melihat kesesuian dalam penerapan pengasuhan bahasa cintakegiatan (2) penggunaan media dalam pengasuhan bahasa cinta seperti gambar visual yang ditempelkan dalam kelas yang menunjukkan kasih sayang, dan macam-macam emosi (3) pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk metode pengasuhan bahasa cinta (4) pelaksanaan kegiatan training yang perlu dilaksanakan dua kali guna melihat perkembangannya.
Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru PAI terhadap Hasil Pembinaan Baca Hafal Tulis Al-Qur’an Neng Sri Hernawati; Enoh; Nadri Taja
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1936

Abstract

Abstract. This research is motivated by competence, which is the ability to do work based on knowledge, skills and attitudes towards work. teachers have four competency standards namely pedagogical competence, professional competence, personal competence and social competence. The purpose of this study was to find out the description of students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers, to find out the results of fostering students' reading, memorizing, and writing of the Qur'an, and to find out how much influence students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers have on the results of coaching. read, memorize, write the Koran at SDN Sekarwangi. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques carried out in this study used questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis was performed using product moment correlation and simple linear regression. The results of this research are the results of the calculations that inform the 40 respondents to the questionnaires that have been distributed indicating that the correlation value reaches 0.282 which indicates a weak correlation because it is in the interval 0.21 to 0.40. The calculated F value is 3.271 with a significance value of 0.078 > 0.05, so the regression model cannot be used to predict the pedagogic competency variables of PAI teachers or in other words there is no effect on the outcome variable of BHTQ guidance. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pekerjaan. guru memiliki empat standar kompetensi yakni kompetensi pedagogis, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI, untuk mengetahui hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an siswa, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI terhadap hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an di SDN Sekarwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini hasil perhitungan menginformasikan dari 40 responden kuesioner yang telah disebar menyatakan secara menunjukkan nilai korelasi yang mencapai 0,282 yang menunjukkan pada korelasi yang lemah karena berada di interval 0,21 s/d 0,40. Nilai F hitung 3.271 dengan nilai signifikansi sebesar 0.078 > 0.05, maka model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi variabel kompetensi pedagogik guru PAI atau dengan kata lain tidak ada pengaruh terhadap variabel hasil pembinaan BHTQ.
Pengelolaan Pembelajaran Metode Qiroati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas V SD Shafiera Oasa Harlia Shalsabila; Enoh; A. Mujahid Rasyid
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1951

Abstract

Abstract. This study aims to determine learning planning, implementation of learning, evaluation and learning outcomes in the learning process using the Qiroati method for fifth grade students at SDIT Nurul Fikri Karawang. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method, which is used to describe the learning of the Qiroati method in fifth grade in an appropriate way.a, the technique used is observation, interviews, documentation and tests. Thus the research results that have been obtained are in the form of an overview of PE planning learning carried out at SDIT Nurul Fikri Karawang uses Right, this Qiroati method goes through three stages, the first of which is the teacher makes an annual program, the second makes a semester program and the third a learning design program. After that, at the stage of learning the Qiroat methodi is divided into three processes, namely preliminary activities, the second is the core activity and the third is the closing activity. Next stage evaluation by going through three stages, namely, the first is the daily evaluation, the second is the volume increase evaluation, and three evaluations finished volume. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan hasil pembelajaran dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode Qiroati pada siswa kelas lima di SDITNurul Fikri Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualiatatif dengan metode deskriptif, yang digunakan untuk menggambarkan pembelajaran metode Qiroati di kelas lima secara apa adanya, teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi serta tes. Dengan demikian hasil penelitian yang telah didapatkan berupa gambaran tentang perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan di SDIT Nurul Fikri Karawang menggunakan metode Qiroati ini melalui tiga tahap yang pertama adalah guru membuat program tahunan, yang kedua membuat program semester dan yang ketiga program rancangan pembelajaran. Setelah itu pada tahap langkah-langkah pembelajaran metode Qiroati dibagi menjadi tiga proses yaitu kegiatan pendahuluan, yang kedua kegiatan inti dan yang ketiga kegiatan penutup. Selanjutnya pada tahap evaluasi dengan melalui tiga tahapan yaitu, pertama evaluasi harian, kedua evaluasi kenaikan jilid, dan ketiga evaluasi selesai jilid.
Implementasi Pengasuhan Bahasa Cinta dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Hasna Marwah; Enoh; Huriah Rachmah
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1753

Abstract

Abstract. Common problems with children's emotional intelligence are caused by parenting and incorrect communication interactions. One aspect that significantly affects children's growth and development is emotional development. The upbringing of love languages is used as an improvement competency for teachers in Raudatul Atfal Al-Mukaromah to improve children's emotional intelligence. In the application of love language parenting, there is a rule where teachers are prohibited from being angry, forbidding, commanding, and pointing at students. This study uses a qualitative approach with a case study method. The purpose of this study is to determine the planning and the implementation of the results of the implementation of love language parenting in developing the emotional intelligence of children aged 4-5 years and find out the supporting factors and inhibiting factors. Based on the findings of the research data, it was concluded that planning emphasizes the process of character education. Love language parenting at RA Al-Mukaromah is carried out in learning activities and parenting training. The results of the implementation of love language parenting on children's emotional intelligence are found in the report on children's learning outcomes. The supporting factor lies in the self-upgrading of the teacher while the inhibiting factor lies in the environment. Teachers use positive words and lighter sentences in the application of love language upbringing Solutions to further improve the effectiveness of love language parenting are: (1) there needs to be a benchmark in love language parenting planning for teachers to see the appropriateness in the application of love language parenting activities (2) the use of media in love language parenting such as visual images pasted in the classroom that show affection, and various emotions (3) the creation of Standard Operating Procedures (SOPs) specifically for love language parenting methods (4) implementation training activities that need to be carried out twice to see the development. Abstrak. Permasalahan umum tentang kondisi kecerdasan emosional anak disebabkan pola asuh dan interaksi komunikasi yang salah. Salah satu aspek yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak ialah aspek perkembangan emosional. Pengasuhan bahasa cinta dijadikan kompetensi peningkatan bagi guru di Raudatul Atfal Al-Mukaromah dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosional anak. Penerapan pengasuhan bahasa cinta terdapat sebuah aturan dimana guru dilarang untuk marah, melarang, memerintah, dan menunjuk kepada peserta didik. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan hasil implementasi pengasuhan bahasa cinta dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 4-5 tahun, dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat. Berdasarkan hasil temuan data penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa perencanaannya menekankan pada proses pendidikan karakter. Pengasuhan bahasa cinta di RA Al-Mukaromah dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan training parenting. Hasil implementasi pengasuhan bahasa cinta terhadap kecerdasan emosional anak terdapat pada laporan capaian pembelajaran anak. Faktor pendukung terletak pada self-upgrading guru sedangkan faktor penghambat terdapat pada lingkungan. Guru menggunakan kata positif dan kalimat pemantik dalam penerapan pengasuhan bahasa cinta. Solusi untuk lebih meningkatkan efektivitas pengasuhan bahasa cinta ini adalah: (1) perlu adanya tolok ukur dalam perencanaan pengasuhan bahasa cinta terhadap guru melihat kesesuian dalam penerapan pengasuhan bahasa cintakegiatan (2) penggunaan media dalam pengasuhan bahasa cinta seperti gambar visual yang ditempelkan dalam kelas yang menunjukkan kasih sayang, dan macam-macam emosi (3) pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk metode pengasuhan bahasa cinta (4) pelaksanaan kegiatan training yang perlu dilaksanakan dua kali guna melihat perkembangannya.
Analisis Penyebab Keterlambatan Berbicara pada Salah Satu Anak Usia Dini Anisa Putri Alya; Enoh; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1778

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berpusatkan pada bagaimana menganalisis penyebab keterlambatan berbicara (Speech Delay) pada salah satu anak usia dini berusia 4 tahun di daerah sekemerak kabupaten bandung, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi apa saja yang menjadi penyebab keterlambatan berbicara pada anak usia 4 tahun, bagaimana pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak usia 4 tahun yang mengalami keterlambatan berbicara, bagaimana cara stimulasi secara sederhana yang diberikan agar mengurangi keterlambatan berbicara pada anak usia 4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi penyebab keterlambatan berbicara pada anak usia 4 tahun adalah terdapat kelainan organ bicara pada gigi depan, pengasuhan yang diberikan oleh orang tua kurangnya memberikan stimulasi dan motivasi yang kurang diberikan. Abstract. This research is estimated at how to analyze the causes of delay in speaking "Speech Delay" in one of the 4 year old children in the Sekemerak area of Bandung district, this study aims to identify what are the causes of speech Delay in children aged 4 years, how is the parenting done by parents of children aged 4 years who experience speech Delays, how simple stimulation is given to reduce speech Delays in children aged 4 years. This study uses a qualitative method with the type of case study research. Data collection techniques used are interviews and observation. The results of the study showed that the causes of speech Delays in children aged 4 years were speech organ abnormalities in the front teeth, care provided by parents did not provide enough stimulation and motivation.
Pola Asuh Orang Tua pada Anak dengan Temper Tantrum Gulfi Nur Asyifa; Enoh; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1779

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berdasarkan atas fenemona yang terjadi di lapangan yang menunjukan pola asuh orang tua dengan anak temper tantrum. Anak dengan ciri-ciri suka mengamuk, berteriak, memukul orang tuanya ketika keinginannya tidak terpenuhi,sering berebut dengan saudaranya, memaki dan merenggut barang jika apa yang di inginkan tidak terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tingkah laku temper tantrum anak, mengetahui pola asuh orang tua, mengetahui faktor-faktor penyebab anak mengalami temper tantrum, dan strategi yang dilakukan orang tua saat anak mengalami temper tantrum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Analisis data dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perilaku temper tantrum karena orang tua menerapkan pola asuh yang berbeda saat anak mengalami temper tantrum yaitu Ibu cenderung menerapkan pola asuh otoriter dengan cara memperhatikan kesalahan anak dan memberi hukuman sedangkan Bapak cenderung menerapkan pola asuh permisif, karena selalu menuruti keinginan anak sehingga pada saat keinginannya tidak terpenuhi, anak akan berperilaku temper tantrum agar keinginannya terpenuhi. Strategi yang dilakukan orang tua pada saat mengalami temper tantrum yaitu menuruti keinginannya, jika tidak bisa menuruti keinginanya mengalihkan dengan yang lebih baik, memberi hukuman agar jera, memberi pelukan, dan memberi nasihat. Abstract. This study is based on phenemona that occurs in the field which shows the parenting patterns of parents with temper tantrum children. Children with traits like to go berserk, scream, beat their parents when their wishes are not fulfilled, often scramble with their siblings, curse and snatch things if what they want is not fulfilled. The purpose of this study is to determine the condition of children's temper tantrum behavior, to find out parental parenting, to find out the factors that cause children to experience temper tantrums, and strategies that parents do when children experience temper tantrums. The type of research used is research using the case study method. Data analysis in this study is descriptive qualitative. The results of this study show that parental parenting affects temper tantrum behavior because parents apply different parenting patterns when children experience temper tantrums, namely mothers tend to apply authoritarian parenting by paying attention to children's mistakes and giving punishment while fathers tend to apply permissive parenting, because they always obey the wishes of the child so that When the wish is not fulfilled the child will behave in a temper tantrum so that his wish can be fulfilled. The strategy that parents do when experiencing a temper tantrum is to obey their wishes if they can't obey their wishes to divert better, to punish them to deter, to give hugs, and to give advice.